Suami Sewaan Nona Muda Arogan

Suami Sewaan Nona Muda Arogan
Bab.91 (Lamaran dadakan)


__ADS_3

Malam terakhir di kota Melbourne, semua berkumpul di kediaman keluarga Maura. Mereka sedang sibuk mempersiapkan pesta barbeque untuk acara perpisahan. Ya, semenjak bertemu, mereka sudah seperti keluarga saja, berawal dari ketidaksengajaan dan akhirnya menjadi sangat akrab satu sama lain.


"Rey, kamu mau daging lagi?" tany Elisa.


"Aku mau, El," sahut Jack tiba-tiba.


"Kak yang duawarin itu suaminya bukan kakak. Biar aku ambilin lagi kamu ini," ucap Viola lalu melangkah pergi meninggalkan tempat duduknya.


"Jack besok kita mau pulang, kamu tidak mau melamar Viola di sini, kapan lagi," bisik Reynald.


"Aku belum ada persiapan, kamu tahu sendiri aku kesini cuma bawa diri aja nggak bawa uang ," bisiknya balik.


"Kakak tenang saja." Elisa mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. "Tadi aku dan Rey mampir ke salah satu toko perhiasan, kami akan menjadi tim sukses kalian, ayo lamar di sini saja mumpung kita lagi pada ngumpul."

__ADS_1


Jack terlihat tidak percaya jika sahabatnya akan mempersiapkan hal seperti ini untuk ia dan Viola. "Kalian ini benar-benar ... terimakasih."


"Ayo cepat, kamu ke depan sana. Aku tau kamu orang yang sangat percaya diri Jack, ayolah." Reynald memaksa Jack untuk bangkit dari tempat duduknya.


Jack melangkah perlahan menuju sebuah podium kecil yang ada di taman rumah Maura. "Pe-perhatian semuanya," ucap Jack dengan suara yang cukup tinggi namun tetap terdengar grogi.


Semua orang akhirnya menoleh kearah Jack, termaksud Viola yang sedang sibuk memang daging pun kini mengalihkan fokusnya.


"Kamu mau bernyanyi, Jack?" tanya Mama Maura.


Jack makin nampak gugup karena tidak punya persiapan apapun sebelumnya, ia bahkan tidak menyiapkan kata-kata romantis seperti orang kebanyakan. Namun tiba-tiba ucapan Viola kembali teringat dalam benaknya, bahwa ia ingin Jack melamar Viola dengan caranya sendiri tanpa harus menjadi orang lain.


"Jack kok diam saja kamu mau ngomong atau mau nyanyi," sahut Bi Nini tiba-tiba.

__ADS_1


"Ah itu, saya ... anu itu." Jack menoleh ke arah Reynald dan Elisa yang menyemangatinya. Lalu ia beralih memandangi Viola yang tersenyum kepadanya. Hal tersebut membuat Jack lebih yakin untuk pernyataan dadakan ini.


"Ehm, sebelumnya saya minta maaf karena meminta perhatian anda semua sebentar. Malam ini adalah malam terakhir kita di kota Melbourne, saya ingin mengungkapkan sesuatu kepada seseorang yang belakangan ini membuat hari-hari saya jauh lebih bermakna.


Jack menghentikan ucapannya sebentar kemudian beralih memandangi Viola yang berdiri sepuluh meter darinya. "Untuk kamu, Viola. Gadis yang begitu sempurna bagiku, kita belum lama ini memutuskan untuk membangun satu komitmen bersama. Tapi kita bukan lagi remaja yang harus berlama-lama, kita sudah dewasa dan aku pikir pernikahan bukanlah hal yang buruk, Viola maukah kamu menikah dengan ku?"


Viola tanpa sadar menjatuhkan piring yang ada di tangannya. Matanya pun sudah mulai berkaca-kaca.


Melihat Viola dan semua orang nampak kaget, Jack kembali melanjutkan ucapannya. Kali ini ia beralih memandangi Bi Nini yang sedang menggendong Raffa. "Bu, saya tahu saya bukan orang yang sempurna dan punya segalanya. Tapi saya berjanji akan membuat Viola bahagia, tolong berikan restu untuk kami."


Bi Nini sangat terharu hingga tak sadar menitikkan air mata. Ia menganggukkan kepalanya perlahan tanda bahwa ia menyetujui Viola bersama Jack.


Melihat sang Ibu menyetujui. Viola langsung bergerak cepat menghampiri Jack dan langsung memeluknya. "Kamu kenapa tiba-tiba seperti ini, aku sangat terharu terimakasih."

__ADS_1


"Ini semua rencana Rey dan El. Tapi di sisislain aku memang ingin cepat meresmikan hubungan kita." Jack melepaskan pelukannya dari Viola, ia berlutut di hadapan kekasihnya itu dan langsung mengeluarkan cincin dari saku kemejanya. "Mau kah kamu menikah dengan ku?"


Viola mengangguk cepat dan langsung mengulurkan tangannya. Jack pun segera berdiri dan memasang cincin berlian itu di tangan Viola. Semua orang bersorak gembira dan bertepuk tangan untuk Jack dan Viola.


__ADS_2