Suamiku Bukan Monster

Suamiku Bukan Monster
Dev Yang Lain


__ADS_3

Lisa duduk lesehan di samping tepatnya di atas lantai sambil menatap pria itu.


"Sudah berapa lama aku disini? " Tanya Dev.


"Dua hari dua malam, dan kau tidak bangun selama dua hari itu," ucap Lisa.


"Dua hari? Apa yang terjadi padaku kenapa aku bisa sampai disini??" Tanya Dev.


"Kami menemukanmu di dekat jalan, kau seperti setan malam itu, tidak pakai baju, tubuh penuh luka, dan ya kau pingsan dan akhirnya aku dan Papa membawamu kesini," jelas Lisa.


"Apa saat itu aku berbicara?" Tanya Dev.


"Kau hanya meminta tolong lalu pingsan, padahal kau begitu senangnya saat berada di atas pohon ," jelas Lisa.


"Apa yang terjadi padamu, kenapa kau seperti itu dan siapa kau sebenarnya? " Tanya Lisa serius.


"Aku.... Aku ingin ke toilet, " ucap Dev bangkit berdiri namun dia menyadari tangan dan kakinya di ikat dengan rantai.


“Apa ini? Kenapa kau mengikatku?” tanya Dev terheran heran namun hanya di balas cengir kuda oleh Lisa yang sedang berdiri mengambil kunci gembong rantai besi itu.


“Heheh siapa tau kau mau macam macam jadi Papaku mengikatmu seperti ini heheh, maaf ya sebentar ku lepaskan,” kekeh Lisa sambil mulai melepaskan gembok di masing masing kaki dan tangan Dev.


“Ada ada saja, kalau kalian takut aku berbuat macam macam kenapa sampai menyelamatkanku, seharusnya kalian membiarkan aku saja di jalanan itu,” ucap Dev yang tak habis pikir dengan pola pikir Lisa.


“ Ck... aku dan Papa sudah baik hati mau menolongmu setidaknya berterima kasihlah jangan sampai aku menghajarmu karena terlalu banyak bicara dasar pria aneh,” gerutu Lisa.


“Kami menyelamatkanmu karena aku pernah melihatmu, jadi sesama manusia itu harus saling tolong menolong, apalagi hari itu sudah malam dan jalanan sepi, kau bisa di bunuh preman kalau kami tidak menyelamatkanmu waktu itu,” jelas Lisa yang sudah melepaskan Dev dari rantai besi itu.


“Baiklah terimakasih karena sudah menyelamatkanku, sekarang tolong tunjukkan toiletnya aku benar benar ingin ke toilet sekarang, ini benar benar mendesak,” ucap Dev.


“Baiklah, kurasa pun pasti sesak karena kau tidak buang air selama dua hari,” ucap Lisa sambil berjalan di depan Dev dan menunjukkan toilet pada pria itu.


“Disini,” ucap Lisa menunjukkan toilet yang benar sederhana, bukan closet duduk tapi model jongkok dengan bak kecil di sampingnya berisi air menggantikan tisu toilet yang kalau dibandingkan dengan toilet yang biasa di pakai Dev itu benar benar berbeda seperti kamu dan pacar mantan kamu, ehh aduh.


Toilet dengan ukuran 2 x 2 meter dengan sebuah bak dan lampu remang remang membuat Dev menatap toilet itu dengan perasaan ngeri.


“Apa ini toilet? Lebih terlihat seperti gudang,” celetuk Dev yang malah mendapat tatapan geram dari Lisa.


“Kalau kau melihat ini seperti gudang maka kau perlu memeriksakan matamu ke spesialis mata karena itu sudah tidak berfungsi dengan baik pria bodoh,” ucap Lisa dengan kesal.


“Eh, bukan begitu maksudku, ahhh sudahlah kau tak akan paham,” ucap Dev sambil masuk ke dalam toilet kecil itu.

__ADS_1


“emmm bisa berikan aku handuk aku ingin mandi,” ucap Dev.


“Jangan mandi dulu, lukamu belum kering semua ,nanti akan semakin parah, kau lap saja tubuhmu, itu akan lebih baik, lagi pula aku baru mengganti perbannya tadi,” jelas Lisa.


“Perban?” ucap Dev sambil menarik kaos yang di berikan Pak Kevin untuk di pakainya, betapa terkejutnya dia saat melihat perutnya di penuhi dengan plester, karena luka di perut dan tubuh Dev sangat banyak.


“Astaga apa separah ini aku terluka?” ucap Dev terkejut dan Lisa membalasnya dengan anggukan kepala.


“Sudah bersihkan dirimu, karena kau sudah disini aku akan menyiapkan makanan untukmu, kau pasti lapar,” ucap Lisa.


“Aku tidak lapar,” ucap Dev yang merasa tak enak.


Krukk... krukkk... krukk...


“Cih... mulut memang bilang gak lapar, tapi perutmu mana bisa bohong, sudah sana cepat akan kusiapkan,” ucap Lisa.


Dev menggaruk lehernya karena malu, perutnya benar benar tak bisa diajak berbohong.


Lisa meninggalkan pria itu disana dan beranjak ke dapur menyiapkan makanan.


Di dalam kamar mandi, Dev semakin penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya kenapa dia tidak mengingat apa pun lagi setelah kejadian terakhir kali dia di mall. Dan Gadis itu juga membuatnya penasaran.


“Bagaimana bisa aku seperti ini, kalau si demon yang keluar aku tidak akan seperti ini, dia akan menjaga tubuh ini agar tidak terluka, tapi kenapa aku malah luka luka?” ucap Dev sambil memeriksa tubuhnya, namun dia benar benar terkejut saat menemukan tato api merah di pergelangan tangan kanannya yang menandakan bahwa monster lain berkuasa atas tubuhnya beberapa hari lalu.


“Apa dia kembali?” ucap Dev.


Cepat cepat dia membersihkan dirinya, begitu selesai, Dev keluar dari toilet itu, perutnya benar benar kelaparan saat ini, bertepatan dengan aroma masakan yang disiapkan Lisa memanggil perutnya untuk segera makan.


Kaki pria iitu membawanya menuju dapur dimana Lisa sedang menyiapkan makanan di atas meja. Pelan pelan dia berjalan lalu mengintip dari balik dinding dan....


“Boooo......”


Brukkkk.... “Awhhhhh” Dev terjatuh, dia meringis kesakitan .


“ hahahahahah” Lisa mengejutkan Dev dari balik dinding dapur membuat pria itu terperanjat kaget bahkan sampai terjatuh ke atas lantai.


“hahahahahaha, kau lucu sekai kalau terkejut ahahhahahah,” Lisa tertawa terbahak bahak dengan spatula bekas cabe di tangannya sampai dia tidak sadar kalau tangannya yang bekas cabai malah menyentuh matanya.


Dev menekuk kesal wajahnya namun Lisa tiba tiba berteriak sambil mengipasi matanya.


“Ahhhhh.... pedas.... perih mata ku perihh... ahhh tolong huaaaa.....” teriak gadis itu sambil melemparkan spatulanya ke sembarang arah dan menutup matanya yang terasa perih karena Ceba.

__ADS_1


“Bwahahahahahahahah...... hahahahha.... rasakan itu hahahahhahaah ,” sekarang keadaan malah berbalik, Dev yang menertawai Lisa yang meringsut ke atas lantai dengan perih sambil menangis.


“Huaaa.... hiks hiks hiks... tolong ini sakit sekali hiks hiks hiks,” rengek gadis itu yang tidak bisa mengusap wajahnya bahkan berjalan pun susah karena yang kena cabai bukan Cuma satu tapi dua duanya, ini nih yang namanya karma instan, ada ada aja kamu Lis.


Dev tiba tiba diam dan menutup matanya, sesaat kemudian menoleh ke arah Lisa yang menangis, dia merasa khawatir pada gadis itu, perlahan dia bangkit dan membantu Lisa.


“Kemari ku bantu, kenapa kamu ceroboh sampai bisa seperti ini?” ucap Dev dangan nada yang benar benar lembut dan berbeda denagn Dev yang biasanya, bahkan Lisa sampai heran kenapa nada bicara pria itu sampai berubah seperti itu.


Ya kali ini yang menguasai tubuh Dev bukan Dev yang asli tetapi kepribadiannya yang lain, kepribadian yang lembut dan penyayang apalagi pada seorang wanita dan anak anak, kepribadian ini belum pernah muncul, atau mungkin pernah muncul tetapi tidak disadari oleh Dev karena dia berperan sebagai seorang pria muda berusia 22 tahun yang punya perasaan lembut.


Dengan lembut Dev membantu Lisa berjalan ke arah wastafel sederhana di dapur Lisa.


“Aku akan membasuh wajahmu, tolong di tahan ya,” ucap Dev meminta ijin dan dibalas anggukan kepala oleh Lisa.


Pelan, Lembut dan sangat berhati hati, Dev mengusap wajah Lisa, dia berdiri di belakang gadis itu, karena tubuh Lisa yang kecil Dia tampak seperti seorang anak yang tengah di peluk beruang besar dari belakang. Dengan teliti dia membersihkan tangan Lisa agar bersih dari cabai.


“Hei apa kau benar benar pria kasar tadi? Kenapa kau terdengar berbeda?” tanya Lisa yang masih menutup matanya.


“Apa kau ummm... Dev ya pria bernama Devan itu?” tanya Lisa lagi.


“Aku Dev yang lain,” ucap pria itu lembut, dai memutar tubuh Lisa dan mengambil handuk kering kemudian mengusap wajah gadis itu dengan hati hati.


“Maksudnya?” tanya Lisa lagi.


“Aku Alex, bukan Dev, Dev adalah pemilik tubuh ini,” Ucap alter ego bernama Alex itu.


Lisa benar benar terkejut, bagaimana bisa seseorang menyebut nama yang berbeda dan membicarakan tentang siapa pemilik tubuh itu, sungguh tidak masuk akal, namun Lisa tiba tiba teringat pernah membaca sebuah buku berisi tentang kepribadian ganda, namun menurutnya itu hanya permainan Psikis dan tidak mungkin terjadi.


.


.


.


Like, Vote dan komen ya,


Jangan lupa baca novel author yang lain:


-Istri cantik suami bucin


- Suamiku si Tampan Buruk Rupa

__ADS_1


-Ohh My Dev-iil


-Terikat Skandal dengan CEO


__ADS_2