Suamiku Bukan Monster

Suamiku Bukan Monster
Kerja


__ADS_3

Seperti hari hari biasanya, Lisa pergi keluar untuk bekerja kemanapun dia suka, mengumpulkan barang bekas, membantu nenek nenek menyebrang, menyelamatkan anjing, belajar bersama anak anak jalanan, memanjat pagar orang? eh?


Yang pasti Lisa banyak melakukan kegiatan apa pun yang bisa menghasilkan uang padahal suaminya sendiri tajir melintir, gak ada yang bisa nandingin kekayaannya.


Jajaran orang orang elit di dunia meski tak ada yang tau identitasnya, karena orang orang mengenal nya sebagai Presdir hantu yang tak pernah menampakkan dirinya tapi dia ada.


Dev memilih tidak mempublikasikan dirinya ke hadapan publik karena penyakitnya. Bayangkan saja jika orang orang tau kalau dia adalah Presdir Alexander grup yang tersohor tetapi memiliki penyakit mental, belum lagi pasti Keluarga kandungnya memburu dirinya.


Sementara Lisa bekerja di luar, Dev, Adam dan Mike bekerja dari rumah Lisa, selama mereka disana, Dev tak pernah membuat kedua sahabatnya itu kesusahan, alasannya mudah, Dev punya pawang disana.


Mike menatap Dev, dia mengingat apa yang dikatakan dan dilakukan oleh Liam pada Dev sebelumnya, Semalam dia dan Pak Kevin melakukan sesuatu untuk membalas perbuatan Liam pada Dev.


"Semoga kau baik baik saja Dev, aku akan berusaha melindungi dirimu dan Lisa, " batin Mike yang sudah mendengar semua penjelasan dari pak Kevin mengenai Lisa dan Dev yang sebenarnya.


Adam menatap Mike yang tampak melihat Dev dengan serius.


Dengan jahilnya, Adam melemparkan kertas ke kepala Mike.


Plukk...


"Ck.. Adaaaamm!!" geram dokter tampan itu sambil melemparkan tatapan kesal ke arah Adam.


"Hahahah, makanya jangan liatin Dev seperti itu, kau seperti sedang berusaha menggoda suami orang Mike hahhaah..." Adam tertawa melihat wajah kesal Mike.


"Heh bisa tidak kau diam Adam, bagaimana kerja sama dengan perusahaan itu? sudah kau bereskan? jangan tertawa terus!" ketus Dev sambil melemparkan tatapan kesal pada Adam.


"Heheiii... jangan terlalu serius Dev, kau aneh, kalau Lisa disini kau tidak bisa serius sama sekali tapi saat dia pergi kau membuat pekerjaan ini sangat berat," keluh Adam.


Dev menatap kesal ke arah Adam," Mau ku jahit mulutmu atau ku potong lidah mu, pilih yang mana hah?" Ucap Dev sambil mengangkat gunting di tangannya.


Adam menutup mulutnya, dia menurut dan menunduk.


"Rasakan, sudah tau kalau Dev Beker seperti orang gila, kau malah mengusiknya," Ejek Mike sambil berbisik.


"Ekhmmm... Mike!"


"Ehh iya iya deh, emm aku pergi dulu, aku akan mempelajari penyakitmu lagi Dev, lagi pula aku ada urusan di rumah sakit, "ucap Mike sambil membenahi barang barangnya.


"Hmmm.. baiklah, terserah padamu, aku akan bekerja seharian," ucap Dev.


"Baiklah, kalau begitu sampai nanti," ucap Mike sambil melangkah keluar dari rumah itu.


Mike terpaksa berjalan kaki untuk menutupi identitasnya, meski ada mobil dia tak ingin membuat seluruh warga heboh dengan mobil mereka.


Pria itu berjalan dengan santai menggunakan celana katun, kaos oblong, dan menggendong tas ransel serta memakai sepatu Kets putih.

__ADS_1


Mike berjalan dengan santai sambil mengecek ponselnya, siapa sangka orang yang berpakaian santai dan terkesan sederhana itu adalah salah satu dari jajaran 10 dokter terhebat dunia.


"Halo Pak, saya sudah di jalan, kita bertemu di lapak jualan saja," ucap Mike.


"jangan, Lisa bisa melihat dan mendengar kita disini, kita bertemu di rumah sakit waktu itu saja," ucap Pak Kevin, Mike sedang berbicara dengan pak Kevin melalui ponselnya.


"ahh baiklah Pak, saya akan kesana," ucap Mike sopan sambil mengakhiri Panggilannya.


Mike berjalan dengan santai, sepanjang jalan para tetangga super jilid melirik lirik pria tampan itu . Ada yang sengaja lewat di depan Mike, ada yang sengaja mengeraskan suaranya, ada yang sengaja memanggil Mike dan banyak lagi tingkah mereka.


Terutama para gadis centil dan janda muda di kampung itu, bukan cuma Pak Kevin yang di goda, seandainya bisa, suami Lisa juga sudah di embat sama mereka.


"Ck... manusia kurang ahklak, itu lagi pakaiannya tembus pandang, di perkosa orang tau rasa situ, Haishhh kampung yang aneh, bis bisanya Pak Kevin memilih tempat ini," gumam Mike dengan waja kesal


Pria itu mempercepat langkahnya, namun semakin banyak godaan para Jamud dan gadis centil disana.


"Hai bang tampan, mau sama akuhh.."


"Halo bang, ganteng banget sih... mau sama Eneng hmmm...?"


"Ihh janda lebih menarik loh bang, janda muda hmm.."


"Alamakkkk... jijay gue sama orang orang macam kalian, mimpi buruk tinggal di kampung ini arrhhhh.... sialaaaaannn!!" Mike benar benar tak tahan sampai dia mengumpat kesal karena marah, pria itu berlari sekencang-kencangnya menuju persimpangan.


"Sialan, Pak ke rumah sakit C, cepetan," ucap Mike di dalam taksi yang ditumpanginya.


"Baik Pak," ucap supir taksi.


"Sial, Pak Kevin Napa milih tinggal disana lagi, haisshh aneh semua , kurang asem, jijik gue, kampret dah!" mulut Mike tak henti hentinya mengumpat di dalam mobil.


Tanpa dia sadari, sedari tadi ada seorang gadis yang menatapnya dengan tatapan heran karena mulut Mike tak berhenti mengumpat bahkan sampai mendata setiap isi kebun binatang.


"Wahh mulutnya gak punya per!" batin gadis itu.


...****************...


Sementara itu masih di kata yang sama, Lisa tampak dengan senang hati mengumpulkan barang bekas, setelah selesai mengumpulkan barang bekas, Dia berjalan ke rumah Uncle Chung untuk menjual barang bekas yang dikumpulkannya.


Wajahnya sampai cemong karena terkena debu dari barang barang bekas itu.


Drap... drap... drap...


Langkah kaki Lisa terdengar ringan, dia memasuki rumah Uncle Chung .


Brukkk...

__ADS_1


Lisa meletakkan barang yang dikumpulkan di atas tanah.


"Haishhh... capekkk... Uncle mana nih?" gumam gadis manis itu sambil duduk di atas tumpukan barang bekasnya.


"Uncle Chung!!!" teriak Lisa memanggil pria paruh baya yang usianya kira kira sama seperti Pak Kevin.


"Lah, Uncle kemana? biasanya udah nunggu disini? tumben banget," gumam gadis itu.


Tiba tiba datang pemulung lain yang juga mengumpulkan barang kepada Uncle Chung.


"Eneng, Uncle Chung dimana?" tanya ibu ibu pengumpul barang itu.


"Gak tau juga Bu, saya baru sampai," jawab Lisa.


"Hayyoohhh... kemana ini anak lagi, dari semalam gak pulang pulang, bikin orang khawatir saja haihhh..." Uncle Chung ternyata keluar dari dalam rumah sambil menghubungi seseorang tetapi tida diangkat juga.


"Uncle, barang!" teriak Lisa.


Uncle Chung menoleh,"Hayyo Lisa, ada lihat Liam? dari semalam gak pulang pulang, uncle khawatir," ucap Uncle Chung.


"Gak lihat uncle, paling di rumah temen nya kali Uncle," ucap Lisa.


"Haihhh.... ini anak bikin susah saja," gerutu Uncle Chung


Lisa diam saja, dia tidak menyukai Liam sejak kejadian terakhir.


Sementara itu di sebuah rumah kosong yang sering dilewati oleh warga, tepat di bawah pohon yang pernah di naiki Dev Alias tempat dimana Dev diselamatkan, Enam orang diikat dinding dengan tali tambang, pakaian mereka berganti menjadi pakaian wanita, mereka di pajang seperti patung seni di dinding rumah yang terkenal angker itu.


"Emphh... thoollngg... emng aahhhhh...."Liam meronta ronta , tetapi tak bisa melepaskan dirinya dari ikatan itu, sama halnya dengan Herman Jeki dan tiga warga kampung lainnya yang terlibat dalam tindak pelecehan pada Dev.


"Arrhhhh... emphh... uaaar.... aaahrhheh...


Mereka semua berteriak ketakutan saat hewan hewan merayap di tubuh mereka, belum lagi pakaian yang mereka pakai adalah pakaian super seksi dengan warna mentereng.


"huaahh... siapa yang melakukan ini pada kamiii.. arhhh ular... tikus aarhh tidak laba laba .. menjijikkan!!!!" teriak batin mereka karena mulut mereka ditutup dengan lem.


Mereka tak tau kapan mereka ada disana dan siapa pelakunya, sungguh hal mengerikan saat mereka bangun, mereka sudah di rumah angker tanpa cahaya itu.


.


.


.


like, vote dan komen 😉😉

__ADS_1


__ADS_2