Suamiku Bukan Monster

Suamiku Bukan Monster
Tetangga Rempong


__ADS_3

Rombongan Dev tiba di rumah Lisa dan papanya tempat dimana Dev tinggal selama beberapa hari ini.


Kedatangan mobil sedan mewah keluaran brand ternama itu tentu membuat mata dan telinga para tetangga rempong langsung panas melihat mobil mewah yang bahkan tak pernah dilihat oleh mata kepala mereka.


“Wahh... mobil siapa tuh keren banget, kayak mobil orang orang kaya kelas atas tuh wahhhhh...” para tetangga julid keluar dari dalam rumah mereka menatap mobil mewah itu berjalan di gang sempit itu.


Mata Ibu Markonah yang super ngeselin langsung mengkilat saat melihat mobil mahal yang baru saja dia tonton iklannya, salah satu mobil mahal yang hanya bisa dimiliki oleh orang orang kaya.


“Waooouuuwww.... itu mah mobil saya semuanya...” teriak Ibu Markonah dengan bangganya karena mobil itu berjalan ke arah rumahnya.


“Wahhh Bu Markonah kapan bisa beli mobil mewah seperti itu?” teriak warga dengan mata berbinar binar, mereka keluar dari rumah mereka dan berkerumun mendekati rumah Ibu Markonah untuk melihat mobil itu lebih dekat lagi.


“Hahah semuanya ayo kemari lihat mobil ini, mewah kan, ini satu satunya di dunia, paling mantap dah, pasti suami saya beliinnya untuk saya,” ucap Bu Markonah dengan sombongnya, dia berdiri di dekat mobil yang sudah jelas jelas berhenti di depan rumah Lisa itu.


“Ehhh tapi kenapa berhenti disini bu, masa iya ini mobil ibu tapi berhenti disini?” tanya para warga.


“Ehh.... i.. itu karena...” bu Markonah terdiam.


Tiba tiba mobil itu berjalan dan...


Brukk


Bu Markonah tukang julid terjatuh ke tanah karena dia duduk di bagian belakang mobil itu membuatnya seolah olah menjadi miliknya.


“Prrfftthhhh bwahahahahahahah.... mereka semua tertawa terbahak bahak melihat bu Markonah terjatuh ke atas tanah, pantat bahenolnya membentur tanah untuk tebal jadi gak terlalu berdampak dengan kebahenolan sang Markonah.


“Haissshhh sial... kenapa juga mobil ini tiba tiba bergerak,” kesal Bu Markonah yang malunya udah gak bisa di tahan lagi, wajahnya kesal dan marah, dia berdiri sambil membersihkan bokongnya dari tanah yang menempel.


“Sial, kan baju mahalku jadi kotor,” ketus bu Markonah .


“makanya bu, jadi orang itu jangan banyak omong dong, mobil orang kok ngaku mobil sendiri,” ucap para tetangga.


“Ckk kalian itu gak tau apa apa ya, saya dan suami saya yang kaya raya ini akan membeli mobil, bahkan lebih besar dan lebih bagus dari ini, tadi itu saya Cuma ngetes reaksi kalian aja,” ucap Bu Markonah membela diri.


“Halahh bu kalau emang gak sanggup gak usah ngaku ngaku deh hahahah, malu sendiri kan,” ejek para warga.

__ADS_1


Bu Markonah memasang wajah kesal, dia mendengus sambil menekuk wajahnya.


Sementara itu di dalam mobil, Pak Kevin dan Lisa sudah cekikikan melihat wajah bu Markonah yang kesal, mereka sengaja meminta Adam untuk menjalankan mobilnya agar bu Markonah terjatuh, memang pasangan ayah dan anak ini sama sama tengil.


“Bwaaahhhahahahh.... lihat wajahnya sudah seperti tomat busuk sebusuk kelakuannya hahahahah... “ Lisa tertawa terbahak bahak di samping Papanya.


Pak Kevin tak kalah dengan tawa anaknya, dia benar benar puas mengerjai tetangganya yang super duper rempong itu.


“Huahahahah.... mampus kau tepung kanji hahahahha... sakit kan hahahahh rasakan,” Pak Kevin tertawa terbahak bahak.


Dev dan Adam saling menatap, mereka benar benar tak bisa berkata kata dengan keusilan kedua mahkluk sedarah itu.


“Hahahah Pa, gimana jadinya Bu Markonah kalau lihat kita keluar dari mobil ini hahahah, pasti dia langsung sesak nafas kayak biasa hikk hookk hiiikkk hokkk... bwahahahahah kayak kambing hahahahah....” Lisa kembali tertawa.


“Prrfftt.... siap sesak nafas hiikkk hookkk hiiikk hoookk... terus kentut kentur ... preett preett prett bwahahahahaha...”Tambah Pak Kevin.


Dev dan Adam tak bisa menahan tawa mereka, keduanya ikut terkikik hanya dengan melihat ekspresi mereka berdua yang menjelaskan wajah bu Markonah dengan benar benar baik. Lisa dan Pak Kevin mempraktekkannya dengan benar .


“Prftthhh hahahah...” Mereka tertawa terbahak bahak di dalam mobil itu.


“Ummm Pa bagaimana kalau Adam membukakan pintu untuk kalian berdua dan keluar dengan gaya keren dari mobil ini, kita lihat reaksi mereka ini pasti menyenangkan hahaha,” usul Dev.


Dev tersenyum saja mendengar ucapan Lisa yang terkesan kasar lain halnya dengan Adam, dia malah terbelalak mendengar ucapan Lisa bahkan lebih terkejut lagi melihat Dev tida marah sama sekali.


“Hmmm Idemu bagus Dev... tapi apa si Bule Jerman itu mau melakukannya?” tanya Pak Kevin seraya melirik Adam yang tampak menganga.


Plukk....


Dev melemparkan gulungan tisu ke mulut Adam yang mangap sejak tadi.


“Bau Toilet kampret,” ketus Dev.


“Prrfft,,, haisshhh huweeekkk... tisu bekas apa pret kok asiinnn...” teriak Adam sambil mengeluarkan tisu itu dari mulutnya.


“Bekas upil hahahahhaha...” Balas Dev yang malah mengundang gelak tawa Pak Kevin dan Lisa.

__ADS_1


Wajah Adam pucat, dia benar benar mual sekarang, “Tega kau pret.... ahhhh mual ... huweekkk... kau... awas kau nantii...” ucap Adam sambil menaruh kepalan tangannya di wajah Dev.


“Coba saja kalau berani,” ucap dua orang pendukung garis keras Dev.


Dev menoleh dia ikut menyilangkan kedua tangannya di depan dada persis seperti Lisa dan Pak Kevin,”Huh.... denger tuh,” bisik Dev sambil tersenyum bangga.


“Arrhhhh keluarga gilaaaa........ lebih baik aku keluar,” ucap Adam kesal.


“Loh mau kemana kak,” ucap Lisa.


“Ya mau lakukan rencana tadi lah Lisaaa....” ucap Adam.


“Ohhh...” mereka bertiga hanya ber-oh ria sambil menggut manggut mengerti.


Adam menggelengkan kepalanya, lama lama di dalam mobil akan membuat dirinya ikut gila seperti mereka, bahkan atasan sekaligus sahabatnya saja sudah ikut menggila.


“Haisshhh sialan kau dev, cuihh... huweekkk ini masih asin ieewww....” Adam masih saja membersihkan lidahnya sambil berkumur kumur dengan menggunakan air mineral yang dia bawa di dalam mobil itu.


“Huwewwkkk dasar menyebalkan, gak bapak, gak anak, gak Dev sama sama somplak, haissshhh...” Adam menggerutu dengan wajah kesal tanpa memperhatikan kalau semua warga yang berkerumun di dekat mobil itu sudah menatapnya dan berkeliling di depannya seperti kerumunan yang sedang menunggu pembagian sembako di depan kantor kelurahan.


Adam menenggak air minumnya, seketika dia sadar ada puluhan mata menatapnya disana.


“Uhuk... uhuk... uhuk.... sialan.,...” Adam mendesis kesal.


Para warga saling menatap, mereka pikir mereka bertemu bule yang sedang tersesat dan malah berhenti di sana.


“Excusemiiii... emmm ar yu fromm... luar Nation? Are yu a bule.... you know bule...” ucap Bu Markonah yang langsung berjalan diantara para warga dengan gaya songong menggunakan bahasa inggris campur batu kerikil dan tanah yang hasilnya amburadul kayak wajah bu Markonah di balik make up tebal 5 centinya itu.


“Prrffttt....” Adam menyemburkan air di dalam mulutnya saat melihat tepung kanji berjalan di depannya belum lagi mendengar bahasa Bu Markonah yang benar benar membuat telinga sakit, ingin rasanya Adam menarik Mike ke lokasi ini dan menunjukkan padanya kalau ada yang disebut dengan manusia kanji.


“Ahh.... Sorry Nenek... saya hanya mengantarkan orang penting saja Nenek tua,” ucap Adam dengan logat bulenya.


.


.

__ADS_1


.


Like, Vote dan Komen


__ADS_2