Suamiku Bukan Monster

Suamiku Bukan Monster
Kumat


__ADS_3

Dev heran melihat Lisa yang sejak tadi teru tertawa melihat dirinya.


"Kau sinting ya Mak Lampir, atau kau kesurupan setan hah?merek berdua juga ke apa lagi, " ucap Dev sambil menekuk wajahnya kesal karena di teriaki setan oleh Mike dan Adam.


"Bwahahahah coba kau lihat wajahmu Kak Dev hahahah, jelmaan tepung kanji hahahhaha... benar benar serasi dengan Bu Markonah hahahahah," ledek Lisa.


Gadis itu tertawa terpingkal-pingkal sampai memegangi perutnya.


Dev merasa aneh dan bingung, dia mendekati cermin kecil yang tergantung di dinding rumah kayu itu.


Dev menatap wajahnya...


"Eh buset dah jelmaan Kanji hahahahah... hahahah kenapa wajahku seperti ini Sa hahaha..." Dev malah ikut tertawa melihat wajahnya sendiri yang menurut nya jadi aneh.


"Hahahahah..... kamu sih kerjanya belepotan jadi ya berantakan sampai wajahmu pun berantakan hahahah..." Ucap Lisa.


"Yeee... kan baru pertama kali Lisa," elak Dev.


Mike dan Adam mengintip dari balik pintu dan....


"Haaa...." teriak Dev berlari ke arah mereka berdua.


"Seeetaaaannnn...."


Brukkhhh...


Teriak keduanya hingga hilang keseimbangan karena terkejut akibat ulah Dev yang mengejutkan mereka berdua.


"Bwahahhahahaha...... rasakan bodoh," ejek Dev menertawai kedua sahabatnya yang malang.


"Deeeevvvv....." pekik keduanya sambil memasang wajah kesal, dua kali mereka terjatuh karena berpikir kalau Dev adalah hantu betulan.


"Hahahah rasakan pret," ejek Dev sambil mengangkat barang barang yang dibawakan oleh Mike dan Adam tadi.


Kedua pria itu berdiri sambil membersihkan celana mereka dan mendengus kesal menatap punggung Dev.


"Masuk kak!" teriak Lisa dari dalam.


Kedua pria itu masuk, betapa terkejutnya mereka saat melihat kondisi rumah Lisa yang hanya setengah beton dan setengah papan, lantai semen dan tak ada perabotan disana.


Yang ada hanya sebuah tikar yang di gelar disana di tempat Dev dan Lisa menyiapkan bahan gorengan.


"Sempit, Kecil, rumah kayu dan panas, bagaimana bisa Dev tinggal di tempat tidak sehat ini,"ucap Adam dengan suara yang dengan jelas bisa di dengar oleh Lisa dan Dev.


Plukk...


Lisa melemparkan kulit pisang tepat di wajah Adam.


"Apa yang kau lakukan!!!" kesal Adam dengan nada marah.


"Apa?mau melawan hah? dasar bule kesasar, mau apa kau hah? belum cukup menghinaku waktu itu hah!!??" kesal gadis itu, dia berbicara dengan nada meninggi.


"Pergi kau dari sini, kalau tidak suka sana keluar, dasar manusia sombong!"


" kau pikir aku tidak ingat kejadian saat kau meremehkanku waktu itu hah dasar orang gila, kupikir kau berubah makanya aku tak menyinggung kejadian itu, sok soan merendahkan orang lain, sana kau," ketus Lisa sambil memasang wajah kesal dan marah.

__ADS_1


Dev dan Mike cekikikan melihat Adam dimarahi habis habisan oleh gadis serba bisa itu.


"Hahahah Adam dia ingat, kau tidak akan selamat kali ini, belum lagi kau sudah di kenal oleh Pak tua itu hahaha," bisik Mike yang malah membuat Adam semakin tegang.


"Salah sendiri melawan istri seorang Dev," tambah Dev.


"Haishh..... sial," ketus pria itu sambil mengacak acak rambutnya.


"Ya... ya maaf aku kan cuma bicara fakta kali ini," elak Adam.


"Cihh bodoh!" ejek Lisa.


"Bodoh!! hahahah" Dev dan Mike tertawa terbahak bahak melihat wajah kesal Adam.


"Maaf... ya maaf aku salah, kau sangat pemarah dasar Mak Lampir!" ejek Adam.


" Dasar kutu ayam!" ejek Lisa.


"Ck diam kau Mak Lampir, kau benar benar mengesalkan!" ketus Adam.


"Kau yang paling mengesalkan dasar kutu ayam!!" gerutu Lisa.


" Heh sudah lah kenapa kalian berdebat," ucap Dev menghentikan perdebatan mereka.


"Adam, Mike duduklah dimana kalian mau, aku membantu Lisa dulu," ucap Dev sambil meletakkan barang barangnya di dekat dinding rumah itu.


"Ck... mau duduk dima.. Ekhmm" Adam berhenti bicara saat Dev menatap tajam ke arahnya.


"Sial gak si Aki aki itu, gak si Mak Lampir sama sama ngeselin!" gumam Adam.


"Siapa sebenarnya wanita ini? kenapa Dev tidak mengamuk saat berduaan dengannya," batin Mike.


Lisa dan Dev melanjutkan pekerjaan mereka, Lisa melihat wajah Dev yang belum di bersihkan, dia tersenyum," Dasar aki aki," ucap Lisa sambil beranjak mengambil handuk kering dan membasahi nya.


Lisa kembali duduk di samping Dev yang fokus mengaduk adonan tepung.


Lisa membersihkan wajah Dev, membuat pria itu terkejut saat merasakan handuk basah di wajahnya.


"Ehh apa yang kau lakukan Mak Lampir?" tanya Dev sambil menjauhkan wajahnya.


"Ck... diam saja kakek tua, wajahmu merusak pemandangan ku, kau persis seperti suami kuntilanak," ucap Lisa yang membersihkan wajah Dev.


"Berarti kau kuntilanak dong hahahahahah..." Dev kembali menggoda Lisa, dia tertawa terbahak-bahak karena berhasil mengejek gadis itu lagi.


"Ck... siaaaalll... eghh rasakan ini... hah aku kuntilanak kan rasakaaaaa... iniiii" geram Lisa sambil mengusap wajah Dev dengan menutup waja pria itu dengan menggunakan handuk basah itu dan mengusap wajahnya dengan kasar seperti sedang mengelap meja.


"Awhhh sakit Lisaaaa... kau merusak wajah tampanku!!" teriak Dev kesakitan.


"Cihh dasar lemah!!" ketus Lisa.


plukk


"Lap sendiri pak tua jelek!!!" ketus Lisa sambil melemparkan handuk basah itu ke wajah Dev.


"Dasar Mak Lampir, kau akan dihukum karena durhaka pada suamimu!!" teriak Dev pada Lis ayang sudah ngacir ke dapur sambil menghentakkan kakinya.

__ADS_1


"Deeeevaaanoooo..... DIAM KAU!" teriak Lisa sambil menekuk wajahnya dan mengepalkan kedua tangannya seperti anak kecil yang sedang marah.


"Hahahhahaha bocah bocah!!" ejek Dev lagi.


lisa hanya bisa mendengus kesal, pria itu sama gilanya dengan dirinya.


"Kupikir dia kalem tau taunya Mak Rempong haissshhh..." gerutu Lisa


Dev tertawa terbahak-bahak melihat Lisa yang kesal, dia sangat suka menggoda gadis itu.


"Ck... ck.. ck... apa Dev yang dulu sudah menghilang? kenapa aku seolah melihat Dev yang lain saat ini?" ucap Mike.


Dev menatap kesal pada Mike," Diam kau Mike!" ketus Dev.


"Bagaimana kondisi mu?" tanya Mike tanpa memperdulikan tatapan Dev.


"Aku baik baik saja, mereka tidak jadi keluar, entahlah, jika aku didekatnya, mereka seolah tertahan," ucap Dev.


"Berapa?" tanya Mike.


"Lima atau enam, hanya saja aku bingung dengan kejadian semalam, apa aku berubah semalam? pasalnya aku tidur di ranjang di samping Lisa tetapi paginya aku tidur di samping Lisa," ucap Dev.


" Ya kau berubah, dia yang tidak diharapkan keluar semalam Dev, dan kau hampir membunuh Lisa semalam!" ucap Mike.


Mata Dev dan Adam membulat sempurna dengan apa yang dikatakan oleh Mike.


"aku... aku hampir membunuhnya?" ucap Dev sambil menatap Mike dengan tatapan tak percaya.


"Ya, namanya Lucifer, dia menyebut dirinya iblis, dia mencekik Lisa dengan tangan itu, " ucap Mike.


Dev terdiam, tangannya gemetar, dia benar benar takut saat ini, dia tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Mike.


"Tidak... tidak mungkin aku melakukannya,tidak mungkin... kau salah Mike... tidak mungkin!!" teriak Dev yang membuat Lisa dan Pak Kevin terkejut karena teriak pria itu.


" Tapi itu kenyataannya Dev, kau hampir membunuh Lisa semalam, kau membahayakan orang orang di sekitar mu!" Mike mengatakan fakta.


"Tidak... kenapa... kenapa dia harus keluar... tidak.. aku tidak melakukan itu!!!" Dev merem4s kepalanya yang terasa sakit, menolak fakta namun nyatanya memang dia melakukan itu.


Nafas Dev mulai tersengal-sengal, dia menutup matanya, saat saat seperti ini dia akan berubah.


"Apa yang kau lakukan Mike, dia akan berubah lagi!!" ucap Adam namun tak ditanggapi oleh Mike.


"Kak Dev!" suara lembut Lisa menembus pendengaran Dev.


tangan mungil itu memegang pundak Dev.


Dev menatap Lisa dengan tatapan tajam dan mencengkram tangan Lisa dengan kuat.


.


.


.


like, vote dan komen 😊😊

__ADS_1


__ADS_2