Suamiku Bukan Monster

Suamiku Bukan Monster
Sehari bersama Steve


__ADS_3

Seperti yang dikatakan oleh Steve, Lisa dan dirinya akan memasak bersama hari ini. Alter ego dengan segala kelebihan dan kekurangan itu memiliki hati yang hangat, berbeda jauh dengan karakter lain dalam diri Dev.


Lisa terus menatap Steve dengan tatapan dalam, suaminya berubah 180 °. Benar benar sebuah hal yang mengejutkan tapi dia menerimanya dengan baik.


Steve memasak bahan makanan yang disiapkan di rumah besar nan mewah itu. Memang banyak pelayan disana, namun peraturan di rumah itu sangat ketat.


Tak ada yang bisa menyapa tuan rumah alias Dev jika Dev tidak menyapa mereka terlebih dahulu, alasannya bisa saja ketika mereka menyapa, alter ego akan muncul dan malah menyebabkan kekacauan besar.


Area dapur dan kamar termasuk area yang tidak bisa diakses bebas, hanya orang orang tertentu yang bisa memasuki area dapur utama dan kamar kamar tertentu.


Dapur untuk karyawan berada di bagian lain dari rumah besar itu. Bekerja seperti tidak mengenal siapa bosnya adalah persyaratan pertama jika ingin masuk sebagai salah satu pelayan di rumah itu.


Steve dengan ahli memasak semua bahan yang ada, bahkan Lisa sampai terperangah melihat bagaimana Steve bekerja dengan begitu ahli mengolah bahan bahan itu menjadi sesuatu yang sangat lezat dan menggugah selera.


Bahkan aromanya sampai tercium ke seluruh sudut ruangan di rumah itu.


"ini benar benar harum!" seru Lisa dengan mata terbelalak menatap masakan yang sedang dibuat oleh Steve.


Steve tersenyum penuh pesona, dia menatap Lisa," tentu saja adik kecil, " ucapnya.


Dia mengambil sendok kecil dan mengambil kuah masakan itu.


"Cicipi dulu," ucapnya.


Lisa menatap Steve,"apa boleh?" tanyanya dengan mata membulat berbinar binar, tentu saja gadis itu penasaran dengan rasa masakan Steve.


Steve mengangguk, dia mengarahkan sendok itu ke mulut Lisa. Tanpa ragu Lisa mencicipi kuah masakan itu. seketika dia merasakan sesuatu.yang benar benar fantastis ,seolah oleh kupu kupu beterbangan dan kembang api meletus dengan sangat indah rasanya benar benar menakjubkan seperti keindahan pelangi ganda di air terjun Niagara, indah dan menakjubkan.


"uwahhh!!!" seru gadis itu sambil menutup mulutnya dan menatap Steve.


"Bagaimana?" tanya Steve.


"ini enak!!" seru Lisa.


"hmmm enak sekali," ucapnya lagi sambil melompat kegirangan seperti anak kecil.


"Hahahaha.... dasar bocah, enak ya, sabar ya kakak oleh lagi, ini belum matang sempurna," ucap Steve seraya menepuk kepala Lisa dengan gemas.


Wajah Lisa merona, bisakah dia merasa seperti ini saat bersama dengan Steve, tapi entah kenapa dia merasa seperti sedang berselingkuh padahal jelas yang disampingnya itu adalah suaminya.


"huhhff kenapa aku dibuat gugup sih, dan kenapa juga aku merasa seperti sedang berselingkuh, ini bena benar kacau!" batin Lisa.


Mereka berdua menyiapkan makanan di atas meja, makanan yang dimasak langsung oleh Steve si alter Ego yang kekanakan.

__ADS_1


"Panggil semua orang, kita makan besar!" seru Steve.


Lisa menatap Steve dengan tatapan tidak yakin, apa Steve bisa bersama orang lain dan berbaur? apa itu mungkin?


"Apa kau yakin kak? maksudku apa tidak masalah bersama yang lain?" tanya Lisa dengan nada ragu.


Ragu kalau Steve bisa beradaptasi dengan orang lain mengingat kejadian saat mereka difitnah dan dinikahkan secara paksa oleh warga.


"Panggil saja," ucap Steve dengan santai sambil merias semua makanan yang dia masak di atas meja.


Dengan segala keraguan Lisa pergi ke depan memanggil Pak Kevin, Mike dan Adam untuk makan bersama di dapur.


Lisa menatap Pak Kevin yang sedang melihat lihat interior rumah seperti seorang penyidik, sambil berpangku tangan dengan satu tangan di taruh di dagu, beliau sudah persis seperti seorang insinyur bangunan.


"Pa!" teriak Lisa.


"Ehh papa paku payung panci panca panca eh pantai... " celetuk Pak Kevin yang malah terkejut karena suara teriakan Lisa, penyakit latahnya kembali lagi.


"Hahahah.... Papa lagi ngapain sih? sampai terkejut begitu?" ledek Lisa sambil menghampiri Pak Kevin.


"Lagi mengukur rumah ini, " Celetuk Pak Kevin seraya mengusap usap dadanya.


"Heh buat apa? Papa random banget," ucap Lisa sambil menggaruk garuk kepalanya.


"Ihh papa aneh, udah deh, makan yuk, Lisa udah siap masak bareng... Ekhmm .. bareng kak Steve," ucap Lisa setengah berbisik.


"Apa dia masih belum berubah?" bisik Pak Kevin yang tampak tenang saat Lisa mengatakan hal itu.


"Belum Pa, sepertinya seharian kita akan ditemani oleh kak Steve," ucap Lisa.


Pak Kevin mengangguk paham, dia menepuk pucuk kepala putrinya," apa kau baik baik saja dengan keadaan ini? kau tidak takut?" tanya Pak Kevin.


Lisa sedikit terkejut dengan Pertana Papanya yang tidak biasa, apalagi nada suara Pak Kevin tidak mengesalkan seperti beberapa saat lalu.


" Lisa baik baik saja Pa, nggak apa apa kok, " Jawab Lisa.


"hmmm oke deh, ya Uda ayo cepat makan, komplek cacing di perut papa udah mulai meruang Raung minta makan jangan sampai mereka keluar dari hidung dan mulut Papa, cepat!!!" Celetuk Pak Kevin yang memilih berjalan lebih dahulu dari Lisa.


"ihhh Papa kok Jorok," ucap Lisa.


"Yang penting ganteng hahahahah..." Pak Kevin Tertawa terbahak-bahak.


"Papa Ihh~~ ada ada aja!!!"teriak Lisa.

__ADS_1


"Ahahahahah....~~" Suara Pak Kevin terdengar girang.


Lisa hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah absurd Papanya yang tak kenal waktu dan tempat itu.


"oh iya kak Mike dan Kak Adam juga harus makan," gumam Lisa sambil berjalan ke sisi ruangan Alon dimana suara kedua pria itu terdengar sedang mengarah kan para pelayan untuk meletakkan barang barang di posisi yang tepat.


"Kak Mike, kak Dam!" panggil Lisa.


Kedua pria itu menoleh," Ada apa?" tanya mereka bersama sama.


"Makan siang, ayo, dia menunggu kita," ucap Lisa.


"Siapa? dia siapa? ada tamu kah?" tanya Adam sambil meletakkan plastik kresek di atas meja.


"Nggak, tapi sepertinya iya, kak Dev Ekhmm maksud ku kak Dev bukan dirinya saat ini," ucap Lisa dengan suara pelan seraya melirik para pelayan.


Mike dan Adam saling Menatap, mereka segera keluar dari ruangan itu dan menarik Lisa dari sana.


"Apa maksud mu? apa dia mengamuk?" bisik Mike sambil menatap Lisa dengan serius


"katakan sa, ada apa? apa maksud mu dia bilang dirinya?" tanya Adam lagi.


"Kak Dev Ekhmm... kak Steve alter ego ya keluar, dan sedang memasak saat ini," ucap Lisa.


Mike dan Adam saling menatap, Steve Keluar? terkahir kali mereka melihat alter ego itu hanya pada saat Lisa dalam bahaya itu pun tak jelas apa itu Steve ataukah Dev.


"Ke..Kenapa bisa terjadi?" tanya Mike heran.


Lisa mengangkat permen," Karena Permen," ucap Lisa.


Adam dan Mike terbelalak, ini benar benar hal yang tak mungkin, dan Dev setenang itu saat ini, biasanya jika Dev kumat maka dia akan mengacaukan seluruh rumah dan ruangan dimana dia berada.


"Ini tidak mungkin!!" ucap mereka berdua.


.


.


.


like, vote dan komen 😊😉


maaf lamaaaa

__ADS_1


__ADS_2