Suamiku Bukan Monster

Suamiku Bukan Monster
Kau Bisa!


__ADS_3

Hari sudah malam pertanda kalau ini waktunya bagi para penghuni bumi untuk menjelajahi dunia mimpi mereka.


harian mereka semua menghabiskan waktu bersama alter ego Dev, Steve yang selalu berhasil membuat tekanan darah Pak Kevin naik karena mengajaknya terus menerus berdebat.


Rumah sudah selesai dipermak, kamar kamar telah ditentukan. Di dalam kamar milik Lisa dan Dev, kedua orang itu sudah bersiap untuk tidur.


Lisa terus menatap Dev yang masih bertingkah aneh, alias masih dalam mode Steve si alter ego tukang berdebat.


"Ada apa adik kecil? kenapa kau menatapku seperti itu? apa kau jatuh cinta denganku hmm? aku siap menerima cintamu hhhahah..." Steve menatap Lisa sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Ehh apa apaan sih kak, dasar aneh," Celetuk Lisa.


"Kapan kak Dev bangun," batin Lisa.


"Heheh, ya sudah bobo yuk, Kakak ngantuk, hoaaamm sepertinya pertemuan kita hanya sampai hari ini Sa, kamu baik baik ya, momen ini akan kakak ingat sepenuhnya, " ucap Steve seraya mengusap pucuk kepala Lisa.


"Maksudnya!" tanya Lisa heran.


"Kakak ngantuk, mau tidur dulu hoaaaammm..." Steve lagi lagi menguap, dia membaringkan tubuhnya dan menutup matanya, pria itu tertidur.


"secepat itu!?" ucap Lisa heran, dia menatap wajah tampan itu.


"eghh.... " Pria itu bangun lagi, dia membuka matanya lalu menyesuaikan pandangannya dengan cahaya ruangan.


Pria itu mengerjapkan matanya, dia seketika panik dan syok.


"Kak ?" panggil Lisa.


"Lisa!?? aku..." Dev terkejut saat dia sudah berad di dalam kamar, ingatan terakhirnya adalah saat mereka sedang beberes pindah rumah.


"Sejak kapan aku disini? apa yang terjadi tadi!?!" Dev panik, dia tidak ingat apa apa, dia langsung mengecek seluruh tubuhnya memastikan kalau tidak ada luka seperti sebelumnya.


Dev benar benar panik, dia selalu seperti ini jika alter egonya tidur kembali. Seperti orang bodoh yang tidak tau apa apa, seperti itu kondisi Dev saat ini.


Lisa menatap suaminya, dia tampak sedih melihat kelemahan Dev. Pria itu benar benar sedih dengan kondisi nya.

__ADS_1


Lisa mengambil tangan Dev dan menepuk tangan pria itu dengan lembut.


"tenang kak, tidak terjadi apa apa, Dari tadi kita di rumah, Kakak tidak pergi kemana mana, Steve yang keluar dan dia cukup tenang hari ini, kamu hanya membersihkan rumah dan memasak bersama tidak lebih," jelas Lisa.


Dev sedikit lega, hatinya benar benar risau untuk beberapa saat lalu, dia menarik Lisa ke dalam pelukannya. ingin rasanya dia menangis saat ini membuang segala kesedihan di dalam hatinya.


"kak...?" Panggil Lisa, dia khawatir.


"Tetap seperti ini sa, tetap seperti ini untuk sebentar saja, aku... Aku takut," ucap Dev jujur dengan rasa takutnya di depan istrinya.


Lisa menepuk punggung Dev, memberikan ketenangan pada pria itu.


"Ku harap kau cepat sembuh kak, aku tidak tega melihatmu hancur seperti ini, aku benar benar tidak sanggup," lirih Lisa.


Jam bergulir dengan cepat, tak terasa waktu telah berlalu. pagi kembali menyingsing menunjukkan kalau aktivitas baru kembali dimulai.


Di kamar Lisa dan Dev tampak pria itu sudah bangun terlebih dahulu, semalaman dia memeluk Lisa sampai gadis itu benar benar terlelap.


Pria itu menatap wajah cantik Istrinya, dia tersenyum sambil menyingkirkan anak rambut gadis itu. Lisa tertidur dengan sangat lelap seperti anak bayi yang menggemaskan.


Saat melihat wajah cantik Istrinya membuat Dev sedih, penyakit anehnya masih belum sembuh, bagaimana dia akan memberikan kebahagiaan pada Lisa jika dia tidak sembuh, bagaimana mereka akan membina rumah tangga yang baik jika dirinya tidak bisa lepas dari jerat penyakit kepribadian gandanya itu.


Tanpa sadar Dev malah menangis, dia takut Istrinya akan mengalami hal yang sama dengan ibu kandungnya, kekurangan perhatian dan kasih sayang dari suaminya membuat mendiang Ibu Dev tersiksa tetapi tak pernah mengucapkan kalau dia tersiksa.


Lisa membuka matanya, dia mendapati suaminya menangis, pria juga boleh lemah, pria juga bisa menangis saat dia merasa terpuruk, pria juga perlu perlindungan.


"Ada apa ? Kenapa menangis? Apa yang terjadi?" Lisa terdengar khawatir, melihat wajah Dev yang begitu sedih.


Tangan Lisa mengusap wajah suaminya yang memerah karena menangis.


"Ada apa kak?" Tanya Lisa lembut sambil mengusap wajah itu.


Dev menatap wajah cantik Istrinya," maafkan aku sa.. maafkan aku sayang, aku tidak bisa memberi rumah tangga yang sempurna untukmu, aku sakit dan kau harus menikah dengan orang seperti diriku, orang bodoh yang bahkan tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri!!" Ucap Dev sambil menangis.


Lisa duduk menatap Dev, dia menggenggam tangan suaminya. Hari ini dia melihat suaminya berada pada titik terendah.

__ADS_1


"Jangan berkata seperti itu, kalau pasti sembuh kak, kau akan sembuh aku yakin itu, hanya butuh waktu sedikit lebih lama, kakak hanya butuh waktu lebih untuk bisa bangkit seperti dulu, kakak pasti sembuh.." ucap Lisa menenangkan Dev.


"Tapi sampai kapan Lisa, sampai kapan aku akan berada dalam kondisi memuakkan ini, setiap aku bangun aku tidak tau apa yang terjadi pada tubuhku, terkadang aku terluka, terkadang berpakaian aneh, bangun di hutan, di pinggir sungai, di hotel di berbagai tempat tetapi aku sama sekali tidak tau apa yang terjadi Lisa, hidup macam apa ini aku benar benar seperti seorang badut!!" Dev mengungkapkan isi hatinya, menjelaskan semuanya sambil menangis.


"Saat aku dalam kondisi ini, orang orang itu, mereka yang membunuh ibuku malah hidup degan tenang dan damai sedangkan hidupku hancur sejak kejadian itu, semuanya hancur Lisa ..." Dev meraung Raung dia menangis sambil menjelaskan kisah hidupnya yang menyedihkan.


Lisa terkejut mendengar pengakuan Dev, pantas saja Dev begitu lemah dan sedih ternyata masa lalunya sangat pahit. Cerita yang selama ini Dev sembunyikan akhirnya dia ungkapkan pada wanita yang bertahta di hatinya.


"Apa yang terjadi kak? " tanya Lisa.


"Ayahku sa, dia.. dia membunuh ibuku di depan mataku, menembak ibu ku di kepala membuatnya meninggal di tempat, aku takut... aku takut, aku ingin membalas mereka Lisa, orang orang jahat dan egois itu... membuat hidupku tersiksa selama bertahun tahun..."


Lisa memeluk suaminya, Dev mulai panik lagi, namun ada yang aneh, alter ego penyalur rasa sakit dan sedihnya tidak keluar, Steve tidak bangun saat ini.


"Semuanya masa lalu, kau pasti bisa melewatinya aku yakin, kau bisa sayang, kau bisa, " ucap Lisa menguatkan suaminya.


Dev memeluk Lisa dengan erat, dia tenang jika berada di dekat Lisa, dia tenang jika gadis itu menemaninya.


"Aku takut dia mengincar mu, kejadian di rumah sakit pasti ulahnya Lisa, aku...aku tidak tau harus apa, dia akan menghancurkan semua orang yang ada di dekatku, aku takut kamu dan Papa terluka," ucap Dev .


Lisa terkejut ternyata kejadian saat dia diculik ada hubungannya dengan Papa kandung suaminya.


"Kak Dev, dengar kan aku, kau harus menghadapi nya dengan percaya diri, mereka semua akan menyelamatkan mu aku yakin kakak bisa kembali, mereka adalah diri kakak, kakak pasti bisa aku yakin pada suamiku!!!" Lisa berbicara dengan tegas sambil menatap mata suaminya.


"Mereka siapa maksudmu Lisa!?" tanya Dev bingung.


.


.


.


like, vote dan komen 😉😊


diusahakan up tiap hari,

__ADS_1


__ADS_2