
Lisa terkikik geli mendengar suara Papanya yang latah itu, namun sesaat kemudian mereka berdua ingat kalau ada makhluk aneh yang kini berdiri tak jauh dari mereka.
Grrhhhh..... hhhhhh.....
Deru nafas objek itu terdengar jelas di telinga mereka, Lisa dan Papanya saling pandang, bukannya mereka takut, mereka malah penasaran dengan objek itu, sungguh mereka memang Papa dan anak yang kompak dan sehati.
Mereka mengangguk lalu bersama sama mengarahkan senter mereka ke arah objek itu dan...
Tadaaaa...
Mereka melihat wajah yang begitu menyeramkan kini berdiri di depan mereka dengan senyuman setan yang menyeramkan, wajahnya lebam sana sini, tidak memakai baju untung celananya masih nempel jadi mata Lisa gak ternodai oleh pentungan satpam berumput.
“Seeetaaaannnnnn....” Teriak mereka berdua saat melihat jelas objek yang ada di depan mereka itu.
Seketika keduanya berlari sambil mendorong gerobak gorengan mereka, Lisa dan Pak Kevin berlari terbirit birit meski pun susah karena Roda gerobaknya gak mau di ajak kompromi dan bisa bisanya macet di saat seperti ini.
“Papa ayo cepat,” teriak Lisa panik.
“Iya nak, ini bannya macet lagi aduhhh ada ada ajaaa,” teriak Papa Lisa.
Mereka yang merasa sudah berlari kencang ternyata baru berpindah satu meter dari posisi mereka tadi, mau panik tapi gak jadi karena ban gerobaknya malah ngambek karena gak di kasih jatah angin topan dari pemiliknya, ada ada saja.
Lisa dan Papanya mendesah berat, mereka menoleh ke arah sosok penuh luka itu dengan wajah kesal dan datar sambil menatap ban gerobak mereka.
“Ngejarnya bentar lagi ya setan, biar dramatis, ban kita lagi ngambek,” ucap Lisa dan Papanya yang sama sama Sableng.
Seketika mereka sadar kalau setan mana mau di ajak kompromi, “ Papa (LISA) Lariiiiiiii....” teriak mereka berdua saat sadar dengan kenyataan kalau mereka berdekatan dengan setan sekarang.
Lisa dan Pak Kevin berlari sekencang mungkin namun lagi lagi suara kentut ehh... suara orang menghentikan langkah mereka, ya kali suara kentut.
“To..long ,” teriak seseorang disana yang tak lain adalah makhluk yang mereka pikir setan yang lagi cosplay jadi korban tabrak lari, ehh pokoknya gitu deh.
“Manusia,” ucap mereka berdua saling menatap.
__ADS_1
Brukk.....
Orang itu terjatuh di atas tanah, Lisa dan papanya mendekati orang itu dengan perlahan lahan sambil mengarahkan lampu senter mereka seperti adegan film film horor atau film detektif dimana pemainnya lagi cek tubuh mayat yang tiba tiba jatuh dari langit.
Tap... tap... tap...
Suara langkah kaki mereka terdengar kasar, iyalah masa lembut kayak iklan “Nikmatnya Selembut Sutra” beda server kali.
Lisa dan Papanya berjalan mendekat, “ Lisa kamu cek gih, masih hidup apa udah mendiang?” ucap papanya yang malah menyuruh Lisa untuk memeriksa keadaan orang itu.
“Ihhkkk kok Lisa sih Pa, kan Papa laki laki, masa Lisa yang lihat sih?” ucap Lisa.
“Ohh iya, maaf neng tiba tiba nyali Papa Ganteng menciut hahah,” seloroh Papa Lisa yang dibalas dengan gelengan kepala dari anaknya.
“Papa ada ada aja,” ucap Lisa.
Pak Kevin pun mendekati orang tersebut, Pak Kevin benar benar terkejut saat melihat wajah Orang itu yang ternyata adalah Dev yang kabur dari mansion dan nyasar ke atas pohon, wajahnya lebam bahkan tubuhnya juga ikutan memar, sepertinya saat berkelana menjadi monster tadi dia digebuki warga karena membuat kacau tempat tongkrongan satu kampung.
Pak Kevin mendekatkan kepalanya mencoba mengecek kondisi orang itu, dia masih bisa mendengar jelas bahwa pria itu masih bernafas, untung belum almarhum jadi masih bisa diselamatkan.
“Sa... Lisaaa... ini masih idup, napas ada satu satu gitu, selamatin gak?” tanya Pak Kevin sambil mengangkat lengan Dev yang pingsan itu.
“Ya Ampun Papa ya diselamatin lah masa iya di biarin, Papa Ada ada aja deh,” ucap Lisa yang tengah memperbaiki roda gerobak mereka.
“Kayaknya habis di gebukin massa, wajahnya lebam lebam,” ucap Papa Lisa.
“Heh terserah papa aja dah, yuk buruan di tolong kasihan kan dia pingsan begitu, mungkin di rampok Pa, atau dikira maling, kasihan,” ucap Lisa .
“ya udah kamu bantu naikin ke punggung Papa biar papa gendong, kamu bisakan dorong gerobaknya sendiri?” tanya Papa Lisa.
“Bisa Pa, sini biar Lisa bantu “ ucap Lisa sambil mengangkat tubuh pria itu.
Akhirnya Lisa dan Papanya memilih untuk menyelamatkan Dev daripada membiarkan pria yang tidak mereka kenal itu tergeletak di jalanan seperti itu. Walaupun dengan resiko kalau dia penjahat atau malah maling pokoknya selamatkan saja dulu, urusan itu bisa pikir belakangan.
__ADS_1
Papa Lisa yang bertubuh tinggi, berotot dan kekar itu menggendong Dev di belakangnya, sedangkan Lisa menggendong eh maksudnya mendorong gerobak mereka, terpaksa mereka berjalan perlahan lahan karena ban gerobaknya gak bisa di ajak lari.
Beruntung Pak Kevin orangnya kuat dan berotot sehingga bisa menggendong Dev yang besarnya sama dengan dirinya. Paras Pak Kevin ini yang menjadi salah satu alasan kenapa barang dagangan mereka selalu laris manis sebab yang beli dari anak gadis sampai janda muda maupun tua yang tertarik dengan paras tampan Papa Lisa yang memang menggiurkan bagi pencari pria tampan.
Beruntung Lisa mewarisi paras Papanya hingga Lisa tampak sangat cantik dengan perpaduan yang sempurna dari Mama dan Papanya meskipun selalu terlihat dekil karena bermain dengan tanah dan sampah.
Mereka berjalan menuju rumah mereka, hari sudah malam, beruntung tak banyak tetangga yang lihat, jika tidak, bisa habis mereka melakukan wawancara dadakan.
Langkah kaki mereka terdengar serentak sambil masuk ke dalam pekarangan rumah mereka. Dengan cepat Lisa membukakan pintu untuk Papanya, jam sudah menunjuk pukul 9 malam dan mereka baru tiba di rumah.
Pak Kevin membaringkan Dev di atas tikar pandan yang dilapisi tikar plastik di bawahnya, mereka terbelalak melihat kondisi pria itu. Belum lagi wajahnya yang benar benar berantakan membuatnya sedikit sulit dikenali namun meski demikian, Lisa langsung tau kalau dia sudah dua kali bertemu pria asing itu.
“Pa, Lisa pernah lihat pria ini, pertama waktu Lisa duduk di pinggir jalan terus ada orang asing yang nanya alamat, dia juga ada di dalam mobil tapi tidur, terus di kafe tadi pagi Lisa lihat dia, kok bisa babak belur begini ya,” ucap Lisa.
“Benarkah, hmmm jangan jangan pegawai yang korupsi terus di pukuli warga dan di arak ke tengah jalan terus dia melarikan diri lalu...” Pak Kevin berhenti saat melihat tatapan mata Lisa yang sudah bersiap untuk menerkamnya.
“Heheh canda sayang,” kekeh Papa Lisa.
“Sa kamu ambil gih air hangat di dalam bakul sama handuk kering biar kita obati lukanya kasihan dia, lagian kamu kan pernah lihat jadi kita rawat aja dulu,” ucap Papa lisa yang dibalas anggukan kepala oleh Lisa.
Mereka pun merawat Dev yang tampak berantakan dan benar benar kacau itu. Tubuhnya penuh luka, wajahnya lebam tampak seperti terjadi hal besar pada pria itu.
Sementara itu Adam dan Mike sudah seperti orang gila mencari jejak Dev yang tidak tampak lagi istilahnya seperti sedang menjaring angin, sia sia karena mereka tak menemukan Dev dimana pun.
“Deeevvvv dimana kau....” teriak mereka berdua di tengah keramaian kota Jakarta yang membuat mereka menjadi pusat perhatian orang orang.
.
.
.
Hei kamu jangan lupa kasih like, vote dan komentar kamu tentang sifat Lisa dan Papanya ya!!!😉
__ADS_1