Suamiku Bukan Monster

Suamiku Bukan Monster
Alter Ego bermunculan


__ADS_3

Lisa terus menatap ke arah pria yang mengatakan kalau dirinya adalah Alex, sambil menyiapkan makanan untuk pria itu, Lisa terus menerus menggelengkan kepala karena dia bingung.


“Kenapa? Apa kau punya sesuatu untuk di tanyakan?” tanya pria itu kita sebut saja Alter ego Alex.


Lisa menatap pria itu, dia benar benar penasaran pada pria itu,” Kau boleh bertanya tapi beritahukan dulu namamu, supaya aku mengingatnya karena kamu adalah alasan aku lahir,” ucap alter ego Alex yang memang cara bicaranya berbeda jauh dengan cara bicara Dev yang di dengarnya beberapa saat lalu.


“Hmmmm.... Lisa, namaku Lisa, kau.... benar benar bukan Dev?” tanya Lisa dengan hati hati sambil meletakkan piring makan di atas meja.


Alter ego Alex menggelengkan kepalanya sambil tersenyum lembut, “ Aku bukan dia, aku hanya salah satu kepribadiannya, kami berbeda bukan?” ucap Alter ego Alex yang lebih banyak tersenyum jika di bandingkan dengan Dev yang bisanya marah marah tidak jelas.


“Ummm maksudku, apa kau gila ya?” ucap Lisa sambil memutar mutar jari telunjuknya di dekat pelipisnya sambil menaikkan satu alisnya menatap alter ego Alex dengan tatapan penasaran.


“Hehehe.... aku tidak gila Lisa, aku hanya kepribadian Dev yang lain, jika dia merasa kasihan atau merasa ingin menolong orang lain, maka aku akan muncul,tatapi ini kemunculanku setelah sekian lama Lisa,” ucapnya sambil tersenyum ramah.


Satu kebiasaan alter ego Alex ini, jika dia bicara, dia akan melipat kedua tangannya di atas meja seperti posisi berdoa.


Kemudian berbicara sambil menjilat bibirnya dan senyuman nya terlihat picik.


"Aku adalah seorang mahasiswa, aku punya kepribadian yang lembut, dari cara bicaraku kau pasti langsung tau kan? Dan lagi coba lihat mataku," ucap Alter ego Alex.


Lisa menatap mata pria itu meski harus sambil memicingkan matanya.


"Tatapanku tulus, tidak seperti Dev yang hanya tau bersikap kasar, intinya kami itu berbeda," ucap Alter ego Alex dengan senyuman lembut di wajahnya.


Lisa memicingkan matanya menatap pria itu, " heehhhh.... Kau pasti bercanda kan hahhahahah mana mungkin seseorang punya lebih dari satu kepribadian di tubuhnya, kau sudah gila ya hahahhahaha," Lisa tertawa terbahak-bahak, karena dia tidak bisa percaya begitu saja dengan ucapan alter ego Alex itu.


Pria itu tersenyum lembut, memang benar benar berbeda dengan Dev yang asli.


"Kau cantik kalau tertawa seperti itu," puji Alex dengan senyuman khasnya itu.


Deg.... Deg... Deg


Mendengar itu jantung Lisa berdegup kencang, baru kali ini seorang pria memujinya dengan cara yang sangat lembut.


Wajah Lisa bersemu merah, "Ck... Ya aku tau kalau aku cantik," ucap gadis itu sambil memalingkan tatapannya ke arah lain.


"Aku sudah tau kalau kau pasti tidak akan percaya, tapi itulah kenyataannya, aku bukan Devano!" Ucap pria itu dengan serius.


"Hmmm.... Aneh, apa kau semacam punya penyakit kepribadian ganda? Tapi menurutku itu hanya mitos, tak mungkin itu benar benar terjadi," ucap Lisa sambil menaruh tangannya di pelipisnya mengingat ingat isi buku yang dibacanya.


"Ya kau benar, aku pasien dengan penyakit Double Identity Disorder, atau biasa di sebut Kepribadian ganda, dan aku adalah salah satu karakter itu, tapi hanya aku yang tau semua kepribadian itu, kecerdasan intelektual dan sisi kemanusiaan Dev ada padaku," jelasnya dengan senyuman manis namun sebenarnya terlihat mengerikan.


"Wahhh kalau dia memang adalah alter ego, maka Dev yang asli akan berada dalam bahaya, karena alter ego yang satu ini tampak licik, meski dia lembut tapi tatapan matanya penuh makna," batin Lisa sambil mengamati Dev yang tengah di kuasai alter ego.


"Ahhhh kau bercanda, kau itu Dev, heh kau pasti Dev, aku tidak yakin itu!!!" Ucap Lisa dengan tatapan menyelidik.

__ADS_1


Mendengar hal itu, alter ego Alex mengepalkan kedua tangannya yang sedari tadi dilipat.


Brakkk....


"Sudah ku bilang aku itu Alex, aku pemilik tubuh ini, aku Alex bukan pria lemah ituuuuuu!!!! "Teriak pria itu sambil memukul meja dengan kuat.


Lisa terkejut bukan main, Alex benar benar berbeda, senyumannya berbeda, sorot matanya benar benar tajam, dia terlihat mendengus kesal menatap Lisa.


Lisa mengepal kuat kedua tangannya, dia benar benar kesal karena di buat terkejut oleh teriakan pria itu.


Di ambilnya centongan sayur dan....


Pletakk.... Pletakk


"Dasar pria gila, kau gila benar benar bodoh, kau pikir aku tidak terkejut kau asal main gebrak gebrak meja kampret!!!!" Teriak Lisa sambil memukul kepala Dev dengan centongan saking kesalnya.


"Jika itu benar, maka menurut buku yang ku baca, dia mungkin akan kembali atau menunjukkan kepribadian lain jika dia dalam kondisi terdesak, jika memang betul itu terjadi, maka aku akan mengusir nya dari sini, dia berbahaya untuk kami," batin Lisa.


"Awhhh sakit... Kenapa kau memukulku? Sakit tauuu!!!" Teriak Pria itu marah.


Lisa tidak peduli, sebenarnya dia ingin melihat reaksi pria itu. Sebab kepribadian Dev ini benar benar membuat Lisa penasaran.


Pria itu tiba tiba terduduk dan menutup matanya, sedangkan Lisa terus memukul kepala pria itu dengan kesal.


Tiba tiba...


Centongan sayur itu di tangkap oleh Dev, membuat Lisa diam sekaligus terkejut, namun dia mengamati perubahan ekspresi di wajah Dev.


Pria itu tampak menggerakkan kepalanya ke kiri dan kanan namun tangannya masih setia memegang centongan sayur itu.


"Beraninya kau memukulku!!!" Ucap pria itu dengan suara besar dan tegas berbeda dari alter ego yang tadi.


Lisa melepaskan tangannya dari centongan sayur itu, terkejut? Tentu saja dia sangat terkejut mendengar sura pria itu berubah dalam sekejap.


Pria itu menatap Lisa dengan tatapan marah membuat Lisa menelan Salivanya dengan kasar.


Centongan sayur itu di temukan dalam sekali genggaman oleh pria itu membuat Lisa benar benar terkejut.


"Beraninya kau!!!" Teriak pria itu.


Syuuuutttt


Centongan sayur itu terlempar ke atas lantai dengan kasar.


Degh...

__ADS_1


"Dia benar benar berbeda, ja.... Jadi itu benar?" Batin Lisa.


Pria itu menatap Lisa dengan tatapan tajam, dia berdiri dan langsung menghampiri Lisa.


Grep....


Pria itu mencekik leher Lisa yang berdiri di depannya saat ini.


"Kenapa kau memukul kepalaku dasar perempuan Jal4ng!!!" Teriakan Pria itu benar benar keras dan memekakkan telinga.


"Eghh... Uhuk sialan... Uhuk... Le.. lepas... Lepaskan aku egh!!!" Ucap Lisa sambil memukuli tangan pria itu.


Dia menatap tajam ke arah Dev, begitu pun dengan pria itu.


Namun saat mata mereka bertemu...


Deghhh


Tiba tiba pria itu terkejut, dia mulai melonggarkan cengkraman tangannya saat melihat wajah Lisa dengan jelas.


Lisa mengamati perubahan ekspresi di wajah pria itu.


Sedangkan di kepala pria itu terbayang wajah seorang gadis yang tersenyum lembut ke arahnya.


Seketika wajah seram pria itu berubah, dia menarik Lisa dan memeluknya dengan lembut, seperti seorang pria yang merindukan kekasihnya yang sudah lama tidak ia temui.


Lisa diam dan benar benar terkejut, namun tak ada perlakuan kasar dari pria itu lagi.


"Ehkmm... Lepaskan aku, hei kenapa kau sembarang memeluk orang sih?" Ucap Lisa sambil menepuk nepuk lengan pria itu.


"Aku merindukanmu Lisa," ucap pria itu dengan lembut.


Mata Lisa terbelalak, " kau Siapa? Alex? Dev?" Tanya Lisa dengan sangat hati hati.


"Aku... Kiel, ini aku Lisa, apa kau lupa? Kiel temanmu saat bermain di dekat sungai dulu," ucap Alter ego itu.


Lisa terdiam, Kiel? Nama yang sudah bertahun tahun tidak di dengarnya. Teringat di kepalanya sosok pria muda yang waktu itu di temuinya di sebuah sungai ketika dia sedang ikut kegiatan Pramuka, kala itu usianya 12 tahun.


"Kiel?" Ucap Lisa.


"Iya ini aku, apa kau melupakanku? Apa kau tidak ingat denganku?"


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 😊😉😉


__ADS_2