
tiga bulan berlalu,
📍 Rumah Dev dan Lisa,
Lisa, si gadis cantik itu berjalan mondar mandir di depan teras rumah dengan wajah cemberut, sesekali dia menatap ponselnya dengan wajah khawatir.
Gadis itu terlihat sendu, matanya sembab yang berarti semalaman dia menangis sendirian.
Dari dalam rumah, Adam memperhatikan tingkah Lisa, dia tau gadis itu mengkhawatirkan suaminya, tugas bulan tidak bertemu, dan hanya berbicara via video call dan Chat membuat Lisa tidak bisa tenang.
"Kenapa tidak pulang juga sampai sekarang? kenapa Kak Dev nggak pulang, ini sudah tiga bulan lebih hiks hiks hiks... kenapa aku ditinggalkan sendirian!!!!" gadis itu lagi lagi menangis, air matanya mengalir begitu deras membasahi kedua pelupuk matanya.
"kak Dev, Papa kenapa kalian pergi ? kenapa Lisa sendirian disini, Lisa maunya sama kalian hiks hiks hiks... ini terlalu lama, kalian bilang cuma seminggu, tapi diperpanjang terus ...." Gadis itu menangis tersedu-sedu.
Merindukan suaminya dan juga sang Papa yang pergi tanpa alasan apa pun dan setiap ditanya selalu mengatakan ada urusan besar yang harus mereka kerjakan.
Setiap hari Lisa menangis dan bersedih, dia mengkhawatirkan kondisi suaminya, dia takut suaminya tidak bisa kembali seperti dahulu ini sudah tiga bulan dan dia tidak tau apa yang terjadi pada mereka.
Tak tahan melihat gadis itu terus menerus dalam kesedihan, Adam menghampiri Lisa. Selama tiga bulan tanpa Dev dan Pak Kevin juga Mike, Adam bertanggungjawab penuh melindungi dan mengajari Lisa tentang bisnis.
"Lisa berhenti menangis, sekarang kita akan ke kantor, cepat ganti pakaianmu!" tegas Adam.
"Aku merindukan suamiku kak, aku merindukan Papa, kenapa mereka tidak pulang juga? Bukankah mereka bilang akan cepat hiks hiks hiks kenapa sampai selama ini!!??" Lisa menangis, dia menghamburkan pelukannya pada Adam.
Adam menghela nafas kasar, dia tak bisa mengatakan kondisi Dev yang sebenarnya saat ini. Dia membalas pelukan Lisa dan memberi gadis itu ketenangan.
"Percaya pada mereka Lisa, mereka akan segera pulang, untuk saat ini mari kita libas dulu orang orang jahat yang telah menghancurkan keluarga ini Lisa, mulai hari ini kau adalah Presdir sementara grup Alexander!" Ucap Adam.
Lisa terkejut bukan main, dia melepaskan pelukannya dari Adam dan mengusap air matanya.
"Kak kau tidak gila kan? Periksa otak sana? Apa.kau sedang depresi karena kerjaan kantor yang menumpuk? Dasar manusia aneh, bisa bisanya kau bilang aku Presdir, apa itu tidak terlalu gila!!" Cerocos Lisa dengan wajah kesal dan heran.
__ADS_1
"Dia memang bukan gadis yang serakah, padahal jelas kemampuannya di atas rata rata, hanya dalam tiga bulan dia bisa menguasai semua ilmu bisnis tingkat internasional, benar benar kemampuan yang luar biasa, ditambah dengan pengetahuan dan niat belajar yang luas hanya perlu menambah pengalaman maka semuanya menjadi sempurna!" Batin Adam.
"Dev memang tidak pernah salah menilai orang, cepat sembuh Dev, aku bisa gila mendengar tangisan istrimu setiap malam!" Batin pria itu lagi.
"Kak, entah dari mana kau dapat kata kata itu, tapi kurasa kau harus periksa otak, apa otakmu masih berfungsi?" Celetuk Lisa.
Adam memutar malas kedua bola matanya, berdebat dengan Lisa sama saja memberikan dirimu sebagai bahan olok olok gadis itu.
"Diamlah, kau ini bena benar cerewet, itu permintaan suamimu, dia ingin kau mengendalikan perusahaan untuk sementara, dan bebas melakukan apa saja pada para penjahat itu Lisa, apa kau tidak ingin membalas kematian mendiang Ibu dan mendiang ibu mertuamu?" Tanya Adam.
Saat Adam mengatakan hal itu adalah keinginan suami Lisa seketika darah dalam tubuh gadis itu seolah mendidih, semangatnya bertubi tubi, sama persis seperti saat dia pertama kali belajar bisnis yang lebih kompleks, karena diminta suaminya dia melakukannya dengan senang hati.
"Baiklah!" Lisa mengangkat tangan ke atas dan wajahnya menunjukkan kalau dia benar benar bertekad besar kali ini.
"Kita sarapan dulu baru berangkat lanjutkan !!! Wohoooo!!!" Teriak gadis labil itu sambil ngacir ke dalam dapur.
Adam hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Lisa. Terlihat kekanakan namun kecerdasannya melebihi orang dewasa pada umumnya.
Lisa sudah mengetahui cerita tentang masa lalunya bersama Dev dan mendiang mertuanya. Masa lalu keluarga Alexander yang hancur karena pelakor dan segala sesuatu tentang diri Lisa yang sebenarnya dan kenapa dia menjadi target pembunuhan oleh tuan Harry.
Selama tiga bulan ini dia turut andil dalam pekerjaan Kantor dengan pengawalan ketat, dan dia dikenal sebagai si wanita bertopeng istri Presdir Alexander Grup yang misterius.
Di perusahaan, Lisa menyembunyikan identitasnya untuk melindungi dirinya dan suaminya tentu ini adalah siasat yang telah diatur sedemikian rupa oleh alter ego Dev.
Setelah makan pagi menjelang siang dan melalui melow drama di pagi hari, Lisa dan Adam berangkat menuju perusahaan.
Lisa mengucir rambutnya ke atas, dia mengenakan pakaian yang lebih formal dan terlihat bersahaja dengan kharisma yang tiada tandingannya.
Wajahnya di lukis kemudian di tutupi dengan topeng sebagai alat perlindungan diri.
Seperti yang dikatakan oleh Adam, perusahaan Alexander mengudang seluruh pebisnis hari ini di aula utama perusahaan itu untuk mengumumkan pergantian kepemimpinan Alexander Grup yang dipegang oleh istri dari pemilik perusahaan itu.
__ADS_1
Tentu saja berita ini sontak menjadi buah bibir di setiap kalangan pebisnis, Tuan Alexander yang misterius menyerahkan kepemimpinan perusahaannya pada sang istri yang licik dan mulai memiliki nama diantara kalangan pebisnis.
Lisa mendapat julukan 'Pemula Maniak!' karena di awal dia bergabung, sudah membuat geger seluruh dunia bisnis dengan kemampuan berbicaranya dalam berbagai bahasa serta kemampuan bernegosiasi yang tiada tandingannya.
Grup Pradipta yang dua bulan lalu hampir hancur mulai bangkit lagi dan kini dalam kondisi stabil, dan mereka turut serta dalam acara khusus yang digelar oleh perusahaan itu.
Semuanya tampak antusias dan penasaran dengan sosok wanita di balik topeng hitam itu.
"Pa, kita harus memastikan kalau kita berhasil menjalin kerjasama dengan perusahaan ini, pimpinannya Sekarang adalah seorang wanita, akan sangat mudah menghancurkan nya!"bisik Nyonya Pradipta yang baru tiba di tempat itu bersama suami dan putranya Tom.
"Mama benar, wahhh Presdir Alexander benar benar menawan, aku jadi menginginkan wanita seperti dia!" Celetuk Tom.
"Jangan mimpi Tom, dia sudah bersuami,, jika berani menyentuhnya sama saja aku menyerahkan nyawamu pada tuan Alexander saat dia tiba di negara ini lagi, " Ucap tuan Harry.
"Iya iya, aku hanya berandai andai saja!" Ketus Tom.
Acara demi acara pun dimulai dan Lisa resmi menjadi Presdir yang baru dengan bimbingan dari Adam wakil Presdir terdahulu yang menyerahkan jabatannya tanpa penjelasan apa pun pada publik.
Sementara itu di sebuah rumah sakit di negara Jerman,
Siaran televisi internasional dipasang di televisi dala ruangan pasien VVIP itu. Tampaknya seorang pria tengah berbaring sambil menutup matanya di atas brankar, sudah sebulan lama dia terlelap disana dan tidak juga sadarkan diri.
"Dev, Lisa sudah menjadi Presdir seperti yang kau inginkan, tunggu apa lagi, bangunlah dari tidurmu, ini terlalu lama bro!" Ucap Mike dengan lirih sambil menatap televisi, dia duduk sambil memegang ponsel Dev, duduk di samping Brankar Dev yang sudah tidak sadarkan diri sejak sebulan lalu.
"Aku membutuhkanmu, cepat pulang sayang,"
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen 😉😊