
Pak Kevin menatap Lisa dan Dev yang juga menatapnya dengan tatapan heran.
"Ehh... maaf Ekhmm... kirain tadi ada maling soalnya denger suara ribut ribut Ekhmmm.." Pak Kevin tiba tiba gugup, dia menggaruk tengkuknya.
"Papa aneh, ada apa sih?" tanya Lisa.
"Ya nggak ada apa apa? emangnya gak boleh papa cek keadaan Dev, kapan dia bangun hmm?" Pak Kevin masih dan duduk di samping mereka.
"Baru aja Pa, karena mimpi buruk," jelas Celine.
Pak Kevin sedikit terkejut mendengar penjelasan Lisa, sebentar dia menatap Dev.
"Halah mimpi buruk aja kalah, Gimana kamu jagain si Eneng kalau begitu Dev? Cemen kamu mah," celetuk Pak Kevin.
"Eh... ya.. i..itu kan cuma mimpi doang pa, beda sama kenyataan," ucap Dev.
"Heh pokoknya kamu mah Lemah," celetuk Pak Kevin sambil keluar dari dalam kamar.
"Papa aneh ah," Lisa garuk garuk kepala sambil menatap Papanya yang keluar dari kamar mereka.
Dev terdiam, benar kata Pak Kevin, bagaimana bisa dia melindungi Lisa dan Pak Kevin kalau pada mimpi buruk saja dia kalah.
"Kak istirahat yuk, Lisa masih ngantuk hoaammmm..." Lisa merebahkan tubuhnya di atas kasur.
Dev menatap Lisa," Aku harus sembuh," gumam Dev sambil berbaring.
"Kau pasti sembuh kak," batin Lisa.
Dev lama menatap wajah Lisa yang baru bebe menit menutup mata sudah kembali terlelap.
Dev merebahkan tubuhnya di samping Lisa, dia memperbaiki selimut gadis itu.
"Aku menyayangimu Lisa, Aku menyayangi kalian, aku ingin egois aku ingin memiliki kalian," batin Dev yang menatap wajah Lisa dengan lembut.
Cup
Satu kecupan lembut mendarat di kening Lisa.
"Selamat malam istriku, aku akan sembuh," ucap Dev sambil memeluk Lisa dengan erat.
Lisa sebenarnya masih belum tidur, dia benar benar tertegun dengan ucapan suaminya, rasanya benar benar bahagia.
"Aku menyayangimu kak Dev, cepatlah sembuh, aku yakin kau akan sembuh," batin Lisa, gadis itu bergerak dan membalas pelukan Dev sama eratnya.
Pasangan suami istri itu terlelap dengan nyenyak di dalam mimpi mereka.
Tanpa mereka sadari, Pak Kevin mengintip mereka dari luar kamar.
"Sabar sebentar lagi semuanya akan beres Dev, Lisa, Papa akan mengusahakan kebahagiaan kalian," gumam Pak Kevin.
"Permainan inti akan segera dimulai setelah aku menemu siapa dalang yang menyiksa menantuku!" ucap Pak Kevin sambil mengepalkan kedua tangannya.
Pria itu berjalan menghampiri kelambu Mike dengan perlahan.
Mike tak lagi mengoceh untuk membawa Dev ke Jerman, sebab dia menemukan alasan kuat agar Dev tetap Di Indonesia.
alasannya karena Lisa adalah obat Dev dan Dev harus menyelesaikan masalahnya dengan Papa kandungnya.
__ADS_1
"Hei bangunlah," bisik Pak Kevin.
Mike membuka matanya, dia memang belum tidur.
"Ayo kita cek tempat itu!" ucap Pak Kevin.
"Baik Pak!" jawab Mike seraya melirik Adam.
Mereka tidak memberitahukan pada Adam karena Adam adalah orang yang mudah panik, Mike takut Adam melakukan hal yang tidak tidak jika mengetahui apa yang terjadi pada Dev.
Adam bahkan bisa membunuh siapa pun pelaku yang menyiksa Dev dengan tangannya sendiri.
Mike dan Pak Adam keluar dari rumah saat jam masih menunjukkan pukul satu malam.
"Kau dengar kan apa yang dikatakan mereka saat di tongkrongan, kita harus memastikan apa memang benar yang mereka katakan!" ucap Pak Kevin.
"Ya Bapak benar,
Kejadian tadi siang,
Pak Kevin dan Mike sedang keluar bersama untuk membeli obat untuk Dev.
Pak Kevin tak sengaja melihat Liam dan teman temannya di tongkrongan, entah kenapa pria tua itu me aruh curiga pada Liam, Herman dan yang lainnya.
Mereka berhenti di dekat tongkrongan itu tepat di sisi dimana Liam dan teman temannya duduk.
"Hahahah... kau lihat,si Dev itu akan mati di tanganku, kupikir sangar tau taunya banci hahahah, kalian lihat foto ini dia seperti wanita hahahah," Liam tertawa terbahak-bahak menunjukkan foto Dev yang memakai pakaian perempuan.
Mike dan Pak Kevin terbelalak melihat foto itu, mereka bisa melihatnya dengan jelas karena Mike menggunakan kamer ponselnya untuk mendapatkan apa yang mereka lihat.
"Kurang ajar!!" Pak Kevin geram dia ingin menghajar Liam saat ini.
Pak Kevin menarik nafas panjang dan menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Bagaimana bisa mereka atau kalau Dev...
"Sepertinya pria itu mendengar pembicaraan kami di apotek waktu itu, atau mungkin dia pernah melihat Dev berubah," ucap Mike.
"Dia benar-benar tak punya hati, " geram Pak Kevin.
"Sepertinya foto ini ada di sebuah gedung terbengkalai pak, ini jelas diambil malam hari di depan gedung itu, apa bapak tau gedung apa ini?" tanya Mike memperbesar gambar.
Pak Kevin menatap," Gedung di gang depan, mereka membawanya kesana" ucap Pak Kevin.
"Sialan!"
"Apa yang harus kita lakukan? kita harus punya bukti untuk menghukum mereka!" ucap Mike.
"Begini saja...
Kembali ke masa sekarang, pak Kevin dan Mike sudah tiba di gedung kosong itu, lampu disana dinyalakan dengan sangat terang, sepertinya tempat itu kini berubah menjadi klub malam dalam sekejap.
"Tempat ini benar-benar menjadi sarangnya setan!" umpat Pak Kevin.
Di gerbang rumah ada dua penjaga yang menjaga akses masuk, Pak Kevin dan Mike saling menatap, mereka mengangguk bersama .
Perlahan keduanya berjalan mendekati kedua bodyguard itu dan...
__ADS_1
Bughh.. bughh
"Emphh..."
Seketika keduanya lumpuh di tangan Mike dan Pak Kevin, Mike sendiri sampai terbelalak melihat skill pak Kevin.
Mereka berdua menarik penjaga itu lalu menyelinap ke dalam dan melumpuhkan dua penjaga lagi kemudian mereka mengganti pakaian mereka dengan pakaian pengawal itu.
Pak Kevin dan Mike masuk perlahan, mereka menatap Liam, Herman ,Jeki dan teman temannya sedang menyesap rokok di lantai dua.
ruangan itu penuh dengan musik, asap rokok, alkohol dan beberapa barang terlarang.
Pak Kevin dan Mike menyelinap diantara semua pengunjung tempat itu hingga mereka berdua tiba di dekat tempat duduk Liam dan teman temannya.
"Hahahha aku akan mendapatkan gadis itu, hanya aku yang bisa memilikinya!" Liam tertawa sambil memandang foto Lisa yang di tempel di dinding.
Tak... tak... tak
"Dan dia!" Menunjuk foto Dev yang dicoret dengan tinta merah.
"Harus mati!" ucap Liam.
Pak Kevin dan Mike terbelalak mendengar hal itu, Dev dan Lisa sama sama dalam bahaya sat ini.
"Tapi pria aneh itu belum datang juga Liam, aku ingin menyiksanya karena membuat kulitku lecet, dia membakar kulit ku waktu itu jadi aku harus melakukan hal yang sama," ucap Herman.
"Dia akan datang Herman, dia mana bisa membiarkan Lisa disakiti hahhaha, menyenangkan melihatnya seperti orang gila!" ucap Liam.
"Bagaimana kalau kita buat dia menikmati surga dunia bersama para jal4ng itu? dengan begitu Lisa dan Pak Kevin akan mengusirnya!" ucap Herman.
"Hmm usul yang bagus dengan begitu Lisa akan jatuh ke dalam pelukan ku!" ucap Liam.
"Sialan!" Pak Kevin ratusan kali mengumpat di dalam hati begitu juga dengan Mike.
"Tapi kalau dia tak datang malam ini?" tanya Jeki.
" Besok kita sebarkan saja video ini!" ucap Liam.
Mereka tertawa bersama sama membicarakan tentang Dev yang mereka anggap gila, bagi mereka Dev hanya sebuah mainan baru.
Tap...
Tiba tiba lampu mati, tak ada musik dan semua orang terkejut.
"Hei nyalakan lampunya!"
Semua orang bingung, cukup lama mereka dalam keadaan itu hingga beberapa menit kemudian...
Tap...
lampu dinyalakan, dan Liam, Jeki, Herman dan tiga orang lainnya menghilang dari tempat itu.
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 😊😉😊