Suamiku Bukan Monster

Suamiku Bukan Monster
Kuntilanak?


__ADS_3

Lisa dan Pak Kevin sedang berjalan beriringan sambil mendorong gerobak gorengan mereka, mereka tutup setelah jualan Papanya terjual semua lalu melakukan kencan dan yang membuat bahagia adalah penghasilan mereka cukup banyak hari ini.


Terlihat senyuman sumringah tercetak dengan jelas di wajah lisa dan Papanya, mereka berjalan perlahan lahan, baru saja mereka menikmati makanan enak dari salah satu restoran yang mereka lewati, begitulah yang biasa mereka lakukan setiap hari jika jalan berdua seperti itu.


Lisa dengan kepribadiannya yang ceria selalu membuat Pak Kevin merasa terhibur sekaligus merasa sedih karena putri semata wayangnya harus hidup tanpa seorang Ibu sejak usianya tiga belas tahun dan itu sebuah perjalanan hidup yang cukup berat bagi gadis kecilnya itu.


Sepanjang jalan mereka berdua terus bercerita apalagi tentang hari hari Lisa yang selau menarik untuk didengarkan.


“Pa tau nggak?" Tanya Lisa sambil berjalan dengan santai.


“Gak tau sayang,” ucap Papa Lisa sambi terkekeh.


“Ihhkk Papa Lisa belum selesai ngomong, dengar dulu, gimana sih si papa,” gerutu Lisa yang memang selalu di ajak bercanda oleh Papanya.


“hahaha, iya makanya ngomong yang jelas jangan sepenggal sepenggal sayang,” ucap Papa Lisa sambil menatap Anaknya dengan senyum jahil.


“Heh Papa Mah gitu, dengar dulu Lisa mau cerita, tadi Lisa benar benar bisa mewujudkan salah satu mimpi Lisa loh Pa, tau nggak tadi Lisa gak sengajak robek baju orang ," ucap Lisa.


“What, kamu robek baju orang? Gimana bisa nak, astaga kamu ini ya gak hati hati banget , dasar nakal,” celetuk Papa Lisa memarahi anaknya sendiri.


“Ihh Papa dengerin dulu jangan langsung marah, tadi itu Lisa emang gak sengaja karena salah si mbaknya juga yang jalan sambil nunduk main hp, jadi Lisa akhirnya keluarkan salah satu desain baju yang ada di kepala Lisa dan dia puas heheh,” jelas Lisa sambil tersenyum manis.


“ Wah anak papa hebat ya udah jadi desainer pakaian,” ucap Papa Lisa sambil membalas senyuman putrinya.


Sepanjang jalan, Lisa terus berbicara tentang hari yang dia lalui, gadis itu memang suka berceloteh dan menjadi sumber kekuatan bagi Pak Kevin untuk tetap bertahan.


Ditinggalkan istrinya karena sakit bahkan sampai terlilit hutang yang sangat besar justru membuat pak Kevin menutup hatinya untuk mencari pengganti Mama Lisa, sebab dia hanya ingin membahagiakan putri satu satunya itu. Dia benar benar ingin Lisa hidup bahagia tidak melarat seperti dirinya.


Lisa gadis yang tau diri dengan keadaan orang tuanya, dia tidak pernah meminta banyak hal pada Papanya inilah yang membuat papa Lisa merasa sedih dan tidak berguna sebagai seorang Ayah. Anaknya harus putus sekolah dan tidak bisa bersaing dengan orang orang cerdas lainnya hanya karena masalah keuangan.


Hutang yang besar membuat mereka terjerat hingga setahun lalu mereka bebas dari jeratan hutang itu dan mulai menata hidup mereka lagi dari awal.

__ADS_1


Kehilangan sang istri cukup membuat Pak Kevin terpuruk, hampir saja dia menyerah akan hidupnya namun senyuman Lisa yang selalu mengatakan “ Semua akan baik baik saja Pa,” memberi kekutan baru bagi pria itu.


Hatinya benar benar tersayat saat putrinya yang pintar bahkan melebihi kecedasan orang lain harus hidup dalam lingkaran kemiskinan.


Seandainya mereka punya banyak uang, Lisa pasti bisa melambung tinggi ke atas dengan semua cita cita dan keinginannya.


Pak Kevin juga sering mendengar ejekan orang orang pada anak gadisnya, ada yang mengatakan Lisa simpanan om om , gadis nakal dan banyak hinaan lain yang di dengar Papa Lisa namun Lisa selalu mengatakan “Tidak apa apa Pa," setiap kali Papa Lisa akan marah.


Tak jarang Pak Kevin menangis dalam diam saat melihat Lisa dengan penuh peluh mengangkat barang bekas dan menyimpannya di rumah sebelum dikumpulkan pada Uncle Chung.


Hatinya juga teriris saat melihat Lisa dengan penuh semangat mempelajari semua buku yang dia dapatkan sampai dia fasih berbahasa asing.


Namun Lisa selalu menguatkan Papanya yang sudah berusia hampir kepala lima itu, kekuatan bagi Pak Kevin adalah putri semata wayangnya.


Lisa dan papanya berjalan dengan senda gurau meski terlihat gurat kesedihan di wajah Papa Lisa dan gadis itu sadar akan hal itu, oleh karena itu sebisa mungkin dia menceritakan berbagai hal menyenangkan yang dia alami agar Papanya tidak sedih.


Mereka berdua kini berjalan mendorong gerobak melewati jalanan yang sepi, tak ada lampu jalan yang ada hanya rumah terbengkalai dan beberapa pohon yang menjulang tinggi ke atas membuat suasana sedikit menyeramkan bagi orang yang lewat namun tidak bagi mereka berdua.


Yang paling menyeramkan bagi mereka adalah saat penagih dari pihak Bank datang di akhir bulan tetapi uang belum terkumpul.


“Pa ini jalannya kok makin lama makin seram ya, hissh lampu jalannya juga udah gak ada,” gerutu Lisa.


“Kenapa? Takut yeeeee..... cemen mah kamu hahahaha,” ejek Papa Lisa yang membuat Lisa engerucutkan bibirnya karena di ejek oleh Papanya sendiri.


“Ihhkk siapa juga yang takut Papa kali,” balas Lisa mengejek Papa.


“Hahaha ngmbek nieee,” ejek papa Lisa


“Nggak tuh,” jawab Lisa santai.


Mereka terus berjalan dengan santai di sekitar loksai itu namun sesuatu tiba tiba membuat langkah mereka berhenti.

__ADS_1


Srekkk.... srekkk..... srekkk


Terdengar suara gesekan diantara dedaunan pohon yang ada di depan mereka,bukannya takut keduanya malah penasaran dengan apa yang ada di atas pohon itu. Karena gelap mereka tak bisa melihat jelas apa yang sedang bertengger di atas pohon itu.


“Pa itu apa?” tanya Lisa.


“Mungkin neng kunti lagi nungguin kamu buat naik ke atas terus potongin rambutnya hahaha,” kekeh Papa Lisa yang bisa bisanya bercanda di saat seperti ini.


“heh si paa malah bercanda, Lisa serius, papa bisa lihat gak, Lisa gak bisa.... arhhh astagaaa papa bikin Lisa kaget aja,” teriak Lisa karena saat dia menoleh pada Papa nya dia melihat sang papa dengan cahaya senter yang di taruh di bawah dagunya membuat Papa Lisa tampak menyermkan.


“Hahahah, itu aja takut,” ejek Papa Lisa membuat Lisa kembali merasa di remehkan oleh Papanya sendiri.


“ihhh Apaan Sih Pa, siapa yang takut coba, Lisa Cuma kaget,” balas Lisa sambil ikut menyalakan Flash dari hp nokia yang Cuma bisa krim pesan dan nelpon tanpa bisa selca selca seperti ponsel keluaran lain yang kalau kata orang Medan pakai ponsel ipit ipit.


“Heh masa iya hahah,” ucap Papa Lisa.


Srekk... srekk.... srekk..


Suara itu kembali lagi terdengar membuat perdebatan kedua orang itu turut berhenti, mereka berdua mengarahkan senter mereka masing masing ke atas pohon dan.....


Graahhhhhhh........


Sesuatu melompat dari atas pohon hingga menyebabkan tanah sedikit bergetar, terdengar dengan jelas di telinga mereka berdua suara deru nafas yang cukup berat. Sesuatu kini berdiri di depan mereka.


Lisa dan Papanya mengarahkan senter mereka ke arah objek tersebut...


“Ehhh Kamprett, kuntilanak beranak bauk ketek gak pernah mandi pacaran sama genderuo aarhhhhhhhhh.....” teriak Pak Kevin yang latahnya akan kumat kalau terkejut seperti itu.


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen 😊😉😊😉


__ADS_2