
Akhirnya setelah diperiksa kembali oleh Mike, Lisa sudah bisa pulang namun harus melakukan perawatan untuk beberapa luka memar di tubuhnya yang masih berbekas karena ulah warga jelmaan setan itu.
Lisa dan Dev berjalan beriringan, di depan mereka ada Pak Kevin yang berjalan, dia seperti seorang ayah yang sedang menghukum kedua anaknya yang nakal.
“Aku seperti mengurus dua bocah nakal dasar anak anak tengil, beraninya kalian berdebat di depan perawat perawat itu,” ketus pak Kevin memasang wajah kesal mengingat kejadian tadi saat mereka akan pulang kedua sejoli itu kembai berdebat tentang siapa yang haru membawa barang, jadilah keduanya diikat oleh pak Kevin menggunakan tali rafia yang dia dapat entah dari mana dan Adam yang ditugaskan membawa barang barang mereka karena dia memaksa untuk ikut dengan mereka padahal barang yang mereka perebutkan hanay sebuah paper bag berisi pakaian ganti.
Mike sendiri masih di rumah sakit sebab dia diminta membantu beberapa operasi besar, rumah sakit itu milik Dev.
Dev dan Lisa tampak seperti sepasang tahanan yang sedang disidak oleh polisi, ketahuan berbuat mesum dan akhirnya ditangkap.
“Ck... ini semua gara gara ulahmu Lisaa..” bisik Dev yang membuat Lisa memberikan tatapan tajam pada pria yang sudah resmi menjadi suaminya itu.
“Ulahku? Apa aku tak salah dengar pak tua? Bukannya kau yang ngotot ingin membawa semua barang itu supaya tidak dihukum oleh Papa,” geram Lisa sambil menatap dev dengan mata membulat.
“Ck... bilang saja kau yang ingin melakukan hal itu, halah kau sama saja ternyata,” balas Dev.
“Heh kau itu laki laki mengalah dong sama perempuan dasar Pak tua,” ketus Lisa.
“Kenapa harus laki laki yang selalu mengalah, bukannya perempuan yang paing egois heh?” balas Dev tak mau kalah, pria ini kalau sudah diajak debat pasti hasilnya seperti ini.
“Grrrhhhh... dasar egoiiiisss...” geram Lisa.
“Ekhmmm... mau sampai kapan kalian berdebat hah? Dasar pasangan somplak, kalian sudah menikah tapi tak ada akur akurnya,” omel Pak Kevin.
Adam sendiri hanya bisa terdiam tak berkutik di belakang mereka sebab keadaan ini sungguh di luar dugaannya, ini pertama kalinya dia melihat Dev begitu bahagia sesuatu yang justru membuat Adam takut.
“Dia harus diawasi, aku takut dia tiba tiba kumat, ini terlalu aneh , tak pernah dia seperti ini,” ucap Adam di dalam hatinya.
“Maaf Pa,” cicit mereka berdua.
Keduanya pasrah saja berjalan mengikuti Pak Kevin sampai keluar dari rumah sakit itu, bahkan orang orang menatap mereka dengan tatapan aneh sebab keduanya diikat dengan tali rafia dikira kambing kali ya.
__ADS_1
“Pak Kevin, kita naik mobil saja, jarak dari rumah sakit ke rumah Dev cukup jauh,” ucap Adam .
“rumah Dev? “ tanya Pak Kevin yang dianggukkan oleh Adam.
“Kami tak akan ke rumahnya lagipula dia masih dalam masa percobaan sebagai menantu dan suami yang baik,” ucap Pak kevin.
“Ja..jadi kita kemana Pak?” tanya Adam bingung sekaligus gugup apalagi saat melihat wajah Dev yang menyeramkan seolah ingin segera menerkam mulutnya karena bicara yang tidak perlu.
“Ya ke rumah saya Bule Jerman, kau ini bodoh atau tolol ya, ya kali kita ke rumahmu, otak nya dipakai sedikit dong,” ejek Pak Kevin yang malah membuat Adam terdiam membisu karena kalah telak dengan Pak tua itu.
“Sa..saya... baiklah kita ke rumah kalian Pa,” ucap Adam pasrah.
“Prrftthh... hahahah,” Dev dan Lisa terkekeh melihat wajah pias dan pucat pasi Adam, pria itu tak bisa berkutik di depan Pak Kevin yang omongannya tak terbantahkan.
“Hihihi... lihat wajahnya dia sebenarnya siapa sih,” Lisa berbisik sambil tertawa.
“Heheheh itu asistenku, dia biasanya tak seperti iutu hahaha sepertinya dia kalah dengan beruang besar itu,” bisik Dev yang juga tertawa.
“Prrffttt hahahah... bagaimana bisa kau menyebutnya beruang besar sedangkan aku menyebutnya Monyet hutan hahaah,” mereka berdua berbisik bisik sambil tertawa geli seperti anak kecil yang tengah menikmati waktu bermain mereka.
“Pak kita lewat sini, mobil dev ada disana,” ucap Adam.
“Hmmmm mobil pria jelek ini ternyata, baik lah untuk hari ini kita naik itu, selanjutnya tak ada naik mobil mewah,” ucap Pak Kevin dengan tegas.
“Kenapa Pa?” tanya Dev bingung.
“Astaga lihat mereka ini sudah seperti sebuah keluarga yang lama bersama, benar benar harmonis padahal bertemu saja baru beberapa hari,” batin Adam yang terkejut dengan kedekatan mereka yang begitu cepat.
“Peraturan Dev ingat peraturan kedua,” ucap Pak kevin dengan wajah garang.
“Mematuhi perintah Papa adalah kewajiban,” ucap Dev pasrah.
__ADS_1
“Dan itu juga berlaku untukmu Lisa jika tidak menurut aku akan membuatmu menjual gorengan sepanjang tahun tanpa berhenti,” ucap Pak Kevin.
“Whaaat?” pekik Lisa denagn mulut menganga dan mata terbelalak.
“Papaaaaa....... “ pekik Lisa yang mulai merengek lagi.
“Kau melawan maka denda 100.000,” ucap Pak Kevin,.
Lisa menutup mulutnya dia hanya bisa menerima segala perintah Papanya, entahlah Papanya terlihat sangat bersemangat namun juga terlihat sangat kejam menyiksa putri dan menantunya, ini jelmaan ibu tiri yang kejam.
Mereka pun melaju menuju rumah milik Pak Kevin dan Lisa yang akan mereka tinggali untuk saat ini, dan pasti Dev akan menurut saja karena dia benar benar merasa nyaman dan hangat, hatinya yang kesepian dan dingin kini mulau terasa sangat hangat seperti sinar mentari yang menyinari bumi di pagi hari menyentuh kulitmu, rasanya begitu hangat dan menenangkan apalagi di temani aroma dedauan di pagi hari, rasanya sangat nyaman.
“Ini rasanya memiliki keluarga,” batin dev yang tangannya masih saja diikat oleh Pak Kevin namun dia menikmatinya. Dia menatap keluar jendela sambil tersenyum bahagia, senyuman yang tak pernah dia rasakan , sebuah kebahagiaan yang tak pernah dia cicipi selama dia hidup.
Lisa melirik wajah dev dari kaca spion yang ada di dekat Dev, seketika gadis itu tersenyum saat mendapati senyuman indah terukir di wajah Dev yang tampan.
“Ku harap kau bisa bahagia Dev, aku akan membantumu untuk sembuh, sejujurnya aku penasaran dengan semua alter ego yang kau miliki, lagi pula kita sudah menikah bukan heheheh,” Lisa tersenyum dengan rasa penasarannya yang sangat besar.
Namun seketika dia mengingat kejadian semalam saat Lucifer, alter ego yang paling jahat dan egois itu keluar, mungkin Dev sendiri tidak tau akan hal itu.
Lisa menatap Dev dari belakang, dia tampak sendu, memikirkan bagaimana jika suatu saat nanti monster itu keluar lagi dan tak bisa dikendalikan, akankah dirinya bisa berhasil menahan dev agar tidak kumat seperti saat semalam.
Pak Kevin melihat tatapan putrinya yang terlihat sedih, dia mengikuti arah mata gadis pembuat onar itu.
“Apa kau memikirkan kejadian semalam Lisa? Papa juga tidak yakin nak, hanya saja kita berharap Dev tidak mengeluarkan alter ego itu lagi “ ucap Pak Kevin di dalam hati.
Ada orang yang tampak banyak omong karena dia memang tau apa yang dia bicarakan, ada yang banyak omong tetapi semua isi ucapannya adalah sebuah kebohongan dan ada yang hanya diam namun ternyata dia memiliki rahasia besar yang dia simpan selama ini, siapakah dia?
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan Komen