Suamiku Bukan Monster

Suamiku Bukan Monster
Siap


__ADS_3

Dalam perjalanan, Dev tampak diam dan menatap buku harian mendiang ibunya Dnegan tatapan kosong.


Pak Kevin telah menjelaskan semuanya tanpa menutupi apa pun, semua yang dia ketahui dan segala rencana yang telah dia persiapkan sejak lama dibongkar di hadapan Dev hari ini.


Dev tampak syok, namun dia harus menghadapi semua kenyataan ini untuk kehidupannya di masa depan.


Mereka sedang melaju menuju gedung Grup Alexander milik Dev untuk melakukan rencana mereka yang selanjutnya. Namun Dev tampak tidak bersemangat, pikirannya kacau dan dia benar benar takut dengan keadaan saat ini, namun anehnya satupun alter egonya tak ada yang keluar saat dia mendengar penjelasan Pak Kevin tentang kenyataan dirinya dan Lisa, seolah mereka semua diam dan juga turut mendengarkan apa yang dijelaskan oleh Pak Kevin, bahkan Mike yang sudah siap sedia dengan lima jarum bius sekaligus di kantongnya merasa kebingungan dengan reaksi Dev.


"nak apa yang kau pikirkan!?" Tanya Pak Kevin yang duduk di depan di samping Mike.


"Lisa Pa, aku sedang memikirkan istriku," jawab Dev dengan pelan.


pak Kevin dan Mike saling melirik, bagi Mike, Dev sedang dalam tahap menahan semua monster dalam dirinya dengan mengingat Lisa sebagai pawangnya.


"Hubungi saja dia, kita mungkin akan sulit menghubungi nya beberapa waktu ke depan, kita harus fokus dengan semua rencana kita dan menyelesaikan semuanya dengan baik agar Kamu dan Lisa tetap aman!" Jelas Pak Kevin.


Dev menurut, dia memang merindukan istrinya meski baru beberapa jam berpisah, pria itu merogoh kantongnya dan mengeluarkan ponselnya, dia menghubungi nomor ponsel yang dia berikan pada Lisa.


"Halo!?? Bagaimana memakainya? kak Adam ini bagaimana, katanya panggilan Video!! Ponsel ini sangat ribet!!!" Lisa terdengar kebingungan padahal sudah biasa dia memakai ponsel Dev tetapi kenapa dia bertingkah seolah dia bingung.


"Hei sayang apa kau sedang menjahili ku lagi hmmm?" Ucap Dev dengan nada lembut dan penuh kasih sayang di dalam nada bicaranya.


Mendengar suara Dev berbeda langsung membuat Lisa menghentikan aksinya,dia mengubah arah kamera dan menatap Dev dengan tatapan terkejut.


"Apa yang terjadi? Kenapa suaramu seperti itu? Apa yang terjadi hah? Katakan !!" Lisa terdengar khawatir, wajahnya memenuhi layar ponsel Dev seolah olah dia akan keluar dari ponsel itu dan langsung menemui Dev.


Dev tersenyum sangat lembut sambil mengusap wajah istrinya di layar ponsel itu.


"Aku hanya merindukanmu honey, apa kau juga? Apa yang kalian lakukan di rumah hmmm? Adam tidak membuatmu kesulitan kan?" Tanya Dev dengan lembut, nada bicaranya benar benar berubah total dan hal itu membuat Lisa tidak tenang.


"Langsung saja pada intinya, apa yang terjadi padamu, ke apa tiba tiba bicara selembut itu!!" Ketus Lisa.


"apa tidak boleh aku berbicara dengan lembut pada gadis yang kucintai hmmm? Apa salah sayang?" Tanya Dev, pria itu menahan dirinya agar tidak terlihat sedih di depan sang istri.

__ADS_1


"Eh... I.. itu, Ekhmm kak Adam kok jadi panas ya.... Tolong nyalakan AC-nya..." pekik Lisa yang tampak jelas kalau wajah cantiknya sedang merona saat ini karena digoda oleh pria yang dia sayangi.


"ohh ayolah Lisa, ini sudah benar benar dingin, mau sampai sedingin apa lagi, bilang saja kau malu karena di goda Dev, dasar kau ini..." ejek Adam yang sedang mengolah tepung disana.


"Hehehhe.... tau aja," kekeh Lisa.


"Kalian sedang apa sayang?" tanya Dev tanpa segan mengucapkan kata kata itu pada istrinya di depan Ayah mertua dan sahabatnya.


"Ahhh kami akan memasak kue kering, kak Adam sedang mengolah adonannya, lihat wajahnya putih semua seperti badut hahahhahaha...." Lisa tampak sangat bahagia, dia mengarahkan ponselnya pada Adam.


"Wahh aku bisa juga memasak ya dam," ucap Dev.


"tentu saja Dev, ini keahlian tersembunyi heheh..." Celetuk pria itu.


"Jaga Lisa yang benar, jangan sampai dia terluka, lindungi istriku sampai aku kembali, dan lakukan semuanya dengan baik Dan termasuk perusahaan!" ucap Dev .


"Baik bos!" jawab Adam sambil membungkuk hormat.


"Hahahah... supaya kau semakin merindukanku sayang," balas Dev.


Pasangan suami istri itu tampak bercanda satu sama lain, melontarkan kata kata cinta meski dalam jarak yang jauh.


Pak Kevin menangkap raut bahagia di wajah Dev, dia turut sedih dengan keadaan nini, tetapi tak ada yang mereka bisa perbuat,nyawa Lisa dan Dev menjadi taruhannya disini, Pak Kevin harus bisa melindungi mereka dengan baik.


"Papa tau ini berat, tapi papa janji kalian pasti akan memiliki akhir yang bahagia, bertahanlah untuk sebentar lagi anak anak Papa, semuanya akan baik baik saja," ucap Pak Kevin di dalam hatinya.


"Kau akan sembuh sobat, meskipun waktunya belum bisa dipastikan, tapi aku yakin kau akan pulih," batin Mike.


Mobil itu terus melaju hingga tiba di sebuah gedung pencakar langit yakni gedung Alexander Grup, sebenarnya mereka mengambil jalan memutar untuk mengelabui anak buah Dev yang sudah membocorkan rahasia Dev pada ayah kandung pria itu.


"Kita tiba Dev," ucap Mike.


Dev menatap ponselnya, dia masih melihat wajah Lisa disana," Sayang, aku sudah tiba... kita akhiri ya, aku akan segera menghubungi mu lagi," ucap Dev.

__ADS_1


"Baiklah, heheh hati hati Bekerja nya sayang, ingat istrimu menunggumu pulang!!" celetuk Lisa.


"Papa,Kak Mike jaga suami Lisa!!" seru gadis itu dengan senyuman sumringah.


"Baiklah tuan putri Papa Ganteng, Papa akan jaga suami kamu dengan baik, kamu jaga diri disana, kami akan segera kembali, jangan pergi kemana mana tanpa pengawasan Adam dan pengawal oke nak!!" seru Pak Kevin dengan penuh semangat seperti biasanya.


"Aku janji akan menjaganya nyonya muda, tenang saja disana," seru Mike.


"Baiklah,sayang bisa kulihat wajahmu lagi!?" ucap Lisa, Dev paham, dia mengarahkan kamera ke wajahnya.


"Kenapa rasanya aku jadi semakin rindu ya, ke apa aku merasa kau akan pergi lama, Haihh... ada apa denganku, maafkan aku mengucapkan kata yang tidak tidak, ingat ini Dev, aku mencintaimu, aku menantikanmu pulang jadi kau harus bisa mengendalikan mereka dan menjadi dirimu sendiri!!" ucap Lisa.


"Haihh kenapa sih denganku, ahh yang penting kamu tetap hati hati, udah ahhh kayak mau perpisahan saja, bye bye sayang!!" seru Lisa.


Dev tersenyum dia melambaikan tangan nya membalas Lisa, dia tak sanggup lagi berkata apa apa, hatinya benar benar risau saat ini.


"Aku mencintaimu sayang," ucap Dev sambil mengakhiri panggilan video itu.


Sejenak kondisi di dalam mobil tampak hening, tak ada pembicaraan apa pun disana.


"Apa kau siap Dev!?" tanya Pa Kevin memecah keheningan.


"Aku siap Pa, aku akan menghadapinya demi diriku dan Lisa!" ucap Dev dengan yakin.


"Semoga aku tetap selamat sayang, aku akan segera pulang!!"


.


.


.


like, vote dan komen 😉😊

__ADS_1


__ADS_2