Suamiku Bukan Monster

Suamiku Bukan Monster
Kesalahpahaman


__ADS_3

Lisa sangat terkejut kala mendengar suara gebrakan meja tepat di atas kepala mereka.


“Lisa sedang berbuat mesum pak RT!!!” teriak ibu Markonah yang sebenarnya tak sengaja mengintip Lisa dari balik jendela rumah mereka, Ibu ibu yang satu ini benar benar ingin cari masalah dengan Lisa sampai sampai dia ingin benar benar menghancurkan kehidupan wanita itu.


Apalagi melihat kesempatan besar seperti ini dia manfaatkan sebaik mungkin untuk bisa membuat malu Lisa dan Papa.


Ibu Markonah tak akan tinggal diam, beberapa saat lalu dia mendengar Lisa sedang berbincang bincang dengan Dev, dengan jurus sailor moonnya dia langsung berlari ke kantor RT setelah mendapatkan foto bukti yang dia jepret tepat saat pria itu menepuk kepala Lisa dengan pelan.


Ibu Markonah yang melihat kesempatan emas, langsung saja berlari dengan kecepatan 1000 kilometer per menit menuju tempat pak RT, apalagi warga di kampung itu juga tidak menyukai Pak Kevin dan Lisa alasannya karena mereka yang hidup miskin lebih bahagia dari mereka.


Aneh memang tetapi itulah masyarakat di sekitar tempat tinggal Lisa, semua punya rasa iri dengki yang sangat besar.


Setelah melaporkan hal itu, mereka datang berbondong bondong ke rumah Lisa tentunya dengan mulut Ibu Markonah yang selalu menambah cerita menjadi satu kesatuan yang utuh dan bisa disebut sebagai fakta yang akan di percayai oleh warga.


Dia menyebutkan Lisa tidur dengan seorang pria, kemudian mengatakan Lisa memang seorang pel4c*r, mengatakan kalau Lisa menjual tubuhnya dan mengatakan kalau dagangan pak Kevin yang selalu laris memakai pelaris alias menggunakan jasa pesugihan tentu warga langsung murka setelah mendengar hal itu.


“Ya ampun Lisa ternyata benar rumor di kampung kalau kamu itu bukan perempuan baik baik, apa yang kamu lakukan disini, kamu berbuat mesum di bawah meja astaga memalukan sekali,” teriak para warga yang mulai menghakimi Lisa dan mengatakan yang tidak tidak tentang gadis itu.


“Pak Bu saya tidak ngapa ngapain, dia sedang sakit,” ucap Lisa sambil menunjuk Dev .


“Halah alasan, pak RT mana ada maling yang mau ngaku, dia memang kerjanya begitu pak, dia ini perusak, dia itu perempuan nggak baik,” ucap Herman pria yang mengejar Lisa beberapa hari lalu karena masalah sampah.


“Sumpah Pak saya dan Dev tidak melakukan apa apa, kami tidak melakukan apa apa,” ucap Lisa dengan mata berkaca kaca, sudah diejek, dihina dia juga direndahakan sebagai seorang anak perempuan.


“Eghh.... ada apa ini... loh, kenapa...” ucap Dev yang sudah sadar dia menatap ke atas dan melihat banyak warga disana,seketika itu membangkitkan ingatannya akan kerumunan pengawal yang menendanginya sewaktu dia remaja.


Tiba tiba tangan Dev bergetar ketakutan, Lisa menyadari perubahan ekspresi Dev, pria itu ketakutan.


“Ada apa ini?” tanya Dev pelan.


“Kalian melakukan perbuatan mesum, dasar orang orang hina,” ejek para warga.


“KAMI TIDAK MELAKUKAN APA APA!!” Teriak Lisa marah, dia khawatir dengan Dev yang kelihatan takut dan masih memeluknya.

__ADS_1


“Halah mana ada penjahat mau ngaku dasar perempuan hinaaa,....” teriak para warga mengejek Lisa.


Plakk.... srettt.....


Puk....puk..... puk..


Para warga melempari Lisa dan Dev dengan apa saja yang mereka dapat di dapur itu. Bahkan wajah Lisa sampai terluka karena terkena lemparan garpu.


Rambut lisa ditarik sehingga membuat gadis itu terpaksa keluar dan melepaskan pelukannya dari Dev yang ketakutan.


“Ahhhh sakiit.... “ teriak Lisa mencoba melepaskan diri namun Ibu Markonah sudah terlebih dahulu mengunci pergerakan Lisa dan mengambil kesempatan memukuli gadis itu.


“Dasar pria mesum, kemari kau,” teriak warga menarik tangan Dev dari bawah meja, mereka juga memukuli pria itu.


“Dev sadarkan dirimu!!” teriak Lisa yang kini dipegang oleh para warga, wajahnya lebam dan tubuhnya terluka, dia menangis karena sakit di hati dan sakit di tubuhnya.


“hiks hiks hiks.... kenapa kalian melakukan ini pada kami, apa salah ku? Kenapa kalian begitu membenci kami?” ucap Lisa dengan suara bergetar.


“JANGAN PUKULI DIAAAAAA......” teriak Lisa sambil menangis karena melihat Dev hampir babak belur di tangan para warga.


Dev mendengar teriakan Lisa dia menoleh ke arah gadis yang sedang menangis itu, dia paham situasinya sekarang. Dengan sekali hentakan Dev menghamburkan semua orang yang menahan tubuhnya.


Brukkk


“Dasar bajingan beraninya kalian menyentuhku,” teriak Dev marah, kilatan kemarahan tampak jelas di mata pria blasteran itu dia benar benar marah pada warga saat ini.


Mereka semua sampai tercengang melihat Dev yang begitu kuat bisa melepaskan pukulan mereka .


“Heh kau pria mesum, kalian sudah berbuat mesum di kampung ini, kalian sudah membuat nama tempat ini mejadi jelek,” ucap Pak RT, pria itu juga tidak menyukai keluarga pak Kevin karena istrinya selalu memuji ketampanan pak Kevin yang tak lekang oleh usia.


“Kapan kami berbuat mesum apa kalian punya buktinya,” ucap Dev.


“Lepaskan dia...” teriak Dev sambil menunjuk Lisa yang terluka di sekujur tubuhnya, dia menangis karena di pukuli oleh warga.

__ADS_1


“Halahhhh kami sudah melihat dengan kedua mata kami sendiri saat kau dan si jal4ng itu sedang bercumbu di bawah meja, dasar orang orang murahan,” umpat Pak RT.


“Cihhh ..... sudah lah pak Arak saja mereka ke kantor RT dan segera nikahkan mereka jangan sampai membuat nama kampung ini jelek,” teriak ibu Markonah yang sudah tidak sabar melihat kehancuran keluarga Lisa.


Mata Lisa terbelalak, dinikahkan secara paksa di usia yang masih sangat muda, tak pernah terbersit di pikiran lisa sampai saat ini.


“Tidak... kenapa kalian memaksa kami, kami tidak melakukan apa pun,” teriak Lisa marah.


Plaakkkk


Satu tamparan telak mendarat di wajah Lisa, “ heh diam kau perempuan penggoda, kau sudah banyak menggoda laki laki, kau menjual tubuhmu, ini nih anak yang tidak di didik oleh orangtuanya dengan benar,” ucap Ibu Markonah menjelekkan Lisa.


“Inilah perbedaan antara anak yang punya Ibu dengan yang tidak punya Ibu, bebagai langit dan Bumi,” ucap Herman menambahi.


“Pantas saja ibumu mati, dia punya anak seperti dirimu, dasar perempuan penggoda!!” berbagai umpatan keluar dari mulut para warga membuat Lisa mengepalkan kedua tangannya, dia tak tahan mendengar ejekan orang orang tentang dirinya dan keluarganya, sakit hatinya mendengar itu semua.


“Hiks hiks hiks puas kalian menghinaku, apa belum cukup selam ini hah? Sampai kalian menyebarkan fitnah buruk tentang kami??” teriak Lisa dengan suara bergetar dia menangis, tubuhnya bergetar ketakutan, dia terjatuh di atas lantai sambil menangis.


Hati Dev sakit melihat gadis itu menangis, untuk pertama kalinya setelah Dev mendapatkan penyakit itu, dia merasa iba pada seorang gadis, merasa sedih untuk seorang gadis.


“Halah.... diam kau buang air mata buaya mu itu, cepat bawa mereka ke kantor RT, kalian harus menikah, jangan jadi contoh yang buruk bagi warga,” ucap mereka menarik paksa keduanya.


Bahkan Lisa di seret seret seperti tidak berharga membuat Dev marah, dia menarik tangannya dengan kesal dan memukul warga yang memeganginya.


“Aku bisa jalan sendiri bangsat!!” ucap Dev melepaskan dirinya.


Dev berjalan dan menghampiri Lisa yang di tarik dengan paksa, hatinya sedih untuk pertama kalinya, biasanya dia tidak akan terpengaruh dengan apa pun, tetapi melihat Lisa dia tau arti kesedihan sebenarnya.


“Hei jangan menangis, sudah ayo jalan bersamaku,” ucap Dev dengan lembut, dia berbicara dengan sangat lembut membuat dirinya sendiri heran kalau dia bisa seperti itu.


.


.

__ADS_1


.


Like, Vote dan Komen


__ADS_2