
"Aku bukan pembunuh, kenapa kau menyebutku pembunuh berengsek!!" Pekik Mike.
Kata kata Pria tampan di depannya itu berhasil membuat Mike naik pitam.
Dev menyeringai, Lain dengan Pak Kevin yang mengamati perubahan perilaku pada Dev menantunya.
"Mike tenang lah, dia bukan Dev, dia Alex!" ucap Kevin sambil menarik Mike kembali ke tempat duduk.
Mendengar Pak Kevin mengucapkan nama alter ego Dev yang paling licik membuat Mike terperangah tak percaya, rahangnya terjatuh ke bawah dan matanya membulat sempurna menatap Dev.
"Halo Beruang besar, lama tidak bertemu!" sapa Alex seraya mengedipkan sebelah matanya kepada Pak Kevin.
Pak Kevin tersenyum," lama tidak bertemu Alex," ucap Pak Kevin.
"Wah... Anda memang benar benar mirip dengan Lisa, wajah itu benar benar diwariskan oleh keturunan anda, luar biasa, terutama di bagian ini, " Alex menunjuk kepalanya.
"Lisa bahkan tiga kali lipat lebih hebat," Alex.
Pak Kevin memiringkan kepala, mencoba mencerna apa maksud kata kata pria itu. Dari catatan yang dia baca, Alex sangat pintar bersilat lidah dan mempermainkan perasaan orang lain dan buktinya sudah nyata, Dia mempermainkan Mike yang sangat benci dengan kata pembunuh.
"Apa tujuan mu bangun saat ini!" ucap Pak Kevin .
"Tunggu!!" pekik Mike.
"Sebelum itu, apa maksudmu memanggilku pembunuh alter ego berengsek!" ucap Mike sambil menunjuk Alex dengan tatapan tajam dan penuh amarah.
Alex tersenyum menyeringai, dia melipat kedua tangannya di depan dada lalu duduk bersandar dan menatap Pak Kevin serta Mike secara bergantian.
" Si beruang besar selalu dengan kebiasaan lama, langsung pada inti pembicaraan dan pria pirang ini," Alex menatap Mike dari atas sampai ke bawah.
"Masih benci dengan sebutan pembunuh, iya kan Pak dokter," ucap Alex, lagi lagi dia membuat Mike kepanasan, merasakan pergolakan emosi karena cara menatap Alex yang seolah merendahkan Mike.
"Grrhhh sialan, apa mau mu sebenarnya hah!!" pekik Mike yang langsung berdiri dan hendak menyerang Alex namun tangan Pak Kevin menghentikan dirinya.
"Tenang Mike!" bentak Pak Kevin.
"Arrkhhh sialan, keluar kau dari tubuh sahabatku bajingan!!!" gerutu Mike.
__ADS_1
"Hahahhahahah.... hahahhahaha.... tanpa kau suruh, aku akan segera bergabung dengan tubuh ini, itu janjiku pada seseorang, tetapi sebelum itu, aku ingin kalian melihat semua rencana yang sudah kususun ini!" ucap Alex sambil mengeluarkan ponsel Dev, dia membuka file private yang disembunyikan diantara aplikasi dan hanya dia yang bisa mengaksesnya.
"Apa yang kau lakukan Alex? kenapa kau bangun?" tanya Pak Kevin.
"Dia... Dev meminta bantuanku, emmm lebih tepatnya istrinya yang cerewet dan pemarah itu memaksaku membantu suami lemahnya itu, jika tidak, dia akan membuatku tidak tidur selamanya, untung saja gadis itu tidak disini, haihhh... kenapa aku jadi tiba tiba merinding!!" Celetuk Alex seraya bergidik ngeri.
Mike dan Pak Kevin saling menoleh mereka berdua tidak tau sama sekali apa yang dibicarakan oleh Lisa dan pria itu.
"Tak mungkin Lisa melakukan itu, dia anak gadis yang polos dan baik, dia tidak akan bisa mengambil tindakan seperti itu!!" ucap Pak Kevin.
"Ohh ayolah Pak tua, Lisa itu cepat tanggap, kurasa dia sudah beraksi bersama Adam saat ini, nantikan saja kejutan dari Lisa, dan ini...." Alex menunjukkan beberapa data dan dokumen yang sudah dia susun entah kapan.
"Apa ini?" Tanya Mike.
"Rencana balas dendam!" ucap Alex dengan seringai licik di wajahnya.
" Kapan kau mempersiapkan ini!?" tanya Pak Kevin.
"Saat Dev tidur, mungkin" ucap Alex sambil tersenyum tipis penuh misteri.
Pak Kevin dan Mike membaca semua dokumen itu, mereka terbelalak saat mengetahui rencana yang sudah disusun oleh Alex dengan matang.
Alex menggelengkan kepalanya," Tidak, dia tidak tau, terlalu berbahaya melibatkan gadis itu, meski dia pintar, dia tetap seorang gadis dengan tubuh lemah yang sekali hembus sudah tercampak ke pinggir jalan, aku tidak mau Lucifer dan Kiel menghajar ku karena membuat gadis itu dalam bahaya, belum lagi Demon dan Steve sialan itu akan terus menekan ku dan tidak membiarkan ku keluar!" ucap Alex, dia menjelaskannya dengan sangat lancar tanpa jeda sedikitpun.
Mike dan Pak Kevin saling melirik, bagi mereka kondisi kejiwaan Dev benar benar kacau, bagaimana bisa alter ego dalam diri Dev bertengkar seolah mereka benar benar hidup dan nyata? ini benar benar kegilaan yang luar biasa!
"Sudah cukup curhatnya, sekarang apa yang akan kau lakukan!?" tanya Pak Kevin.
"Rencana pertama sudah selesai, untuk beberapa hari kantor mereka akan kosong karena keluarga itu mengurus bisnis yang bermasalah di luar kota, bukankah ini waktu yang tepat untuk mengobrak abrik kantor itu dan menemukan wasiat itu?" ucap Alex sambil menaikkan satu alisnya.
"Wasiat? wasiat apa!?" tanya Mike.
pak Kevin terkejut saat Alex membahas tentang suara
wasiat, sesuatu yang ditinggalkan oleh pemilik asli grup Pradipta yang dulu nya bernama Alexander Grup sama seperti perusahaan milik Dev.
"Wasiat mendiang ibu Dev, " ucap Pak Kevin yang membuat Dokter itu terdiam.
__ADS_1
"Lalu kenapa kau tidak melibatkan Lisa, maskudku selain karena bahaya, apa ada alasan lainnya?" tanya Pak Kevin.
Alex menyeringai," ternyata anda sangat peka Pak Tua, jika Lisa ikut maka Dev akan tetap sadar, dia tidak akan bisa menangani masalah ini dan malah membuat dirinya menjadi konyol, selain itu Lisa membuat kami semua terikat dan... Ekhmmm.. kalian tak perlu tau, kita mulai saja rencananya!" ucap Alex.
"Jelaskan dengan benar, apa maksudnya!?" ucap Mike.
"Aku tak punya waktu untuk itu Mike, Lucifer akan bangun, monster gila itu akan bangun jika kau memaksaku, Lisa tidak disini, bisa saja ketiga monster gila itu bangun dan mengacaukan kantor ini, jangan pancing aku!!" balas Alex tak kalah tegas.
"Mike tenanglah," ucap pak Kevin.
"Bagaimana aku bisa tenang saat melihat orang yang ada di depanku tidak normal Pak Kevin !" ketus Mike.
"TENANGLAH!!" Pak Kevin membentak pria itu membuat Mike seketika bungkam.
"Kau dokternya, kau pasti tau kalau hal hal seperti ini bisa terjadi, kendalikan dirimu bodoh!" umpat Pak Kevin.
"Maa..maaf," Mike duduk diam dan menunduk, dia sangat Khawatir namun yang bisa dia lakukan hanya mengamati.
"Baik kita mulai dari mana!?" tanya Pak Kevin.
"Pertama kita harus memastikan Lisa aman," ucap Alex.
"Dia sudah aman Alex, haihhh ini nih masalahnya apa aku harus mengulang semua ucapanku pada Dev tadi, arrhhh kenapa juga kalian harus pisah kepribadian!!!" gerutu Pak Kevin.
Alex hanya bisa cengengesan, " maklumi saja Pak Tua hahhahaha..." Alex tertawa.
Mau tidak mau Pak Kevin mengulang penjelasan yang sama agar Alex paham kondisinya.
" Sudah jelas bukan!?" ketus Pak Kevin.
"Ya, selanjutnya yang harus kita lakukan adalah....
.
.
.
__ADS_1
To be continued