
Pak Kevin duduk di ruangan perawatan Lisa, dia benar benar khawatir dengan keadaan Putrinya.
" Kau yakin dia tidak apa apa bocah Jerman hah? tapi kenapa dia harus di rawat?" Pak Kevin bertanya untuk kesekian kalinya.
Mike memutar malas kedua bola matanya," Ohh ayolah Pak, Lisa hanya syok, dia butuh istirahat dan ketenangan itu saja, dia tidak membutuhkan hal lain, hanya ketenangan itu saja, jadi kita jangan ribut sekarang!" celetuk Mike yang mulai kesal dengan segala pertanyaan yang keluar dari mulut pak Kevin.
"Heh bocah Jerman, apa kau mulai kesal hah?" ketus Pak Kevin.
"Ck... Kalau Bapak terus bicara Lisa bukannya sembuh tapi malah makin sakit!" ucap Mike.
Pak Kevin terbelalak," Ck... seharusnya kau bilang sejak tadi dodol!" umpat Pak Kevin sambil menarik kerah baju Mike.
Lisa dan Dev hanya menatap mereka dengan tatapan heran. Adam sendiri sedang pergi keluar untuk mengurus beberapa masalah perusahaan yang tiba tiba terjadi.
Lisa dan Dev tersisa di ruangan itu, Dev tak pernah melepaskan tangan istrinya, dia begitu takut kalau Lisa sampai kenapa kenapa.
"Kak apa kau baik baik saja? tau terlihat panik tadi," tanya Lisa seraya memeriksa wajah Dev.
Dev menatap Lisa sambil tersenyum manis," Aku sudah baikan, aku hanya mengkhawatirkan dirimu," jawab Dev.
Lisa tersenyum," Ohoo... apa tuan Devano sudah mulai jatuh hati padaku hahhaha sampai dia mengkhawatirkan gadis ini ," Goda Lisa.
" Ya, aku jatuh cinta padamu!" ucap Dev yang seketika membuat suasana di ruangan itu hening.
Jantung Lisa berdebar kencang saat mendengar pengakuan pria itu.
"Lisa," panggil Dev dengan suara beratnya.
Dia menatap mata gadis itu," Aku jatuh hati padamu, aku tau aku mungkin tak pantas untuk mu, aku mungkin hanya orang gila yang suatu saat bisa melukaimu, tapi aku ingin mengakui kalau aku telah jatuh hati padamu," ucap Dev
Dia menatap dalam kedua netra gadis itu. Lisa tampak tertegun, dia menatap mata Dev, dilihatnya sorot mata itu dan dia bisa merasakan ketulusan.
" Kau bukan sekedar baik, tetapi kau menerimaku dengan segala kekurangan ku, tak ada orang yang mau dekat dengan seorang pria yang memiliki lebih dari satu kepribadian, tapi kau menangani ku dengan baik," ucap Dev.
Kali ini tampak mata pria itu berkaca-kaca, dia menatap Lisa dengan tatapan haru.
"Aku selalu bersyukur karena bertemu denganmu, aku bersyukur bisa memiliki mu sebagai istriku meskipun dengan cara yang menyebalkan tapi aku menyukainya," tutur Dev.
Lisa tertegun, pria itu benar benar serius dengan ucapan nya.
"Sejak aku melihat mu mengejek Adam waktu itu, aku sudah menyukaimu, aku... aku telah jatuh hati padamu," ucap Dev mengungkapkan perasaannya sambil menangis.
Lisa menatap wajah suaminya, dia juga tak bisa membohongi hatinya kalau dia memiliki perasaan yang sama dengan pria itu.
Lisa menangkupkan kedua tangannya di wajah pria itu, dia menatap wajah Dev dengan jarak yang sangat dekat, dia juga menangis mendengar pengakuan Dev.
Dia menatap wajah itu, ditelusuri nya wajah tampan suaminya yang bisa bisanya dipermainkan oleh orang tak bertanggung jawab.
__ADS_1
Tangan kecil gadis itu mengusap lembut wajah Dev, perlahan kepalanya mendekat dan...
Cup
Sebuah kecupan lembut mendarat di bibir pria itu, ciuman pertama mereka sebagai sepasang suami istri yang beberapa saat lalu digagalkan oleh Pak Kevin.
"Aku juga mencintaimu kak, sangat, kau berharga bagiku, jangan bersedih dengan keadaanmu, kita lewati ini bersama sama ya," ucap Lisa masih dengan posisi yang sama.
Dev tertegun, dia benar-benar tak menyangka kalau Lisa akan melakukan hal itu, jantungnya sudah berdebar tak karuan kali ini.
Mata mereka saling menatap, dapat terlihat jelas sinyal sinyal cinta di mata keduanya.
Perlahan Dev naik ke atas brankar dan dia mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya.
Keduanya saling berbagi rasa, menyalurkan cinta mereka melalui ciuman pertama sebagai sepasang suami istri yang sah.
Tangan Lisa melingkar di leher pria itu, Dev melakukan permainan nya dengan lembut, *****4* bibir Lisa dengan sangat lembut mengikuti instingnya.
Keduanya menangis sambil berciuman, ciuman manis yang mengharukan. Menyalurkan cinta yang sudah tumbuh di dalam hati mereka masing-masing.
tangan kekar pria itu melingkar di pinggang ramping istrinya, dia membawa Lisa berbaring di atas brankar, masih dalam posisi berpagutan.
Menyalurkan cinta satu dengan yang lain.
Keduanya akhir menyatakan perasaan masing masing dalam situasi mengharukan ini. Tangan Dev tak tinggal diam, dia mengusap lembut punggung gadis itu, membuat gelenyar aneh di dalam diri Lisa.
Merasa pasokan udaranya menipis, Dev melepaskan ciuman mereka. Dia menatap mata Lisa dengan dalam, dia tersenyum begitu juga dengan Lisa.
" Aku mencintaimu," ucap Dev sambil mengecup kening gadis itu.
"Aku juga," ucap Lisa sambil membalas tatapan suaminya sambil tersenyum.
"Ahhh kau sangat cantik kalau tersenyum seperti ini, " ucap Dev, dia mengusap wajah istrinya dengan lembut sambil menatap matanya dengan dalam.
"Benarkah? haruskah aku tersenyum seperti ini setiap hari?" tanya Lisa yang masih mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya.
"He... em, setiap hari tersenyum seperti ini, kau sangat cantik, aku bahagia memilikimu," ucap Dev, dia masih berada di atas tubuh Lisa, masih menatap wajah istrinya.
" Aku juga, aku bahagia bersamamu," ucap Lisa.
"Ahhh senangnya," ucap Dev .
Saat mereka asik berbincang dengan posisi itu, Pak Kevin tiba tiba masuk.
" Dev ada yang mau Papa bicarakan," ucap Pak Kevin sambil masuk ke dalam ruangan tanpa memperhatikan mereka berdua dengan jelas.
"Beruang besar!!" ucap mereka berdua dengan mata terbelalak saat mendengar suara pria itu memasuki ruangan.
__ADS_1
Cepat cepat Dev bangkit berdiri dan bertingkah seolah tidak terjadi apa apa Beberapa saat lalu, dan Lisa pura pura tertidur.
Bisa bisanya beruang besar ini mengganggu waktu romantis mereka.
"Papa memang benar benar gak bis akibat orang senang!" batin Lisa yang menutup matanya.
Dev memperbaiki selimut Lisa, dia tersenyum melihat bagaimana istrinya itu dengan sigap menyelamatkan nyawanya dari serangan si beruang besar yang cemburuan.
"Ada apa Pa?" tanya Dev seraya menghampiri Pak Kevin.
"Lisa tidur?" tanya Pak Kevin.
"Iya Pa baru beberapa menit yang lalu, ada perlu apa?" tanya Dev.
"Kita bicara di luar saja, kasihan Lisa jangan dia kelelahan, Papa gak mau dia sakit," ucap Pak Kevin.
"Ahhh baiklah Pa, kita bicara di luar" ucap Dev sambil mengajak Papa mertuanya keluar dari dalam ruangan perawatan Lisa.
Pak Kevin dan Dev keluar dari dalam kamar meninggalkan Lisa sendirian disana.
" Dev sepertinya kita harus pindah dari tempat itu, kau harus menjauhkan istrimu dari tempat itu, aku tak mau Lisa mengalami hal buruk lagi," ucap pak Kevin saat mereka sudah berada di luar.
"Papa benar, sebaiknya kita pindah, kita tinggal di apartemen ku saja, Lisa dan Papa akan nyaman disana," ucap Dev.
"Papa nggak perlu, Papa disini saja, Lisa yang paling penting," tolak Pak Kevin.
"Kalau Papa gak ikut Dev gak mau bawa Lisa pergi, Papa harus ikut, karena papa keluarga kami, " ucap Dev dengan tegas.
"Lisa dan Dev gak bisa kalau gak ada Papa," ucapnya lagi.
"Hohoho... ternyata aku benar benar dibutuhkan di keluarga ini ya, dasar kau anak tengil," ucap Pak Kevin sambil tertawa .
" Tentu saja, " ucap Dev dengan yakin.
"Baiklah kita pindah bersama," ucap Pak Kevin yang dianggukkan oleh Dev.
Sementara itu di kamar Lisa tampak seseorang memasuki kamar itu dan menyuntikkan sesuatu ke dalam cairan infus gadis itu.
" Tuan akan senang karena aku menemukan gadis ini," ucap orang yang berpakaian dokter itu.
.
.
.
like, vote dan komen
__ADS_1