
📍 Gedung Alexander Grup.
Lisa berada dalam ruangan yang biasa dipakai oleh Dev dan juga dia pakai sejak dia ikut kelas bisnis bersama Adam.
Lisa belajar banyak di dalam ruangan itu, dia berdiri di tengah ruangan itu menatap seisi ruangan dengan mata berkaca-kaca, beberapa kali dia menghela nafas berat, dia merindukan suaminya.
Rasa sedih yang berkecamuk di dalam hatinya membuat dia lemah, dia butuh Papa dan Suaminya saat ini, namun mereka pergi dan meminta agar Lisa bertahan sendirian.
"Kapan kalian pulang hiks hiks hiks.... ini sudah terlalu lama, sudah hampir empat bulan, tapi tak ada kabar," Lisa menangis tersedu-sedu, tak kuat rasanya dia berdiri sendirian disana.
Lisa berjongkok, dia memeluk kakinya sendiri, menangis dan menangis setiap hari karena rasa rindu, khawatir dan sedih itu menguasai dirinya.
Adam yang baru masuk terkejut mendengar suara tangisan Lisa, baru saja dia menerima panggilan dari Pak Kevin terkait kondisi tiba tiba yang dialami oleh Dev.
"maaf aku belum bisa mengatakan nya sekarang, Dev juga sedang berjuang Lisa, ini giliranmu, kau harus jadi wanita kuat!!" batin Adam.
Adam mendekati Lisa dan menyentuh bahu gadis itu," Lisa," panggilnya dengan suara lembut dan berhasil membuat gadis itu menengadah dengan wajah sembab.
"Kak... aku merindukan Papa dan suamiku hiks hiks hiks... kenapa mereka lama sekali!!!" Lisa menangis.
Sungguh tak kuat hati Adam melihat kondisi Lisa, namun dia tidak bisa memberitahu keadaan Dev saat ini, karena akan mengganggu rencana pembalasan yang telah mereka atur.
Sedikit kejam, tetap ini adalah cara agar rencana yang telah disusun dengan matang berjalan dengan lancar.
"Sudahlah, mereka akan segera pulang, sekarang cepat berdiri dan perbaiki penampilanmu, mana ada Presdir berpenampilan sekacau ini!" ucap Adam sambil membantu Lisa berdiri.
"dia akan pulang Adik kecil, suamimu itu hebat, tak mungkin dia meninggalkanmu, percaya pada mereka;" ucap Adam dengan Yakin.
Lisa mengangguk, gadis yang baru berulang tahun itu menahan dirinya lagi agar tidak berlarut larut dalam kesedihan ini.
"Sekarang kita punya agenda yang harus kita selesaikan, serangan pertama pada perawat gadungan yang telah meracuni kakek nenek Alexander dan juga yang membuat ibumu meninggal dunia, kuatkan diri Lisa!" ucap Adam sambil menepuk bahu gadis itu dan menatap matanya dengan lembut.
Lisa menganggukkan kepalanya, saat Adam membicarakan tentang orang yang membuat ibunya meninggal dunia, tatapan Lisa langsung berubah.
"Baiklah, agenda selanjutnya akan segera dilaksanakan, lihat apa yang akan kulakukan pada wanita sialan yang telah merenggut nyawa Mama, pembalasan pertama dimulai!" Ucap Lisa yang sedang memakai topengnya untuk menutupi identitasnya.
__ADS_1
Tak ada satu pun orang di kantor itu yang pernah melihat wajah Lisa. Dia menyembunyikan wajahnya dengan sangat baik dari publik.
"Apa agendanya kak?" Tanya Lisa.
"Kita akan menghadiri acara ulang tahun Global Mart salah satu rekan bisnis kita sekaligus acara tahunan yang tuan rumahnya adalah perusahaan itu, acara akan dilaksanakan di hotel Angkasa milik grup ini dan tamu yang tiba disana adalah orang orang besar, wanita itu akan datang dalam acara tersebut mewakili suaminya," jelas Adam.
"Kenapa suaminya tidak ikut?" Tanya Lisa.
"Urusan bisnis di negar C," ucap Adam.
Lisa mengangguk paham,"kalau begitu aku harus menyiapkan gaun pesta yang terbaik untuk acara malam ini, kita akan membuatnya berada dalam neraka!" Ucap Lisa sambil menyunggingkan bibirnya.
"Apa yang kau rencanakan Lisa?" Tanya Adam.
"Tenang saja kak, serahkan wanita itu padaku, teror lebih baik dibandingkan dengan serangan fisik, kita hancurkan mentalnya dahulu," ucap Lisa.
Adam melongo, bagaiman bisa Adia melihat aura kekejaman keluar dari dalam diri Lisa dan Aura itu benar benar kuat.
"Bagaimana dengan anaknya? Apa semua rencana sudah disiapkan dengan matang?" Tanya Lisa.
Lisa tersenyum, dia mengangguk paham.
"kalau begitu ayo kita pergi mencari pakaian terbaik," ucap Lisa.
Kedua orang itu keluar dari kantor, Lisa sangat dihormati karena kepemimpinannya yang begitu tegas dan adil.
Meski usianya terbilang muda, Lisa bukan pemimpin lembek bagi karyawan disana, jam terbangnya cukup tinggi, sebelum diangkat menjadi Presdir sementara, Lisa sudah dibawa oleh Adam untuk menghadiri berbagai macam jenis rapat mulai dari yang paling membosankan hingga yang paling menegangkan.
Kemampuan belajar yang luar biasa dan saya saing yang tak tertandingi membuat gadis itu sangat kuat dan kokoh, belum lagi Adam yang memberikan panduan khusus untuk gadis itu.
Setelah memilih pakaian yang sesuai dengan yang dibutuhkan oleh Lisa mereka mendandani Lisa dengan gaya yang sudah dipesan oleh gadis itu.
Adam bahkan sampai melongo melihat penampilan Lisa yang berbeda dari biasanya, dandanan dan cara berpakaiannya sangat kontras dengan kepribadian Lisa yang ceria dan lembut, meski sedikit bar bar.
Sementara itu aula pesta hotel Angkasa sudah dipenuhi dengan tamu undangan yang menghadiri acara besar tahunan perusahaan mitra Alexander Grup itu.
__ADS_1
Kedatangan mereka semata mata bukan hanya untuk memenuhi undangan tetapi juga untuk mencari kesempatan menemukan relasi baru dan menjalin kerjasama dengan perusahaan perusahaan besar.
Selain itu Presdir baru Alexander Grup yang dilantik beberapa Minggu lalu membuat semua orang penasaran dengan sosoknya apalagi dirumorkan kalau usianya masih sangat muda.
"dengar dengar Presdir baru Alexander Grup adalah seorang gadis belia, apa itu mungkin!?" ucap perwakilan perusahaan A.
"wahhh kalau memang seperti itu, dia akan menjadi Presdir termuda yang pernah ada, bagaimana mungkin mereka bisa mengangkat seorang gadis bau kencur sebagai Presdir, tidakkah itu terlalu berisiko!?" ucap yang lain.
"jangan salah, sejak dia yang memegang kepemimpinan bahkan sebelum diangkat menjadi presiden direktur, perusahaan itu semakin menjadi jadi, bisnis mereka ada dimana mana, dan dalam waktu tiga bulan saja dia berhasil menguasai pasar Asia dan Eropa, ini membuktikan bahwa usia tidak menghalangi seseorang untuk menjadi luar biasa!!" tukas yang lain.
"Ya, dia benar, dengar dengar suaminya yang misterius itu juga orang yang sangat kuat, entah sosok seperti apa mereka berdua tetapi mereka berhasil merajai bisnis." sambung yang lainnya.
Nyonya Pradipta yang berada diantara mereka sambil memperhatikan pembicaraan mereka.
"Jadi dia hanya seorang gadis muda? hmmm ini akan menarik kalau sampai aku bisa mempengaruhi gadis seperti itu, bukannya gadis jaman ini cukup mudah untuk dibodohi? selagi suaminya tidak disini dia bisa dimanfaatkan heheh..." batin wanita licik itu.
Saat mereka sedang berbincang bincang, tiba tiba suasana menjadi hening saat penerima tamu membacakan nama tamu yang baru saja tiba bersama orang orangnya.
"Nyonya Alexander dan Tuan Adam Levis tiba bersama rombongan Yale Foundation!!" ucap penerima tamu dengan sangat lantang.
Semua orang tercengang, Yale dan Alexander adalah perpaduan paling sempurna ditambah lagi dengan keluarga Levis yang terkenal dalam dunia bisnis, sepertinya acara malam ini dipenuhi dengan bintang dunia bisnis.
"wahhhhh kupikir hanya Alexander, ternyata mereka memboyong Yale dan Levis dalam acara tahunan ini!!!" para tamu terkesima.
Seluruh mata tertuju pada seorang wanita yang dikawal beberapa pria berkharisma. Wanita itu menjadi pusat perhatian, bagaikan kembang yang dikelilingi banyak lebah tampan.
"Tunggu! kenapa penampilannya mirip dengan wanita itu!??" gumam Nyonya Pradipta.
.
.
.
like, vote dan komen 😉😊
__ADS_1