
Lisa dan Dev masuk ke dalam rumah mewah itu sambil bergandengan tangan, keduanya benar benar bahagia.
Pak Kevin mengamati Putri dan menantunya, dia bahagia jika Dev dan Lisa bahagia, segalanya akan dia lakukan untuk kebahagiaan mereka berdua.
Mike menatap Pak Kevin yang tampak tersenyum tulus melihat Lisa dan Dev yang saling melontarkan candaan sambil memeriksa setiap sudut rumah itu.
" Pak Kevin benar benar mengusahakan kebahagiaan mere berdua, hmmm... benar kata beliau, Dev memang sudah saatnya melupakan trauma dan kejadian besar itu, tapi apa rencana pak Kevin akan berhasil, aku takut jika kami mempertemukan Dev dengan Papanya, maka dia akan menghilang untuk selamanya," batin Mike.
Sebenarnya beberapa waktu lalu, Pak Kevin sudah menjelaskan tujuannya menikahkan Lisa dan Dev, selain karena Lisa adalah pemicu timbul dan menghilangnya kepribadian ganda Dev, Lisa juga menjadi target Tuan Harry Pradipta Papa kandung Dev.
Cara paling ekstrim yang terlintas dalam pikiran Pak Kevin adalah dengan mempertemukan Dev dengan Papa kandungnya, itu satu satunya cara agar Dev bisa menghadapi trauma besar yang terjadi pada dirinya di masa lalu.
Tanpa menghadapi penyebab trauma itu, Dev tidak akan bisa selamat dan tidak akan sembuh, bahkan kepribadian aslinya akan turut menghilang.
Pak Kevin telah mengawasi Dev sejak lama, meski sempat kehilangan jejak Dev, dia berhasil menemukan Dev di negara Jerman dan terus mengawasi pria yang merupakan anak teman baiknya.
Lisa tidak dia sekolahkan bukan karena tidak mempunyai uang atau hidup dalam kemiskinan, tetapi dia tidak ingin keberadaan Lisa diketahui oleh Harry dan pria itu malah memburu anaknya, karena dia tau Harry juga mengawasi Dev.
Alasan Harry memburu Lisa karena dengan menggunakan Lisa, Harry bisa mengeluarkan dan mempermainkan monster yang ada dalam diri Dev.
Harry tau kalau Lisa dan Dev dekat, Lisa juga adalah anak yang pada saat Itu menyaksikan Harry membunuh Istrinya sendiri. Oleh karena itu dia tidak akan membiarkan siapa pun termasuk anak kecil jika sampai keberadaan nya membahayakan posisinya.
Meski demikian, dia tidak tau siapa pria yang dia hadapi, seorang mantan kepala kepolisian terbaik yang pernah ada, orang paling banyak taktik dan juga licik yang bisa membuat sesuatu seolah olah adalah sebuah kenyataan. Menjebak dan menghancurkan musuhnya tanpa terlihat.
Segala sesuatu tentang Dev dan Lisa berada di bawah kontrol Pak Kevin, bahkan penyebab Dev kembali ke Indonesia adalah karena Pak Kevin beberapa waktu lalu mengirim foto foto lama pada Dev, foto foto tentang ibunya yang tentu saja membuat Dev penasaran dan memilih tinggal lebih lama di Indonesia.
Segalanya dia persiapkan untuk menyelamatkan dua anak yang dia berjanji akan dia jaga dan lindungi, janji yang dia ucapkan pada istrinya dan pada Mamanya Dev di masa lalu akan dia tepati beberapa waktu lagi.
" Pa mau makan apa biar Lisa masak, Lisa lagi senang nih heheheh!!" panggil Lisa yang langsung menyadarkan lamunan Mike.
" Ehh kau mau masak? heh nanti gosong!!" celetuk Pak Kevin .
" Cihh si Papa bisa bisanya ngejek Lisa, gini gini Lisa lebih jago tau kalau masalah masak dibandingkan dengan Papa," ketus Lisa yang langsung berlari ke arah Dapur.
Tempat pertama yang membuat Lisa semangat adalah tatanan dapur yang modern dan menyegarkan mata, dia benar benar suka.
" Wahh pantes kau mau langsung masak, kirain kenapa tau tau ya Dapurnya modern begini, dasar anak nakal," ejek Pak Kevin..
__ADS_1
Dev tersenyum, dia merasa benar benar hangat dengan situasi saat ini, belum lagi alter egonya tampak sangat tenang belakangan ini dan selalu berhasil dia tahan untuk tidak keluar yang menunjukkan bahwa Dev lah pemilik tubuh itu.
Lisa mengeluarkan permen, permen yang selalu dia makan saat dia sedang bahagia.
" Kak mau?" tanya Lisa sambil tersenyum.
Pak Kevin tampak diam dan memasang wajah dingin, dia mengawasi perubahan perilaku Dev.
Saat Dev melihat permen, Matanya langsung berbinar, namun tiba tiba dia menutup mata dan tertunduk membuat Lisa terkejut bukan main.
Segera dia menyembunyikan permennya itu," Astaga Pa, aku melakukan kesalahan besar, bagaimana ini!?" Lisa tampak Panin dengan yang dia lakukan.
" Kenapa nak?" tanya Pak Kevin pura pura khawatir padahal saat ini dia sedang fokus mempelajari perubahan sikap pada Dev.
" Kak Dev gak makan permen, yang makan permen itu cuma Steve!" ucap Lisa yang menyebutkan nama Steve.
" Tentu saja, heheh terimakasih permennya adik kecil," celetuk Dev yang berubah menjadi Steve, dia mengambil permen itu dan memakannya.
Lisa terbelalak, dia tak bisa menyembunyikan wajah terkejutnya saat mengetahui kalau Steve muncul hanya dengan sebuah permen.
" Hai adik kecil!"ucap Steve sambil mengacak acak rambut Lisa.
" Eghhh.... hoaaammmm lama juga tak bangun, ehh nggak deng, hehehe dia juga juga ya menahan kami selama itu, " ucap Steve sambil menepuk dadanya sendiri.
"Ahhh baiklah, hari ini biar aku menemanimu duduk adik kecil, kau mau masak?" tanya Steve.
" I..iya, tapi bagaimana bisa kau keluar?" tanya Lisa dengan wajah heran.
" Karena...
Plop...
" ini, heheheh" seru Steve sambil mengeluarkan permen dari mulutnya.
" Tenang, aku tidak akan berbuat aneh aneh pada tubuh ini, ayo masak, aku sangat lapar!" seru Steve.
" Ba..baiklah,"ucap Lisa .
__ADS_1
" Hallo Uncle, lama tak bertemu!" sapa Steve dengan senyuman ramah ke arah Pak Kevin.
" Hah? kau pernah bertemu dengan Papa?" tanya Lisa.
" Eh... ti...tidak.. Ekhmm sudah kalian lanjutkan, Papa keluar sebentar ," ucap Pak Kevin yang takut semua rencananya terbongkar.
"Heheh baik uncle!" seru Steve sambil tersenyum.
Pak Kevin pergi keluar sambil mengusap dadanya saat melihat tatapan mata Steve yang seolah tau sesuatu.
"Ada apa Pak!?"
" Ahhh kampret hantu kecebong kampret lu, bikin gue kaget aja haishhh.... dasar si bule Jerman, kira kira dong kalau mau ngomong sial!!" gerutu Pak Kevin yang malah terkejut karena Adam tiba tiba bertanya padanya.
" Ehh salah saya apa pak? saya cuma tanya kok?" tanya Adam dengan wajah bingung.
" Emangnya sampai sekaget itu? Haihh aneh sih, gak anak gak bapak sama sama aneh,"ucap Adam sambil menggaruk garuk kepalanya.
Sementara itu Pak Kevin pergi sambil terus menggerutu, " Dasar bule Jerman kurang asem, bisa bisanya bikin kaget, ngomong tuh ya tunggu saya noleh, ini jadi terkejut kan jadinya, haishhh..." gerutu pria tua itu sambil berjalan ke depan, namun dia tak memperhatikan langkahnya karena asik menggerutu hingga...
Gedubrakk....
Bruk... Prangg...
" Yaaaakk bocah Jerman kurang asem, hati hati dooong!!!!"pekik Pak Kevin yang bertubrukan dengan Mike yang sedang mengangkat barang, karena masing masing fokus dengan jalannya alhasil semua barang jadi berantakan di atas lantai dan Pak Kevin terjatuh di atas lantai.
" Ya mana saya tau kalau bapak mau lewat situ, saya lagi bawa barang Pak, makanya jalan tuh yang bener pak!!" gerutu Mike dengan wajah kesal, dia juga terjatuh dan bokongnya sangat sakit saat ini.
" Bocah Jerman tengil!!!!" pekik Pak Kevin.
Ada ada saja mereka ini,
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 😉😉