
Pak Kevin menatap tajam Lisa dan Dev yang baru saja keluar dari kamar setelah membersihkan diri mereka.
"Dasar anak anak menyebalkan," kesal Pak Kevin.
" Ya Maaf Pa, lagian Papa ngapain sih gangguin orang baru bangun juga, masih mau enak enak tiduran, kan kita gak masu sekolah papa!" kesal Lisa.
"Lisa, udah deh gak usah ngeles, mending kau les bahasa Mandarin biar mahir, gak usah mengalihkan Papa, sekali salah ya tetap salah, mas Aiya kamu dan Dev telat bangun, udah dibilang gak boleh sentuh sentuhan, peraturan masih berlaku anak dodol!" oceh Pak Kevin..
"Loh si Papa kok gitu sih, emangnya kenapa?" tanya Lisa.
" Ck... gimana kamu nanti bertahan kalau Dev Pergi.. eh.. Ekhmm nggak, su..sudah makan saja, Dev kita akan pergi ke suatu tempat, Lisa kamu dan Adam hari ini tolong banget siapkan banyak makanan, Papa, Dev dan Mike ada acara yang harus diikuti!" ucap pria itu yang langsung mengalihkan pembicaraan.
"Ehh pa, tadi maksudnya bertahan gimana? siapa yang pergi? kemana? Lisa ikut ya!!" Celetuk gadis itu.
Pak Kevin tampak gugup namu. dia mengendalikan dirinya.
"Tak ada, kau anak tengil diamlah, lakukan yang Papa katakan tadi, masak yang banyak, Papa, Dev dan Mike punya banyak pekerjaan hari ini dan kamu harus di rumah, ingat tinggal di rumah, jangan keluar tanpa pengawasan siapa pun!" tegas Pak Kevin.
"Tapi Lisa mau jalan jalan Pa, bosan kalau di rumah terus," gerutu Lisa.
Dev tampak bingung, sebenarnya Pak Kevin Meu mengajaknya kemana, pria tua itu bahkan belum mengatakan apa pun.
" pa kita mau kemana? Kenapa Lisa dan Adam tidak ikut?" Tanya Dev pada Pak Kevin.
"Mau membongkar rumah lama, masa iya Lisa ikut, yang ada di Bu Markonah akan ngejek Lisa lagi, Papa mana tega, untuk Adam dia harus tinggal dan menjaga Lisa, Kita akan sibuk seharian!" Ucap Pak Kevin.
"Eihh bilang dong Pa, cara ngomongnya kayak ada yang disembunyikan, kan Lisa jadi curiga hehehe..." Celetuk gadis itu.
pak Kevin tersenyum," Maaf nak," batin pria itu.
"Apa yang sebenarnya disembunyikan oleh Papa kenapa aku merasa ini bukan hanya sekedar membongkar rumah," batin Dev.
Setelah pembicaraan di pagi hari, Pak Kevin , Mike dan Dev akan segera berangkat.
Di kamar Dev dan Lisa.
"Yang, kok aku ngerasa Papa lagi nyembunyiin sesuatu ya? Mencurigakan!" Ucap Lisa yang sedang merapikan pakaian suaminya.
Dev menatap Lisa dan mengusap wajah istrinya, dia juga merasakan hal yang sama, seolah dia akan berpisah jauh dari Lisa.
" Sudah ikuti saja mau beruang besar itu honey," ucap Dev sambil tersenyum.
"Hmm iya deh... Btw ganteng banget sih hahhahah..." Celetuk Lisa sambil mencubit gemas pipi suaminya.
__ADS_1
" Iya dong, suami Lisa," kekeh Dev.
Lisa membalas senyuman pria itu.
Dev tampak mengeluarkan sesuatu dari kantong nya," sayang pakai ini ya," Dev membuka anting Kana Lisa dan memasang sepasang anting kecil berbatu permata yang sangat indah.
"Ummmm? Dapat darimana?" Tanya Lisa.
"Milik mendiang Mama, sekarang kamu yang pakai," ucap Dev.
"Ehh... Kalau punya mendiang Mama mertua jangan, kamu simpan aja, nanti hilang, ini berharga loh yang, aku takut ini rusak kalau aku yang pakai!" Ucap Lisa sambil menghentikan tangan Dev.
Dev tersenyum," justru karena berharga aku memberikannya pada orang yang sangat berharga bagiku, ini wasiat Mama, wanita yang pantas memakai ya adalah, kamu sayang, Mama pasti senang sekali mendapatkan seorang menantu secantik kamu!" Ucap Dev.
"apa itu benar? Aku jadi penasaran dengan mama," ucap Lisa.
"Suatu saat kita akan ke makamnya, aku memindahkan makam Mama ke Eropa, jauh dari keluarga jahat itu," jelas Dev.
"Baiklah," ucap Lisa.
"Ahh dan ini," Dev mengeluarkan beberapa dokumen, kartu unlimited, beberapa kunci mobil, kunci apartemen dan segala aset yang dia miliki di negara itu.
"Sekarang tugas kamu yang kelola, itu semua milik kita, kamu yang kelola dan kamu yang jaga, aku percayakan semua pada kamu sayang," ucap Dev.
"Masih ada lagi di koper, nanti kamu hapal, biar gak ada yang kececer, semua itu atas nama kamu, jadi pakai sebaik mungkin!" Ucap Dev.
"Yaaah kamu yang pakai dong yang, masa Akai dasar kamu ahh!!" Gerutu Lisa dengan wajah masaam.
"Hahahha... Milikku adalah milikmu sayangku," ucap Dev.
"Devv cepat lah apa kau sudah siap? Beruang besar hampir mengamuk!!" Panggil Mike dari luar kamar.
"Papa manggil, ya udah aku berangkat dulu sayang, ingat kata Papa, jangan pergi tanpa sepengetahuan Adam dan selalu bawa pengawal," ucap Dev.
"Baiklah, kamu hati hati kerjanya, aku akan masak enak malam ini," ucap Lisa yang dibalas anggukan kepala oleh Dev.
"Baiklah, ahhhh aku pengen peluk!!" Ucap Dev yang langsung menarik Lisa ke dalam pelukannya.
Rasanya hari ini dia ingin dekat terus menerus Dnegan sang istri seolah dia akan pergi jauh dan kembali dalam waktu yang lama.
"Ihh kamu kayak mau pergi jauh aja," Celetuk Lisa.
"Ahh aku pasti bakal merindukan kamu sayang," ucap Dev.
__ADS_1
Wajah Lisa merona, Dev selalu membuatnya gugup.
"Sudah lah sana pergi, Papa udah nungguin," ucap Lisa.
Dev tidak beranjak, dia menunjuk bibirnya sebagai petunjuk.
" Cium dukung sayang," ucap Dev.
"Gak mau, dasar mesum!" Celetuk Lisa.
"Plisss... Cium terus anterin ke depan ya?" Ucap Dev dengan mata berbinar-binar.
"Dasar bocah kamu, ya udah," ucap Lisa.
Cup...
Lisa mengecup pipi Dev namun seolah kurang pria itu langsung menyambar bibir mungil istrinya.
"Begini baru benar!" Ucap Dev sambil tertawa cekikikan dan berlari keluar dari kamar itu.
"Yaaak pak tua mesum!!" Gerutu Lisa sambil mengejar Dev.
Dev akhirnya berangkat bersama Pak Kevin setelah drama kejar kejaran itu berakhir.
"Hati hati, cepat pulang, aku akan masak banyak!!" Teriak Lisa.
Pak Kevin, Dev dan Mike melambai sambil tersenyum.
"Sampai jumpa nak, kami akan cepat dan membawa suamimu dalam keadaan baik baik saja, kau akan aman di rumah itu, seluruh lingkungan ini sudah Papa amankan!" Batin Pak Kevin.
"Maafkan Papa nak, Maafkan Papa karena tidak jujur, semua ini demi kebaikan kalian berdua," batin pria itu.
Lisa menatap kepergian suaminya, dengan polosnya gadis itu tersenyum melambaikan tangan pada Dev tanpa tau kalau hari itu adalah pertemuan terakhirnya dengan suaminya yang entah kapan akan kembali.
Adam menatap Lisa, ada sedikit rasa sesak di hatinya, namun dia tak bisa berbuat apa apa, Dev memang harus disembuhkan agar bisa hidup normal bersama Lisa.
"Dev harus sembuh, selain itu, musuh Dev semakin kuat, Lisa sudah menjadi target, dan aku akan memastikan kalau mereka tidak akan bisa melacak keberadaan Lisa yang sebenarnya, aku yang akan menjaganya, sembuhlah Dev!" batin Adam.
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 😉😊