Suamiku Bukan Monster

Suamiku Bukan Monster
Kejadian


__ADS_3

Liam terhempas ke tanah saat kaki Dev berhasil menghantam wajah Liam, belum lagi pria itu memakai sepatu dengan alas yang keras tentu saja berhasil merontokkan tiga gigi depan Liam.


Pukulan Dev menghantam tubuh pria itu bertubi tubi, bahkan Liam tak diijinkan untuk membalas, apakah benar yang keluar itu Dev?


Tentu tidak, yang keluar saat ini adalah Demon, Monster penghancur dalam diri Dev, dia mengamuk saat melihat Lisa diperlakukan tak senonoh oleh pria itu.


"Mati kau bangsaaatt!!!" teriak Alter ego Demon sambil menghajar tubuh Liam bertubi-tubi bahkan pria itu sudah benar Benar lemah saat ini.


Tak ada yang berani berkutik saat melihat Demon mengamuk, semuanya bergetar ketakutan saat melihat tubuh Liam dihajar habis habisan oleh Dev.


Lisa masih bergetar ketakutan, tubuhnya melemah karena perlakuan Liam tadi, gadis itu memiliki trauma dengan hal hal seperti yang dilakukan oleh Liam tadi.


"Kak... Kak.. Dev," lirih gadis itu sambil menangis, dia mendekati Dev dengan menyeret tubuhnya yang tiba tiba lemah, air matanya menetes, dia melihat siapa yang datang itu.


Alangkah terkejutnya dia saat menyadari sorot mata Demon ada disana, pertanda kalau Lucifer bisa saja muncul saat ini.


"Kaaakkk!!!" pekik Lisa sekuat tenaga untuk menghentikan Dev yang menggila.


Mendengar suara Lisa, seketika pria itu terdiam dan menurunkan tangannya, dia menoleh pada Lisa yang menangis.


Deghh


Hatinya hancur saat melihat wanita itu menangis, bagi alter ego Dev, Lisa adalah orang penting bagi diri mereka masing masing, bahkan Lucifer bisa dikendalikan dengan adanya Lisaa.


Melihat Dev berhenti, Liam tersenyum meski wajahnya babak belur.


Dia mengeluarkan permen yang ada di kantong baju yang dipakainya.


"Permen!" ucap Liam sambil menyeringai.


Lisa terkejut, Dev tidak boleh melihat permen, jika tidak maka Steve akan keluar.


Alter ego itu menatap ke arah Liam yang menunjukkan permen, Lisa malah semakin khawatir.


"Kak... Kak, Demon selamat kan Deeev!!"pekik Lisa yang tak bisa menggerakkan kakinya karena lemah.


Di kepalanya pria itu kini bercampur aduk, antara suara Lisa, Dev yang asli, Kiel, Alex, Demon bahkan Lucifer.


Lama dia menatap Liam, Dev duduk di atas tubuh Liam yang menunjukkan permen bahkan bukan cuma satu tapi Liam sekaligus..


Meski tangannya gemetaran, Liam masih sempat sempatnya ingin menunjukkan pada orang orang kalau Dev adalah orang gila.


Namun dia salah, Dev memiliki alter ego Alex di dalam dirinya, seketika senyum menyeringai tampak di wajah Dev dan Lisa tau senyum siapa itu.


"Kak Alex!" seru Lisa.


Pria itu menoleh pada Lisa sambil tersenyum, dia mengangguk paham,"Permen? hahaha permen... aku mau permen!!" teriak Pria itu.


Seketika senyum menyeringai muncul di wajah Liam saat dia pikir rencananya berhasil.


Alter ego mengambil semua permen itu dan bangkit berdiri dengan senyuman bahagia seperti anak anak, semua orang menatap tak percaya, bahkan Adam sendiri yang menyaksikan hal itu sedari tadi hanya bisa dia membeku karena tak menyangka kalau dia akan melihat perubahan pada diri sahabat nya.


"Apa itu benar-benar Dev... sejak kapan dia menjadi seperti ini!" batin Adam.


Alter ego Alex berdiri sambil membuka semua bungkus permen itu.

__ADS_1


Liam tersenyum sumringah, dia benar benar menang kali ini.


Lisa menangis, dia menatap suaminya, dia tak bisa membiarkan orang lain melihat perubahan pada diri Suaminya.


Tapi gadis itu tak bisa apa apa, sudah terlanjur, namun Lisa menyadari sesuatu Yang aneh.


"Itu masih kak Alex, tapi kenapa dia membuat semua permen itu? tunggu!" Lisa menatap alter ego Alex.


"Ke.. kenapa membuka lima permen, kak Steve Hanya akan memakan dua permen, tidak pernah lebih dari itu, ini benar benar bukan kak Steve!" batin Lisa yang kembali menatap alter ego Alex.


seringai dapat Lisa lihat dengan jelas di wajah pria itu, Lisa benar benar hampir tertipu, dia berpikir kalau yang muncul tadi adalah Steve, namun Alex benar benar menahan Steve dengan baik.


"Hahahah ... uhuk... uhukk... lihatlah, dia sudah berubah, apa ku bilang, Dev ini adalah orang gila!" teriak Liam yang mencoba bangkit berdiri, dia masih saja banyak bicara padahal tiga gigi depan Liam sudah rontok.


"Hahahhahaha... hahahhahah..." Alter ego Alex tertawa terbahak-bahak membuat semua orang mengalihkan perhatian mereka pada pria yang mereka pikir kesurupan seperti yang dikatakan oleh Liam dan temannya itu.


Liam, Herman, Jeki dan yang lainnya terbelalak saat melihat pria itu malah tertawa, sangat berbeda dengan yang biasa mereka lihat.


"Kenapa? apa kalian takut padaku hmm? apa kalian pikir aku ini orang yang sama hmm?"Alex menatap mereka semua dengan tatapan mata tajam menusuk, benar benar mengintimidasi hingga membuat orang orang juga ikut sulit bernafas.


"Permen ya?"


Grepp


"AKU TIDAK SUKA YANG MANIS MANIS BAJINGAN!!" teriak Alex sambil menarik Herman dan mencengkram leher pria itu lalu.


Tap bughh... brukk


Dia memasukkan permen itu ke dalam mulut Herman dan membuka tutup rahangnya d egan paksa membuat Herman benar benar kesakitan.


Bughhh


Belum selesai Pak Herlambang berbicara, Pak Kevin sudah datang menendang perut pria itu untuk membantu menantunya.


"Diam kau bajingan!" umpat Pak Kevin.


Mike yang juga datang bersama Pak Kevin langsung menggendong Lisa.


"Kak Dev," lirih gadis itu.


"Aku tau, kau tenang saja, biar dia menghadapi rasa takutnya Lisa," ucap Mike.


Alex benar benar menggila dia menghajar semua orang yang mempermainkan dirinya, darimana dia tau?


Alex menatap mereka semua dengan tatapan tajam, seketika ingatan akan siksaan yang mereka berikan pada Steve berputar di kepalanya, bagaimana bisa dia mengingat ingatan milik Steve.


"Arkkhhh.... shhh... sialan kalian!!" teriak Alex, hingga dia menerjang mereka dengan membabi buta, tetapi yang keluar adalah Kiel, alter ego yang melindungi tubuh Dev.


Dalam waktu bersamaan Alter ego Dev keluar secara bergantian.


Lisa semakin panik, dia tak bisa membiarkan suaminya seperti itu.


"kak, turunkan aku, kak Dev butuh aku!" ucap Lisa sambil menangis.


"Tidak, itu berbahaya Lisa," tolak Mike.

__ADS_1


"Kumohon hiks hiks hiks, jika tidak Lucifer bisa mengambil alih kak Dev," ucap Lisa yang malah membuat Mike shock.


Lisa diturunkan, dengan perlahan Lisa menghampiri Alter ego yang tiba tiba berhenti dan kesaktian itu.


"Kepalaku, aghkkk.... shhh diam kau Alex, aku mau keluar!, kalian jangan ribut, aku dulu!" Alter ego itu keluar bergantian, berebut kesadaran.


Lisa mendekati Dev dan...


grepp...


"Kak Dev sadarlah!" ucap Lisa dengan lembut.


Dia memeluk suaminya dari belakang membuat pria itu seketika berhenti karena mendengar suara yang menangkan bagai aliran air di pagi yang cerah.


"Hushhh... tenang kak, Lisa disini, tenang," ucap Gadis itu.


Nafas Dev mulai beraturan, pria itu menunduk dan menutup matanya.


"Lisa sayang kakak, jangan panik, ada Lisa disini," ucap gadis itu.


Mike, Adam dan Pak Kevin tak menyangka kalau Lisa benar benar bisa mengendalikan Dev.


"Lisa adalah obatnya Dev," ucap Mike.


Kesadaran Dev kembali, namun kepalanya sedikit sakit saat dia mengingat potongan kejadian beberapa saat lalu.


Dia merasakan tangan kecil itu memeluk pinggangnya dengan erat, bahkan dia tau kalau pemilik tangan kecil itu gemetar ketakutan.


"Lisa!" ucapnya sambil membalikkan badannya, dia menatap Lisa yang menatapnya juga sambil menangis.


"Kak Dev hiks hiks hiks... kau baik baik saja?"tanya Lisa sambil menangis.


"Lisa, kau baik baik saja, ma..maaf, aku... aku gagal lagi tadi," ucap Dev sambil memeluk gadis itu.


Lisa menggelengkan kepalanya," kau berhasil kak, kau berhasil, Lisa bangga pada suami Lisa," ucap gadis itu sambil tersenyum dan...


Brukk


Seketika Dia pingsan di pelukan suaminya.


"Lisa!"


"Lisa... ohh Tuhan, Maafkan aku Sa.." Suara Dev terdengar Lirih, segera dia menggendong tubuh istrinya.


"Bawa kesini Dev!" teriak Mike yang sudah membuka mobilnya.


Dev, Mike dan Lisa pergi, sedang Pak Kevin dan Adam berdiri di depan para warga sambil menatap mereka dengan mengeraskan rahangnya.


"Sekarang giliran kalian bangsat!" umpat Pak Kevin yang siap dengan aksinya.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 😊


__ADS_2