Suamiku Bukan Monster

Suamiku Bukan Monster
Show


__ADS_3

Kedatangan Alexander Grup, Yale Foundation, dan Levis grup sontak menjadi bahan perbincangan seluruh tamu yang yang datang ke acara itu.


Pemilik acara pesta menyambut mereka dengan senyum sumringah di wajahnya, tak disangka kalau acara tahunan sekaligus acara ulang tahun grup Global menjadi tempat bertemunya tiga perusahaan besar yang sudah bertaraf internasional.


Semua orang tercengang, belum lagi pesona para pemimpin muda itu sangat terpancar, Lisa si Presdir baru grup Alexander tak kalah misterius dengan topeng ukiran di wajahnya, semuanya penasaran dengan sosok wanita itu.


"Selamat datang tuan tuan dan nyonya, sungguh sebuah kebanggaan besar bagi Global grup menyambut kedatangan anda sekalian dalam acara ini," ucap Presdir Global grup, seorang pria tua berambut putih namun masih tetap bugar di usia senjanya.


"Terimakasih atas sambutan yang meriah tuan Harvey, kedepan kita akan memiliki hubungan yang baik," ucap Adam.


"Terimakasih tuan," ucap tuan Harvey.


"Apa seluruh tamu sudah tiba?" tanya Lisa sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh tamu, yang dia targetkan saat ini adalah Pradipta grup, perusahaan yang seharusnya milik suaminya.


"Tentu nyonya, silahkan masuk," ucap tuan Harvey yang merasa heran dengan Lisa.


"Lisa jangan terlalu kelihatan, kau seperti macan yang mencari-cari targetmu!" bisik Adam.


"Heheheh... aku sudah tidak sabar kak, aku ingin membuat mereka benar benar kehilangan muka di hadapan semua orang!!" bisik Lisa.


"Dasar kau ini," gumam Adam.


Mereka berbaur dengan semua tamu, seluruh acara dilaksanakan dengan begitu meriah, bahkan Lisa sendiri menyampaikan pidato penyambutan dalam acara itu.


Nyonya Pradipta menatap ke arah Lisa, dia benar benar penasaran dengan gadis yang berada di balik topeng ukiran berwarna merah itu.


"Siapa dia, kenapa penampilannya mirip dengan Sarah istri si Kevin sialan itu!!!" batin Nyonya Pradipta.


"ada apa Ma? kenapa kau melihat Presdir Alexander dengan tatapan seperti itu, apa kau mengenalnya?" tanya Tuan Harry Pradipta yang baru bergabung dengan istrinya setelah berbincang dengan pebisnis lain.


"Kau lihat penampilannya, persis seperti Sarah, wanita yang kubunuh itu!!!" bisik Nyonya Pradipta.


Tuan Harry menatap ke arah Lisa yang sedang tertawa bersama para pebisnis lain di ruangan pesta itu.


"Benar, di..dia benar benar mirip dengan wanita itu, tapi bagaiman bisa!!??" tuan Harry terbelalak, dia baru sadar setelah memperhatikan penampilan Lisa lebih teliti.


Sementara itu di tempat Lisa," bagaiman? apa kalian teringat dengan mendiang ibuku?" batin Lisa sambil tersenyum licik.

__ADS_1


"Itu tidak mungkin Ma, dia sudah mati dan putrinya sudah berhasil kami tangkap, sekarang gadis bodoh itu sedang disekap di markas," ucap tuan Harry dengan senyum sumringah.


"Lalu bagaiman dengan pria itu, apa kalian sudah menemukan Dev!?" tanya Nyonya Pradipta.


"Belum, jika istrinya ditangkap dia pasti akan mencarinya, tenang saja, kita akan menghabis mereka malam ini!" ucap tuan Pradipta.


"Lalu dimana Tom?" tanya Nyonya Pradipta.


"Entahlah, mungkin dia sedang menikmati pesta ini, biarkan saja, toh juga dia masih muda, biar dia menikmati semuanya sepuasnya!" ucap tuan Harry.


Acara berlangsung dengan lancar, mereka tidak tau kalau Pradipta grup perlahan lahan telah hancur berantakan, hanya tinggal menunggu waktu pengumuman kebangkrutan besar besaran grup itu.


Sementara itu Tim sedang menikmati waktunya bersama Perempuan malam yang dia pikir adalah calon tunangannya yaitu anak perempuan dari Global grup yang dijodohkan padanya.


Tom sedang dalam pengaruh obat obatan, tanpa sadar dia menarik perempuan malam yang sudah mengincar pria pria kaya untuk menemani malamnya.


Dia menikmati waktunya berduaan bersama wanita itu, tanpa tau kalau di luar sana akan segera terjadi kekacauan besar.


Kembali ke dalam aula pesta,Lisa tampak duduk diantara para pria sambil menatap ke arah layar In focus yang dipasang di di ruangan itu.


"Heheheh, shownya akan segera dimulai kak, aku sungguh tidak sabar melihat mereka menahan malu, hihih..." Lisa cekikikan di samping Adam, hal ini tentu menarik perhatian orang orang.


"Wahh nyonya Alexander ternyata dekat dengan banyak pria ya," ucap seorang wanita berambut hitam pekat, tampak jelas kalau dia orang yang sombong dari cara bicara dan cara dia melihat orang.


"Apa mereka semua mainanmu Nyonya?" ucap perempuan yang merupakan anak perempuan dari Global grup Nyang dijodohkan dengan Tom Pradipta putra pasangan Pradipta.


Lisa tersenyum tipis menatap Helena putri Global grup.


"Tanyakan pada mereka, apa mereka mainanku atau saudaraku?" ucap Lisa sambil tersenyum.


"Cihhh ... sekalinya jal4ng akan tetap jal4ng, suami pergi kesempatan mencari pria lain, tidak patut dicontoh!" ucap wanita itu yang jelas jelas menjelekkan Lisa di hadapan semua orang.


"Jaga bicaramu terhadap adikku dasar perempuan kurang ajar tak beretika!!!" Tuan Yale berdiri sambil menatap Helena dengan wajah benar benar merah, sontak mereka semua terkejut mendengar suara pria itu, bahkan Helena sampai terbelalak saat pria itu dengan lantang membentak dirinya dihadapan para tamu.


"Kak Yale, tenanglah itu bukan masalah, aku sudah biasa mendengar nya," ucap Lisa.


Tuan Yale bertemu dengan Lisa beberapa bulan saat ada rapat besar antar perusahaan yang saling bekerja sama. Di pertemuan pertama Lisa memberi kesan bagus di hati tuan Yale, bahkan Lisa kini bersahabat dengan istri tuan Yale yang ternyata adalah wanita yang pernah Lisa temui sewaktu dia memulung dan mengalami tragedi kerusakan dress waktu itu.

__ADS_1


Tak disangka tuan Yael dan istrinya begitu menyukai Lisa, mereka menganggap Lisa sebagai adik kecil mereka, dan dengan sepenuh hati akan membantu Lisa menjalankan semua rencananya.


"Tidak bisa Lisa, jika kakakmu mendengar hal ini terjadi lagi padamu, dia akan marah besar, jangan membiarkan orang orang berbicara sembarangan terhadap dirimu, kamu bukan orang yang pantas mereka caci!" ucap Tuan Yale.


Lisa terharu, pria itu membelanya di depan semua orang.


"Tak apa kak, tenanglah, toh pertunjukannya akan segera dimulai," ucap Lisa sambil menepuk bahu tuan Yael.


"Ck... sekali lagi kudengar ada yang menjelekkan adikku, maka siap siapa perusahaan atau usaha apapun yang kalian miliki hancur di tanganku!" ancam tuan Yale.


Presdir Global Grup kelimpungan karena kelakuan sombong putrinya, dia benar benar kesal saat ini.


"Maaf atas ketidak nyamanan nya tuan tuan dan nyonya, putri saya masih perlu belajar," ucap Tuan Harvey.


"Perlu belajar apanya sih pa, lagipula dia itu tak lebih hebat dari calon suamiku, Tom Pradipta pewaris kerajaan bisnis Pradipta, tak ada yang menandingi nya!" ucap Helena dengan begitu sombongnya.


"Helena!!" bentak tuan Harvey.


"Aku pergi, mengesalkan sekali!" ketus wanita itu.


"Cihhh... jangan pergi dulu Nona," Lisa menahan tangan Helena dan mencengkram nya dengan kuat.


"Kau harus menonton pertunjukan malam ini!!!" ucap Lisa dengan suara tajam dan mengerikan.


"Lihat ke arah layar!" ucap Lisa.


Semua orang tercengang ketika gambar gambar tak senonoh itu muncul disana, Tom sedang bermain dengan wanita di atas ranjang.


"Toooommm!!!!" pekik Helena.


.


.


.


like, vote dan komen 😉😊

__ADS_1


__ADS_2