Suamiku Bukan Monster

Suamiku Bukan Monster
Ditangkap


__ADS_3

Pak Kevin berdiri di hadapan mereka semua sambil menatap tajam pada mereka, dia tak akan membiarkan putri dan menantunya dipermalukan seperti itu.


"Manusia manusia tidak punya hati!" umpat Pak Kevin.


Dia tampak menghubungi seseorang disana, " Datang kemari dan bawa para Perisak ini!" ucap Pak Kevin dengan tegas.


Para warga menatap Pak Kevin, tak pernah mereka lihat pria itu Semarah itu sejak pertama kali pindah ke lingkungan itu.


"Aku pindah kesini untuk bersembunyi tapi sekarang aku akan menghancurkan tempat yang sudah merusak nama putriku!" ucap Pak Kevin.


"Cihh kalian itu hanya orang miskin kenapa belagu hah?" ketus buk Markonah yang tidak rela anaknya si Jeki dipukuli oleh Dev.


"Miskin? mungkin kau melihat kami miskin dari materi tapi kami tidak miskin ahklak seperti kalian!" ucap Pak Kevin.


Pak Kevin sebenarnya sengaja mengulur waktu untuk menunggu orang orang suruhannya datang ke lokasi itu.


"Sialan kau bajingan, kau tidak lihat apa yang dilakukan orang gila itu tadi hah? dia memukuli wajah tampan anakku!" pekik Pak Herlambang.


Pak Kevin menyeringai, dia benar benar berubah total dari Pak Kevin yang jenaka menjadi Pak Kevin yang menyeramkan.


Bahkan Adam benar benar syok dengan duality pria paruh baya itu.


"Cuihh... wajah kain lap untuk menggosok pantat wajan saja di banggakan, menjijikkan!" umpat Pak Kevin, mulut pedasnya benar benar melukai harga diri para warga disana.


"Menantuku jauh lebih dari dia!" ucap Pak Kevin.


Saat mereka sedang berbicara Uncle Chung tergopoh-gopoh menghampiri kerumunan itu, dia terbelalak saat melihat Lima babak belur disana.


"Hayyoloh ada apa ini hah? kenapa wajahmu itu Liam? Kevin ada apa ini?" tanya Uncle Chung dengan nada khawatir.


Liam tampak terdiam saat melihat Papanya disana, dia menyebabkan masalah lagi untuk Papanya yang sudah tua dan renta.


"Chung maaf, aku tak bisa menolerir perlakuan bejat Liam, dia berbeda denganmu, entah belajar darimana dia bersikap kurang ajar pada seorang wanita yang sudah menikah," ucap Pak Kevin sambil menunjukkan rekaman Video yang dia rekam dari jauh.


serta beberapa bukti saat Liam berusaha mendekati Lisa.


Mata Uncle Chung terbelalak, dia tak pernah mendidik anaknya menjadi seorang pria yang kurang ajar, tetapi anaknya tidak tau diri malah menggoda seorang gadis yang sudah bersuami.


" Liam!!" bentak Uncle Chung, saat ini pria Tionghoa itu benar benar marah dengan kelakuan anaknya.


Bugh... Bughh


Uncle Chung memukul Liam dua kali di bagian perutnya membuat Liam meringis kesakitan.


"Papa tidak pernah mengajarimu menjadi pria kurang ajar, belum lagi kau melakukan hal itu pada Lisa yang sudah membantu kita merawat mendiang Mama mu saat dia sakit!!" teriak Uncle Chung.

__ADS_1


Tampak sorot mata kekecewaan di mata pria tua itu. Hatinya benar benar hancur saat mengetahui perangai anaknya yang di luar dugaan itu.


"Aku menyekolahkanmu tinggi tinggi bukan jadi orang tinggi hati dan berperilaku buruk Liam, apa kau tidak punya otak hah!!"


"Dimana otakmu kau simpan, apa kau tidak malu pada mendiang mamamu !" bentak Uncle Chung.


Baru kali Ini uncle Chung menunjukkan jati dirinya yang asli di depan semua warga, biasanya dia adalah orang yang lembut dalam bertutur kata.


Liam tertunduk malu, dia menyadari kesalahannya tapi apa daya nasi sudah mejadi bubur.


"Kevin maafkan anakku, aku tidak mendidik nya dengan baik," ucap Liam dengan wajah penyesalan.


"Aku sepertinya tak bisa memaafkannya Chung, aku akan membawa Masalah ini ke jalur hukum, mereka semua sudah keterlaluan," ucap Pak Kevin.


Seluruh warga terkejut, bagaimana hal ini bisa sampai ke jalur hukum.


Liam dan yang lainnya terkejut bukan main, mereka tak menyangka kalau Pak Kevin akan membawa Masalah ini ke jalur yang lebih serius.


Hal seperti ini tentu harus diselesaikan dengan jalur hukum untuk memberikan efek jera pada para pelaku. Inilah yang akan terjadi jika stok kesabaran seseorang sudah menipis, dia akan berubah menjadi singa yang menyeramkan dan siap mencabik-cabik mangsanya.


Periksakan dan tindak perusakan nama baik, serta fitnah tentu tidak bisa dibiarkan terus meraja Lela.


Uncle Chung tampak Syok, dia juga terkejut dengan keputusan Pak Kevin.


"Tapi Kevin tak bisakah kau memberikan kesempatan untuk putra ku memperbaiki dirinya?" ucap uncle Chung.


Hanya karena mereka lebih bahagia dalam hidup sederhana orang orang kampung itu justru menjadikan mereka bahan ejekan.


"Maaf aku tidak bisa Chung, dia..." Pak Kevin menatap Liam dan kelima temannya.


"Mereka semua menyiksa menantuku, aku punya buktinya, mereka memukuli dan mempermainkan menantuku, apa kalian pikir kalian bisa lepas dari itu? " Pak Kevin mulai marah.


"TIDAK AKAN!!" teriak Pak Kevin.


Mereka semua menunduk, perbuatan bejat mereka memang tak bisa dimaafkan.


Bersamaan dengan itu, Polisi datang ke lokasi itu membuat Buk Markonah, Pak Herlambang dan orangtua yang lain panik karena anak mereka akan ditangkap.


"Pak Kevin cabut tuntutan mu, atau aku akan..


"Akan apa tepung kanji hidup hah? akan merusak nama putriku lagi? iya? hahahah silahkan maka aku akan menuntut mu juga!" umpat Pak Kevin sambil menatap Buk Markonah dengan berani, habis sudah kesabaran pria itu.


"Sialan kau bangsat, aku akan memastikan kau juga masuk ke dalam penjara!" teriak Pak Herlambang.


"Hahaha yakin? atau kau sudah siap untuk menerima panggilan dari KPK?" ucap Pak Kevin seraya menaikkan sebelah alisnya.

__ADS_1


Pak Herlambang tiba tiba terdiam dengan ancaman Pak Kevin .


"Sialan!" umpat pria itu.


Mau tidak mau keenam orang itu ditangkap hari itu juga dan akan diproses secara hukum bersama semua bukti yang dimiliki oleh Pak Kevin.


Seorang pihak kepolisian menghampiri Pak Kevin sambil menghormat, mereka yang menyaksikan itu sampai terkejut melihat Pak Kevin di hormat seperti itu.


"Senang bertemu kembali dengan anda Kapten!" ucap pria dari kepolisian itu.


Pak Kevin mengangguk," Urus mereka, jangan biarkan satu pun lolos, aku menunggu kabar baik darimu," ucap Pak Kevin.


Melihat dan mendengar hal itu secara langsung membuat Seluruh Warga terbelalak, polisi tersebut menyebut Pak Kevin sebagai Kapten.


Bahkan Adam sendiri sampai speechless mendengar ucapan polisi itu.


"Siapa sebenarnya Pak Kevin? mengapa ini semua berubah 180 °? apa yang sebenarnya terjadi?" batin Adam.


"Adam kau bawa mobil tidak?" tanya Pak Kevin pada Adam yang tampak bengong.


"Hei Bule Jerman!" senggak Pak Kevin.


"Eh i..iya Pak, sa..saya bawa," ucap Adam yang tiba-tiba tergagap.


"Ayo susul Dev," ucap Pak Kevin yang dianggukkan oleh Adam.


Para warga tak bisa berkata-kata lagi, ternyata orang yang mereka hina sebagai orang miskin dan mereka jelek jelekkan selama ini adalah seorang Kapten kepolisian, bagaimana bisa mereka tidak tau.


Pantas saja tubuh Pak Kevin selalu tegap dan berotot, setiap hari dia selalu berlatih.


"Mampus kita Karena sudah menghina keluarga mereka!" ucap Para warga.


"Bukan kita, yang paling parah itu buk Markonah dan Pak Herlambang, kasihan anak anak mereka akan dipenjara," ucap mereka lagi.


Semuanya tak bisa berkutik, Uncle Chung bahkan hanya bisa pasrah karena memang anaknya patut mendapat hukuman itu.


"Maafkan aku Kevin," batin pria itu.


Tanpa mereka sadari, ada seorang pria berpakaian hitam dengan masker menutupi wajahnya memperhatikan semua kejadian itu.


"Saya mengerti!" ucapnya melalui telepon, tampaknya dia berbicara dengan seseorang di dekat sana.


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 😉😊


__ADS_2