
Yusuf saat ini sudah berusia empat puluh hari. Sukma dan orangtua Jaka berniat akan mengadakan acara syukuran sekaligus acara akikah Yusuf.
Setiap hari selalu saja ada keistimewaan yang diperlihatkan oleh Yusuf, tapi Sukma dan orangtua Jaka berusaha untuk menyembunyikannya dari oranglain, dan Yusuf seakan mengerti dan tidak pernah memperlihatkan keistimewaannya selain di depan Sukma, Kakek dan Neneknya.
Sukma selalu merasa bersyukur dengan kehadiran Yusuf yang sudah membawa kebahagiaan untuknya, bahkan setelah Yusuf dilahirkan, usaha Pak Parjo semakin maju, dan hasil tani nya juga semakin bagus.
"Alhamdulillah ya Bu, semenjak Yusuf dilahirkan, Allah SWT semakin menambah rezeki kita," ucap Pak Parjo.
"Iya Pak, tapi entah kenapa akhir-akhir ini Ibu selalu bermimpi Jaka meminta tolong. Apa saat ini Jaka sedang memiliki masalah ya Pak? Ibu jadi kepikiran terus sama Jaka."
"Ya sudah kalau begitu Ibu telpon Jaka sekarang, tanyakan kabar dia, tapi kalau bisa Ibu jangan menceritakan tentang Sukma yang sudah melahirkan," ujar Pak Parjo.
Bu Atun kini mencoba menelpon Jaka berkali-kali, tapi handphone Jaka tidak aktif, sehingga Bu Atun semakin merasa khawatir.
"Kemana kamu Nak, kenapa kamu membuat Ibu khawatir," gumam Bu Atun.
Jaka dan Yuli saat ini sedang menjadi buronan bodyguard Bos nya Yuli di klub malam, karena Jaka sudah terlilit hutang yang sangat banyak akibat berjudi, sampai akhirnya Jaka dan Yuli memutuskan untuk bersembunyi di rumah Mbah Jarwo, yaitu sosok Dukun langganan Yuli.
"Mbah bagaimana ini, kami tidak mau mati konyol," ujar Yuli.
"Kamu tenang saja cantik, si Mbah bisa membantu kalian, karena saat ini si Mbah melihat kalau Istri Jaka yang bernama Sukma sudah melahirkan bayi yang istimewa."
"Apa maksud Mbah?" tanya Jaka.
"Kalian harus bisa membawa Sukma dan bayinya tinggal bersama kalian, karena mereka akan memberikan harta kekayaan yang banyak untuk kalian berdua," ujar Mbah Jarwo.
"Kalau begitu kita pergi ke Jawa sekarang saja Mas, kita tinggal di sana, nanti kalau sudah banyak uang, kita balik lagi ke Jakarta untuk membayar hutang judi kamu, supaya kita tidak menjadi buronan Bos Tono terus," usul Yuli.
Jaka sebenarnya malu kalau harus pulang ke rumah orangtuanya, tapi saat ini Jaka tidak mempunyai pilihan lain, sehingga Jaka dan Yuli bergegas berangkat menuju Jawa.
......................
__ADS_1
Sesampainya di rumah orangtua Jaka, Jaka dan Yuli merasa terkejut karena sepertinya di rumah tersebut sedang di adakan syukuran.
Jaka kini mengucapkan Salam ketika masuk ke dalam rumah. Jaka dan Yuli juga menjadi pusat perhatian, karena mereka semua tau kalau Jaka adalah Suami Sukma, tapi saat ini Jaka membawa perempuan lain ke rumah orangtuanya.
"Jaka, Alhamdulillah kamu ternyata baik-baik saja Nak, dari kemarin Ibu khawatir karena tidak bisa menghubungi kamu."
"Bu, ada acara apa ini, kenapa banyak sekali orang di rumah kita?" tanya Jaka.
"Ayo sebaiknya kita masuk dulu Nak, gak enak kalau di lihat orang lain, apalagi kamu membawa Pelakor ke rumah ini," bisik Bu Atun dengan membawa Jaka masuk ke dalam kamar Sukma.
Jaka begitu terkejut saat melihat Sukma sedang menyusui Bayi di dalam kamarnya. Mata Jaka berbinar ketika melihat sosok bayi yang langsung membuat hatinya menghangat.
"Sukma, apa ini Anak kita?" tanya Jaka.
"Bukan Mas, Yusuf adalah Anakku. Bukannya dari semenjak Yusuf berada dalam kandunganku, kamu tidak pernah mau mengakuinya?" sindir Sukma dengan tersenyum kecut.
"Maafkan aku Sukma, aku sangat menyesali semuanya. Apa boleh aku menggendong Yusuf?" tanya Jaka.
Sukma sebenarnya tidak rela jika Jaka sampai menggendong Yusuf, tapi Sukma tidak mau terjadi keributan, sehingga Sukma memberikan Yusuf untuk digendong oleh Jaka.
Yuli yang melihat sosok Yusuf yang tampan begitu terpesona, sehingga Yuli menginginkan Bayi tersebut.
"Mas, aku boleh menggendongnya kan?" tanya Yuli yang saat ini mengusap pipi Yusuf, tapi tiba-tiba Yusuf menggigit tangan Yuli sampai berdarah.
"Dasar Anak Setan, dia bukan Anak manusia Mas, dia baru lahir, tapi dia sudah mempunyai gigi," teriak Yuli.
Plak
Sukma mendaratkan sebuah tamparan pada pipi Yuli.
"Tutup mulut kamu Pelakor, karena aku tidak akan rela jika sampai kamu menghina Anakku," ujar Sukma.
__ADS_1
Jaka terlihat bahagia dengan terus menggendong Yusuf, sehingga Jaka tidak memperdulikan Yuli yang terus merengek kepadanya.
"Mas kok diem saja sih melihat aku di tampar sama perempuan kampung ini," rengek Yuli.
"Semua itu kan salah kamu juga Yuli, kenapa kamu berani menghina Anak kami," ujar Jaka, dengan tidak lepas memandangi wajah tampan Yusuf yang seakan membuatnya terhipnotis.
"Kamu tega sekali Mas, padahal selama ini aku telah melakukan semua yang kamu mau, tapi ini balasan kamu," ujar Yuli dengan menangis, tapi Jaka masih tidak memperdulikannya.
Alhamdulillah Yusuf telah membuat Jaka berubah, batin Bu Atun yang merasa bahagia karena Jaka tidak memperdulikan Yuli dan terus saja mengajak main Yusuf.
Yuli yang merasa kesal akhirnya ke luar dari kamar Sukma.
"Semua ini gara-gara bayi setan itu, Mas Jaka jadi tidak memperdulikan aku lagi," gumam Yuli.
Pak Parjo yang mendengar perkataan Yuli langsung saja angkat suara.
"Tutup mulut kamu Pelakor, jangan pernah menghina Cucuku, karena sebenarnya kamu adalah perempuan berhati iblis. Mau apa kamu datang lagi ke sini?" tanya Pak Parjo.
"Pak, apa salah Yuli, Yuli juga kan Menantu Bapak," ujar Yuli dengan bergelayut manja kepada Pak Parjo.
"Lepaskan tangan kotor kamu dari tubuhku, karena aku tidak akan sudi untuk kamu sentuh, dasar perempuan murahan. Kamu bisa saja mempengaruhi oranglain, tapi kamu tidak akan pernah bisa mempengaruhiku, karena sedikit pun aku tidak terpengaruh dengan wajahmu yang sudah keriput seperti Nenek-nenek itu," ujar Pak Parjo, dan Yuli langsung saja meraba wajahnya karena takut jika perkataan Pak Parjo benar.
Yuli saat ini mematut dirinya di depan cermin.
"Dasar orangtua aneh, perempuan cantik seperti ini dibilang keriput seperti Nenek-nenek," gumam Yuli.
Dalam pandangan orang awam, Yuli memang terlihat sangat cantik, tapi jika melihatnya menggunakan mata batin, maka Yuli akan terlihat keriput seperti Nenek-nenek.
Pak Parjo kini menghampiri Jaka yang berada di dalam kamar Sukma.
"Jaka kenapa kamu membawa perempuan murahan itu ke sini?" tanya Pak Parjo.
__ADS_1
"Pak, kami sekarang sudah tidak punya tempat tinggal lagi. Bagaimana pun juga Yuli adalah istri Jaka, jadi sudah seharusnya Jaka membawa Yuli kemana pun Jaka pergi."
"Kamu rupanya sudah dibutakan oleh dia, sehingga kamu tidak bisa melihat wujud asli dia yang sebenarnya. Memangnya kenapa dengan rumah kamu, bukannya selama ini kamu bekerja?" tanya Pak Parjo.