
Rumah sakit,
Ruangan perawatan pasangan Devano-Lisa dipenuhi dengan makanan dan bunga bunga yang indah, sebenarnya benda benda itu tidak terlalu berguna untuk membuat Lisa bangun dari tidurnya setelah kejadian itu berlalu dua hari.
“ Dev makan dulu, jangan menatapnya terus, dia tak akan bangun kalau kau memelototinya terus seperti itu, yang ada matamu jadi kering dan merah,” ucap Pak kevin yang lagi lagi datang dnegan membawa seikat bunga mawar yang sangat indah, sepertinya bunga bunga di ruangan Lisa adalah ulah pria tua itu.
Dev menoleh, dia tersenyum menatap Pak Kevin, setelah di bawa ke rumah sakit dua hari lalu Dev sadarkan diri sebagai dirinya sendiri dengan kepribadian yang sudah melebur menjadi satu dalam dirinya, dia bukan lagi Alex, Steve, Kiel, Lucifer maupun Demon tetapi dia adalah Dev yang asli, dan semua alter ego itu adalah bagian dari dirinya sendiri sebagai tameng menghadapi kehidupannya.
“paa jangan bawa bunga lagi, ini sudah terlalu banyak, nanti mau papa apakan bunganya kalau Lisa sudah sadar, sayang loh,” ucap Dev.
“heleh... tenang saja Dev ini bunganya juga gratis, papa ambil dari taman depan komplek perumahan itu heheheh.... syukur banget ada bunga gratis disana,” celetuk Pak Kevin.
“ya ampun pa, bunga itu ada yang punya, haihhh kenapa diambil semua,” ucap Dev.
“ehh Papa mana tau, lagian mereka tanam di pinggir jalan, jadi Papa ambil saja yang ada di pinggir jalan kan sayang kalau keinjek atau dicabut terus dirusak, mending buat Lisa, dia suka bunga ahahahhaha...” seloroh Pak Kevin yang sedang menata bunga di dalam vas.
Adam dan Mike juga masuk ke dama ruangan itu dan lagi lagi mereka membawa bunga, sepertinya bukan bung asli tetapi ruangan itu hanya dalam dua hari sudah dipenuhi dengan bunga bunga yang entah datang dari mana.
“yaakkk kalian berdua juga membawa bunga? Untuk apa paok...” ketus Dev dnegan wajah kesal.
“kau taulah, “ ucap Adam sambil melirik Pak Kevin yang terlihat sepeti petani bunga di ruangan itu.
Dev menepuk jidatnya sendiri, dia benar benar habis dikerjai oleh pria tua itu, “ Terserah kalian, asalkan jangan ada serangga,” ketus Dev , tatapan nya benar benar persis sebagaiman Kiel jika sedang marah.
“Dia terlihat seperti Kiel alter egonya itu,” bisik Adam di telinga Mike.
“tentu saja dodol, itu hanya bagian dari dirinya, mau sampai kapan aku harus menjelaskan semuanya apada dirimu dodol, kau ini bodoh atau pura pura bodoh sih,” ketus Mike.
“ya elah, itu aja baper, canda doang pak dokter,” celetuk Adam.
Semuanya menunggu di dalam ruangan itu, menunggu sampai Lisa bangun dari tidurnya.
"Dev, kau tau tidak," ucap Adam sambil membuka bungkus ketoprak yang dia bawa dari luar.
"nggak tau," celetuk Dev, dia malah sibuk mengelap tubuh istrinya.
"Yaaahh kan belum bilang goblok," balas Adam.
"Ck.... kenapa lama lama kalian berdua jadi mirip Beruang besar dan Mak Lampir heh!!" celetuk Mika.
"Beruang besar apanya Bule Jerman!??" balas Pak Kevin yang telinga terus aktif mendengar semua yang terjadi di ruangan itu.
"Ehh nggak pak nggak, lanjut dam, gue gak dengar, gue bukan manusia, aku adalah Kentang, " ucap pria itu yang malah gemetaran melihat tatapan Pak Kevin.
"Dasar !!"
__ADS_1
"Dev tau gak," ucap Adam lagi.
"Ck ... kalau ngomong yang lengkap Dodol, jangan kelamaan, kunjahit mulutmu tau rasa kau!!!!" gerutu Dev sambil melemparkan tatapan tajam ke arah Adam.
"Hahahah... maaf maaf, ternyata kau sudah bisa dijahili ya, kalau dulu jangankan tertawa, diam saja kami kau marah hahahahh...." Adam tertawa terbahak bahak.
Dev geleng geleng kepala melihat tingkah sahabat sekaligus asiten nya itu.,
"Maaf untuk masa lalu," ucap Dev.
"Santai bro, dan ada satu hal penting perlu kau tau tentang Lisa," ucap Adam lagi, kali ini wajahnya tampak serius.
"Apa? jangan main main lagi dengan ku!" celetuk Dev.
"Kali ini aku serius," ucap Adam.
"Katakan!"
"Lisa percaya padamu sampai akhir, saat kau berubah menjadi Lucifer, dia tau kalau kau bisa mengatasi rasa takut dan semua masalahmu, dia begitu percaya padamu, aku salut dengan dirinya, meski nyawanya terancam, dia masih menaruh rasa percaya yang tinggi pada dirimu," jelas Adam.
Mendengar itu membuat Dev dan Pak Kevin menghentikan apa yang sedang mereka kerjakan.
"Lisa sudah dewasa, dia cepat belajar, dan dia gadis baik, kuharap kau tidak menyakitinya Dev, jika sampai itu terjadi...
Pak Kevin menghancurkan gunting yang dia pegang," kau akan mati di tanganku!" ucap Pak Kevin dengan aura pembunuhnya.
"Pa, mana bisa aku menyakitinya, dia bagian dari diriku yang paling berharga, kalau sampai dia kenapa Kenapa maka aku akan mati, dia adalah alasanmu untuk tetap hidup, " ucap Dev sambil mengusap kening istrinya.
"Papa percaya padamu Son!!!" ucap Pak Kevin bangga.
Dev menatap istrinya, diusapnya lembut wajah Lisa,menurut penjelasan Mike, Lisa hanya terlelap karena kelelahan, tak Masalah jika istirahat sampai dua hari agar tenaganya pulih.
"Kamu segalanya bagiku, hidupku dan masa depanku akan selalu ada dirimu, " ucap Dev.
Disaat itu Lisa perlahan membuka matanya," Haus...
air.. air.."gumam Lisa.
Dev terkejut saat melihat sang istri telah bangun, dengan cepat dia mengambilkan segelas air untuk istrinya.
Pak Kevin, Mike dan Adam juga langsung mendekati mereka saat suara Lisa terdengar.
"Anak Papa bangun, ya Ampuuun sayang udah jam berapa kamu baru bangun, jangan jadi kebo atuh neg hahahahah..." celetuk Pak Kevin yang langsung spontan membuat candaan.
"Hahahahah..... Pak Kevin ada ada aja anak sendiri dikatain kerbau, jadi bapak itu bapaknya kerbau ya hahahaha..." balas Mike .
__ADS_1
"Heh diam!!"
"emphh maaf hihihi..."Mike cekikikan, jarang jarang dia bisa mengerjai si beruang besar, ada kesempatan langsung saja.
"Putri Papa lama sekali bangunnya," Pak Kevin mengusap kepala Lisa.
"Pa... " lirih gadis itu.
"Sayang, minum lagi," ucap Dev.
Lisa menatap suaminya, dia bangun dan langsung memeluk Dev sambil menangis.
"Kak Dev!!!" lirih gadis itu.
Dev tersentak kaget, dia membalas pelukan Lisa dengan erat.
"Heh bocil ayo menyingkir, biar suami istri mesra mesraan, kangen kangen dulu, ikut aku!!" celetuk Pak Kevin sambil menarik kerah si bocah Jerman dan Bule Jerman.
"Pak gak usah ditarik juga pak!!!" celetuk Merry berdua.
"udah ngikut aja, kita cari jodoh buat kalian!!!" seloroh pria itu.
Sementara itu Dev dan Lisa masih berpelukan dengan Lisa yang menangis sesenggukan di pelukan suaminya.
"Kenapa pula hanya kama sekali hiks hiks hiks... aku rindu, kau tau tidak kalah di rumah sepi huaaaa... kau jahat!!!" tangis gadis itu.
"Maaf sayang, maaf membuatmu sedih, maafkan aku," ucap Dev dengan suara lirih.
'hiks hiks hiks... gak apa apa kok, yang penting udah pulang, jangan pergi jauh jauh lagi," ucap Lisa.
"iya, gak akan, aku sudah sembuh, semua karena dirimu, terimakasih sudah setia menungguku babe," balas Dev sambil menatap wajah istrinya.
Lisa menangis sesenggukan, " kangen hiks hiks hiks.... "
Dev tersenyum, dia menatap wajah itu, mengusapnya dengan lembut dan perlahan mendekat dan mencium bibir manis milik istrinya.
"Aku mencintaimu sayang, " bisik Dev di tengah tengah ciuman mereka.
"Aku juga ," balas Lisa yang masih sesenggukan.
Mereka berdua menikmati waktu mereka, menyalurkan rasa cinta dan kerinduan yang mendalam, kedepannya mereka akan hidup bahagia, bersama keluarga besar mereka, hidup tanpa terikat lagi dengan masa lalu.
...-END-...
Terimakasih telah membaca karya ini, tunggu author di karya berikutnya, mohon maaf kalau banyak salah kata, terimakasih atas dukungan dan semua support dari kalian, Harsie love you guys😉😉❤️❤️
__ADS_1