
Di Rumah Sakit Z,
Dev tampak duduk di dekat brankar istrinya, dia tak pernah melepaskan tangan Lisa sekalipun. Rasa khawatir dan panik bercampur aduk di dalam hatinya.
Mike sudah memeriksa kondisi Lisa dan menyatakan kalau Lisa hanya syok dan butuh istirahat untuk beberapa saat.
Dev terus berada di sisi Lisa sambil menatap wajah gadis itu dengan tatapan khawatir.
"Maaf membuatmu seperti ini Sa," lirih Dev, dia benar benar sedih melihat Lisa seperti itu.
Mike juga ada di ruangan itu menemani sahabatnya menjaga Lisa.
"Dia hanya kelelahan dan syok Dev, dia akan membaik, jangan melulu menyalahkan dirimu," ucap Mike.
Dev menatap Mike, tampak dia sangat khawatir saat ini.
"Bagaimana aku bisa tenang kalau keadaannya begini Mike, ini semua karena aku, aku yang menyebabkan Lisa sakit, aku yang tidak bisa melindungi istriku!" ucap pria itu.
"Karena penyakitku Lisa jadi korban arhkkk... aku membenci diriku sendiri!" ucap Dev dengan suara lirih.
"Aku bahkan tak tau apa yang terjadi tadi, tapi Lisa dalam kondisi ini, menurutmu apa aku bisa tenang hah?" Dev mengeluarkan uneg unegnya.
Jujur saja, dia benci jika dia terus terusan hidup dalam situasi ini, situasi seperti orang bodoh yang tidak tau apa apa saat istrinya mengalami hal tak mengenakkan.
"Aku sakit Mike, aku... aku bahkan tak bisa melindungi Lisa!" ucapnya.
Mike menarik nafas dan membuangnya dengan kasar, memang sangat sulit menjadi Dev, kepribadiannya bisa berganti kapan pun dan bisa kumat dimana pun dia berada.
"Lihat, kau saja diam Mike, aku memang tak berguna!" ucapnya.
"Kak Dev!" panggil Lisa membuat Dev dan Mike terkejut saat mendengar suara gadis itu. Lisa terbangun karena suara Dev yang cukup keras di telinganya.
"Kau sudah bangun? apa yang sakit? apa kau butuh sesuatu? apa kepalamu Pusing?" Dev langsung mengeluarkan serentetan pertanyaan yang membuat Lisa menyerngitkan keningnya.
"Kau cerewet sekali kak, aku tak bisa tidur karena suaramu," ucap Lisa sambil menatap Dev yang terus memegang tangannya.
"Eh... maaf, aku.."
" Hmmm jangan salahkan dirimu atas apa yang terjadi kak, Lisa justru bersyukur karena kakak datang di waktu yang tepat, " ucap gadis itu menggenggam erat tangan suaminya sambil tersenyum menatap Dev.
Dev tampak menunduk, ada raut kesedihan disana.
Tangan Lisa terangkat, dia mengusap wajah tampan suaminya," kak," panggil Lisa membuat Dev menatap gadis itu.
"Terimakasih, kau melakukan hal benar," ucap nya sambil mengusap rahang pria itu.
Dev tertegun, Lisa benar benar membuat dirinya tenang di saat seperti ini, namun ada yang aneh, jantungnya malah tidak bisa diam.
deg deg deg deg
__ADS_1
Jantung Dev hampir copot saat melihat wajah Lisa yang tersenyum pada dirinya sambil mengusap wajahnya.
"Kau melakukan hal benar, aku bangga padamu," ucap Lisa.
Dev merasa dadanya bergemuruh, dia menangkap tangan Lisa dan menggenggam tangan itu sambil menatap Lisa.
"Maaf karena membuatmu dalam keadaan ini," ucap Dev.
Lisa tersenyum," Sudah kubilang kita hadapi bersama sama kak," ucap Lisa sambil menatap mata suaminya.
"Aku ingin melindungi mu tapi selalu berakhir buruk, aku bahkan tak berani menghadapi mereka," ucap Dev.
Tangan Lisa mempererat genggaman nya di tangan Dev," Kau bisa kak, yakin padaku, kau pasti bisa menaklukkan traumamu, kau pasti sehat," ucap Lisa.
"Lisa akan mendukung kakak, Lisa akan terus berada di sisi kakak, sekalipun kakak pergi Lisa akan menunggu," ucap gadis itu sambil menatap suaminya dengan mata berkaca-kaca.
Dev tertegun, hatinya benar benar tak kuat melihat wajah itu, wajah yang selalu membuat jantungnya berdegup tak karuan.
Wajah gadis yang sering muncul di kepalanya dengan beberapa potongan ingatan yang dia tidak tau kapan mereka melakukan itu.
Tangan Dev terulur, dia mengusap wajah istrinya, tatapan mata mereka tak lepas dan saling menjelajah netra masing masing.
"Terimakasih selalu mendukungku Lisa, kau sudah tahu kalau keadaanku seperti ini tapi kau selalu sabar menghadapi ku," ucap Dev.
Lisa tersenyum," itu gunanya Lisa menjadi seorang istri iya kan kak," ucap Lisa sambil tersenyum.
Dev membalas senyuman Lisa yang menghanyutkan dirinya, perlahan pura itu mengusap wajah istrinya dan menatap mata itu.
Mata Mike malah terbelalak menantikan apa yang akan terjadi selanjutnya, biasanya jika sudah begini akan terjadi adegan ciuman.
Benar saja, Dev semakin mendekat dan...
"Lisaaaa...." teriakan si beruang besar terdengar menggelegar di dalam ruangan itu.
Deg deg deg...
bruk...
Sontak membuat Lisa, Dev dan Mike terkejut, Dev malah terbelalak, dia memeluk Lisa yang tadinya sudah bersiap dengan ciuman pertama mereka.
Tau taunya si beruang besar malah mengacaukan agenda mereka.
"Astaga hampir saja, aku diamuk beruang besar," gumam Dev yang bisa di dengar Lisa karena saat ini Dev memeluk Lisa.
Lisa terkikik geli," Hampir saja kak," bisik Lisa sambil..
Cup
Gadis itu mengecup pipi Dev yang membuat pria itu terkejut sambil menegakkan tubuhnya dan menoleh kesana kemari siapa tau si beruang besar sudah di ruangan itu.
__ADS_1
"Hahahha... wajahmu merah kak," kekeh Lisa.
Dev memegang Pipinya dengan mata terbelalak, dia sudah jantungan kalau kalau Pak Kevin melihat apa yang dilakukan Lisa tadi padahal itu mah sah sah saja.
"Lisa, Papa lihat nanti," gumamnya sambil melotot.
Lisa terkikik geli melihat wajah panik suaminya. Bersamaan dengan itu Pak Kevin masuk ke dalam ruangannya dengan wajah panik.
"Lisa kau baik baik saja? apa yang sakit sayang? apa kau pusing? apa kau merasakan sesuatu yang lain atau tubuhmu sakit?" Kali kedua Lisa mendengar pertanyaan yang sama.
"Kenapa aku seperti mengalami Deja Vu ya?" gumam Lisa.
Dia menatap Papanya," Lisa baik Pa, cuma butuh istirahat saja, iya kan kak Mike," ucap Lisa.
"Eh... I..iya, Lisa baik baik saja Pak, dia cuma butuh istirahat," ucap Mike yang masih syok dengan kejadian tadi, meski dia tak melakukannya dia bisa merasa ketegangan di dalam ruangan itu.
"Huffft Pak tua ini benar benar merusak suasana romantis pasangan baru, astaga aku bisa mati muda kalau begini," batin Mike sambil mengipasi dirinya.
"Heh kenapa kau bocah Jerman?" tanya Pak Kevin.
"Eh... Ng .nggak kenapa kenapa Pak, cuma tegang saja, barusan saya mendengar suara gorilla," celetuk Mike.
Pak Kevin menatap curiga pada Mike dan Dev, lain halnya dengan Lisa, dia malah terkikik melihat wajah panik kedua pria itu.
"Papa benar benar menghancurkan angan angan ku tadi haishhh padahal hampir saja aku mendapat ciuman pertamaku, Papa memang luar biasa,"batin Dev.
"Apa tadi terjadi sesuatu hah? kenapa wajahmu merah Dev?" tanya Pak Kevin sambil menatap Dev dengan tatapan curiga.
"Ehh... aku kepanasan Pa, " kilah Dev sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Ck... curiga aku, " gumam Pak Kevin sambil menunjuk Dev.
"Apa kalian tadi berciuman?" celetuk Adam.
Mata Mike, Lisa dan Dev terbelalak saat Adam mengatakan hal itu.
" Dasar si kampret!!" umpat Dev, Lisa dan Mike di dalam hati, bisa berabe urusannya kalau Pak Kevin sampai tau apa yang terjadi tadi, bisa ribut seluruh rumah sakit dengan amukan beruang besar itu.
"Heh jangan mengada ada," ketus Dev.
"Ck... apa itu benar hah???" teriak Pak Kevin.
"Mampus!" batin mereka.
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 😉😊