Suami Sewaan Nona Muda Arogan

Suami Sewaan Nona Muda Arogan
Bab.98 (Kamu masih sahabatku)


__ADS_3

Reynald dan Elisa baru saja keluar kantor kepolisian kota X. Wajah mereka nampak sangat lega karena berhasil berdamai dengan perasaan dan logika sendiri, demi apa? Demi sebuah kehidupan kecil yang ingin di bangun oleh orang lain.


Meski orang tersebut sudah banyak melukai Elisa dan keluarga namun pada kenyataannya pendosa sekalipun berhak untuk mempunyai masa depan. Jangan ragu untuk memaafkan karena peranmu akan amat berarti untuk orang lain.


Sesampainya di parkiran, sebelum masuk kedalam mobil, Elisa menghentikan langkahnya dan begitu juga dengan Reynald. Mereka saling menatap satu sama lain seraya tersenyum lebar.


"Apa yang kamu rasakan sekarang setelah berhasil melepaskan semuanya?" tanya Reynald kepada sang istri.


"Aku lega. Terimakasih, Sayang. Aku beruntung sekali mempunyai suami sebaik kamu, kamu menyadarkan aku tentang banyak hal, aku sangat bersyukur," ujar Elisa dengan mata yang berkaca-kaca saat melihat sang suami.


Reynald menarik sang istri kedalam pelukannya. "Sama-sama, Sayang. Kamu tau aku lebih beruntung karena mempunyai istri sehebat kamu."


Elisa membalas pelukan suaminya dengan erat. Lagi-lagi air matanya mengalir membasahi wajah cantiknya, tiba-tiba ia mengingat kala masa paling sulit yang bukanya ia hadapi tapi ia terus berusaha lari sejauh mungkin.


Kini seorang pria sederhana datang padanya, menggenggam tangannya untuk berbalik arah mengahadapi segala masalah yang ia tinggalkan. Setelah semua berkahir damai, hidupnya terasa lebih baik, dunia yang dulu terasa hampa kini lebih berwarna.


Setelah beberapa saat Reynald melepaskan pelukannya dan langsung menggenggam tangan sang istri. "Ayo kita pergi kerumah sakit."


"Hm, ayo." Elisa melangkah beriringan dengan sang suami, masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


~


Siang hari di rumah sakit A. Niko mendorong sang istri yang sedang duduk di kursi roda menuju ruangan inkubator yang terletak tidak jauh dari ruang rawatnya. Karena tidak di perbolehkan masuk, Sofia dan Niko hanyq bisa melihat bayi mereka dari balik jendela kaca berukuran besar.


"Cantik sekali." Kata itu terucap begitu saja dari mulut Sofia seraya menitikan air mata saat melihat putri kecilnya yang terlahir sebelum waktunya. Meski dari jarak dua meter, ia bisa dengan jelas melihat wajah anaknya itu.


"Bersabarlah, jika kondisinya baik, besok kita akan membawanya pulang." Niko menepuk pundak sang istri pelan untuk mengikatkannya.


Sofia menyeka air matanya dan mendongak melihat sang suami. "Terimakasih kasih karena kamu selalu setia mendampingi ku, Nik. Setidaknya aku ingin menggedong bayi kita meski hanya sekali sebelum petugas dari kepolisian membawa ku kembali ke jeruji besi.


"Kamu tidak akan berpisah dari anak kamu."


"Elisa," ucap Sofia tak percaya.


Elisa dan Reynald melangkah mendekat.


"Apa maksud kalian bahwa Sofia tidak akan berpisah dengan bayi kami?" tanya Niko yang terlihat sangat penasaran.


Elisa dan Reynald saling menatap lalu tersenyum, seolah tidak sabar untuk menyampaikan kabar bahagia itu kepada Niko dan Sofia.

__ADS_1


~


Di dalam ruang perawatan, Sofia membulatkan matanya tak percaya saat membaca sebuah surat pembatalan gugatan yang di berikan oleh Elisa kepadanya. "I-ini kalian serius, membatalkan laporan kasus ini?" tanya Sofia dengan berderai air mata.


"Iya, kami sudah berdiskusi malam tadi. Sof, aku juga seorang Ibu, aku tidak mungkin tega memisahkan kamu dengan anak mu, lagi pula dulu kita adalah sahabat, aku harap sekarang pun kata 'sahabat' itu belum benar-benar hilang dari hati kamu, karena bagi ku kamu masih sahabatku, Sofia," ujar Elisa lalu tersenyum kepada Sofia.


Sofia yang masih terlihat lemah, memaksa tubuh ringkihnya mendekat dan langsung memeluk Elisa. Tangisnya pecah seketika, ia benar-benar tidak menyangka Elisa masih menganggapnya teman setelah apa yang terjadi. "Maafkan Aku, El. Aku menyesal karena sudah membuat hal jahat padamu, terimakasih untuk semuanya, kelak aku akan membalas semua kebaikan kamu ini."


Niko dan Reynald saling merangkul saat melihat istri-istri mereka akhirnya berdamai kembali. Kini semua sudah berakhir bahagia sebagai mestinya takdir berkehendak.


Saat kamu pertama kali melihat dunia, lalu saat kamu pertama kali mengenal apa itu cinta, kamu akan menagis dahulu, untuk sampai ke satu titik di mana hati mu akan berlabu di orang yang tepat. Tanpa kamu duga, namun yang pasti dialah orangnya, orang yang di persiapkan oleh takdir dan di dukung oleh semesta.


Selesai.


Terimakasih untuk perhatiannya dan yang selalu mengikuti cerita hingga akhir. Terimakasih juga untuk dukungannya dan semua komentar positif yang sangat membuat saya terharu sekali, meski harus menyelesaikan dengan bersusah payah karena kondisi badan yang kurang fit, tapi akhirnya happy ending.


meski sudah tamat nanti akan ada beberapa bonus chapter ya kakak-kakak, di antaranya pernikahan Jack dan Viola.


Sekali lagi terimakasih banyak, sampai jumpa di karya author yang lain ya. Salam manis author Alya Aziz.🤗❤️

__ADS_1


__ADS_2