Suamiku Bukan Monster

Suamiku Bukan Monster
Papa Mertua atau Ibu Mertua


__ADS_3

“Dia putriku yang berharga harus hidup dengan kemiskinan karena Papanya yang tidak berguna, aku tak ingin kau menyakitinya, jika kau benar benar berkomitmen dengan pernikahan kau harus menjaganya dengan benar,” ucap Pak Kevin.


“Semua keputusan di tanganmu, jika kau memang tak ingin repot dengan adanya orang orang miskin seperti kami kau bisa berpisah dengan Lisa lagi pula pernikahan ini hanya jebakan dari warga, kami bisa menghadapinya, tetapi jika kau berkomitmen maka ikut kami pulang ke rumah,” ucap Pak Kevin.


Dev terdiam, dia mendengar semuanya dengan baik, apa yang dikatakan Papa Mertuanya ada benarnya, tentu saja seorang ayah akan khawatir dengan kehidupan anak gadisnya, dia tentu tak ingin anak gadisnya mengalami hal tidak menyenangkan apalagi saat menjalani kehidupan rumah tangga.


“Aku tau kau pria baik yang bertanggung jawab nak, tapi aku ingin mendengar jawaban langsung dari dirimu,” batin Pak Kevin.


Dev menatap mereka, dia mengingat bagaimana hidupnya berubah 180 derajat setelah bertemu dengan Lisa dan Papanya.


Hal yang tak pernah dia rasakan sama sekali akhirnya dia bisa rasakan, kehangatan keluarga, kasih sayang seorang Papa, memiliki seseorang yang bisa kau andalkan disisimu, bolehkah jika Dev bersikap egois dan ingin memiliki itu semua sekali saja dalam hidupnya.


“Aku membutuhkan mereka, aku butuh keluarga...” batin Dev.


“Papa mertua, bagiku pernikahan bukan sebuah permainan, sekali aku mengikat janji suci pernikahan maka itu akan berlangsung untuk selamanya,” ucap Dev dengan lembut dia tak ingin berbicara dengan nada meninggi di depan istri dan mertuanya.


“Papa kandungku adalah seorang monster yang dengan tega membunuh istrinya sendiri di depanku, dan berselingkuh secara terang terangan,” jelas Dev yang membuat Pak Kevin dan Lisa terkejut bukan main.


“Dia juga menjalani hidup yang sulit,” batin Pak Kevin.


“Mengerikan, apa itu penyebab dia mengalami penyakit mengerikan itu?”batin Lisa.


“Dia bukan pria yang patut untuk ditiru, sejak kecil aku tidak pernah hidup bahagia dengan orang yang menyandang status sebagai Papa kandungku, aku... aku justru merasakannya saat bertemu dengan papa Mertua,” ucap Dev jujur, dia menceritakan tentang dirinya untuk pertama kali kepda orang lain.


Bahkan kedua sahabatnya sampai terbelalak saat mendengar Dev dengan berani menceritakan tentang dirinya pada orang yang baru dia temui beberapa hari.


“Aku akan menjalani pernikahan ini, aku tidak akan sama seperti dia, monster menyeramkan yang tidak punya kasih sedikit pun, dengan tega dia membunuh Mamaku... Mamaku yang malang... dia orang paling jahat yang pernah kutemui di muka bumi ini... ahhh” Dev menunduk sambil menangis di hadapan Lisa dan Pak Kevin.


Mike dan Dev sontak terkejut, mereka saat ini tengah siap siaga menanti nanti kalau Dev akan kumat lagi.


“Mama... hiks hiks hiks... Mamaku yang malang bertemu dengan pria bejat itu... aku tidak ingin menjadi seperti dia.... aku...”Dev berhenti saat dia merasakan seseorang memeluknya sambil menepuk nepuk punggungnya dengan lembut.


“Kau melaluinya dengan baik nak, kau hebat, kau tidak sama dengan dia, kau adalah Devano menantuku yang hebat, kau bisa menjalaninya dengan baik, kau tidak akan berakhir sama seperti Papamu,” ucap Pak Kevin yang memeluk Dev dengan erat seperti tengah memeluk anak kandungnya sendiri.


Lisa menangis haru saat melihat Papanya yang penuh kelembutan dan kasih sayang itu membagi kasihnya pada Devano.

__ADS_1


Sedewasa apa pun Dev, dia masih seorang anak yang butuh kasih sayang dari orangtuanya apalagi mengingat masa lalu Dev yang menyedihkan.


Mike dan Adam benar benar tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, Dev menangis, Pak Kevin tanpa segan memeluk Dev dan memperlakukannya seperti anaknya sendiri, benar benar hal yang tak pernah mereka bayangkan akan terjadi.


Pak Kevin melepaskan pelukannya dan menepuk bahu pria itu dua kali,”Kau kuat, kau hebat, aku yakin kau bisa menjaga putriku jika suatu saat aku akan meninggal nanti,” ucap Pak Kevin sambil duduk di atas kursinya lagi.


“papaaaa... jangan ngomong gitu, Lisa gak mau kehilangan papa ihhh..” rengek gadis itu yang spontan memegang lengan Papanya.


“Kan Papa ganteng Cuma bilang jika sayang, Jika,” ucap Pak Kevin sambil menepuk pucuk kepala anak gadisnya.


“Terimakasih Pa, aku akan pulang dengan kalian,” ucap Dev sambil mengusap wajahnya.


“Nih..” ucap Lisa sambil memberikan tisu pada Dev.


“Terimakasih Lisa,” ucap Dev menerima tisu itu.


“sama sama,” jawab Lisa dengan senyuman cerianya.


“hhhmmm kalau begitu di rumah akan bertambah seorang lagi, baiklah karena kau sudah setuju ikut kami ke rumah, kau harus menandatangani surat perjanjian ini,” ucap Pak Kevin sambil mengeluarkan sebuah kertas yang sudah dia tulis dengan tulisan tangan berisi aturan yang harus diikuti oleh Dev selama bersama mereka.


“Perjanjian?” ucap Lisa dan Dev sambil saling menatap lalu kembai melihat Pak Kevin.


David menerimanya dan membacanya, hanya ada dua peraturan disana, “ Jangan menyentuh Lisa sampai Lisa benar benar matang,” Dev membacanya dengan lantang yang membuat Lisa heran.


“Kau tau kan maksudku, hubungan suami istri, dia masih 20 tahun, aku tak mau anakku hamil di usia semuda itu apalagi kalian belum saing mencintai,” ucap Pak kevin dengan gamblang, ekspresi Lisa saat ini jangan ditanya.


Dia benar benar malu dengan wajah merona karena ucapan Papanya bagaimana Papanya memikirkan sampai pada hal itu.


“Saya paham,” jawab Dev yang tak masalah dengan hal itu.


“Apa kau tidak masalah atau kau tidak normal ya?” tanya Pak Kevin yang membuat Dev terbelalak.


“Prffttthhhhh....” Mike, Adam dan Lisa sampai menahan tawa mereka saat melihat wajah pias Dev.


“Begini Pa, saya menikah tujuannya bukan untuk memuaskan hasrat, lagi pula perempuan itu bukan tempat pelampiasan hasrat laki laki, saya pria normal tapi saya lebih memilih mengikuti peraturan ini daripada harus berpisah,” jelas Dev.

__ADS_1


“Hmmmm baiklah, “ ucap Pak Kevin sambil manggut manggut padahal sebenarnya dia salut dengan jawaban keren dari menantunya itu.


“Dia hebat, bahkan lebih hebat dariku... ahhhh anakku akan diambil dariku dasar menantu laknat,” batin Pak Kevin yang memikirkan kemungkinan kalau Lisa akan lebih mencintai Dev dibandingkan dengan dirinya.


“Yang kedua mematuhi peraturan pertama adalah mutlak dan mematuhi Papa mertua adalah kewajiban,” Dev membaca poin kedua.


“Pa, apa Papa sedang melatih tentara sampai sampai dia harus mematuhi Papa?” tanya Lisa yang memasang wajah bingung.


“Huh... jika tidak mau ya sudah aku tidak memaksa tetapi dia harus berpisah denganmu,” ucap pak Kevin sambil memalingkan wajahnya.


“Wah Pak Kevin benar benar jelmaan Ibu mertua yang kejam,heheheh,” bisik Mike yang dianggukkan oleh Adam.


“heh aku tau kalian berdua sedang membicarakanku,” ucap Pak Kevin dengan nada ketus.


“Ups... Ibu mertua marah hihihihih,” mereka tekikik geli di sudut ruangan itu.


“Saya sudah menandatanganinya Pa, saya setuju dengan peraturan papa mertua,” ucap Dev sambil memberikan kertas itu pada Pak Kevin sambil tersenyum. Wajahnya benar benar tampan sampai sampai membuat Lisa terpana.


“hmmm baiklah,” ucap Pak Kevin menerima kertas itu dan menyimpannya dengan aman. Namun seolah risih matanya menangkap Lisa dan Dev saling melempar senyum.


“Ekhmmm.... Jangan senyum seperti itu,” titah pak Kevin yang membuat Lisa dan Dev heran.


“kena..”


“Peraturan.....” ucap Pak Kevin sambil mengangkat kertasnya.


“Baik Pa,” ucap Dev.


“Kalau cemburu bilang saja Pa hahahahahaha,”batin Lisa yang menahan tawanya melihat wajah sang Papa.


Haduh ini Papa Mertua atau Ibu mertua ya kelakuannya bikin gemesh hahahah


.


.

__ADS_1


.


Like,Vote dan komen.


__ADS_2