
" Selamat tinggal para tetangga Juliiidddd..." kalimat terakhir Lisa saat meninggalkan lokasi rumah lama mereka.
Semua warga di rumah itu menatap kepergian Lisa dan keluarganya dengan mata tak berkedip, bagaimana tidak mereka semua bagaikan serbuk berlian yang terpendam di dalam lumpur dan menunjukkan wajah aslinya saat ini.
" Apa mereka tidak akan kembali?" ucap para warga.
" Cihhh biar saja mereka pergi supaya komplek ini rukun dan damai, huh cuma orang miskin aja belagu, " ketus Buk Markonah yang dendam pada keluarga Lisa karena putranya dipenjara saat ini.
" Ya elah buk bilang aja kesal karena si Jeki dipenjara akibat ulahnya sendiri, udah jelas jelas dia salah masih aja dibelain!" ketua Para warga.
" eh anak saya gak salah, anaknya si Herlambang tuh, anaknya si Inda, anak saya mah baik," ucap Buk Markonah yang kesal.
" Halah banyak Ong, gak percaya lagi kita sama penghasut iblis macam ibu!" ejek para warga.
Bu Markonah kesal dia masuk ke rumah sambil menahan malu.
Sementara itu Uncle Chung yang berdiri diantara kerumunan itu tak bisa berkata apa pun pada keluarga Lisa, dia terlalu malu untuk menghadapi sahabatnya Pak Kevin yang begitu baik pada keluarganya.
Malu karena perbuatan putranya Liam yang menyiksa orang tak bersalah.
Sementara itu keluarga Lisa melaju menuju rumah baru yang dimaksud oleh Dev. Sebuah rumah baru di komplek apartemen mewah yang tentunya dengan tetangga yang tidak julid seperti di rumah Lama.
Rumah itu adalah rumah yang biasa ditempati Dev jika malas pulang ke mansion, rumah mewah yang cukup besar dengan segala fasilitas di dalamnya.
Komplek perumahan yang asri dengan tetangga yang super ramah.
Pohon pohon yang rindang dan bunga bunga yang indah tumbuh disekitar lokasi itu. Dev sebenarnya ingin membawa Lisa ke lokasi yang lebih sepi, tatapi atas saran Pak Kevin mereka memilih tempat yang agak ramai dengan banyak orang karena Lisa suka berinteraksi dengan orang orang.
" Uwahhhh.... indah sekali lokasi ini!!" celetuk Lisa sambil mengeluarkan kepalanya dari jendela mobil.
Lisa dan Dev berada dalam mobil yang sama, Pak Kevin, Mike dan Adam di mobil lain. Tentu saja Pak Kevin sengaja membiarkan mereka berduaan agar keduanya semakin dekat satu dengan yang lain.
Pak Kevin sedang mempersiapkan sesuatu yang sangat rahasia untuk putri dan menantunya, entah apa yang sedang direncanakan pria itu tetapi semua dia siapkan untuk kebahagiaan putri dan menantunya.
" Apa kau menyukai lingkungan ini?" tanya Dev.
Lisa menoleh dengan senyuman ceria di wajahnya sambil mengangguk pelan.
" Lingkungan nya ramai sekali, segar lagi aku suka sekali huwaaa.... keren!!" seru Lisa sambil Tersenyum menatap lingkungan itu.
" Hahaha baguslah kalau kau menyukainya, aku dulu tinggal disini kalau malas pulang ke mansion," jelas Dev.
" Mansion? kau punya berapa rumah sih?" tanya Lisa heran.
" Ummm di kota ini ada sepuluh apartemen pribadi, rumah tinggal 6, mansion ada 5 ada juga di Bali dan di beberapa kota lainnya, kalau aku butuh tinggal beli saja, lagipula itu rumah kita," ucap Dev.
" Hey kau sedang bercanda kan? darimana uangmu sampai memiliki banyak aset seperti itu? kau pasti pembohong!" celetuk Lisa sambil menunjuk Dev dengan tatapan meledek.
__ADS_1
" Heh kau tak percaya? "
" tidak lah,"
"Lihat saja akan kutunjukkan semuanya padamu nanti, dasar Nenek lampir!"
" Ck... jangan mimpi terlalu tinggi kak Dev, nanti jatuh sakit loh," ejek Lisa.
" Aku gak mimpi loh Lisa sayang, gak yakin Sama suami sendiri kamu mah,"
" Cihhh....kamu mah bercanda terus," ejek Lisa.
" Heh awas ya kalau kamu sampai mangap karena lihat rumah baru kita, " ucap Dev.
" Kita lihat aja nanti," celetuk Lisa.
...****************...
Mereka tiba di rumah baru yang letaknya di antara bangunan bangunan mewah di komplek perumahan elit itu.
Dev membawa Lisa turun dari mobil, baru keluar dari mobil saja sudah membuat Lisa takjub melihat betapa indahnya pemandangan di sekitaran rumah baru itu.
" Wahhhhh.... cantik!!" seru Lisa dengan mata berbinar binar.
Dev menggenggam tangan istrinya sambil tersenyum, "ini rumah kita sayang," ucap Dev sambil membawa Lisa menuju rumah baru mereka.
" heii kau bercanda kan, kau mana sanggup beli rumah sebesar ini, tak apa Kak, aku tak masalah kalau kita harus tinggal di rumah kecil, jangan memaksakan dirimu kak," celetuk Lisa.
Pletakkk....
Dev memukul kening Lisa dengan kesal karena istrinya itu benar benar tidak percaya pada apa yang dia ucapkan.
" awhhh... kok di jitak Pak Tuaaaa...." ucap Lisa meringis kesakitan.
" Kamu bicara omong kosong dari tadi Dasar Nenek Lampir, udah dijelasin kalau ini rumah kita," Dev kesal.
" Kau tak semiskin yang kau pikirkan Lisa sayang," ucap Dev seraya menangkupkan kedua tangannya di wajah Lisa.
" Ja... jadi Bener ini rumah kita? di lantai berapa?" tanya Lisa lagi.
Pukk....
Dev memukul keningnya sendiri, Lisa memang susah percaya.
" Dari lantai satuuuu.... sampai keatas adalah rumah kita sayang," ucap Dev.
Mata Lisa terbelalak mendengar apa yang diucapkan oleh Dev.
__ADS_1
" Haaaa? apa aja di dalam? besar banget!!!" celetuk Lisa yang malah terbelalak melihat rumah besar itu.
" Hahahah.... kan bener kamu malah mangap, gak percaya sih sama suami sendiri," ejek Dev sambil menarik tangan Lisa ke dalam rumah baru mereka.
Pak Kevin sendiri menatap Lisa dan Dev yang sudah masuk ke dalam rumah.
" Kalian akan berpisah untuk sementara waktu, jadi nikmatilah waktu kalian anak anakku, ini semua demi kebahagiaan kalian, Lisa ,Dev Papa hanya busa melakukan sampai sini, kedepannya Papa tidak tau apa Papa masih bisa mendampingi kalian," batin Pak Kevin.
Mike menatap Pak Kevin yang belum juga keluar dari dalam mobil.
" Apa lagi yang direncanakan Pak tua ini, benar benar misterius," batin Mike.
" Ayo turun, kenapa kalian di dalam saja?" tanya Adam.
" Kau mengejutkan ku bule bodoh, dasar, kau ini,kira kira kalau mau manggil orang!" ketus Pak Kevin.
" Ya maaf Pak, habisnya kalian dari tadi diam" ucap Adam sambil menggaruk tengkuknya.
" Sudahlah ayo keluar!" ucap Mike.
Mereka membawa masuk semua barang barang di bantu oleh pelayan dan pengawal.
Dev membawa Lisa yang terus menerus takjub melihat interior rumah itu. Benar benar indah dan nyaman bagi Lisa, semuanya di sesuaikan oleh Dev untuk kenyamanan Lisa dan Papanya.
Mereka memasuki rumah, dan disambut hangat oleh para pelayan.
" Wah rame Kak, kok banyak orang,? ada acara?" tanya Lisa.
Para pelayan terkikik mendengar celetukan nyonya muda mereka namun seketika diam saat melihat wajah datar tuan mereka.
" Mereka pelayan Lisa, " jawab Dev.
" Hah? banyak banget, terus ini apaan? itu apa? nah yang itu kok di atas? Itu AC kan? beneran dingin kan? wahhh rumah ini canggih!" celetuk Lisa yang dulunya hanya bisa melihat semua itu dari gambar sekarang malah melihat semuanya di rumah barunya.
" Hahahahah.... Lisa kau lucu sekali, ayo masuk apa harus kujelaskan semuanya padamu, kurasa kau sudah tau apa saja itu," ucap Dev.
" Hahahah... aku hanya bercanda, habisnya aku tak percaya hahaha..." jawab Lisa.
" Dasar kau ini!"
.
.
.
.
__ADS_1
bersambung