Suamiku Bukan Monster

Suamiku Bukan Monster
Lisa Pingsan


__ADS_3

Dev, Lisa dan Pak Kevin keluar dari kantor RT dengan ekspresi yang tidak bisa di baca.


Beberapa saat lalu Lisa dan Dev telah resmi menikah secara paksa sesuai dengan hukum dan agama yang mereka anut.


Semuanya begitu menyedihkan, bahkan saat pernikahan dilaksanakan tak sedikit warga yang mencibir Lisa dan keluarganya.


Kali ini bukan cuma rasa sakit di tubuh tetapi sakit di hati mereka bertiga semakin dalam.


Dev bahkan tak luput dari hinaan para warga, mendiang ibu Lisa bahkan di bawa bawa oleh mereka, sungguh jahat memang.


Setelah menikahi Lisa dengan paksa, belum selesai penderitaan mereka, ketiganya kembali di arak, bahkan tak sedikit warga yang melempari mereka dengan benda benda tumpul.


Plukk...


Plukk....


Srekkkk....


"Dasar gadis pel4cur!!!"


"Keluarga mesum, pantas saja ibumu mati!!!"


"Cih berdagang dengan pesugihan, menjijikkan!!!"


"Kalian seperti orang gila, benar benar keluarga yang buruk,"


Berbagai umpatan keluar dari mulut warga, Lisa berjalan sambil menunduk, hati dan tubuhnya sudah terlalu sakit dan lemah.


Dev melihat gadis yang kini menjadi istrinya itu tampak lemah, dia benar benar marah pada seluruh warga disana.


"Tunggu pembalasanku!!!" Gumam Dev dengan mata berapi-api, dia menatap tajam pada seluruh warga, tangannya di kepal kuat, matanya melotot, rahangnya mengeras.


Pak Kevin melihat menantunya yang tampak merah, dia menepuk bahu Dev membuat pria itu menatap Pak Kevin.


"Tenang nak,"ucap Pak Kevin dengan lembut, benar saja Dev langsung melunak, air mukanya langsung berubah saat mendengar suara lembut pak Kevin.


"Maaf tuan," cicit Dev yang dibalas anggukan kepala oleh Pak Kevin.


Dev melirik Lisa yang berjalan sambil menunduk, dia menggenggam tangan gadis itu untuk sekedar memberikan dia kekuatan.


Merasa Dev menggenggam tangannya, Lisa menoleh dan melihat wajah teduh Dev, ada yang aneh, dia merasa tenang melihat wajah itu.


"Tak apa," ucap Dev pelan sambil menatap wajah Lisa yang tampak pucat, tubuhnya banyak terluka membuat Pak Kevin dan Dev khawatir.


Mereka berjalan dengan cepat, meninggalkan tempat itu, tiba-tiba...

__ADS_1


Brukkk...


"Lisa!!" Ucap Mereka berdua panik.


Lisa pingsan pingsan di tengah jalan, wajahnya pucat pasi, tubuhnya panas dan nafasnya pelan.


"Boleh saya yang bawa tuan, dia butuh pengobatan," ijin Dev, dia tetap menghargai pria yang sudah menjadi Papa mertuanya.


"Cepatlah, kita bawa dia ke klinik," ucap Pak Kevin panik.


Dev mengangguk, dengan cepat dia mengangkat tubuh kecil Lisa, mereka berlari menuju Klinik terdekat, tak ada angkutan, mereka hanya bisa menggunakan kaki mereka untuk berlari kesana.


Para warga tertawa terbahak-bahak melihat Lisa tak sadarkan diri, sepertinya warga disana adalah jelmaan setan yang berubah menjadi manusia, bagaimana bisa ada manusia Setega itu.


Saat di perjalanan tiba-tiba sebuah mobil pengangkut barang lewat dan berhenti di depan mereka.


"Kevin oii... Hayo cepat naik.... Kita naik mobil saya!!!" Teriak Uncle Chung yang ternyata memperhatikan mereka dan langsung bergegas saat melihat Lisa pingsan.


"Chung tolong ya!!" Ucap Pak Kevin.


Dev menggendong Lisa dan masuk ke bagian belakang Mobil, mereka berdua duduk disana, sedang Pak Kevin duduk di depan bersama Uncle Chung dan anak pria itu.


Mereka melaju dengan kecepatan sedang menuju klinik terdekat untuk segera melakukan pertolongan pada Lisa.


Di belakang, Dev memeluk Lisa dengan lembut dia terus memanggil nama gadis itu, sesekali dia mengecek suhu dan nafas gadis itu.


Dev kembali mengingat kejadian hari ini, ini kali pertama dalam hidupnya sepeduli itu dengan seorang gadis, suara gadis itu bahkan mampu membuatnya tetap sadar saat alter egonya akan muncul.


Lisa adalah perempuan pertama yang membuat Dev tertarik dengan gadis itu, perempuan pertama yang menarik hatinya.


Dia kembali mengingat bagaimana suara lembut Pak Kevin yang membuatnya tunduk dan merasa aman dalam perlindungan seorang ayah, rasa hangat sebuah keluarga dapat dirasakan Dev melalui mereka.


Saat mereka dalam perjalanan, Mike dan Adam sahabat Dev yang tengah mencari keberadaan pria itu dengan frustasi selama beberapa hari terakhir akhirnya menemukan titik terang saat melihat Dev berada di dalam mobil pengangkut barang, tampak keadaan Dev yang kacau sebab dia juga terluka karena perbuatan para warga.


"Mike itu Devvvv!!!!"pekik Adam yang terkejut sekaligus senang saat menemukan keberadaan sahabatnya.


"Benar itu Dev, ahhhh kenapa dia disana!!!" Ucap Mike yang juga terkejut, mereka melihat hanya setengah tubuh Dev tanpa melihat Lisa yang berada di pangkuan pria itu.


"Devv!!!!" Teriak Adam sambil mengeluarkan kepalanya dari dalam mobil dan melambai lambai ke arah Dev, pria ini memang tidak takut mati.


"Woii.... Devanooooooooo!!!!"teriakan Adam begitu keras, bahkan Mike sampai kesal dibuatnya karena mereka jadi pusat perhatian orang orang akibat ulah pria kurang akhlak itu.


"Adam bisa kau jaga imagemu sedikit saja?" Gerutu Mike dengan wajah kusutnya yang kesal itu.


"DEVAAAANOOOOOOOO......" Teriakan itu semakin keras.

__ADS_1


Dev yang duduk sambil memperhatikan Lisa merasa namanya dipanggil oleh salah satu curut berwajah tampan berkedok sahabat sekaligus asistennya itu.


Dev menoleh ke arah mobil dimana ada seorang pria yang melambai lambai dari dalam mobil ke arahnya.


"Ck....dasar pembuat onar!!!" Umpat Dev memasang wajah kesal.


Dia mengarahkan tangannya ke bibirnya memberi isyarat untuk diam dan tenang.


"Diamlah Adam," batin Dev dengan jari telunjuknya di depan bibir sambil menatap tajam ke arah Adam.


Melihat balasan Dev, Mike langsung paham, dia menarik Adam untuk masuk kembali ke dalam mobil.


"Kau Diam dan tenang kampret, Dev sudah melihat mu, tak perlu berteriak seperti orang gila!!" Umpat Mike yang sudah sangat malu karena sedari tadi mereka di tatap oleh pengendara lain di jalanan itu.


"Ck... Aku hanya ingin memanggilnya, dia sedang apa di dalam mobil itu?" Ucap Adam memasang wajah penasaran, dia terus melihat ke arah Dev yang tampak menunduk seperti sedang memangku seseorang.


"Apa yang dia lakukan disana? Sepertinya dia sedang bersama seseorang," ucap Adam.


"Hmmm kau benar, aku jadi penasaran kemana dia selama beberapa hari ini," ucap Mike.


"Tapi tak mungkin Dev bisa dekat dengan orang lain Mike, kau tau kan tempramen nya benar benar buruk apalagi dengan wanita dan pria tua, dia benar-benar membenci semua hal itu," ucap Adam..


Mereka terus mengikuti mobil pengangkut barang itu hingga tiba di sebuah klinik terdekat.


"Klinik?" Ucap keduanya sambil saling menatap, mereka terus mengikuti mobil itu.


Pak Kevin dan uncle Chung keluar dari dalam mobil dan membantu Dev.


Pria itu berdiri dan menggendong Lisa dalam pangkuannya.


Mata Mike dan Adam terbelalak kaget saat melihat Dev menggendong seorang perempuan, hal yang tak pernah dilakukan Dev sebelumnya, benar benar sebuah kejadian yang menghebohkan bagi mereka.


"Dev dan seorang wanita?"ucap Adam tak percaya, apalagi Mike dia paling tau keadaan psikis sahabatnya itu,mana pernah Dev berdekatan dengan wanita,dia membenci itu, tetapi sekarang dia melihat bahkan ada raut khawatir di wajah pria itu.


Dengan cepat Dev turun dari mobil dan berlari ke dalam klinik untuk memeriksa keadaan Lisa, mereka tak bus langsung ke rumah sakit karena cukup jauh sehingga jalan cepatnya adalah mengunjungi klinik.


Mike dan Adam juga keluar dari mobil dan mengikuti mereka. Pak Kevin dan Uncle Chung tampak khawatir melihat kondisi Lisa yang pucat pasi di gendongan Dev.


Dengan cepat perawat memeriksa kondisi Lisa dan memberikan perawatan pada gadis itu.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen 😊😉😊😉


__ADS_2