Suamiku Bukan Monster

Suamiku Bukan Monster
Makan Siang?


__ADS_3

Mike dan Adam berjalan dengan cepat menuju ruangan makan dimana Steve dan Pak Kevin sedang duduk berdua sambil saling melemparkan tatapan tajam satu sama lain.


crrtt.... crrrttt.... tatapan mata keduanya menandakan kalau mereka sedang berseteru dalam diam. Steve menatap Pak Kevin dengan tatapan tajam begitu pun dengan pak Kevin.


Mike, Adam dan Lisa terdiam saat melihat wajah serius dari kedua pria itu.


Brak...


"Pokoknya masakan buatanku tidak ada tandingannya!!!" ucap Pak Kevin sambil memukul meja.


Brakk


"Tidak mungkin!! masakan pak tua seperti dirimu tidak mungkin ada rasanya, masakanku yang terbaik!!!" balas Steve dengan cara yang sama. Kedua pria itu sampai berdiri di tempat mereka masing-masing karena sejak tadi berdebat tentang makanan siapa yang paling enak.


"Ck... aku sudah memasak sejak aku bahkan di dalam kandungan, bisa bisanya kau mengatakan kalau makanan yang ku masak tidak enak, apa kau pernah mencobanya dasar bocah tengil!!" Pak Kevin Menatap Steve dengan tatapan kesal.


"Ck... mampu atau tidak ya memasak tidak dipermasalahkan dari seberapa lama pengalaman memasaknya, yang terutama itu adalah cita rasanya!" ucap Steve seraya menatap langit langit dengan wajah tersenyum sambil membayangkan semua jenis makanan yang dia buat kalau dia bangun dan menguasai tubuh Dev.


"Pokoknya masakanku yang paling enak, jangan membantahku anak tengil!!" teriak Pak Kevin yang malah terbawa emosi.


"Ck... dasar pak tua tengil, kenapa kau sombong sekali!!!!" balas Steve.


Mereka berdua terus berdebat satu sama lain. Mempertahankan kalau diri mereka yang terbaik.


"Apa kak Dev pernah bicara sampai berdebat seperti ini?" bisik Lisa pada kedua pria yang melongo Menatap Steve dan Pak Kevin berdebat seperti saat ini.


Keduanya menggelengkan kepala masing masing dengan rahang terjatuh ke bawah sambil menatap Lisa. Benar benar speechless dengan apa yang terjadi di depan mata mereka saat ini.


"i..itu Dev? bukan, maksud ku itu Alter ego Dev yang bernama Steve!!!"Mike terbelalak sambil menunjuk Pria tampan yang tengah berdebat hebat dengan Pak Kevin yang tidak mau kalah saing kalau sudah soal makanan.


"iya, itu kak Steve, apa kakak tidak pernah bertemu Dengannya?" tanya Mike.


"Aku tidak tau... bukannya Steve itu bocah remaja 15 tahun yang menyukai permen? tapi kenapa aku melihat Dev disana, ini benar benar aneh, kau jadi bingung sendiri!!!" ucap Mike seraya memijit keningnya sendiri


"Kak Steve memang sesuai dengan yang kakak katakan, tapi aku tidak tau kalau dia suka berdebat seperti ini, terakhir kali, seingatku aku berdebat dengan alter Ego bernama Alex dia sedikit membuat lawan bicaranya merinding karena sorot mata itu benar benar dingin!" celetuk Lisa.


"A....Alex?" Adam terbelalak, dia tidak tau apa apa, dan tak tau banyak tentang penyakit Dev, alasan utama Mike dan Dev tak memberitahu Adam adalah karena pira itu mudah panik, bahkan cenderung bisa menyakiti dirinya sendiri saat tau kondisi orang-orang terdekatnya tidak baik.


Mike menatap Adam," katakan berapa alter egonya Mike? kenapa aku tidak tau semuanya!!!!" geram Adam yang tampak marah dan kecewa.

__ADS_1


"loh kak Adam gak tau?" tanya Lisa yang bukannya membuta kondisi lebih tenang malah membuat situasi jadi tegang dan panas.


"Mike!!!" geram Adam.


"Maaf, ini semua permintaan Dev, aku hanya menurut dan tak bisa apa apa, kau tau dia sangat sensitif soal penyakitnya," ucap Mike sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain.


" Ck... kenapa kalian merahasiakannya dariku? apa aku bukan teman kalian!!" Adam kesal, dia pergi keluar dari ruangan itu dengan wajah masam.


"Kak Adam ngambek?" Lisa terkejut.


"ck... dia pasti marah, kamu sih!!!" ketus Mike.


"Lah kok jadi aku," ucap Lisa.


"sudahlah, kita jadi akan atau tidak nih?" Mike membesarkan Suaranya membuat kedua pria beda generasi itu terkejut dan menatap mereka.


"Sejak kapan disana adik kecil?" suara Steve terdengar berubah, dia berbicara dengan begitu Lembut pada Lisa.


"ck... sial, si alter ego ini benar benar Pintar mencari hati orag lain, lihat perubahan nada bicaranya itu, benar benar seorang ahli!!" batin Pak Kevin.


"sejak kalian berdebat," Jawab Lisa sambil duduk di salah satu kursi.


"Loh kenapa kak?" tanya Lisa.


"karena aku gak mau jarak memisahkan kita adik kecil, sini duduk di samping kakak tampan," Celetuk Steven yang ternyata memiliki tingkat narsis sebesar itu.


"huweekk..... aku mual mendengar ocehanmu !!" pak Kevin lagi lagi mengejek Steve.


"pffthh bwahahahhahaha....." Lisa tertawa terbahak bahak mendengar ucapan Steve, benar benar menggelikan baginya.


Lain halnya dengan Mike yang menatap Steve dengan rahang jatuh ke bawah dan mata melotot untuk nggak sampai jebol keluar dari tengkoraknya.


"Loh kenapa? kan emang bener, sini duduk dekat kakak, jangan jauh jauh, kakak gak lama," ucap Steve sambil menepuk kursi di sampingnya.


kata kata Steve membuat Mereka terdiam," tak lama?" apa maksud pria ini sebenarnya?


"maksud kakak gak lama?" tanya Lisa penasaran.


"hmmm? nggak ada heheh, ya udah ayo makan, dicicipi semuanya, ini Kakak yang masak, " ucap Steve dengan senyuman sumringah sambil menyiapkan makan untuk Lisa.

__ADS_1


"heh pirang, makan juga, jangan buka buka mulut terus, bau ****** tau!" ejek Steve.


"pffthh hahahahha.. Mulut kak Mike bau ****** katanya hahahahhha...." Lisa tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Steve, alter ego itu ternyata humoris.


Mike tersadar, dia segera menutup mulutnya dan memalingkan wajahnya, dia tak terbiasa dengan Steve.


"Hei pirang yang satu lagi, jangan berdiri terus di balik dinding itu, Ayo bergabung kesini!!!" Steve mantap ke arah dinding pembatas ruang makan.


Ternyata Adam berdiri disana sambil curi dengar pembicaraan mereka.


Lisa, Mike dan Pak Kevin menoleh, benar saja, bayangan pria itu terlihat di atas lantai.


Adam menunjukkan kepalanya dan perlahan masuk ke ruangan itu sambil terus menatap Steve dengan tatapan penasaran.


"Apa kau benar benar bukan Dev? apa kau alter egonya?" tanya Adam.


"hmmm no, aku hanyalah diriku, ayolah jangan membahas orang lain sekarang, tak bisakah kita membicarakan tentang kita hari ini dan melupakan pria itu, ini waktu ku," ucap Steve dengan tatapan tidak suka saat Adam membahasnya tentang alter ego.


"Ekhmm... baiklah," jawab Adam saat dia mendapatkan kode dari Pak Kevin.


"Hahahah... baiklah, ayo nikmati waktu kita, iya kan pak tua!!" ucap Steve sambil menatap Pak Kevin.


"Jangan mengajakku berdebat lagi Steve!!" ketus Pak Kevin dengan wajah kesalnya.


"Aku akan membuktikan kalau masakanku paling enak," tambah Steve.


"ck... dasar kekanakan, masakanku yang paling enak dasar bocah sinting!!" ketus Pak Kevin.


Steve tersenyum karena dia bisa membuat Pak Kevin kesal," Hahahah dia marah ahahahah lihat lah wajah berkeriput nya itu, sangat jelek hahahahah...." Steve ujung ujungnya malah mengejek Pak Kevin.


"Steve berhenti mengejek ku!!!!!" kesal pak Kevin.


Lagi lagi mereka berdebat, ketiga manusia disana hanya menatap mereka seolah sedang memon sebuah Opera.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 😉😊


__ADS_2