
Lisa menatap suaminya sambil tersenyum manis, sepertinya wanita itu mengetahui sesuatu tentang Dev.
"Aku hanya yakin kalau kau pasti sembuh, tidak lebih, aku yakin pria hebat ini akan bangkit dari kesedihannya," ucap Lisa yang malah mengalihkan pembicaraan mereka.
"iya kan pak tua yang cengeng hahahah, kau sangat cengeng sayang hahahahh..." Ella malah mengejek Dev saat pria itu benar benar penasaran dengan siapa yang dimaksud oleh istrinya.
"Lisa, siapa yang kau maksud dengan perkataan mu tadi ,bicara yang jelas , dasar Mak Lampir!" gerutu Dev.
"Wleeek aku tak mau hhahhaha, cari tau saja sendiri, bukannya kau pintar pak tua!" ejek Lisa sambil menjulurkan lidahnya ke arah Dev.
"Lisa ayolah, kau membuatku penasaran!!"
"Hahhaah itu saja tidak tau, nanti kau akan tau sendiri pak tua hihihi....
"Yaaahh Lisa kalau kau tidak beritau, aku akan menggelitik mu sampai kau menyerah!!!!" teriak Dev sambil menarik tubuh Lisa dan menahannya di bawah Kungkungannya.
"Hahahaha coba saja, aku tak akan menyerah hahahahah,"Lisa tertawa terbahak di bawah Kungkungan suaminya.
Dev menggelitik Lisa, gadis itu tertawa terbahak bahak di atas tempat tidur, sesekali dia membalas kelakuan suaminya.
Pagi itu mereka hiasi dengan senyuman dan tawa yang sangat menyenangkan.
"Hahahah aku lelah kak Dev, kumohon hentikan hah... hahah.... ini melelahkan!" ucap Lisa yang sudah lemas karena digelitik habis habisan oleh suaminya.
"Makanya jangan jadi gadis nakal," Celetuk Dev seraya menepuk kening istrinya dengan gemas.
Lisa tersenyum bahagia sambil menatap wajah Dev, pria itu masih berada di atas tubuh Lisa.
"Akhirnya wajah ini tersenyum juga, jangan menangis seperti tadi, itu menyakitiku kak, aku tak suka melihatmu menangis," ucap Lisa.
Dev tersenyum, Lisa benar benar membuat harinya menjadi baik, pria itu mengusap kening Lisa dengan lembut.
"Terimakasih karena mau menerima orang sakit ini sayang, aku... aku bersyukur aku memiliki seseorang yang sangat kucintai berada di sisiku di saat saat terendah dalam hidupku," ucap Dev.
Lisa menangkupkan kedua tangannya di wajah suaminya," Mulai sekarang ingat ini, dimanapun kau berada, apa pun yang sedang kau lakukan, entah kau bersedih atau dalam keadaan hancur ingat kalau ada aku disini,"Lisa menunjuk dada Dev.
"Aku akan setia mendukungmu dari sini, sejauh apapun jarak kita, selama apa pun kita berpisah sesakit apa pun rintangan Ali akan mendukungmu, karena apa? alasannya karena aku mencintaimu Pak tua cerewet," ucap Lisa.
"Jadi pak tua ini harus bisa bertahan, aku yakin kau akan sembuh dan kembali menjadi dirimu sendiri sayang," ucap Lisa dengan wajah memerah karena gugup dan malu.
"Cieee yang manggil manggil sayang hahahahah udah bucin ya sama akang Dev hmm..
" goda Dev seraya menaikturunkan alisnya.
Wajah Lisa bersemu merah dan jantungnya berdegup dengan begitu kencang, Lisa menepuk bibirnya sendiri.
__ADS_1
"Haihh ngapain juga aku bicara seperti itu pada seorang Pak tua arrhh kutarik kembali ucapanku!!!" seloroh Lisa.
"Hahahhahaha dasar Mak Lampir!!!" Dev Tertawa terbahak-bahak melihat respon istrinya.
"Cihh Pak tua jelek!" ketus Lisa.
Dev hanya tersenyum, dia menatap wajah itu, mengajak setiap inci wajah wanitanya yang belum sepenuhnya dia miliki mengingat janjinya tidak akan menyentuh Lisa sebelum gadis itu benar benar siap.
Cup...
Sebuah kecupan mendarat di bibir Lisa, sontak tubuh gadis itu menegang, dia tidak terbiasa dengan hal hal intim seperti ini.
"Apa aku boleh menciumnya? hanya mencium saja tak lebih," tanya Dev .
"Emmm... i..itu Ka... kau tidak akan me..meminta i..itu kan? ha..hakmu sebagai su... suami a..aku...
"Sshhh jangan pikir yang tidak tidak sayang, aku tau kau belum siap, aku sudah janji tidak akan meminta itu sampai kau benar benar siap, lagipula kau masih belia, aku hanya meminta ini boleh kan?" tanya Dev.
"Bo... boleh kok.." jawab Lisa dengan wajah merah karena gugup dan malu.
Setelah mendapatkan ijin resmi dari sang pemilik, Dev menyambar bibir itu dengan lahap dan lembut, menyalurkan cinta mereka satu sama lain.
Keduanya bergulat dengan benda kenyal itu. Frencch kiss pagi hari yang memabukkan keduanya. Tentu saja Dev mampu mengontrol dirinya meskipun saat menyentuh Lisa dia ingin lebih dan lebih mengeksplor miliknya itu.
"Aku mencintaimu," bisik Dev di telinga Lisa.
Saat mereka sedang asik bercumbu di atas kasur, mtib tiba pintu kamar mereka diketuk dari luar degan sangat sangat keras.
Tok tok.
Tok tok tok.....
"Yaaakkkk anak anak tengil bangun jangan buat anak dulu woiii!!!" pekik pak Kevin dari luar kamar.
sungguh bahasa Pak Kevin benar benar ambigu jika d dengar oleh orang lain, bisa bisanya Pak Kevin mengganggu kegiatan pasutri muda itu.
"Ya ampun Beruang Besar!" ucap keduanya saat sadar mendengar suara Pak Kevin yang menggelegar memanggil mereka berdua.
Dev menepuk kepalanya sendiri, lagi lagi Pak Kevin mengganggu acara romantis bersama istrinya.
"Astaga apa Papa gak bisa biarkan kita berduaan dulu sayang hmm? kenapa selalu diganggu setiap kali seperti ini arrhhhh Papa...." gerutu Dev ,dia menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Lisa, seakan tak rela menyudahi adegan romantis mereka di pagi hari yang cerah ini.
"Deeevvv... Lisaaa bangun bangun!!! sudah siang kenapa kalian lama sekali, sudah dibilang jangan buat anak dulu bangun!!!!" pekik Pak Kevin sambil memukul mukul daun pintu.
"Hahahah yang bangun dulu, nanti Papa makin marah ayo, entar di dobrak pintunya," ucap Lisa.
__ADS_1
Dev terkejut, dia menatap istrinya," tadi panggil apa? coba ulangi?" ucap Dev dengan mata berbinar-binar.
"emm apa? nggak ada tuh," ucap Lisa malu malu.
"ohh ayolah, tadi manggil apa hmm?" tanya Dev.
"yang? sayang?" jawab Lisa dengan wajah memerah Karena malu.
Dev tersenyum bahagia, dia menyukai panggilan itu.
"Cieee makin sering nih manggil manggil sayang..." goda Dev seraya mencolek hidung istrinya dengan gemas.
Semburat mera memenuhi wajah Lisa, jantungnya lagi lagi berdegup kencang, Dev membuatnya malu dan gugup disaat yang bersamaan.
"Mulai hari ini panggil begitu yang honey, hehheheh aku menyukainya," ucap Dev, dia masih di atas tubuh Lisa.
Lisa tersenyum, "baiklah sayang, tapi hanya saat kita berdua, aku malu kalau di depan yang lain apalagi papa hihihi... Bisa marah dia ," ucap Lisa sambil cekikikan.
"Ohh iya beruang besar harus dijinakkan, entar mengamuk!!!" Ucap Dev saat sadar kalau Pak Kevin masih menunggu di depan pintu kamar mereka.
"ya udah sana cepat nanti di gebrak sama Papa arrhh ... Kamu sih sempat sempatnya nge gombal!!" Celetuk Lisa.
"Hobi baru honey," balas Dev seraya mengedipkan sebelah matanya.
Dev bangkit dari kasur, dia berjalan menuju pintu sambil menarik nafas dalam dalam, menyiapkan jantungnya untuk menemui si beruang besar.
"Jangan ngamuk pliss..." Gumam Dev.
Pria itu membuka pintu kamar dengan perlahan dan....
Brakkk...
Begitu pintu dibuka sedikit Pak Kevin menggebrak pintu itu
"DEVANO LISAAAAAA!!!!!!!!!!!!"
"Mampus, ngamuk kan!! Hadehhh!!" Batin Lisa.
"Papa gak ngerti ahhh, mau berduaan sama istri diganggu terus," gumam Dev.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen 😉😊