Suamiku Bukan Monster

Suamiku Bukan Monster
That Steve


__ADS_3

Lisa menatap pria itu dengan tatapan heran sekaligus bingung.


Lain halnya dengan Dev yang tengah di kuasai oleh alter egonya, dia malah asik memakan lolipop yang ada di mulutnya, benar kata Kiel, dia adalah bocah.


"Hei ekhmm.... kak siapa namamu?" tanya Lisa, dia mengingat pesan Kiel untuk menyebutnya dengan panggilan itu.


Pria itu menatap Lisa sambil tersenyum manis, "Aku Steve, masa iya kamu Lupa Lisa? ini kakak yang dulu duduk di jalanan terus kamu kasih permen, kenapa lupa sih? kita kan udah banyak ngobrol," ucap Alter ego itu.


"Eh... I...itu hehehe, Lisa nggak ingat kak, kan sudah lama, Lisa samar sama ingat," ucapnya sambil menggaruk kepalanya di tengah kebingungan yang melanda dirinya.


Sebenarnya wajah Lisa tidak banyak berubah, bahkan tak ada yang menyangka kalau gadis imut itu sudah berusia 23 tahun, dia tampak seperti remaja 17 tahun.


"Kamu kok sudah besar sih? kan Kaka gak bisa peluk peluk hahahah, oh iya kamu kenal Kiel? kenapa dia memanggil kakak? katanya ada yang kamu mau tanyakan," ucap Alter ego Steve.


"Ehh... ummm aku mau tanya ada berapa orang di dalam sana?" tanya Lisa dengan suara pelan.


"ahhh.... alter ego? ummm yang normal cuma dua yang lainnya gak normal," ucap Steve.


"Bisa kakak jelaskan?" ucap Lisa.


"Ada syaratnya!" ucapnya.


"Apa kak? " tanya Lisa.


"Semua permen itu untukku!" ucap Alter ego itu sambil menunjuk wadah tempat permen itu.


Lisa menghela nafas lega, dikira apa ternyata cuma minta permen.


"iya semua itu punya kakak," ucap Lisa mengangguk setuju.


"Baiklah heheheh," seru pria itu sambil memeluk wadah permen itu, benar benar kelakuan bocah.


"jadi bisa jelaskan?" tanya Lisa kembali sambil memasang wajah penasaran dengan mata bulatnya yang berbinar-binar membuat pria itu tersenyum.


Pria itu meletakkan wadah permen itu lalu menata Lisa dari dekat membuat jarak antara wajah mereka terkikis.


Lisa terkejut bukan main saat pria itu mendekat, jantungnya bahkan berdegup kencang.


"uhh... gemesnya hahhaha," seru pria itu sambil mencubit kedua pipi bulat milik Lisa.


" baiklah karena kamu buat kakak senang hari ini, biar kakak jelaskan," ucapnya sambil menurunkan kedua tangannya.

__ADS_1


Lisa? ohh jangan di tanya, saat ini dia sudah ingin terbang ke planet Neptunus, menyembunyikan diri terbang jauh ke angkasa Karen jantungnya berdegup begitu kencang untuk pertama kalinya saat dia di perlakukan begitu manis oleh seorang pria.


"Jadi di dalam tubuh ini ada 6 kepribadian, satu kepribadian asli dan 5 kepribadian lain," ucap Steve.


"Dev si pria lemah itu, Kiel monster yang memanggilku, Aku Steve aku anak Kiel, kemudian Alex pria baik tetapi licik, lalu Monster Demon yang kau temui tempo hari saat kau membawa tubuh ini ke rumahmu, dan satu lagi aku bahkan belum pernah bertemu tetapi dia ada dan menunggu waktu untuk bangkit," jelas Steve.


Mendengar hal itu sungguh tidak masuk akal bagi Lisa, aneh ini memang benar benar aneh baginya.


"Apa kau tidak sedang berakting? kau tidak berbohong kan? kau.... kau memang benar benar kak Steve kan?" ucap Lisa ragu, dia benar benar bingung dengan ucapan Steve tetapi rasa penasarannya sangat besar membuat dia ingin mencari tau lebih dalam lagi.


"Pantas Kiel memanggilku, aku tidak berbohong, tetapi yang tau keberadaan kami hanya Kau dan Kiel, bahkan Dev tidak tau kami ada," ucap Steve dengan tatapan tak bisa diartikan.


"Kenapa dia tidak tau? lalu percakapan ini? apa dia tidak akan ingat?"ucap Lisa semakin penasaran.


Steve menggelengkan kepalanya " Dia tidak akan ingat, aku hanya berharap monster yang paling menyeramkan itu tidak bangkit, dia.... dia terlalu kuat,dia sangat mendominasi, aku... dan Kiel bahkan tak bisa menghadapi nya kalau dia ada," ucap Steve yang tiba tiba ketakutan.


Steve adalah refleksi diri Dev yang paling sensitif, dia memiliki perasaan yang rapuh dan mudah takut tetapi juga paling penyayang, dan dia tau semua kepribadian di dalam diri Dev.


"Menghadapi nya? apa maksudnya? apa mereka saling bertemu? kenapa begini? ini kasus yang aneh," pikir Lisa.


"Apa dia pernah keluar?" tanya Lisa.


Mendengar itu Lisa terkejut, jadi yang meminta tolong padanya beberapa hari lalu bukan Dev yang asli tetapi Steve alter ego Dev.


"Ja... jadi aku sudah bertemu kalian berlima, aku jadi penasaran dengan sosok keenam kalian itu," ucap Lisa.


"Tapi aku hanya bertemu Demon sepersekian detik, kenapa begitu?" tanya Lisa.


" Tubuh fisik sudah lemah, dan aku yang mengambil alih," ucap Steve.


"Ku harap tak ada yang bertemu monster itu, aku takut.... aku takut dia akan menguasai tubuh ini, aku takut kalau Dia akan membuat Kami semua menghilang, Dia... Dia sangat menyeramkan," ucap Steve yang tiba tiba berdiri lalu masuk ke bawah meja sambil merunduk ketakutan.


Dia menutup kepalanya dengan kedua tangannya, menggigit jarinya, tubuhnya bergetar hebat, matanya melirik ke kanan kiri, Steve saluran rasa sakit dan ketakutan Dev.


Lisa terkejut, dia merunduk ke bawah kolong meja dan menyentuh bahu pria itu.


"Hei jangan takut, " ucap Lisa berusaha menenangkan Pria itu.


"Li...Lisa... Dia dia akan datang, ba...bagaimana ini, di... dia akan datang!!!" teriak Steve panik.


Pria itu mengacak acak rambutnya, dia merem4s rambutnya Sampai jari jarinya memutih, ketakutan yang luar biasa.

__ADS_1


"Steve Tenanglah!!!" bentak Lisa dengan suara tegas membuat pria itu terdiam namun masih dnegan tubuh gemetaran.


Jika dilihat dalam posisi seperti ini, Dia tampak seperti anak kecil yang sedang ketakutan.


Trauma yang dialami oleh Dev tampaknya bukan trauma yang main main.


"Sepertinya dia mengalami banyak kepahitan di masa lalu, kasihan dia, huh... jadi dia selama ini pria yang menolongku? bahkan saat aku kecil pun aku bertemu dengan dirinya, kenapa dia seperti ini? ini kasus yang aneh, " ucap Lisa di dalam hatinya.


"Kak tenanglah, semua akan baik baik saja," ucap Lisa sambil menepuk bahu Pria itu.


Steve menatap Lisa dengan mata berkaca-kaca, Ya pria itu kini tengah menangis ketakutan, katakan saja dia gila, ya Dev sedang sakit, sakit Jiwa!


Grepp


Steve menarik Lisa dan memeluk gadis itu dengan tubuh bergetar ketakutan, benar benar panik dan takut.


"Jangan pergi.... Mama... jangan tinggalkan aku... aku ingin bersama Mama.... please... hiks hiks hiks... Mama Jangan tinggalkan aku..." pria itu menangis sambil memeluk Lisa berpikir kalau Lisa adalah Mamanya membuat hati kecil Lisa bergetar.


Rasanya sakit saat mendengar pria itu menangis apalagi saat memanggil sosok Mama yang dia juga tidak miliki.


Tangan Lisa terangkat, dia mengusap kepala pria itu dengan lembut, memberikan kehangatan padanya.


"husshh.... tenang, aku Tak akan meninggalkanmu, tenang," ucap Lisa dengan suara bergetar.


Rasanya sangat getir, Lisa tau rasa sakit itu, kehilangan orang yang dia sangat sayangi bahkan seperti Dev yang tak bisa menerima kepergian Mamanya hingga dia melahirkan Steve sebagai alter ego untuk menghadapi rasa takut dan kesedihannya.


Steve tenang, dia menutup matanya sambil memeluk Lisa dengan sangat erat.


Hingga tiba-tiba...


BRakkkk......


Terdengar suara Gebrakan Meja yang sangat keras memenuhi ruangan itu.


.


.


.


like, vote dan komen 😊😉😉😉

__ADS_1


__ADS_2