
Dev dan Lisa terlihat semakin dekat satu sama lain, kedekatan mereka terlihat dengan jelas di mata orang orang di kampung itu. Tak terasa ternyata sudah hampir satu bulan mereka menikah dan hubungan mereka tampaknya baik baik saja.
Mike dan Adam selalu menjadi sasaran kejahilan pak kevin, meskipun begitu, tinggal selama beberapa lama ini bersama Pak Kevin dan Lisa membuat mereka merasakan kehangatan keluarga yang sesungguhnya meskipun mulut cerewet Lisa tak pernah berhenti mengomeli mereka.
Kesehatan mental Dev masih sama , selama dia bersama Lisa dia terkadang menahan alter egonya mekipun setiap bangun pagi dia selalu merasa kalau tubuhnya kesakitan seperti habis begadang.
Terkadang dia menemukan dirinya tertidur di teras rumah dengan keadaan acak acakan, terkadang tertidur di dapur bahkan yang paling parah adalah dua hari yang lalu. Dia bangun pagi di atas atap rumah tanpa memakai pakaian atas alias bertelanjang dada.
Cukup frustasi dengan keadaannya yang semakin parah menurutnya, Mike sendiri terus memaksanya untuk kembali ke Jerman jika perlu mereka memboyong Pak Kevin dan Lisa untuk turut serta dengan mereka ke Jerman, namun tampaknya Dev belum membuat keputusan apa pun entah apa yang membuatnya meragu.
Pagi kembali lagi menguasai langit Jakarta , hiruk pikuk kota metropolitan itu sudah terdengar bahkan sebelum matahari duduk di singgasana kebesarannya.
Lisa bangun dari tidurnya, dia meraba raba sosok yang selama beberapa minggu ini menemaninya tidur dalam satu ruangan yang sama, merasa tak menemukan suaminya, Lisa terduduk dengan mata bengkak karena dia makan mie instan sebelum tidur semalam.
“Kak Dev....” gadis itu bergumam, dengan cepat dia memeriksa kamar dan mencari dimana gerangan suaminya berada.
Lisa mencari di ruang depan, yang ada hanya kelambu milik Adam dan Mike yang di pasang di ruangan itu dengan kedua penghuni kelambu yang masih menjelajah di dalam dunia mimpi mereka mengingat ini masih terlalu pagi untuk bangun.
Mata Lisa langsung terbuka lebar, dia tak menemukan suaminya, dia berjalan ke arah dapur mencari sosok Dev , mencari kesana kemari, masih pagi tetapi pria itu tidak ada di kamar mereka, kemana kiranya Dev pergi ?
Dia masuk ke dapur belakang tempat masak, dia menangkap sosok suaminya yang memakai kaos oblong berwarna biru muda, dan celana training sambil memakan lolipop pria itu berdiri di depan kompor sambil memasak sesuatu disana.
“Lolipop?” Lisa berpikir keras, Dev bukan penyuka permen bahkan makanan manis saja di tolak pria itu, melihat pola makan Dev selama beberapa minggu , Lisa paham menu kesukaan pria itu, Dev hanya menyukai makanan pedas dengan rasa yang kuat, dia tidak terlalu suka dengan makanan manis.
“Kak.... Steve?” Lisa berasumsi kalau yang memegang kendali tubuh Dev saat ini adalah Steve, alter ego Dev yang terlihat seperti bocah remaja, penyuka permen lolipop dan saluran kesedihan dan keceriaan Dev.
Pria itu berbalik saat mendengar suara Lisa yang memanggil nama itu, wajah yang awalnya datar seketika tersenyum sangat ceria dengan sorot mata berbeda dari biasanya.
__ADS_1
Entah ini kabar baik atau kabar buruk bagi Lisa tetapi gadis itu gundah saat ini apalagi melihat Dev tersenyum seperti itu, persis seperti saat dia bertemu dengan Steve yang memiliki senyuman merekah seperti saat ini.
“Hai adik kecil, heheheh..... kemari kakak makan permennya ya,” ucap pria itu yang langsung menyapa lisa dengan sebutan adik kecil seperti yang biasa dia sebutkan jika bertemu dengan Lisa.
Deghhh...
Jantung Lisa berdegup kencang, suaminya berubah lagi, akhir akhir ini Dev secara berkala diambil alih oleh alter egonya, Steve, Alex, Kiel dan Dev muncul bergantian, terkadang Demon keluar namun tidak samapi satu menit dia kembali, hanya Lucifer yang tidak bangun dari tidurnya.
“Dia berubah lagi, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa hampir sebulan ini kak Dev terus menerus berubah dan dia selalu berubah di depanku padahal sebelumnya dia selalu menahannya,” batin Lisa.
“Sedang masak apa kak? Kakak baru bangun lagi ya?” ucap lisa sambil menghampiri pria itu dan berdiri di samping alter ego Steve.
“Masak kue buat kamu, kamu pasti suka ini rasa pandan, kue kukus rasa pandan,” ucap Steve dengan senyum sumringah menunjukkan masakannya pada Lisa.
“Wahhh ini pasti enak sekali,” ucap Lisa namun mata gadis itu menangkap luka di pergelangan tangan kanan pria itu, lebam di lengannya dan luka benturan di keningnya.
Tanpa segan segan Lisa menarik kaos Dev ke atas, beberapa hari ini Dev selalu mendapatkan luka baru yang entah di dapat dari mana, yang pasti dia selalu terluka, setiap bangun pagi pasti ada saja luka baru yang ditemukan Lisa.
Mata Lisa terbelalak saat melihat luka lebam di perut dev, dia menatap pria itu dengan mata berkaca kaca,” apa ini kak?” pekik Lisa.
Luka lebam dan luka sayat yang begitu banyak , entah di dapat dari mana, benar benar mencurigakan.
“Ehh itu... entahlah aku tidak tau itu luka dari mana adik kecil heheh, sudahlah jangan dipikirkan, nanti akan sembuh sendiri, kita bermain saja dulu mumpung aku lagi bangun heheh,” ucap alter ego itu seraya menarik kaosnya menutupi perutnya yang berbentuk indah itu.
Lisa terdiam, dia benar benar khawatir dengan keadaan Dev, tetapi pria itu tidak pernah berbicara tentang kondisinya.
“Apa yang sebenarnya terjadi pada dirimu kak dev, kenapa kau bisa sampai terluka, dan kau terus berganti ganti, apa yang terjadi?” batin lisa.
__ADS_1
“Ayo kemari, kuenya sudah jadi,” panggil Steve .
Lisa menghampiri Steve, dia mengusap air matanya, dia mengingat kedekatan mereka selama mereka berbagi rumah dan kamar yang sama, bekerja bersama dan kemana mana selalu bersama, hal yang selalu membuat hatinya hangat adalah saat Dev selalu menepuk pucuk kepalanya.
Lisa berdiri di samping pria itu, dia mengikuti keinginan Steve dan menemani pria itu bermain sebentar.
Tanpa mereka sadari Pak Kevin mendengar semua percakapan mereka, pria tua itu mengeraskan rahangnya saat mendengar kondisi tubuh Dev bahkan dia melihat luka luka di tubuh menantunya yang terlihat baru dan ada beberapa yang sudah lama.
“Apa yang sebenarnya terjadi dengan Dev? Dia juga terlalu sering berubah?” batin Pak Kevin, dia merasa curiga dengan keadaan Dev saat ini.
“Aku harus mencari tau, jangan sampai menantuku kenapa kenapa,” batin Pak Kevin.
Pria itu masuk ke dalam ruangan Dapur,” hohohoh anak anak Papa sedang masak apa? Kenapa aromanya sangat harum?” ucap pria itu sambil berdiri diantara Lisa dan pria itu.
“Papa,” ucap mereka berdua sambil menatap ke arah Pak Kevin dengan wajah terkejut, bersamaan dengan itu Dev kembali menjadi dirinya sendiri.
“Eghh... shhhh....” Dev merintih dia merasakan sakit di kepalanya, perubahan dirinya tidak jelas dan tida bisa di prediksi.
“Apa yang kulakukan disini? Apa ini? Kenapa aku memakan permen dan tubuhku... akhhhhh.... argghhh..... sakit... ini sakit...” Dev seketika ambruk ke lantai sambil meringis kesakitan, tubuhnya benar benar kesakitan padahal beberapa saat lalu dia tidak merasakan apa pun.
“Dev!!” Pak Kevin dan Lisa panik ,mereka segera menopang tubuh David, dan membawanya masuk ke dalam kamar.
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 😉😊