Suamiku Bukan Monster

Suamiku Bukan Monster
Akting atau Real


__ADS_3

Dev tidur di atas tempat tidur yang biasa dia pakai bersama Lisa.


Lisa tampak khawatir dengan keadaan Dev, dia tak menyangka pria itu benar benar semakin memburuk.


Mike memeriksa keadaan Dev, dia benar benar kesal saat melihat Dev semakin memburuk, inilah sebabnya mulutnya terus mengomel untuk membawa Dev kembali ke Jerman untuk menghindari hal hal tidak diinginkan seperti ini.


"Sial, ini alasannya aku meminta Dev kembali ke Jerman tetapi si bodoh ini malah melakukan hal konyol, sialan!" mulut pria itu terus mengumpat sejak dia memeriksa keadaan Dev.


Dia benar benar kesal dan marah, " Sialan, siapa yang berani melakukan ini pada Dev, bajingan mana yang berani menyentuh temanku sial sial sial!!!" Mike terus mengumpat, meluapkan kekesalannya.


"Apa dia benar benar semakin parah kak?" Lisa bertanya dengan suara pelan sambil menatap Dev dengan sedih, Pak Kevin dan Adam juga disana.


Mike menghela nafasnya, ini benar benar berat, dia menatap Lisa sambil mengangguk.


"Sejak tiba disini dia semakin parah Lisa, sejujurnya aku takut dia bertemu dengan ayahnya atau dia mengalami sesuatu yang buruk disini, jika bisa dia harus kembali ke Jerman," ucap Mike dengan pelan tanpa ada nada kasar disana.


"Tidak, dia tidak boleh ke Jerman!" Pak Kevin dengan tegas menolak permintaan Mike, entah apa yang dipikirkan Pria itu tetapi saat Mike menyinggung soal Jerman, Pak Kevin tidak menyukainya.


"Tapi Pa, keadaan kak Dev semakin parah lebih baik kita mengikuti ucapan Kak Mike, dia kan dokternya," ucap Lisa.


"Tidak, Dev tetap disini!" ucap pria itu tetap dengan keputusan nya.


Mike, Adam dan Lisa merasa heran dengan pria itu, kenapa Pak Kevin bersikukuh mempertahankan keinginannya agar Dev tetap di Indonesia, sepertinya ada yang mencurigakan tentang Pak Kevin tapi siapa yang tau?


"Pak, Dev butuh pengobatan, Anda bisa lihat sendiri kondisi Dev semakin parah, jika begini terus menerus, dia bisa kehilangan dirinya yang sebenarnya!" ucap Mike.


"Kau dokternya, dan kau tau pasti bagaimana cara mengobati Dev bukan?" Pak Kevin menatap Mike dengan tatapan tajam sambil menaikkan satu alisnya.


Pria yang mendapat julukan beruang besar itu bersedekap dada sambil menatap Mike yang berdiri menatapnya juga.


"Kau tau tapi kau tidak mau mengambil resiko iya kan Mike Lewis Birmingham!" Pak Kevin menyebutkan nama Mike dengan lengkap membuat Mike dan Adam terbelalak, darimana pria tua itu tau nama lengkap Mike.


"Si... siapa kau sebenarnya!" Adam menatap Pak Kevin dengan tatapan terkejut begitupun dengan Mike, namun Lisa tak mengerti dengan maksud mereka.


"Jawab aku!" tegas Pak Kevin sambil menunjuk Mike.


"Kau tau Dev harus menghadapi penyebab traumanya agar sembuh tetapi kau takut dengan segala macam risiko yang mungkin terjadi? iya kan Mike? jawab aku!" Pak Kevin mendesak Mike.


Pria itu terdiam, begitu banyak pertanyaan di kepalanya saat ini, bagaimana Pak Kevin yang notabenenya hanya lah orang biasa tapi bisa tau semua itu.

__ADS_1


" Pa, sebenarnya ada apa sih?" tanya Lisa sambil mengerutkan keningnya.


"Nanti papa jelaskan, kita dengar dulu penjelasan bocah Jerman ini, jawab aku Mike!" ucap Pak Kevin dengan tegas.


Mike terdiam, dia menunduk ," Apa yang Pak Kevin katakan semuanya benar, aku... aku sudah menemukan cara agar Dev kembali, tapi cara itu benar benar membuatku takut, maaf menyembunyikannya dari kalian," ucap pria itu dengan suara pelan.


Mendengar hal itu membuat Adam kesal dan menarik kerah baju Mike.


Bughhh....


Satu pukulan telak menghantam wajah dokter tampan itu membuat Mike terhuyung ke belakang dan jatuh ke lantai.


"Kau menemukan caranya tapi mulutmu yang selalu mengumpat itu tidak pernah berbicara berengsek!" Adam marah, dia kecewa dengan Mike yang memilih diam soal pengobatan Dev dengan alasan takut dengan risiko yang akan mereka hadapi.


"Kau tau kan kita sangat menantikan kesembuhan Dev, tapi apa yang kau lakukan!" Adam kesal dia benar benar marah saat ini.


" Tenang lah nak Adam, haihhhh... tak kusangka aktingku berhasil, haduh ternyata begitu cara mengobati Menantu ku, jadi Dev tidak boleh kembali ke Jerman, dia harus disini iya kan?" Pak Kevin tersenyum puas.


"Ma..maksud anda pak? I..ini hanya akting?" Mike terbelalak.


"Hahahahahah kau terkena jebakan ku, tak kusangka akan berhasil, hahahah Papa hebat kan Lisa!" Seru Pak Kevin sambil tertawa dan mengedipkan sebelah matanya pada Lisa.


"Tapi tunggu dulu, dari mana bapak tau nama lengkap saya?" tanya Mike sambil bangkit berdiri.


"Dari berkas berkas di meja kerja mu, ada yang terjatuh ke lantai, tak sengaja aku membacanya heheheh.... kalian tertipu ya hahahha ... rasakan anak muda, " Pak Kevin tertawa terbahak-bahak melihat reaksi mereka.


"Baru kali ini aku merasa seperti orang bodoh di depan seseorang!" gumam Mike.


"Cepat berdiri dan ikut aku, Adam jaga Lisa dan Dev, aku akan menemani Mike membeli obat untuk Dev," ucap Pak Kevin.


"Ba.. baik Pak," jawab Adam.


Mike berdiri dan mengikuti Pak Kevin dengan wajah bingung.


Adam dan Lisa menatap kepergian mereka berdua.


"Sa... sebenarnya Papamu itu siapa? bagaimana aktingnya bisa senatural itu?" tanya Adam pada Lisa.


"Ya dia Papaku, orang yang hebat, dia bisa semua, tak kusangka Papa mengerjai kita semua, Haihh si Papa memang ada ada saja tingkahnya," ucap Lisa sambil geleng-geleng kepala.

__ADS_1


"Wahh ini benar benar mengerikan," celetuk Adam.


"Aku setuju, sepertinya yang memiliki kepribadian ganda disini adalah Papa," ucap Lisa yang dianggukkan oleh Adam.


Sementara itu Pak Kevin dan Mike berjalan keluar rumah dan masuk ke dalam mobil Mike yang terparkir rapi di samping rumah itu.


"Kau tentu tidak tertipu dengan aktingku kan Mike," ucap Pak Kevin seraya menatap Mike dengan tatapan tegas.


"Maksudnya Pak? sebenarnya bagaimana aku tak mengerti?" tanya Mike yang malah jadi seperti orang bodoh di depan Pak Kevin.


Pletak


Satu sentilan kasar mendarat di kening pria itu membuatnya meringis kesakitan.


"Dasar bodoh, kau ini psikolog atau bukan sih? jadi kau berpikir kalau aku tadi akting? coba katakan di bagian mana aku berakting?" tanya Pak Kevin sambil menatap Mike


"Ehh... Bu.. bukannya soal penyembuhan Dev itu akting?" ucap Mike dengan ragu ragu.


Pak Kevin memijit pelipisnya, "Bodoh!" umpat pak tua itu.


"Semua yang kukatakan itu benar Mike, dan aku mengenal mu, sangat mengenal kalian bertiga, aku tau namamu sejak awal dan aku tau siapa kalian, makanya aku mempertahankan Dev untuk tetap di Indonesia," ucap Pak Kevin sambil mengeluarkan sesuatu dari kantong bajunya.


Mike menerima sebuah foto, matanya terbelalak saat melihat foto Dev kecil disana dan foto seorang wanita yang Mike tau itu adalah ibunya Dev, disana juga ada foto seorang wanita lainnya dan seorang bayi kecil dipangkuan wanita itu.


"A... apa ini pak? darimana bapak dapat foto ini?" tanya Mike dengan nada tak percaya.


"Itu foto mendiang istriku dan mendiang Ibu Dev serta foto kedua bocah itu saat mereka masih sangat kecil," ucap Pak Kevin.


'Dan aku sendiri yang mengambil foto ini," ucap Pak Kevin.


Mike terbelalak, dia benar-benar terkejut dengan semua ini, bagaimana bisa mereka dipertemukan seperti itu?


.


.


.


Like, vote dan komen 😊😉

__ADS_1


__ADS_2