
...Pilihan hidup yang ku buat akan menentukan bagaimana aku di akhir nanti, aku memilihmu karena kamu yang pertama membuatku merasa iba dengan seseorang, merasakan kesedihan tanpa melalui perantara alter ego ku, kau yang pertama yang berhasil menyentuh relung hati ini....
...-DEVANO-...
...****************...
Lisa menatap Dev dengan mata berkaca kaca, dia merasa bersalah karena telah melibatkan pria yang tidak tau apa apa itu dalam masalah ini.
Dia di benci oleh banyak warga hanya karena mereka hidup bahagia meski pun dalam taraf kemiskinan, mereka menjalani hidup mereka dengan canda tawa dan itu membuat tetangga mereka iri pada kebahagiaan yang mereka miliki.
“hiks.... hiks.... hiks..... maafkan aku... kau jadi terlibat, mereka membenciku tetapi menyeretmu dalam masalah ini, maafkan au Dev,” ucap Lisa dengan tulus meminta maaf, dia masih sempat sempatnya memikirkan perasaan orang lain padahal disini dia adalah korbannya.
Dev terdiam, dia begitu heran melihat Lisa,tatapan mata yang tulus itu, suara bergetar ketakutan dan tubuh kecilnya yang gemetar karena ketakutan sekaligus menahan rasa sakit.
Entah kenapa tak ada satu pun alter ego Dev yang keluar saat ini, padahal dia dalam keadaan terdesak dan di pukuli tadi.
Hampir dia kehilangan kesadarannya tadi dan memanggil alter ego yang lain, tetapi suara Lisa membuatnya tetap sadar dan bangun sehingga tidak memunculkan alter egonya.
“Aku tetap sadar karena dia memanggilku, padahal aku sudah dipukuli dan dalam keadaan ketakutan, bahkan aku hampir saja tidak sadarkan diri tadi, tetapi dia....” Dev memandang Lisa yang menunduk sambil menangis.
“Dia dengan lantang memanggil namaku dan membuatku tetap sadar, ini pertama kalinya, ini pertama kalinya aku tidak berubah, apa ini? Apa dia... jawabanku selama ini?” batin Dev.
“Maaf Dev,” cicit gadis itu, dia sudah sangat lemah, tubuhnya penuh luka, bahkan wajahnya berdarah.
Ibu Markonah, Pak RT, Herman dan semua warga yang ada di sana tersenyum licik, akhirnya mereka bisa membuat Lisa hidup dalam penderitaan.
“Tak apa, ayo kita ikuti saja mau mereka,” ucap Dev dengan lembut menggenggam tangan Lisa.
“Tapi... kita tidak melakukan apa pun Dev, mereka memfitnah kita, aku tak mau memberatkanmu,” ucap Lisa yang masih menangis.
Tak tahan dengan percakapan mereka berdua, Bu Markonah dan Herman langsung memanas manasi warga lagi.
“Cepat arak mereka Pak buk, kalau gak mau dinikahkan usir saja dari tempat ini, usir si Lisa sama bapaknya yang pakai pesugihan itu,” teriak Herman
“Iya benar kalian akan jadi contoh yang buruk buat generasi bangsa ini, benar benar memalukan kalian berdua,” teriak mereka lagi.
__ADS_1
Lisa melirik Dev sambil menangis menahan luka di tubuhnya, pria itu tersenyum lembut, dia merangkul bahu Lisa, “Tak apa, ayo,” ucap Dev pelan sambil merangkul Lisa.
Mereka di bawa keluar ddari rumah, seisi RT itu heboh, mereka semua mengejek dan mengatai Lisa dengan sebutan perempuan pel4cur, perempuan malam, penggoda dan bukan wanita baik baik bahkan mendiang Ibunya juga di bawa bawa membuat Lisa semakin marah dan menahan semua kesedihannya, dia tak bisa melawan jumlah mereka terlalu banyak untuk Lisa.
Uncle Chung teman dekat pak Kevin melihat Lisa dan seorang pria di arak menuju kantor RT, pria itu segera menghubungi pak Kevin memberitahukan apa yang terjadi pada Lisa dan bagaimana para warga memuukuli dan menghina Lisa.
Mereka diarak diikuti kerumunan orang seperti melakukan kejahatan yang sangat besar padahal itu semua hanya akal akalan para warga itu untuk menghancurkan kehidupan Lisa.
Mendengar berita tentang apa yang dialami anaknya, Pak Kevin benar benar terkejut, dia menitip gerobaknya pada temannya penjual pecel lele, Pak Kevin berlari denagn kencang menuju kantor kepala RT.
Anaknya di tuduh melakukan perjinahan dan pebuatan mesum padahal tadi pagi dia meninggalakan Lisa dan pria itu masih dalam keadaan baik baik saja.
Yang Pak Kevin khawatirkan adalah kondisi kedua orang yang diarak itu, dengan cepat dia berlari ke tempat dimana Lisa dan Dev kini dinikahkan secara paksa, para warga sangat senang melihat Lisa menangis, mereka merasa berhasil membuat gadis itu menderita.
“Lisa....”Panggil Pak Kevin saat dia tiba di lokasi, Papa Lisa berjalan sambil mendorong orang orang yang menghalangi jalannya, dia mendorong mereka dengan kasar sebab melihat penampilan Lisa dan Dev pasti mereka berdua di pukuli oleh warga tanpa hati itu.
Lisa dan Dev duduk di tengah tengah ruangan, mereka dipertontonkan sebagai contoh yang tidak baik karena melakukan perbuatan mesum di dalam rumah padahal mereka tidak melakukan apa pun.
“Pa... Papa...” Suara Lisa bergetar, dia berdiri sambil menatap Papanya yang datang menghampirinya.
Papa Lisa langsung memeluk putri semata wayangnya tak peduli dengan apa kata para warga, Lisa menumpahkan air matanya sambil memeluk Pak Kevin, bahunya bergetar hebat, air matanya bercucuran gadis itu menangis histeris sambil memeluk Papanya.
Pak Kevin memeluk Lisa dengan erat, megusap punggung anak kesayangannya yang bernasib malang yang harus tumbuh tanpa seorang Ibu.
“Hushhh.... gak apa apa sayang, semua akan baik baik saja, husshhh.... Papa disini jangan khawatir, Papa Disini,” ucap Pak Kevin menenangkan Lisa.
“Papa.... hiks hiks hiks apa salah Lisa? Apa salah kita, Sampai mereka sangat membenci kita? Hiks hiks hiks.... maaf Lisa membuat kekacauan,” ucap Lisa dia menaggelamkan kepalanya dalam pelukan Papanya.
“Tak apa sayang, bukan kamu yang salah, tatapi orang orang tak punya hati di tempat ini yang menjadikan kalian korban, sudah jangan menangis,” ucap Pak Kevin yang berusaha terlihat tegar.
“Halah banyak cakap kau, sudahlah pak RT cepat nikahkan mereka, jangan biarkan lolos mereka akan membawa dampak buruk bagi kampung ini,” ucap para warga.
“Iya... cepat Nikahkan mereka.... kami tidak mau melihat kemesuman di tempat ini....” teriak para warga setuju.
Pak Kevin memeluk anaknya, melindungi Lisa dari orang orang tanpa hati itu.
__ADS_1
“Diam kalian !!!! ,” teriak Dev, kai ini pria itu sudah habis kesabaran, Pak Kevin menatap Dev yang marah itu, para warga juga terdiam mendengar pria itu marah, sangat menakutkan bagi mereka.
“Nak tenanglah,” ucap Pak Kevin.
Mendengar suara lembut pak Kevin mampu melunakkan Dev dan membuat pria itu kemabli duduk dengan tenang.
“Ini juga pertama kalinya,” batin Dev sambil menatap Pak Kevin.
“Kami akan menikah sesuai dengan keinginan kalian, “ ucap Dev membuat keputusan karena warga disana bersikukuh menikahkan mereka.
“Apa kamu yakin nak?” tanya Papa Lisa, Lisa sampai menatap Dev tak percaya.
“Yakin tuan, itu pun jika Anda mengijinkan saya meminang putri Anda,” ucap Dev dengan sangat sopan, kata kata itu keluar dari dalam mulutnya dengan lancar tak pernah dia berbicara seperti itu pada orang yang lebih tua, biasanya dia kan berbicara dengan ketus.
“Ahhh tak ada persetujuan, langsung nikahkan saja,” teriak warga.
Warga semakin panas, semuanya mulai berkoar koar menyerukan suara mereka.
Pak Kevin dan Dev menatap Lisa yang tampak ketakutan.
“Papa.... bagaimana ini?” ucap Lisa dia mencengkra tangan Papanya dengan erat.
“Jangan takut semua akan baik baik saja, Papa Yakin percaya pada Papa,” ucap Pak Kevin.
Lisa menatap Dev dan papanya bergantian, “Baiklah mari kita menikah,” ucap Lisa sambil menatap Papanya dan Dav bergantian, dia membulatkan keputusannya dari pada mereka diusir dan hidup luntang lantang di jalanan.
Entah apa yang akan terjadi nanti biarlah di jalani yang penting untuk saat ini mereka selamat.
.
.
.
Like, Vote dan komen.
__ADS_1