Suamiku Bukan Monster

Suamiku Bukan Monster
Kamar


__ADS_3

Matahari kembali bertahta di atas langit Jakarta pertanda hari telah berlalu semalam dan saatnya bagi penduduk bumi untuk beraktivitas kembali.


Sinar sang Surya menyinari bumi, cahayanya menyentuh lembut wajah Sepasang anak manusia yang terlelap di dalam kamar dengan saling berpelukan.


Dev memeluk Lisa dengan erat, sebuah cara untuk membuat tidurnya tetap tenang.


Dev mengerjapkan matanya, dia bangun dari tidurnya yang lelap, sudah lama dia tidak merasakan tidur yang lelap seperti itu, tidur tanpa takut dan khawatir kalau dirinya akan berubah.


Dev menatap Lisa yang masih tertidur pulas dalam pelukannya," Karena dirimu aku tetap disini, aku benar benar nyaman di dekatmu," ucap Dev.


Seketika dia teringat dengan dirinya yang sering mendapatkan luka baru, namun pagi ini dia tak merasakan sakit apa pun di tubuhnya.


Dev menatap Lisa sambil tersenyum, dia masih memeluk istrinya itu dengan erat, tangannya terangkat ke atas dan menyingkirkan anak rambut di wajah Lisa.


" Cantik," gumam Dev sambil mengusap wajah itu dengan pelan.


"Dia benar benar membuatku tenang, aku bersyukur menemukanmu Sa," gumam Dev.


"Apa setiap malam aku begini saja, tidur sambil memeluk nya? aku benar benar tenang, aroma tubuhnya benar benar membuatku tenang,". gumam pria itu.


Pria itu terus menerus tersenyum menatap wajah cantik istrinya.


Hingga tiba tiba Lisa terbangun dan membuat matanya, Dev sepat cepat menutup matanya dan kembali tertidur.


Lisa mengerjapkan kedua matanya, dia mendapati sosok pria tampan itu tidur di sampingnya sambil memeluknya dengan erat.


"Ahhh dia disini, syukurlah, dia tidak kumat, ku harap kau cepat sembuh kak, kau juga berhak untuk bahagia," ucap Lisa sambil menepuk dada Dev dengan lembut.


"Pasti sakit rasanya saat kau bangun tapi tak tau apa yang terjadi pada tubuhmu semalam saat kau mendapati tubuhmu terluka," ucapnya sambil menatap Dev dengan mata berkaca-kaca.


"Cepat sembuh kak, Lisa gak suka lihat kakak sakit, Lisa... menyayangi kakak," gumam Gadis itu.


Selama hampir dua bulan bersama, berhasil menumbuhkan perasaan di antara keduanya, meskipun belum saling mengungkapkan.


"Hhmmm... ahhh kenapa aku jadi melankolis begini sih, ahh... bangun saja, sudah pagi, kak Dev juga harus kerja, " ucap Lisa sambil bangkit dari tempat tidur.


Tiba tiba tangannya di tahan oleh Dev, Lisa yang sudah bangkit dari tempat tidur terhempas ke pelukan Dev membuta Gadis itu terkejut bukan main.


"Selamat pagi istriku," sapa Dev tanpa merasa bersalah sedikitpun karena membuat Lisa benar benar gugup saat ini.


"What? Ka..kau tidak sedang sakit kan?" tanya Lisa dengan wajah memerah karena digoda oleh Dev.


Dev duduk dan menatap Lisa dengan senyuman manis di wajahnya.


Lisa menatap wajah suaminya dengan mata berbinar-binar, wajah Dev ketika tersenyum lembut seperti itu benar benar berhasil menghipnotis gadis cantik itu.


"Aku kan tidak gila, aku hanya menyapa istriku apa itu salah hmm?" tanya Dev seraya mencubit hidung mancung gadis itu.


deg deg deg deg

__ADS_1


Jantung Lisa benar benar berdegup kencang saat ini, tak pernah dia merasa gugup seperti ini, apalagi Lisa bisa merasakan deru nafas Dev yang memeluknya dari depan.


Posisi mereka saat ini saling berpelukan satu dengan yang lain, dan baru pertama kali mereka lakukan sejak mereka menikah.


Merasa posisi ini tak aman untuk kesehatan jantung sang ibu negara, Lisa spontan mendorong Dev dengan wajah malu karena berada dalam posisi berbahaya menurut gadis itu.


"Ka... kau membuatku gugup, a.. aku mau siapkan makan dulu, huhhh.. pagi pagi sudah menggoda saja, dasar pak Tua mesum!" ketus Lisa sambil buru buru bangkit berdiri dan keluar dari dalam kamar itu.


Dev tergelak melihat wajah Lisa yang merona dan malu, gadis itu benar benar membuat moodnya di pagi ini sangat baik.


"Hahahahah kau sangat menggemaskan Sa, lucu sekali wajahmu kalau sedang malu hahahah," Dev tertawa kecil di dalam kamar.


Tiba tiba terdengar seseorang kembali masuk ke dalam kamarnya dengan langkah terburu buru.


Dev menatap ke arah orang itu, ternyata dia adalah Lisa.


"Ehh kenapa?" tanya Dev heran sambil menatap lekat ke arah Lisa.


"Buka pakaian mu cepat!" titah Lisa, tampak gadis itu sangat serius dengan kata katanya membuat Dev bingung sendiri.


"Hah? buat apa?" tanya Dev dengan wajah bingung.


"Buka saja cepat, ada yang mau kulihat!" ucap Lisa dengan serius.


"Ehh mau lihat apa? kau!!"" Dev menunjuk Lisa.


Lisa merotasikan kedua bola matanya, pikiran Dev terlalu liar.


Lisa mendekati Dev dan duduk di atas ranjang dan menatap pria itu dengan tatapan sinis.


Pletak


Satu sentilan telak mendarat di kening Dev membuat pria itu meringis sambil menatap Lisa dengan tangannya yang mengusap keningnya.


"Sshhh kenapa di Sentil, Lisaaa.." geram Dev.


"Habis otak nya mesum terus, cepat buka bajunya!" titah Lisa sambil memasang wajah garang.


"Ck... gak mau, mau ngapain sih ahh.." Dev menolak.


"Hisssh buka dibilang, aku mau mastiin sesuatu!" ucap Lisa dengan wajah kesal.


"Gak mau, kamu mau perkosa aku ya, ihhh tooooloooooongggg aku ,Lisa udah gak warasss!!!" pekik Dev dengan wajah pura pura sedih.


Lisa memijit pelipisnya, suaminya kekanakan sekali, "Ck.... jangan mikir aneh aneh deh, kalau gak mau aku paksa nih!!" ucap Lisa sambil mendekati Dev dan menarik paksa selimut Dev dengan kasar membuat pria itu terbelalak.


"Lisaaa.." kesal Dev.


"DIAAAMM.. buka bajuuuu Sekarang!!" Lisa menarik paksa Baju Dev, jadilah mereka berdua saling tarik menarik baju.

__ADS_1


"Buka Deevvv..." ucap Lisa memaksa.


"Gak mau, aku masih mau perjaka Lisaaa..." celetuk Dev.


"Ihhh otaknya mesum melulu ahh, buka dulu bajunya cepat!!" Lisa terus menarik kaos Dev hingga berhasil namun ditahan oleh Lisa.


"Ck... mau apa sih Sa, aku cowok normal kamu suruh buka buka baju, " kesal Dev menarik bajunya kembali.


"Lisa mau lihat...


Dev yang tak sabaran langsung menarik Lisa dan mengubah posisi mereka.


Alhasil Lisa berada di bawah Dev dengan posisi Dev tanpa atasan," Nih lihat kamu kan yang minta, dasar Nenek Lampir!" gerutu Dev yang mengungkung Lisa di bawahnya.


"Ehh... Bu.. bukan begini juga kali Dev," ucap Lisa dengan wajah bersemu merah.


"Lah jadi gimana, kamu yang minta aku buka baju, ini udah, kamu mau lihat apa? lihat nih sepuasnya!" ucap Dev.


"Ehh.. Bu.. bukan begitu , aku...


"Apa yang kalian berdua lakukan!!!!" pekikan si beruang tua terdengar di dalam kamar Dev dan Lisa.


Keduanya saling menatap," Mampus beruang besar mengamuk!" ucap kedua nya sambil buru buru bangkit berdiri dengan pakaian acak acakan.


Pak Kevin buru buru masuk ke dalam kamar Lisa dan Dev karena mendengar suara mereka berdua yang sangat ribut, mengganggu tidurnya yang lelap.


"Pa... Bu... bukan seperti itu, kami tidak melakukan apa apa," ucap Dev gugup, dia segera memakai kaosnya.


"I..iya Pa, kita gak ngapa-ngapain kok, Li... Lisa tadi cuma mau meriksa luka Kak Dev aja, tapi kak Devnya ngeyel gak mau buka baju jadi Lisa paksa," ucap Lisa jujur.


"I.. iya Pa bener, Lisa benar, kita gak ngapa-ngapain kok," ucap Dev.


Pak Kevin berjalan sambil menatap mereka berdua, Dev dan Lisa seketika gugup dan menundukkan kepala mereka sambil menutup mata.


Pak Kevin menatap mereka berdua, " Hoaaammm... mau ngapa-ngapain juga gak masalah sih, orang kalian suami istri, tapi pelan pelan nanti kedengaran!" ucap Pak Kevin sambil mengambil sesuatu dari belakang mereka.


"Hoaaammm... Papa ngantuk, lanjutin aja, kalian mau buat Dedek ya, lanjutkan saja sampai jebol!" ucap Pak Kevin dengan santai.


Lisa dan Dev saling menatap, mereka sama sama malu," Papaaaa...!!" pekik mereka berdua dengan wajah memerah karena malu.


.


.


.


like, vote dan komen 😊😉


PAK KEVIN ADA ADA WAE

__ADS_1


__ADS_2