Suamiku Bukan Monster

Suamiku Bukan Monster
ini rumahku


__ADS_3

..."Apa aku akan sembuh? sementara penyakit ini membahayakan orang di sekitarku?"...


...-Dev-...


...****************...


Mata Dev memerah, pembuluh darahnya menegang, dia mencengkram tangan Lisa dengan sangat kuat, bahkan rahangnya mengeras.


Adam tampak sangat panik namun Mike diam dan mengamati perilaku Dev. Dia dengan sengaja memancing amarah Dev untuk membangunkan alter ego pria itu. Sebut saja Mike sedikit gila, tapi dia tau apa yang harus dia lakukan.


"Mike kau tidak melakukan sesuatu? dia bisa menyakiti Lisa kalau seperti ini!!" ucap Adam panik.


"Diamlah, " ucap Mike dengan nada datar, matanya terus tertuju pada Dev yang tampak bereaksi pada suara Lisa.


"Kak Dev..." Lisa memanggilnya dengan lembut, suara itu seolah menarik ke dalam seluruh alter ego dalam diri Dev dan mengikat mereka di dalam tubuh Dev.


"Kak, tenang.." ucapnya pelan sambil menahan rasa sakit di tangannya akibat cengkraman tangan Dev yang sangat kuat.


"Shhh..... akhhhh...." Dev mendesis kesakitan, kepalanya seperti ditusuk-tusuk, seketika nafasnya kembali normal dan tubuhnya mulai membaik, bahkan sorot matanya berubah menjadi teduh seperti biasa.


Lisa menghela nafas lega, pria itu menatap Lisa dan melihat tangannya yang mencengkram tangan Lisa bahkan meninggalkan bekas kemerahan di pergelangan tangan gadis cantik itu.


"Li... Lisa? apa aku... apa aku melakukan..." Dev terdiam saat Lisa memeluknya.


"Diamlah, semua baik baik saja, tak ada yang terjadi, " ucap Lisa seraya menepuk punggung pria itu.


Dev tertegun, kali pertama merasakan hangatnya pelukan tulus dari Lisa membuat hatinya yang dingin menjadi hangat.


"Apa aku menyakitimu tadi, maaf," ucap Dev.


"Heh... ayolah Pak Tua, ini bukan apa apa... hanya lecet sedikit dasar kau ini," ucap Lisa sambil mengangkat pergelangan tangannya yang terlihat memerah namun rasa sakitnya tak separah itu.


"Maaf," ucap Dev.


"Ck... apa kau masih punya waktu untuk meminta maaf, cepat ganti pakaianmu kita harus jualan gorengan, nanti lapak kita di ambil orang!" ketus Lisa .


"Cepat sana, jangan bengong disitu!" ucap Lisa sambil menarik lengan Dev.


"Ta... tapi.. "


"Tapi apa heh, cepatlah kita harus menyelesaikan hukuman Papa, dia bisa menambah waktunya, aku tak suka jualan," ucap Lisa dengan wajah kesal sambil menatap Papanya yang sejak tadi berdiri di ambang pintu.


"Ekhmmm.... apa kau bilang hah? mau ku tambah waktunya? " ucap Pak Kevin yang memasang wajah garang sambil menatap Dev dan Lisa bergantian.


"Tidak.. kami akan segera berangkat!" ucap Lisa sambil menarik tangan Dev.

__ADS_1


"Dasar anak anak tengil," ketus Pak Kevin sambil menatap Lisa dan Dev yang sudah lari ke belakang.


Pak Kevin menatap Adam dan Mike yang duduk bersila disana.


"Mau apa kalian kesini?" tanya Pak Kevin .


"Kami akan tinggal disini mengawasi Dev, seperti yang Anda lihat, dia punya penyakit mental," ucap Mike sambil bangkit berdiri.


"Hmmm.... sepertinya yang punya penyakit mental itu dirimu, baiklah jika kalian ingin tinggal disini, ikuti aturan ku, jika tak setuju maka angkat kaki dari rumah ini!" ucap Pak Kevin dengan tegas.


"Saya hanya punya urusan dengan Dev, dia sahabat sekaligus pasien saya," balas Mike.


"tetapi dia menantuku, dia keluargaku, kalau kau punya urusan dengan Dev maka kau berhadapan terlebih dulu denganku!" ucap Pak Kevin dengan gaya angkuhnya.


Adam menelan kasar salivanya saat melihat kedua orang itu bersitegang, sungguh pemandangan yang mengerikan.


"Kenapa kalian bersitegang seperti ini, sudahlah kenapa harus berdebat," ucap Adam.


"Tapi apa Anda tidak khawatir membiarkan Lisa menikah dengan Dev? " tanya Mike yang sedikit heran dengan Pak Kevin.


"That is privacy, kamu tak perlu tau itu, anak anak hanya perlu diam dan memperhatikan saja, " ucap Pak Kevin dengan nada ketus dan tak suka.


"Ohh ayolah Pak Kevin, sejak kapan bapak tau kalau Dev punya penyakit itu?"tanya Mike penasaran.


Mike dan Adam tak bisa berkutik, Pak Kevin benar benar tak terkalahkan, ada saja jawaban konyol yang akan diucapkan pria itu jika di tanya tentang suatu hal.


"Pak Tua ini benar benar sulit di lawan, akan sulit untuk membawa Dev kembali ke Jerman, bagaimana mungkin kami tinggal di tempat kecil ini!" batin Mike seraya menelisik seluruh lingkungan rumah itu.


Pletakk....


Satu pukulan telak mendarat di bahu pria itu, dan berasal dari tangan Pak Kevin. Pria tua itu berdiri di samping Mike dengan tatapan tajam, dia mendekat ke telinga Mike.


"Jika kau berani membawa menantuku pergi tanpa seijinku, Maka bersiaplah *****mu ku potong dan kucincang cincang, ku jadikan makanan burung!" bisik Pak Kevin seraya memberikan ancaman pada Mike.


"Ahhh tak perlu memikirkan hal berlebihan, cukup awasi Dev dan jangan membuat kekacauan jika kau ingin tinggal dengan tenang di rumah ini bocah Jerman!" ucap Pak Kevin lagi sambil melirik Mike dengan senyuman menyeringai.


Deg... deg... deg . deg


Jantung Mike berdegup kencang, matanya terbelalak, bahkan bibirnya bergetar, Pak Kevin tidak melakukan serangan fisik, namun dia melakukan serangan mental dengan mengancam Mike.


puk... puk


Pak Kevin menepuk bahu itu dua kali, pria tua itu mendekati Si bule Jerman yang tampak penasaran dengan apa yang mereka berdua bicarakan sampai membuat Mike terbujur kaku di tempatnya berpijak.


"Bule Jerman bisa bantu aku, tinggalkan saja si bocah Jerman ini disini, dia mungkin sedikit terkena tekanan mental, kita akan membeli bahan masakan," ucap Pak Kevin.

__ADS_1


"Ba... baik pak," ucap Adam si bule Jerman.


Adam mengikuti langkah kaki Pak Kevin menuju luar rumah.


Brukk....


Mike terjatuh ke atas lantai setelah terkena serangan mental oleh Pak Kevin, dia menatap keluar tak percaya dengan apa yang barusan dia dengarkan.


Nada suara yang terkesan mendominasi dan tekanan batin yang berhasil membuat tubuh Mike merinding ketakutan.


"Siapa sebenarnya pria tua itu, di...dia bukan orang yang mudah di hadapi, keluarga ini aneh!" batin Mike.


Dev tampak berjalan mengambil barang barangnya dan beberapa pakaian untuk dia pakai, matanya tertuju pada Mike yang terlihat pucat pasi.


"Apa kau sedang saif Mike? pulanglah ke mansion, kau tampak tidak sehat!" ucap Dev yang tangannya sibuk mengambil pakaiannya.


"A... aku... aku bisa gila disini Dev, Mertuamu itu orang gila, kita pergi saja dari sini, kau harus melakukan pengobatan di Jerman!" ucap Mike.


"Ck.... kau saja yang pulang ke Jerman, dasar tidak waras!" ketus Dev dengan wajah kesal.


Dev berjalan ke belakang meninggalkan Mike disana.


"Aku bisa gila kalau lama lama tinggal disini," ucap Mike sambil memukul wajahnya sendiri.


Dev masuk ke dalam ruang belakang sambil menggerutu membuat Lisa menatap heran pada pria itu.


"Ada apa denganmu Pak tua? apa kau kesurupan?" ucap Lisa.


"Bocah di depan sana terus memintaku pulang, sudah kukatakan aku ingin tinggal disini tapi mulut bebeknya itu terus berbicara yang tidak tidak ck .. " Dev berdecak kesal.


"Kenapa kau tidak mau pulang?" tanya Lisa


"Apa kau mengusirku?" tanya Dev balik.


"Heiii aku bertanya duluan dasar Pak tuaaa..." gerutu Lisa.


"Aku tak pulang karena ini rumahku," ucap Dev yang seketika membuat Lisa terdiam.


.


.


.


like, vote dan komen 😊😉

__ADS_1


__ADS_2