
Dev, Pak Kevin dan Mike dalam perjalanan menuju sebuah gedung besar yang diketahui sebagai gedung Alexander Grup.
"Pa bukannya kita mau ke rumah lama?" Tanya Dev.
Mendengar pertanyaan Dev, Pak Kevin dan Mike saling melirik. Mike menepikan mobil mereka ke pinggir jalan.
"Dev ada yang harus Papa sampaikan, ini tentang kamu dan Lisa juga masa lalu kalian berdua!" Ucap Pak Kevin.
Dev terkejut, masa lalu dengan Lisa? Tentang mereka berdua? Apa yang sebenarnya disembunyikan oleh pria paruh baya di depan Dev ini.
Pak Kevin keluar dari dalam mobil dan masuk ke bagian penumpang dimana Dev duduk.
"Ada apa Pa? " Tanya Dev bingung.
"Sebelum itu Papa minta kamu tenang, Papa akan jelaskan semuanya dari awal dengan syarat kamu harus bisa mengendalikan dirmu, jangan sampai mereka keluar!" Ucap Pak Kevin.
"Apa kau bisa?" Tanya Pak Kevin sambil menatap wajah Dev dengan serius.
Dev mengangguk perlahan, dia bisa menahan dirinya saat ini.
"Papa dan mendiang Mama mertuamu, Mamanya Lisa adalah sahabat baik dari Kak Ani Veronika, Mama kandung kamu!" Ucap Pak Kevin.
Fakta yang selalu dia sembunyikan dari semua orang demi tujuan besar yang harus dia capai yaitu melakukan pembalasan dendam pada ayah kandung Dev.
Mendengar hal itu baik Dev maupun Mike terkejut bukan main, Mike sudah tau kalau Pak Kevin kenal dengan Dev tetapi tidak sampai pada rahasia besar ini.
"A.. apa!? Ja..jadi Papa Sa... sahabat Mom?!" Dev terbelalak dengan mata membulat sempurna, dia tak menyangka akan mendengar hal mengejutkan ini saat ini.
"Ya, Papa, mendiang Mama mertuamu, dan mendiang Mommy adalah sahabat sejak kami kecil, bahkan sampai kak Ani meninggal kami terus bersama," ucap Pak Kevin.
Dev terkejut bukan main," tunggu sampai akhir? maksud Papa?" Dev bingung dengan kata kata Pak Kevin.
__ADS_1
"Mama dibuang ke hutan, jasadnya ditemukan oleh orang tak dikenal, lalu dimakamkan secara tidak layak oleh si tua Bangka itu, lalu Dev yang pindahkan Makam Mom Beberapa tahun lalu," jelas Dev .
"Yang kau ucapkan benar, tetapi yang menemukan jenazah ibumu adalah Papa dan mendiang Mamanya Lisa," jelas Pak Kevin.
Dev lagi lagi terkejut, ternyata ada rahasia besar di masa lalunya yang tidak dia ketahui sama sekali.
"Mama Lisa meninggal bukan karena sakit seperti yang diketahui oleh Lisa selama ini, Istriku meninggal karena dibunuh oleh orang orang suruhan si tua Bangka Pradipta itu!! Harry Pradipta manusia tanpa adab yang mengincar Lisa dan Mamanya karena Lisa adalah saksi kunci kejadian itu Dev!" Ucap Pak Kevin dengan suara berapi api, tampak jelas kemarahan pada sorot mata pria itu.
Dev terdiam membatu mendengar penjelasan Pak Kevin, dia tak tau harus mengatakan apa lagi, ini benar benar sebuah kejutan besar baginya.
"Beberapa hari lalu, Lisa sudah menjadi sasaran mereka Dev, Papa takut Lisa akan dibunuh, oleh karena itu Papa mengajak kalian pindah dari rumah lama," jelas Pak Kevin.
"Tapi kenapa Papa tidak bilang dari awal!?" Tanya Dev.
"Demi Lisa, jika dia tau, gadis malang itu pasti syok, dan kau juga belum stabil nak!" Ucap Pak Kevin.
"Jadi Papa tau segala sesuatu tentang masa lalu Dev dan apa yang terjadi pada Dev!?" Tanya Pria itu.
Buku Diary yang menjadi saksi bisu penyiksaan yang dialami oleh Dev selama bertahun tahun serta semua bukti yang dikumpulkan oleh mendiang Mama Dev.
"Ini tersimpan rapi di dalam jas Mom kamu saat jenazahnya kami temukan di tengah hutan, semuanya ditulis dengan rapi sejak kamu dalam kandungan dan semua kejadian penting dalam hidupmu nak!" jelas Pak Kevin sambil memberikan buku catatan harian itu pada Dev.
Tangan Dev gemetaran, dia mengambil buku Dengan sampul berisi fotonya, mendiang ibunya, Pak Kevin muda, Seorang wanita lain seusia ibunya dan gadis kecil di sampingnya.
"i... ini?" Dev menangis menatap buku itu.
"Foto yang diambil saat kamu dan Lisa masih kecil, di taman bermain yang sama dengan ingatan Steve," jelas Pak Kevin.
"Steve terbentuk dari ingatan masa lalumu di taman bermain bersama Lisa Dev, Kiel terbentuk dari kenangan pahit masa kecilmu, Alex terbentuk saat kau mengalami masa masa sulit, Lucifer saat kau berusaha membunuh pria itu, dan Demon terbentuk saat kau terdesak dalam bahaya, itu adalah teori yang kusimpulkan sejauh ini melihat interaksi mu dengan Lisa!" jelas Mike.
Dev benar benar terkejut mendengar kenyataan itu, dia berkali-kali menatap Pak Kevin dan Mike secara bergantian, benarkah berita yang dia dengar hari ini?
__ADS_1
Lisa dan masa lalu Dev serta seluruh alter ego Dev saling berhubungan, pantas saja semua alter ego pria itu seolah olah bersikap jinak di hadapan Lisa.
“Lisa sudah menemui semua alter ego itu Dev, bahkan Lucifer dan monster Demon yang ada dalam dirimu sudah bertemu dengan Lisa setidaknya sekai,” jelas Mika.
“Ta.. tapi kenapa mereka tidak menyerang Lisa? Apa yang terjadi?” tanya Dev .
“Lisa adalah kunci dari kesembuhanmu Dev, sejak bertemu dengan gadis itu keseimbangan emosional mu sangat baik, tak pernah kulihat kau sestabil itu bahkan saat di Jerman sekalipun, sejak pindah kesini kau berubah banyak bahkan kau berhasil ‘menahan’ mereka,” jelas Mike.
Dev tersenyum bahagia, ternyata kunci kesembuhan Dev adalah istrinya sendiri, gadis yang telah membuatnya jatuh cinta dan mengenal apa itu kehangatan sebuah keluarga .
“Lisa pasti akan sangat bahagia mendengar ini, aku jadi ingin cepat cepat pulang dan memberitahukan semuanya pada Lisa!!” ucap Dev dengan raut wajah yang benar benar bahagia namun tidak dengan Pak Kevin dan Mike, mereka menatap pria itu dengan benar benar serius.
“Dev, maaf mengatakan ini, tetapi sekarang kita tidak boleh bertemu dengan Lisa sampai waktu yang tidak diketahui,” ucap Mike dengan nada serius dan penuh penekanan sambil menatap pria itu.
Dev terkejut,” jangan berkata yang tidak tidak, apa hak mu melarangku bertemu dengan istriku? Kau ingin aku sembuh atau tidak? Bukannya kau yang bilang dia kunci kesembuhanku Mike,” Dev membalas dengan nada tak kalah tegas.
Pak kevin menepuk bahu Dev membuat pria itu mengalihkan pandangannya Pada Pak kevin.
“Mike benar, sejak keluar dari rumah itu dan dari lingkungan itu, kita tidak bisa kembali lagi Dev, jika kembali maka Lisa akan mati, Kita sudah jadi target Ayahmu yang gila itu, dia sudah mengincarmu jauh jauh hari dan mengirim mata mata ke lingkungan kerjamu Dev,” tegas Pak Kevin.
“”Ta.. tapi bagaimana bisa bu... bukannya Adam memeriksa mereka semua?” tanya Dev heran.
“Pengawal yang selau berada di dekatmu adalah pelakunya, pengawal yang kalian bawa ke Indonesia adalah mata mata yang dikirim oleh Harry untuk mencari tau segala hal tentang dirimu Dev dan sekarang dia mengikuti kita!!” ucap pak Kevin sambil memutar kaca spion menunjukkan sebuah mobil hitam yang berhenti tak jauh dari mereka.
“Sialan!!” umpat Dev.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen