Suamiku Bukan Monster

Suamiku Bukan Monster
Bangun


__ADS_3

Dua malam kini telah berlalu, tetapi Dev pria asing itu masih belum bangun juga, mungkin obat bius yang di suntikkan Mike waktu itu bekerja tepat saat Dev pingsan dan di bawa ke rumah Lisa.


Yang bisa Lisa dan Papanya lakukan hanya menatap pria tampan yang berangsur-angsur membaik itu, luka lukanya sudah sembuh dan wajahnya tidak pucat seperti saat mereka pertama kali membawa orang itu ke rumah mereka.


Meski Lisa dan Papanya bukan orang berada, tetapi mereka tetap memberikan perawatan terbaik yang mereka bisa lakukan.


"Pa, ini gimana ya orang asing ini, masa iya tidur terus, perutnya gak keroncongan ya gak makan udah dua hari," ucap Lisa yang duduk bersila di samping tubuh Dev, dia baru saja membersihkan luka luka pria itu dan memasang plester untuk menutup lukanya.


"Lisa aja yang makan lima kali sehari masih lapar, lah dia gak makan dua hari cuma minum air sama teh manis gimana jadinya ya," ucap Lisa sambil menunjuk Dev.


"Ck...ck... Ck... Kalau kamu mah rakus bukan lapar dasar anak tengil, " ucap Pak Kevin yang sedang mondar mandir kayak setrikaan menyiapkan barang buat cari cuan hari ini.


"Sa, Papa berangkat dulu ya, kamu jagain dia, kalau ada apa apa teriak aja, kamu tau kan tetangga disini agak gila, ga papa mereka ngejek yang penting selamat," ucap Papa Lisa yang sangat yakin 99.9999....% meninggalkan anak gadisnya di rumah itu berdua dengan pria asing.


Alasannya dia yakin karena...


Kaki dan tangan Dev diikat pakai rantai besi yang tersambung ke tiang rumah jadi aman gak akan Ngadi Ngadi kalau si Papa ganteng lagi keluar.


"Ashiiiaaap.... Papa, entar sore Lisa jemput ya," seru Lisa dengan senyum cerah lebih cerah dari masa depan mu ehh....


"Nggak usah di jemput Sa, kamu jagain aja Abang ganteng nya siapa tau dia jatuh cintrong sama kamu hahahahhaah" kekeh Papa Lisa yang sempat sempatnya mengeluarkan jokes ala Bapak bapak jaman now.


"Ehh.... Si Papa jangan Ngadi Ngadi ahh, udah sana berangkat cari cuan, Lisa titip Bakso Kang Mamat ya Pa, bawain Dus porsi heheheh," kekeh Lisa dengan senyuman sumringah sambil mengangkat dua jarinya.


"Dasar gadis rakus, kamu kuat makan tapi gak gemuk gemuk, makanannya lari kemana semua?" Ejek Papa Lisa yang lagi pakai Pomade dan menata rambutnya supaya tetap tampan dan fresh.


"Pergi ke ****** Pa hahahahhaha," tawa Lisa.


"Pantes kamu bokernya sampai lima kali sehari, dasar gadis jorok," up Papa Lagi.


"Hahahaha gak apa apa yang penting cantik.... Ehh aduhh perutku sakit lagi, papa berangkat aja ya, Lisa mau boker dulu bye bye Pa ummahhh....," Ucap Lisa sambil berlari dan sempat sempatnya mengecup pipi sang Papa.


"Dasar si jorok ini," ucap Papa Lisa sambil geleng geleng kepala melihat Lisa yang udah ngacir ke toilet untuk nabung emas mulia.


Papa Lisa menatap pria yang tengah terlelap di ruang depan mereka itu, entah alasan apa, tapi Papa Lisa yakin kalau pria itu adalah orang baik baik.


"Saya tau kamu orang baik, entah apa yang terjadi pada mu tapi ku harap jangan menyakiti putriku, ehhh.... Ralat deh kayaknya kamu yang harus hati hati sama Lisa bisa di jadikan lemper kamu hahahah," kekeh Papa Kevin.


"Lisss.... Papa berangkat ya, kalau udah siap bokernya jangan lupa bersihin rumah!!!!" Teriak Papa Lisa dari depan.

__ADS_1


"Siap Pak Bos.... Bubyeee" teriak Lisa dari dalam toilet, sungguh Bapak dan anak yang terlalu.


Pak Kevin keluar dari rumah seperti biasa dia akan berangkat dengan pakaian rapi dan bahan jualan yang sudah lengkap.


Dengan harapan yang sama setiap hari kalau hari ini dia bisa dapat banyak uang untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.


Seperti biasa tentangga mereka si Ibu Markonah yang super duper menyebalkan selalu saja menyindir keluarga Pak Kevin.


"Ehh ada orang miskin yang lewat, cih percuma parasnya tampan kalau kerjanya jual gorengan, mending kayak suami saya, kerjanya di kantor, ber- AC bisa kasih anak istri emas setiap hari," ucap Ibu Markonah yang sengaja jalan mondar mandir di depan rumahnya sambil menggoyangkan lengan nya menunjukkan gelang emas yang untungnya bukan emas yang sama dengan yang ada di ******.


"Ahh.... Indahnya dunia kerja sederhana tapi gak khawatir kalau hidup kekurangan apalagi khawatir kalau sampai pasangan selingkuh... Ahhhh indahnya dunia ini huaaaahhhh" seru Pak Kevin yang kalau di ajak berantem nggak kalah julid dari ibu ibu komplek.


"Cihh... Orang miskin belagu, saya sumpahin kamu miskin terus," ucap Ibu Markonah sambil jalan kesana kemari hingga...


Clepp....


"AAA...APA... I...INI AAHHHHHHHH" teriak Ibu Markonah dengan wajah pucat karena mual, dia melihat kebawah ternyata kakinya menginjak kotoran anjing, mana banyak lagi sampe kena telapak kakinya iewwwww...


"Buahahahahhahahahah, rasain tuh Buk Markokok hahahahaha makanya jadi orang jangan suka menghina orang lain, kena azab instan kan ihhh hahahahah," ledek Pak Kevin yang tertawa terbahak-bahak melihat Kaki Ibu Markonah sudah dilumuri kotoran anjing.


"Syuhh... Syuhhh... Bauk sana jauh jauh hahahah," tawa Pak Kevin.


Tetangga lain yang melihat itu juga ikut tertawa karena Ibu Markonah selalu kalah jika berdebat dengan keluarga itu.


Dengan wajah ditekuk dan acak acakan kayak benang kusut buk Markonah Masuk ke pekarangan rumahnya, bau ta..i anjing nya sungguh menyengat ieww...


Sementara itu di dalam rumah, Lisa sudah selesai dengan rapat darurat untuk pengeluaran emas mulia, dia berjalan mendekati Dev yang tampak mulai bergerak menandakan dia memang benar benar masih hidup belum jadi mayat.


"Ehhh gerak, untung aja masih gerak hufft kirain mati," ucap Lisa sambil mengelus dadanya.


Lisa pergi membuatkan teh manis karena hanya itu yang bisa masuk ke dalam tubuh pria itu, setidaknya Dev punya tenaga untuk tiduran, bisa bisanya dia gak ke toilet selama dua hari sungguh mengherankan, gimana kabar ginjalnya ya.


Setelah selesai dia kembali ke dekat pria itu dan memeriksa keadaan Dev.


"Kasihan juga, tapi kenapa dia sampai seperti ini?" Ucap Lisa sambil menatap wajah Dev yang tampan.


"Eghhh.... Ma..Mama.... Jangan pergi... Mama... Jangan tinggalin Devan, please... Devan mau sama Mama !!!!!" Racau Dev yang tiba tiba keringatan dan bergerak tak karuan kesana kemari.


Lisa yang melihatnya langsung membangunkan pria itu.

__ADS_1


"Heh manusia eh... Pak... Om.. kakek... Tuan bangun, Kak banguunn ini udah pagi bangun itu cuma mimpi!!!" Teriak Lisa sambil mengguncangkan bahu pria itu.


"Mama... Mama!!!" Teriak Dev sambil membuka matanya dan terbangun dari tidurnya, dia malah menarik Lisa dan memeluk gadis itu membuat Lisa terkejut sambil meronta-ronta.


"Yaaaa.... Kau pikir aku emakmu, lepas woiiiii" teriak Lisa sambil memukul-mukul punggung pria itu membuat Dev tersadar kalau dia salah orang.


"Siapa kau!!!" Teriak Dev sambil mendorong Lisa dan membuat gadis itu terjerembab ke atas lantai.


Lisa meringis kesakitan karena perlakuan Dev yang kasar. Dengan wajah kesal dan marah Lisa melemparkan handuk kompres yang pegang tadi.


Plukk...


Handuk basah itu melayang tepat di wajah Dev membuat pria itu terkejut. Sebenarnya dia mendorong Lisa karena panik dan terkejut kalau dia memeluk seorang perempuan yang bahkan tak pernah dia lakukan sama sekali selama dia hidup.


"Sialan kau kampret, sudah di selamatkan malah dorong dorong ku hajar kau baru tau rasa!!!!" Omel Lisa dengan wajah kesal dan marah.


"Maaf," ucap Dev pelan dengan wajah dingin dan datarnya itu. Dia melihat ke arah Lisa dan sontak dia mengingat sosok gadis yang menarik perhatiannya beberapa hari lalu.


"Bukannya kau gadis yang waktu itu?" Tanya Dev masih menatap Lisa dengan tatapan tak percaya.


"Iya, ini aku, huh... Kau sudah baikan? Apa masih ada yang sakit?" Tanya Lisa yang sudah bisa meredam emosinya karena dia tau pria itu masih sakit dan dalam keadaan sangat bingung saat ini.


.


.


.


.


Like, vote dan komen ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰


baca juga :


๐Ÿ‘‰istri cantik Suami Bucin


๐Ÿ‘‰Oh My Dev-iil


๐Ÿ‘‰Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

__ADS_1


๐Ÿ‘‰ Suamiku si Tampan Buruk Rupa


__ADS_2