
Sandi dan Alexa sudah terlihat bersiap untuk menemui Yuli di Penjara.
"Sayang, kalian berdua mau kemana?" tanya Sukma ketika melihat Sandi dan Alexa menghampirinya.
"Kami mau pergi menengok Yuli ke Penjara Bunda," jawab Alexa.
Deg
Jantung Sukma berpacu dengan cepat ketika mendengar nama Yuli, sosok perempuan yang dulu telah merebut Jaka dari hidupnya, bukan hanya itu, tapi Yuli juga yang sudah menumbalkan Sukma untuk mendapat kekayaan secara instan.
"Bunda baik-baik saja kan?" tanya Alexa, karena wajah Sukma saat ini terlihat pucat.
"Bunda, kami tau kalau dulu Yuli telah menghancurkan hidup Bunda, bahkan Yuli sudah membunuh Jaka. Makanya Sandi dan Alexa akan menakut-nakuti Yuli, dan Yuli pasti akan ketakutan jika melihat Sandi yang sangat mirip dengan Jaka, dan Alexa yang mirip Bunda."
Sampai saat ini Sukma masih merasa berdosa karena sebenarnya Sukma yang menjadi penyebab meninggalnya Jaka. Meski pun Yuli tidak membunuh Jaka, Jaka akan tetap meninggal karena sudah menjadi tumbal pertama Sukma untuk kesembuhan Bara.
Setelah kepergian Sandi dan Alexa, Bara yang dari tadi berpura-pura tidur di atas paha Sukma, akhirnya terbangun, kemudian memeluk tubuh Sukma.
"Maafkan Aku Sukma, aku tau kalau sampai saat ini kamu masih merasa berdosa terhadap Jaka dan keluarganya, karena kamu telah menjadikan Jaka sebagai tumbal pertama untuk kesembuhanku."
"Semua itu bukan kesalahan kamu Bara, karena sebenarnya Mas Jaka sendiri yang memintaku untuk menjadikannya sebagai tumbal, dan dia menjebak Yuli supaya bisa memasukan Yuli ke dalam Penjara, semua itu Mas Jaka lakukan supaya Yuli tidak mengganggu Yusuf dan juga keluarganya."
"Itu semua karena Jaka sangat mencintai kamu, makanya Jaka rela mengorbankan nyawanya untuk kamu," ujar Bara.
"Kamu tidak sedang cemburu kan Sayang?" tanya Sukma.
"Aku pasti cemburu jika Jaka masih hidup, tapi saat ini Jaka sudah meninggal dunia, apa aku harus cemburu juga kepada orang yang telah meninggal dunia?" ujar Bara.
"Sandi adalah kembarannya Mas Jaka, dan aku tahu kalau kamu sudah mengerjai Sandi karena wajahnya mirip Mas Jaka kan," ujar Sukma.
"Kenapa istriku yang cantik ini selalu tau apa yang ada dalam hatiku," ujar Bara dengan terkekeh.
"Kita ini adalah Suami istri Bara, meski pun kamu menyembunyikan sesuatu dariku, aku pasti akan selalu mengetahuinya, karena kita sudah menjadi satu. Jadi, aku harap kamu tidak akan pernah membohongiku."
"Iya sayang, aku juga kasihan sama Sandi, jadi aku tidak akan mengerjainya lagi, tapi ada syaratnya," ujar Bara yang sudah tersenyum penuh arti.
"Jangan macam-macam Bara, ini masih siang, kamu mau apa dekat-dekat," ujar Sukma.
__ADS_1
"Aku ingin memakanmu," ujar Bara yang selalu saja menggoda Sukma.
......................
Sesampainya di Penjara, Alexa dan Sandi sudah meminta ijin kepada petugas untuk bertemu dengan Yuli.
Sandi dan Alex saat ini sudah menunggu Yuli di ruang tunggu, dan Yuli hampir saja pingsan ketika melihat Sandi dan Alexa yang mirip sekali dengan mendiang Jaka dan Sukma.
"Tidak mungkin, tidak mungkin kalian berdua masih hidup. Mas Jaka, kamu sudah mati di depan mata kepalaku sendiri, dan kamu Sukma, aku sudah menumbalkanmu. Bagaimana mungkin kalian berdua masih hidup," teriak Yuli dengan histeris.
"Jadi kamu masih mengingat kami Yuli? kami akan selalu hidup, karena kami saling mencintai, sedangkan kamu akan selamanya membusuk di dalam penjara untuk menanggung semua kejahatan yang telah kamu perbuat," ujar Sandi.
Yuli telah divonis seumur hidup atas semua kejahatan yang telah ia lakukan, bahkan setiap hari Yuli yang selalu merasa bersalah terhadap Jaka sampai menyiksa dirinya sendiri ketika berada di dalam sel.
"Mas Jaka, aku sangat mencintaimu," ujar Yuli yang hendak memeluk tubuh Sandi, tapi Alexa menghalanginya.
"Jangan pernah menyentuh Suamiku lagi, karena aku tidak akan pernah membiarkanmu merebutnya lagi dariku Yuli. Cukup satu kali kamu merebut Mas Jaka dariku, dan aku tidak akan pernah membiarkan Pelakor sepertimu merebutnya lagi dariku," ujar Alexa.
"Kamu bukan Sukma, Sukma sudah aku tumbalkan. Mas Jaka, jangan percaya sama dia, dia adalah orang jahat," teriak Yuli.
"Mas Jaka, jangan pergi Mas, Mas Jaka jangan tinggalkan aku, aku sangat mencintaimu," teriak Yuli ketika melihat Sandi dan Alexa pergi dari penjara.
Setelah di luar Penjara, Sandi dan Alexa tertawa karena rencana mereka menakut-nakuti Yuli berhasil juga.
"Sayang, akting aku bagus kan?" tanya Sandi.
"Iya bagus, tapi jangan cari-cari kesempatan juga," sindir Alexa, dan Sandi menggaruk kepalanya yang tidak gatal, karena Sandi memang sengaja mencari kesempatan kepada Alexa yang melarangnya untuk dekat-dekat.
"Habisnya kamu ngelarang aku buat dekat-dekat, jadi lumayan kan aku bisa mencari kesempatan dalam kesempitan. Sayang, kapan aku boleh buka puasa?" tanya Sandi dengan cengengesan.
"Nanti aku pikir-pikir lagi," jawab Alexa.
"Bagaimana kalau sekarang aku mengajak kamu bulan madu?" tanya Sandi.
"Memangnya kita mau pergi kemana?" tanya Alexa.
"Kita pergi ke puncak saja, di sana kan dingin," ujar Sandi dengan tersenyum penuh arti.
__ADS_1
"Ya sudah, kalau begitu sekarang kita pergi ke sana, tapi aku mau telpon Bunda dulu," ujar Alexa yang memutuskan untuk memberitahu Sukma terlebih dahulu kalau dirinya dan Sandi tidak akan pulang.
......................
Bara yang saat ini sedang tiduran di samping Sukma menanyakan siapa yang barusan menelpon.
"Sayang, siapa yang barusan telpon?" tanya Bara dengan memeluk tubuh istrinya.
"Lexa katanya mau pergi bulan madu ke Puncak, jadi dia gak bakalan pulang ke sini," jawab Sukma.
"Bagus deh, jadi aku bisa bulan madu juga sama kamu tanpa ada yang mengganggu," ujar Bara.
"Bara kamu benar-benar tua-tua keladi ya, semakin tua kelakuanmu semakin menjadi," ujar Sukma, karena Bara terus saja menyerang Sukma dengan jurus-jurus ampuhnya.
"Tapi kamu suka kan?" ujar Bara dengan terkekeh.
Aku ingin selalu menghabiskan waktu bersamamu Sukma, karena aku tidak tau berapa lama lagi kita masih bisa bersama, dan entah sampai kapan kita akan terpisah, ucap Bara dalam hati, dan tanpa terasa airmata menetes pada pipinya.
......................
Alexa dan Sandi menghabiskan waktu satu minggu untuk berbulan madu di Puncak, dan saat ini mereka telah berada di Jakarta di rumah Sukma dan Bara.
Rencananya besok Alexa dan Sandi akan pulang dan menetap di Jawa Timur.
"Sayang, jangan pulang ke Jawa dulu ya, Bunda masih kangen sama Lexa," ujar Sukma dengan memeluk tubuh Alexa.
"Lexa juga masih kangen sama Bunda, tapi mau bagaimana lagi, kasihan Ibu dan Bapak sudah sering sakit-sakitan. Lagian Bunda kan bisa meminta Ayah supaya bisa mengeluarkan pintu kemana saja kalau Bunda kangen sama kami."
"Pintu kemana saja sudah rusak, dan saat ini sedang diperbaiki sama Doraemon," celetuk Bara.
"Ayah kan bisa melakukan teleportasi," ujar Alexa.
"Sekarang kekuatan Ayah sudah semakin melemah, dulu saja saat Ayah membawa Bunda ke Pesantren untuk melihat Yusuf, Ayah salah mendarat malah masuk di dalam bedug," ujar Bara dengan tertawa.
"Pantas saja terasa sangat sempit, ternyata kita berdua berada di dalam bedug," ujar Sukma ikut tertawa juga.
"Iya sayang, aku malu makanya aku gak ngasih tau kamu," ujar Bara dengan memeluk tubuh Sukma, dan semua itu selalu membuat Alexa dan Sandi kagum dengan keharmonisan rumah tangga kedua orangtuanya.
__ADS_1