Suamiku Bukan Monster

Suamiku Bukan Monster
Dipermainkan


__ADS_3

“heh apa itu berhasil? Bagaimana bisa itu berhasil Liam, mana mungkin orang seperti dia takut pada kegelapan, heh aku tak yakin,” ucap seseorang yang tak lain adalah Herman yang ternyata ikut serta dalam rencana Liam.


“Menurut buku yang ku baca, orang orang seperti mereka itu memiliki trauma, terutama pada ruangan gelap, aku ini seorang mahasiswa jadi aku tau banyak hal,” ucap Liam dengan sombongnya padahal dia hanya menebak saja.


“Lalu apa yang kan terjadi?” tanya Jeki teman mereka.


“Dia akan berubah sebentar lagi, ingat setelah itu nyalakan lampunya dan rekam dia!” ucap Liam.


“baik,” jawab mereka.


Dev duduk di lantai sambil merem4s kepalanya, dia bergetar ketakutan, aroma ruangan itu, gelap dan sesak dia rasakan persis seperti saat dia di siksa oleh Papanya di masa lalu.


“Tidakkk... arhhkkk.... ampun.... ampunn... Papa... Steve sakit jangan dipukul ... hiks hiks hiks...” Dev berubah, alter egonya keluar persis seperti apa yang diharapkan oleh Liam.


“Nyalakan lampunya!" titah Liam.


Sebenarnya saat Dev membalas perbuatan Herman beberapa hari lalu, Liam yang baru saja pulang dari klub malam memergoki Dev yang berjalan dengan gerak gerik yang lebih gesit dari biasanya, dia mengikuti Dev menuju rumah Herman dan Liam mendengar semua ucapan pria itu membuatnya terkejut dan semakin yakin kalau Dev adalah seorang pasien rumah sakit jiwa.


Dia juga mengikut Dev pulang, namun ada yang aneh saat pria itu pulang, Dev terdengar menangis dan meracau tak jelas mengatakan kalau dia takut gelap, Dev yang kala itu berubah menjadi Steve menangis di tengah malam yang dingin itu sambil berjalan dengan cepat, dia mengunyah permen lolipop yang berhasil mengurangi rasa takutnya.


Liam mengikuti Dev sampai pria itu tiba di rumah, rencana liciknya sudah berputar putar di kepalanya, dia benar benar tidak rela jika Lisa menikah dengan Dev, dia yang sudah lama memendam rasa pada Lisa justru ditikung oleg orang tak jelas seperti Dev.


Melihat kelemahan Dev, Liam pun menyusun rencana licik untuk mengerjai Dev dan membuat Lisa benci pada pria itu dan meninggalkan Dev.


Saat ini Liam menatap Dev yang meringkuk di atas lantai sambil menangis persis seperti anak kecil yang ketakutan.


“Jadi ini dirinya yang lain itu hahahah, kupikir seseram apa ternyata dia kesurupan roh bocah hahahaha.... kalian lihat kan, dia ini gila!” ucap Liam.


“Ikat dia, dan rekam!” titah pria itu.


“Wah kau benar benar hebat bisa tau kalau dia memiliki penyakit jiwa, ck... ck... ck... percuma ganteng kalau gila,” ucap Jeki sambil mengikat tubuh Dev dengan tali.


“Hai orang gila hahahaha... aku punya permen, mau permen?” ucap Liam sambil mengeluarkan permen lolipop membuat steve seketika bereaksi, dia benar benar menyukai permen.


“Mau... mau... aku mau... beri aku dua...”seru Steve dengan wajah berbinar binar.

__ADS_1


Liam dan yang lainnya tertawa terbahak bahak melihat wajah steve yang mereka anggap konyol dan sangat menyenangkan untuk dipermainkan.


“Hahahahahha... mudah sekali, hahahahha aku akan memberikannya tapi dengan syarat kau harus memakai pakaian itu,” ucap Liam sambil menunjuk pakaian wanita yang sudah mereka siapkan disana.


“Jika menolak, maka kami akan menyakiti Lisa,” ucap Liam sambil menunjukkan foto Lisa dari ponselnya.


“Tidak.. jangan sentuh Lisa, dia gadis lemah jangan disentuh,Jangan disentuh, Lisa itu anak baik.. jangan... jangan” ucap Steve sambil menggelengkan kepalanya dengan nada suara memohon.


“Hahahahahah... lisa lemah dia jangan disakiti nyenyenyenyenye..” Liam mengejek Steve.


“kalau begitu pakai pakaian itu maka akau aan memberikan permen ini untukmu,” ucap Liam sambil menunjukkan stoples permen lolipop.


“Baik aku mau aku mau hahahaha... wah permen hahahhaa...” Steve tertawa bahagia hanya karena di beri permen sungguh menyedihkan.


Steve memakai pakaian wanita itu di tubuh Dev, dia menerima permen itu bahkan memakai wig, terlihat sangat menyedihkan, Liam dan yang lainnya merekam hal itu, mereka menyalakan musik.


“Menarilah, jika tidak maka aku akan menyakiti gadis ini,” teriak Liam.


“Baik Steve akan menari khahahahha... menari menari yeyeyee... menari hahahaha... permen enak hahaha... hahahah....


“Setelah ini aku akan pastikan Lisa meninggalkan pria gila seperti dirimu, aku akan membuat semua warga mengusir manusia tidak waras seperti dirimu, kau... akan habis di tanganku Dev hahahahha,” Liam tertawa dengan tawa kemenangan, dia akan menggunakan segala cara untuk mendapatkan kembali gadis pujaannya.


Hari terus berlalu dan jam menunjukkan kalau waktu sudah sore.


Lisa tampak pulang dengan keranjang pengumpulnya, dia berjalan dengan keringat bercucuran, dia membawa keranjang yang berisi buku buku bekas yang dia kumpulkan dari tempat tempat dia memulung, hasilnya hari ini cukup banyak dan memuaskan.


Gadis itu berjalan dnegan santai, dia berpapasan dengan Liam, Jeki dan Herman serta beberapa anak muda lainnya.


Liam langsung saja mendekati Lisa, meski Lisa dekat dengan uncle Chung, gadis itu tidak terlalu menyukai perangai Liam yang terbilang aneh dan gelagatnya sangat mencurigakan.


“Ehh Lisa kamu kenapa kerja, capek ya, sini kakak bantu,” ucap liam yang mencoba mencari perhatian Lisa dengan menghampiri gadis itu.


“ehhh kak Liam... heheh gak apa apa, Lisa bisa,” ucap Lisa yang merasa tidak nyaman dengan cara Liam menatap dirinya.


“Lisa kok kamu mau sih sama suami kamu itu, dia kan tidak jelas asal usulnya, kamu tinggalin aja dia, sejujurnya aku menyukai mu sejak lama,” ucap Liam yang langsung membuat Lisa terkejut bukan main, bagaimana bisa pria itu menggoda seorang wanita yang jelas dia ketahui sudah berumah tangga.

__ADS_1


“Apa kau gila kak? aku sudah menikah apa maksudmu, jangan macam macam sebelum kau juga berakhir seperti si bajingan itu!” bentak Lisa dengan suara tegas, dia langsung mengambil jarak dari Liam dan menghindari pria itu.


“Aku serius sa, aku akan buktikan kalau Dev itu tidak cocok untukmu, dia itu gila,” ucap Liam.


“Cihhh kau yang gila pria berengsek!” umpat Lisa meninggalkan Liam disana, dia berlari kencang tak ingin berurusan dengan pria menjengkelkan itu lagi.


Liam menatap kepergian Lisa,” Aku akan menjadikanmu milikku seutuhnya Lisa, aku akan buktikan kalau Dev adalah orang gila,” ucap Liam di dalam hati.


Lisa terus berjalan hingga dia berpapasan dengan suaminya yang tampak seperti orang ling lung.


“Kak Dev,” panggil Lisa, mendengar suara lisa bagai angin segar bagi Dev di tengah kebingungannya, dia merasa aneh dan tidak ingat dengan apa yang baru saja terjadi.


Beberapa menit lalu dia bangun di semak semak, pakaiannya tampak acakan dan mulutnya terasa manis seperti baru saja memakan permen, matanya sembab dan beberapa bagian tubuhnya terluka.


“Lisa, darimana?” Dev menghampiri Lisa, dia tak memberitahukan apa yang terjadi pada dirinya,tak ingin membuat istrinya khawatir Dev cepat cepat menutup lengannya yang terluka.


“Habis ngumpulin barang bekas kak, kakak dari mana?” tanya Lisa.


“Ahhh mau cari kamu tadi ternyata udah ketemu, sini aku bawain,” ucap Dev sambil mengambil alih keranjang milik Lisa.


“Tapi itu kotor kak,” ucap Lisa.


“Gak maslah, ayo pulang,” ucap Dev sambil menggenggam tangan gadis itu, Lisa merasa aneh dengan sikap Dev, dia bisa merasakan tangan Dev gemetaran namun Dev tak menceritakan apa pun pada dirinya.


“mungkin hanya perasaanku,” batin Lisa.


“Apa yang terjadi padaku? “ batin Dev.


.


.


.


Like, Vote dan komen

__ADS_1


__ADS_2