Suamiku Bukan Monster

Suamiku Bukan Monster
Tidak Keluar


__ADS_3

Dev menatap kedua sahabatnya itu, ada sebuah senyuman tipis di wajahnya.


"Mereka tidak keluar Mike, Adam," ucap Dev.


"Mereka? bukannya cuma satu Dev?" tanya Mike.


Dev menggelengkan kepalanya, membuat Adam dan Mike terbelalak, mereka tidak tau itu.


"Ada lima atau enam," ucap Dev.


Hampir saja rahang Mike dan Adam jatuh ke atas tanah, yang mereka tau hanya satu alter ego yang paling jelas dan dia adalah Kiel, Alter Ego yang paling kasar, selain itu hanya Monster menyeramkan yang pernah ditemui Mike lima tahun lalu, itu pun hanya sekali dan terakhir saat Dev mengamuk beberapa hari lalu.


"Aku tidak salah dengar kan Dev!!" ucap Mike dengan nada sedikit membentak, dia sampai berdiri dan menatap Dev dengan tatapan tak percaya.


"Tidak, kau memang belum pernah bertemu dengan yang lainnya," ucap Dev sambil meletakkan satu lengannya di atas kepala.


"A.. apa!! ja..jadi bukan cuma dua Dev??" pekik Adam yang dibalas anggukan kepala oleh Dev.


Mike terdiam, selama dia melakukan pengobatan pada Dev dia belum pernah bertemu dengan tiga yang lainnya, benar benar membuat Mike terkejut namun tak menyangkal kehadiran mereka.


"Kalau begitu kita harus kembali ke Jerman Dev, aku tak bisa membiarkan dirimu di negeri ini, setelah kau tiba disini mereka semua muncul!" ucap Mike.


"Tidak, aku akan tetap disini, aku sudah menikah dan istriku ada disini," tolak Dev yang membuat Mike malah jadi kesal dengan keputusan Dev.


"Ck... jangan mengatakan yang tidak tidak Dev, kau belum sembuh, kau harus kembali ke Jerman, jika tidak kau akan semakin parah!!" tegas Mike, kali ini dia tidak mau melunak.


"Tidak aku akan tetap disini," jawab Dev.


"Ayolah Dev, apa kau jatuh cinta pada wanita itu? ck.... sejak kapan kau peduli dengan seorang perempuan, lagipula kurasa dia hanya memanfaatkan dirimu Dev, mereka itu bukan orang...."


Bugh


Satu pukulan keras mendarat di wajah Mike, Dev benar benar marah kali ini, dia mendengus kesal, tatapannya benar benar dingin.


Mike terpental, bibirnya sampai robek karena tenaga Dev yang cukup besar, baginya itu biasa saja karena sudah menjadi langganan bersarangnya Bogeman mentah dari pria itu.


"Mike, Dev jangan berkelahi disini, kalian tenanglah," ucap Adam yang tak suka melihat mereka berkelahi.


"Cuih.... kau harus kembali ke Jerman, tidak ada penolakan Dev, aku berbicara sebagai doktermu!" tegas Mike yang sudah bangkit berdiri sambil mengusap bibirnya.


"Tidak," jawab Dev tak kalah tegasnya.


"Dan kau tidak berhak menjelek-jelekkan Lisa dan Papa Mertuaku Mike!" lanjutnya sambil melemparkan tatapan tajam.

__ADS_1


"Cih... kau bisa menceraikan nya, entah apa pun yang membuat kalian bersatu kau bisa meninggalkan dia, kesehatan mu lebih penting bodoh!" umpat Mike yang terbawa emosi.


"Dasar otak udang, bisa bisanya kau berbicara seperti itu!" umpat Adam menghardik Mike, dia tak suka dengan cara Mike.


"Bukannya yang ku katakan itu fakta hah?" ketus Mike.


"Aku tidak akan meninggalkannya, jika aku melakukan itu aku sama bajingannya dengan pria bau tanah itu!!!!" teriak Dev marah, Dev mendengus kesal, nafasnya mulai naik turun pria itu menatap Mike dengan tatapan liar dia benar benar marah sampai...


Brukk...


Dev tak sadarkan diri membuat Mike dan Adam panik.


"Ini semua kesalahan mu bodoh kenapa kau tidak turuti saja perkataannya, kau ini dokter atau pembunuh!!" kesal Adam sambil menatap Mike.


"Haishh... sialan!" Mike hanya busa mengumpat kesal.


"Periksa dia Mike!!" teriak Adam.


Mike langsung memeriksa kondisi Dev, pria itu menggunakan stetoskopnya dan mengecek denyut nadi pria itu.


"Huh... dia hanya pingsan, sebaiknya segera kita bawa ke rumah sakit dam" ucap Mike.


"Hmmm akan kusiapkan, gadis itu juga sebaiknya langsung dipindahkan," ucap Adam.


"Ya kau benar dia harus mendapatkan perawatan terbaik, dia istri Dev entah bagaimana ceritanya mereka sudah menjadi sepasang suami istri, jadi gadis itu juga adalah tanggungjawab kita," ucap Mike.


"Apa kau tidak sedang sakit Mike? kenapa kau berubah ubah? Apa kau juga punya penyakit yang sama dengan Dev?" ucap Adam sambil geleng-geleng kepala mendengar kata kata Mike.


"Ck... sudah lah kau tak akan mengerti, yang kau pahami itu hanya memenangkan tender, ini bagianku jadi kau ikuti saja cara mainku, aku yakin kita akan segera menghadapi kekacauan paling besar dan Dev akan segera sembuh," ucap Mike.


Adam hanya menggidikkan bahunya,dia tak mengerti dengan maksud Mike.


"Dia tidak berubah, ini yang kedua kalinya di depan mataku, padahal aku sengaja memancingnya tadi," batin Mike.


Akhirnya Dev dan Lisa di pindahkan ke rumah sakit terbesar dan terbaik di kota itu, mereka berdua langsung mendapatkan perawatan intensif oleh tenaga medis disana.


Pak Kevin kini tengah berbicara dengan Adam dan Mike mengenai kejadian sebenarnya dan mengapa Dev bisa sampai di lokasi itu.


Uncle Chung dan Liam pulang ke rumah mereka sebab hari mulai larut dan hanya sebatas itu mereka bisa membantu.


Liam menahan kekesalan di dalam hatinya, dia tidak bisa mendapatkan Lisa lagi, namun dia tersenyum saat mengetahui rahasia pria itu,dia berpikir kalau Dev mengalami gangguan Jiwa,.


Saat di Klinik tadi, pria itu curi dengar pembicaraan mereka,dia mendengar kalau Dev sedang sakit dan berubah ubah setiap waktu.

__ADS_1


Tak mengerti dengan dunia medis, Liam menyimpulkan kalau Dev mengalami gangguan jiwa.


Dengan cara itu dia akan menghasut Lisa dan Pak Kevin untuk mengusir Dev, hanya tinggal menunggu waktu mainnya saja.


Liam tak lagi kesal dia malah senyum senyum sendiri di dalam mobil sampai membuat Uncle Chung keheranan dengan anaknya.


"Wah anakku kesurupan hantu rumah sakit, bahaya ini, " batin Uncle Chung.


Sementara itu di rumah sakit, Pak Kevin telah menjelaskan semua kejadian dan alasan mengapa Dev bisa sampai menikah dengan Lisa bahkan mereka berdua sampai terluka.


Mendengar penjelasan Pak Kevin yang benar benar lengkap membuat Adam dan Mike terkejut bukan main, bagaimana bisa ada manusia sekejam warga di sekitar tempat tinggal mereka.


"jahat sekali mereka, " ucap Adam.


"Mungkin sudah nasib kami di benci nak Adam, tapi yang bapak khawatir kan itu Lisa dan nak Dev, mereka adalah korban disini, apalagi nak Dev itu sedang sakit," ucap Pak Kevin yang membuat Mike dan Adam saling menatap.


"Da.. darimana Bapak tau?" tanya Adam terkejut.


"Kan memang lagi sakit atuh nak, kau ini masih muda tapi udah blo'on ck... ck.... ck.. ini nih penyakit anak muda sekarang, gara gara handphone otaknya jadi ngawur!" Pak Kevin mengejek Adam.


Mike menahan tawanya saat melihat Adam di ejek oleh pria itu.


"Yahh... eh.. hehehhe.... bener sih heheh," kekeh Adam sambil menggaruk garuk tengkuknya.


"Ck... ck... ck... lalu Nak Dev itu sebenarnya siapa? kenapa sampai punya pengawal seperti kalian?" tanya Pak Kevin.


"Hahahah kami bukan pengawal Pak, saya ini asiten nya Dev, dia itu seorang pimpinan perusahaan, dan dia ini dokter pribadi Dev," jelas Adam.


"Hei jangan Ngadi Ngadi kamu Bambang, masa iya saya punya menantu pimpinan perusahaan, yang benar saja kau," ucap Pak Kevin tak percaya.


"Memang benar pak, dia itu pimpinan perusahaan di Jerman," ucap Mike.


Pak Kevin terdiam, dia menatap Mereka tak percaya.


"Ja..jadi maksud kalian menantuku orang kaya!!!" pekik Pak Kevin terbelalak.


"Iya Pak," ucap mereka berdua serentak.


" Oh My God!!!!!" pekiknya dengan mata membulat dan mulut menganga.


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 😉😉😊


__ADS_2