Suamiku Bukan Monster

Suamiku Bukan Monster
Perdebatan


__ADS_3

Mike memeriksa kondisi Dev, dia juga terkejut melihat kondisi Dev yang tiba tiba drop.


"Apa yang kalian lakukan semalam? kenapa dia sampai demam seperti ini?" tanya Mike dengan nada kasar seolah menyalahkan Lisa atas apa yang terjadi pada Dev.


"Kami hanya ke taman hiburan setelah itu pulang, tak ada yang lain, semalam aku ketiduran, aku tidak tau apa yang terjadi," jawab Lisa dengan nada datar, dia tak ingin memancing perkelahian di pagi hari yang sibuk ini.


"Apa di rumah ini ada obat demam?" tanya Mike .


"Ada, tentu saja ada, meski rumah ini kecil setidaknya obat obatan darurat masih kami siapkan!" ucap Lisa sambil berjalan ke arah lemari dan mengambil kotak P3K yang selalu ada disana untuk keperluan darurat.


"Dia harus makan obat, tetapi haru makan sesuatu dulu, dia memiliki penyakit asam lambung, aku akan membuatkan dia makan, tolong jaga dia sebentar, kompres tubuhnya, jangan...


"Aku tau yang harus dilakukan Pak Dokter !" ucap Lisa dengan nada menyindir sebab sedari tadi pria itu mengoceh seperti menganggap kalau dirinya tidak bisa apa apa.


Mike diam saja, dia keluar dari kamar dan langsung menuju ke dapur. sepertinya mereka melakukan perang batin di dalam kamar itu.


Lisa mengambil handuk kering dan air dalam baskom kemudian dia duduk di samping Dev, dia mengompres Dev dengan lembut.


"Panas sekali, ada apa denganmu?" ucap Lisa.


"Dingin... Lisa... aku kedinginan..." ucap Dev dengan tubuh gemetaran sambil menatap Lisa.


"Sabar ya kak Dev, Dokter itu sedang memasak makanan, setelah itu kakak minum obat," ucap Lisa sambil menyelimuti Dev dengan selimut tebal, dia mengompres tubuh itu berkali kali.


Lisa mengambil salep luka dari kantong plastik obat yang dibeli Dev semalam, di bersihkan ya luka di leher Dev dengan menggunakan alkohol.


"Kenapa ini bisa terluka? apa yang terjadi kak? " tanya Lisa sambil membersihkan leher Dev dengan pelan.


"Aku juga tidak tau tau, arhhh... tapi ini sakit, kenapa bisa aku terluka?" ucap Dev sambil menahan rasa perih akibat cairan alkohol yang di oleskan Lisa di lehernya.


"Apa kakak tidak ingat sesuatu? apa kakak terjatuh atau terjadi sesuatu semalam? atau mungkin kakak..."


"Aku tidak ingat Lisa, aku bahkan tidak tau kenapa aku bisa memakai pakaian ini," ucap Dev sambil melihat pakaiannya yang berganti.


"Apa yang sebenarnya terjadi padaku, kenapa aku mengalami hal hal aneh seperti ini!" Dev merasa menderita melihat kondisi tubuhnya yang lemah tetapi dia tidak tau apa yang menyebabkan dirinya sakit, seperti orang bodoh yang tidak tau apa yang terjadi pada dirinya sendiri sungguh keadaan yang menyedihkan.


Bayangkan saja, bagaimana perasaanmu saat kau bangun dan mendapati tubuhmu terluka bahkan Demam, pakaian yang tiba tuba berganti dan kau tidak tau apa pun seperti orang bodoh. Begitulah perasaan Dev saat ini, bingung, kacau, marah dan meratapi keadaannya yang kacau.

__ADS_1


Lisa menatap Dev yang tampak frustasi dengan keadaannya, dia paham pasti berat menjalani hari hari dnegan penyakit itu.


Kau bisa tiba tiba terbangun di hutan belantara, atau mungkin di klub malam, atau bahkan tiba tiba terluka, dan mungkin saja menjadi buronan atau mati tanpa tau alasan kematiannya, sungguh sisi yang mengerikan yang harus dihadapi pria itu setiap hari.


Tangan gadis itu terulur, dia mengusap punggung tangan Dev dengan pelan tanpa berkata apa pun, dia tak tau rasanya jadi dia pun bingung bagaimana cara menghibur Dev.


Mengatakan kalau Dev pasti akan sembuh hanya seperti melihat pemandangan oasis di Padang gurun yang sebentar saja bisa hilang dan kita kembali tersadar kalau itu hanya sebuah khayalan yang tidak nyata.


Dev diam dalam kesedihannya, dia frustasi, semua pengobatan dia lakukan namun alter ego itu tetap lahir di dalam dirinya.


"Kita hadapi bersama sama kak, kau bisa," kalimat yang keluar dari mulut Lisa membuat Dev menatap wanita itu, sorot mata ketulusan bisa dia lihat dari mata gadis itu.


"Aku bisa saja menyakitimu Sa, dalam keadaan terburuk aku bisa saja membunuhmu dan Papa, aku tidak mau itu terjadi!" ucap Dev.


"Berjuanglah Dev, hadapi mereka, kau adalah pemilik tubuh ini, mereka hanya karakter yang kau ciptakan untuk menghadapi rasa takutmu, kita hadapi dan selesaikan masalah ini bersama, sudah kubilang aku akan membantumu," ucap Lisa dengan yakin.


"Itu tidak akan berarti apa apa Lisa, jangan naif, Dev butuh pengobatan, dia harus dibawa ke Jerman!" suara tegas Mike terdengar jelas di telinga Lisa dan Dev.


Lisa menekuk wajahnya kesal, lagu lagu suara pria itu mengganggu telinganya.


"Ck .. sial, orang ini seperti setan saja," umpat Lisa.


"Deevvv.... kau harus menjalani perawatan!" tegas Mike dengan wajah kesal, dia meletakkan nampan berisi makanan di atas meja.


"Aku doktermu, aku yang tau bagaimana kondisimu dan asal kau tau, keadaanmu saat ini adalah puncak penyakitmu! kau bisa hilang untuk selamanya Dev!" ucap Mike dengan suara meninggi.


"aku sudah katakan aku ingin tinggal disini, jika kau ingin kembali ke Jerman maka pulanglah, aku tidak mau ikut!" ucap Dev lagi.


"Sial! kau sakit Dev, kau... kau hanya semakin parah disini apalagi setelah bertemu perempuan tidak jelas ini!" ucap Mike sambil menunjuk Lisa.


Gadis itu mengeraskan rahangnya,


Bughh....


Satu pukulan kuat menghantam punggung dokter itu membuat Mike hampir terjerembab ke atas lantai, untung dia berpegangan pada sisi tempat tidur.


"Segila gilanya aku Mike, aku tak pernah menyebut gadis baik seperti Lisa sebagai perempuan tidak jelas, kau seorang psikolog, kau seharusnya tau menilai orang dengan benar, dasar otak udang!" umpat Adam yang memukul punggung Mike Karena Adam benar benar kesal dnegan kata kata Mike.

__ADS_1


"Keluar!" suara Lisa terdengar bergetar, dia marah, dia benar benar marah dan kesal saat ini.


"Keluar kalian dari kamar ini, terutama kau dokter gila!" umpat Lisa sambil menunjuk Mike dengan tatapan marah.


Adam dan Mike terkejut melihat kemarahan gadis itu, dia berbeda benar benar berbeda.


Keduanya terdiam, tiba tiba tangan seseorang menarik paksa mereka berdua untuk keluar dari dalam kamar itu.


" urus menantu Papa nak, Papa akan mengurus cecunguk gila ini!" ucap Pak Kevin yang ternyata sedari tadi mendengar percakapan mereka.


Pintu di tutup oleh Lisa, gadis itu kembali duduk di samping Dev dan mengambil nampan berisi makanan tanpa berbicara apapun.


Dev menatap Lisa, gadis itu tampak murung.


"Sa..."


"Tak apa, makanlah dulu setelah itu minum obat, kau harus sehat, " ucap Lisa lembut sambil mulai menyendokkan makanan itu ke mulut Dev.


"Aku tak akan pergi, ini rumahku kan? kalian kan keluargaku, jadi aku tak akan kembali ke Jerman tanpa kalian," ucap Dev seraya menggenggam tangan Lisa.


Lisa tersenyum lembutnya, "Tentu saja memangnya Pak tua ini mau pergi kemana meninggalkan istri dan mertuanya, bukankah itu tidak sopan heheheh," goda Lisa.


Dev menatap wajah Lisa sambil tersenyum, "terimakasih," ucap Dev.


"Nanti saja terimakasihnya, makanlah dulu lalu sembuh dengan cepat, buktikan kau bisa pulih dan melawan mereka!" ucap Lisa.


Dev mengangguk pelan, energi positif Lisa tersalur ke dalam dirinya membuatnya semangat nya setidaknya terkumpul sedikit demi sedikit.


.


.


.


HAI HAI HAI....


LIKE, KOMEN DAN VOTE SEBANYAK BANYAKNYA YA HEHEHHE,

__ADS_1


CIE BANG DAVID MULAI NYAMAN, BANG MIKE MULUTNYA PEDES BANGET


__ADS_2