Suami Sewaan Nona Muda Arogan

Suami Sewaan Nona Muda Arogan
Bab.93 (Meminta izin)


__ADS_3

Menjelang sore di langit kota metropolitan, Elisa dan rombongan akhirnya sampai di bandara. Saat semua terlihat sumringah, Jack malah terlihat pucat karena mabuk udara.


"Lain kali apa kita bisa tour naik motor saja ke Melbourne, hah? Aku sudah tidak sanggup lagi naik pesawat," ujar Jack kepada Reynald yang terus melangkah keluar Bandara.


"Heh, kau ini. Kamu hanya terlalu tegang dan panik saja jadi begitu, nanti sesampainya di Mansion kamu bisa istirahat dulu di sana," ucap Reynald.


"Ya baiklah, Tuan muda," lirig Jack.


Sesampainya di halaman depan Bandara, sudah ada dua mobil Alphard beserta supir yang menunggu mereka di sana. Raffa pun nampak anteng saja di gendongan Elisa.


Setelah semua barang sudah masuk ke bagasi, Elisa d yang lain mulai masuk secara bergantian ke dalam mobil. "Akhirnya kembali ke ke kota ini lagi." Di Elisa berbalik melihat Viola yang sedang duduk di belakang. "Apa jadwal ku besok?"


Viola bergerak cepat memeriksa ponselnya. "Ada banyak Nona, apa saya harus membacakannya satu persatu?"


Elisa lagi-lagi menghembuskan napas berat. "Tidak usah, yang ada aku tambah pusing lihat besok saja." Ia kembali fokus kepada Raffa yang mulai rewel.


~


Tak butuh waktu lama sampai ke Mansion, para pelayan sudah berjajar rapi di depan teras utama. "Selamat datang kembali, Tuan dan Nona," ucap para pelayan secara bersamaan.

__ADS_1


"Terimakasih semuanya," ucap Elisa dengan senyum sumringah.


"Maaf, Nona. Di dalam ada tamu yang sedang menunggu Anda dan Tuan Reynald," ujar seorang pelayan yang berdiri di dekat Elisa.


"Siapa dia?" tanya Reynald penasaran.


"Tuan Niko, Tuan," jawan pelayan itu lagi.


Elisa dan Reynald segera masuk kedalam di ikuti yang lainnya. Karena ini urusan antara Elisa, Reynald dan Niko. Viola, Tante Eva, Bi Nini dan Jack memutuskan untuk naik ke lantai dua.


Niko segera berdiri dari duduknya saat melihat kedatangan Elisa dan Reynald. "Akhirnya kalian datang juga, bagaimana liburan di sana pasti sangat menyenangkan ya?"


"Kamu tidak biasanya datang kemari, apa ada sesuatu yang penting?" tanya Reynald.


"Oh itu ... jadi begini El, Rey. Ayah ku sedang sakit dan sedang di rawat di rumah sakit. Beliau ingin sekali aku membawa Sofia ke sana, aku mohon kepada kalian untuk mengizinkan aku membawa Sofia ... tentu saja dengan pengawalan ketat dari penjaga."


Elisa dan Reynald saling menoleh. Mereka sebenarnya masih ragu dengan Sofia tetapi melihat Niko sekarang tentu saja mereka tidak tega. "Aku tidak bisa berkata apapun karena Elisa lah yang berhak untuk ini, Nik," ujar Reynald.


Niko beralih melihat kearah Elisa yang nampak masih berpikir. "Bagaimana, El. Aku berjanji hanya sebentar saja dan semua akan aman terkendali."

__ADS_1


"Hm, baiklah. Kamu boleh membawa Sofia menemui Ayah kamu, Nik. Kamu tidak perlu gugup begitu kami juga masih punya hati, tentu saja kami akan memberikan kamu izin," ucap Elisa.


"Terimakasih Elisa, Reynald. Aku sebenarnya ragu kalian akan mengizinkan," ucap Niko yang terlihat sangat senang.


"Oh iya bagaimana dengan keadaan Sofia, pasti sangat berat di awal kehamilan?" tanya Elisa.


"Hm dia lebih sensitif dan mudah menangis. Belum lagi muntah di pagi hari yang membuat dia lemas. Tapi selama beberapa bulan ini dia sudah banyak berubah, dia mulai bisa menerimaku sebagai suaminya dan juga dia menyesali perbuatannya kepada kalian. Sebelum aku datang kemari saja dia minta aku menyampaikan permintaan maaf kepada kalian berdua," jelas Niko.


Elisa diam terpaku dan kembali merenung. Jika mengingat bagaimana indahnya persahabatan antara ia dan Sofia di masa kanak-kanak, ia tidak menyangka akan sampai ke titik ini, dimana mereka saling membenci satu sama lain.


"Kalau begitu aku pamit dulu ya, Sofia pasti sudah menunggu," ucap Niko, membuat lamunan Elisa buyar seketika.


Mereka bangkit dari tempat duduknya dan mengantar Niko sampai ke halaman depan.


"Aku akan menghubungi petugas keamanan yang ada di sana untuk mengizinkan kamu membawa Sofia," ujar Reynald.


"Sekali lagi terimakasih, aku pergi dulu." Niko berbalik pergi dan langsung masuk kedalam mobilnya.


Bersambung πŸ’•

__ADS_1


__ADS_2