Suami Sewaan Nona Muda Arogan

Suami Sewaan Nona Muda Arogan
Bab.58 (Pesta kecil-kecilan)


__ADS_3

Melvin dan Tasya memutuskan untuk kembali ke Mansion. Mereka terlihat canggung satu sama lain setelah pengakuan cinta yang masih menggantung namun akhirnya mereka sudah jujur dengan perasaan mereka masing-masing.


Saat turun dari mobil, mereka melangkah beriringan masuk ke area dalam Mansion karena Melvin juga di minta untuk datang karena akan ada acara kecil-kecilan sebelum mereka pergi besok.


"Katanya ada acara tapi kok sepi." Tasya menoleh kearah kanan kiri, namun tidak menemukan satupun orang di ruangan keluarga Mansion.


"Apa acaranya bukan di Mansion kali, coba aku telepon Kak Rey dulu." Melvin meraih ponselnya di dalam saku celana dan langsung menelpon Reynald.


"Hallo Kak, kalian di mana? Aku dan Tasya sudah di Mansion tapi tidak ada orang."


[Kami di taman belakang, kemarilah.]


"Oh begitu, baiklah kami kesana."


Melvin mematikan panggilan telepon itu dan langsung menoleh kearah Tasya yang sudah menunggu jawaban darinya. "Mereka di taman belakang."


"Kalau begitu ayo kita ke sana." Tasya meraih tangan Melvin lalu melangkah beriringan menuju taman belakang.


Melvin terlihat canggung, namun ia juga senang karena mendapatkan perlakuan manis dari wanita yang mengaku suka padanya.


Sesampainya di taman belakang. Suasana nampak cukup ramai meski hanya keluarga inti saja. Para pelayan dan pekerja lain juga ikut berbaur untuk acara kecil-kecilan itu.


"Eh Vin, Tasya kemarilah," ujar Reynald saat melihat kedatangan adiknya.


Melvin melepaskan tangannya dari genggaman tangan Tasya lalu melangkah lebih dulu menghampiri sang Kakak.


"Aduh ponakan uncle makin lucu aja." Melvin tidak henti-hentinya mencium pipi Raffa yang saat ini sedang di gendong oleh Reynald.


Sementara itu Tasya malah terpana melihat kakak sepupunya yang saat ini sedang berkutat dengan panggangan bersama Viola dan Bi Nini.


"Nggak salah, tumben Kak El terjun langsung untuk masak-masak," ujar Tasya.


"Wanita itu akan tau kodratnya saat sudah menikah, beberapa hari ini aku perhatikan dia sering membuka channel masak-masak," sahut Reynald.

__ADS_1


"Makin sempurna aja, salut sama Kak El, Kak Rey pake jampi-jampi apa sih, haha," ucap Melvin lalu terkekeh bersama Tasya.


"Hey kalian sudah datang, ayo makan di meja sana sudah banyak daging panggang dan sosis juga ada, ayo makan," sahut Jack yang tiba-tiba datang dengan mulut penuh makanan.


"Habiskan dulu makanan di mulut mu itu baru bicara!" seru Reynald kesal.


"Haha, maaf. Sekali-kali buat acara seperti ini di bengkel Rey, kan seru juga untuk karyawan lain, Elisa makin pintar masak juga," ujar Jack.


"Iya-iya nanti kita atur," ucap Reynald.


Elisa yang menyadari kedatangan Melvin dan Tasya langsung menghentikan aktivitasnya. Ya, kejutan yang sebenarnya baru saja di mulai.


"Perhatian semuanya, acara kita akan segera di mulai." Elisa mendekat dan langsung merangkul ke dua adiknya itu. "Melvin dan Tasya besok akan berangkat ke Melbourne Australia, selama tiga tahun ke depan depan mereka akan berjuang untuk meraih cita-cita mereka.


Semua orang bertepuk tangan dan bersorak gembira. Membuat Melvin dan Tasya menjadi malu sendiri.


"Bukan hanya itu, hari ini juga kita kedatangan tamu yang sangat spesial yang akan melengkapi kebahagiaan kita terutama Tasya," sambung Elisa.


Sontak Tasya langsung menoleh menatap Elisa. "Aku kak ... memangnya siapa ada artis korea yang aku idolakan?"


Elisa menoleh kearah pintu. "Nah itu orangnya." Ia menunjuk kearah pintu.


Semua orang juga ikut menoleh, termaksud Tasya juga. Mata Tasya membulat, tak kala melihat sang Mama melangkah ke arahnya.


Elisa melepaskan rangkulannya dan membiarkan Tasya menghampiri sang Mama. Dengan gerakan cepat Tasya berhambur memeluk Mamanya. Ia tidak bisa berkata-kata selain air mata haru yang menjelaskan bagaimana perasaannya saat ini.


Semua orang nampak terharu melihat keduanya. Hari ini benar-benar sempurna karena satu anggota keluarga yang dulu tidak bisa hadir di tengah-tengah mereka kini telah kembali.


"Mama sudah bebas tapi kenapa tidak ngabarin Tasya?"


"Ini semua ide Kakak-kakak kamu, mereka ingin memberikan surprise katanya," ujar Mama.


Tasya menyeka air matanya lalu menoleh kearah Reynald dan Elisa yang tersenyum kepadanya. Ia tahu pasti mereka lah yang sudah membebaskan sang Mama. Dengan isyarat tangan Tasya mengucapkan terimakasih, karena sudah mau membebaskan Mamanya dari jeratan hukum.

__ADS_1


Tasya terlihat begitu emosional, ia menatap sang Mama lalu melangkah cepat berhambur memeluk Elisa dan Reynald secara bersamaan. "Terimakasih Kak, aku akan selalu mengingat jasa-jasa kalian seumur hidup ku."


"Tidak perlu berterimakasih Sya kita ini keluarga," ujar Reynald.


"Kamu hanya perlu berlajar yang serius di Melbourne untuk membuat kami semua bangga, mengerti," sambung Elisa seraya menepuk punggung Tasya perlahan.


Waktu haru biru sudah selesai. Kini semua berdansa dengan di iringi musik yang sangat ceria. Melvin sebagai anak milenial merekam secara live momen bahagia itu di akun sosial media miliknya.


Hari ini semua bersuka cita. Tak ada lagi perselisihan, semua sudah berdamai dengan masa lalu. Elisa dan Reynald berdansa bersama saling merengkuh dengan cinta kasih yang tiada tara.


Tidak ada lagi yang kurang dari hidup mereka. Semua seolah sempurna dengan kehadiran Raffa dan seluruh anggota keluarga yang mengelilingi mereka.


~


Namun di sisi lain ada seseorang yang kehilangan kebahagiaan dalam hidupnya dan di timpa masalah yang tiada hentinya.


"Kamu ini bagaimana, kerja tidak becus, laporan salah semua!" ketus seorang pria paruh baya berkepala plontos di hadapan Sofia.


Sofia hanya bisa menunduk pasrah, saat di marahi sang bos. "Maaf Pak, lain kali saya akan lebih teliti lagi."


"Maaf-maaf, apa maaf mu itu bisa mengembangkan investor kita hah! Kamu ini sebenarnya kenapa akhir-akhir ini semua yang kamu kerjakan tidak ada yang beres. Kali ini saya akan memaafkan kamu tapi jika terjadi lagi kamu akan saya pecat, keluar dari sini!"


Sofia keluar dari ruangan itu dengan kepala tertunduk. Sesampainya di ruangan staf ia langsung melangkah duduk di kursi meja kerjanya. Ia mengusap wajahnya dengan kasar karena hidup yang semakin kacau.


Sial... sial!! pekiknya dalam hati.


Sofia meraih ponselnya dan terdapat notifikasi bahwa Melvin sedang melakukan siaran langsung di Facebook. Karena penasaran ia membuka dan menonton video itu.


Sepanjang video, darahnya seolah mendidih saat melihat Reynald dan Elisa yang terlihat begitu mesra. Ia merasa semua ini tidak adil, saat Elisa mendapatkan segala-galanya dan ia terus di timpa masalah.


Sial bisa-bisanya kalian bahagia di atas penderitaan ku, lihat saja aku tidak akan membiarkan kebahagiaan itu bertahan lama, batin Sofia.


Bersambung πŸ’•

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya ya reader terimakasih.


__ADS_2