
Mbah Jarwo dan Yuli yang sedang berbuat tidak senonoh sangat terkejut melihat Sukma yang sudah sadar sehingga melihat perbuatan mereka.
"Sudahlah biarkan saja dia melihat semuanya, udah nanggung juga," ujar Mbah Jarwo, dan Yuli hanya bisa pasrah, meskipun dia merasa malu karena harus menjadi tontonan Sukma.
Sukma tidak pernah menyangka jika Yuli dan Mbah Jarwo tega mengkhianati Jaka dengan melakukan perbuatan bejat seperti itu, dan Sukma mencoba untuk memejamkan matanya supaya tidak melihat semuanya yang membuat Sukma merasa jijik.
Setelah menyelesaikan ritualnya bersama Yuli, Mbah Jarwo kini mencoba untuk mendekati Sukma, tapi lagi-lagi ada pagar ghaib yang menghalangi Mbah Jarwo sehingga tidak bisa menyentuh tubuh Sukma.
"Kamu lihat sendiri kan, kalau perempuan ini tidak dapat aku sentuh?" ujar Mbah Jarwo kepada Yuli.
Yuli saat ini mencoba untuk menyentuh Sukma, dan tubuh Yuli juga terpental sehingga membentur tembok.
"Dasar perempuan sialan, siapa Mbah yang sebenarnya melindungi dia?" tanya Yuli kepada Mbah Jarwo.
"Si Mbah juga tidak tau karena dia menutup mata batin Mbah dengan kekuatan besar yang dia miliki," jawab Mbah Jarwo.
"Lalu sekarang apa yang bisa kita lakukan supaya kita bisa menumbalkan Sukma untuk membuat kita menjadi kaya?" tanya Yuli.
"Tidak ada cara lain lagi selain menikahkan Sukma dengan makhluk ghaib yang selama ini melindunginya, dan makhluk ghaib tersebut pasti akan memberikan kita banyak harta, karena itu yang sebenarnya dia inginkan. Makhluk ghaib itu sepertinya sangat mencintai Sukma, makanya dia selalu menjaganya," ujar Mbah Jarwo.
"Kalau begitu kita harus secepatnya melakukan semua itu. Oh iya Mbah, apa ada ritual khusus supaya Sukma bisa menikah dengan makhluk ghaib tersebut?" tanya Yuli.
"Syaratnya adalah Jaka harus menceraikan Sukma dan mengikrarkan sumpah kalau Jaka sudah melepaskan Sukma untuk menjadi istri makhluk ghaib tersebut."
"Kalau begitu kita lakukan sekarang juga Mbah, tapi Mbah Jarwo harus membangunkan Mas Jaka dulu," ujar Yuli.
__ADS_1
"Kita akan melakukan ritual pernikahan Sukma dan makhluk ghaib itu nanti malam saat bulan purnama." ujar Mbah Jarwo, kemudian Mbah Jarwo meniupkan kembali sebuah ajian untuk membangunkan Jaka yang sebelumnya sudah ia buat tertidur.
Jaka kini mulai membuka matanya, dan dia begitu terkejut melihat Sukma yang saat ini sedang menangis di hadapannya.
"Sukma, kamu sudah bangun sayang?" tanya Jaka dengan hendak memeluk tubuh Sukma, tapi Jaka pun tidak bisa menyentuh Sukma.
"Tega kamu Mas, kalian lebih kejam dari iblis. Dimana Anakku? kembalikan Yusuf," teriak Sukma dengan menangis.
"Yusuf ada pada kami, dan kalau kamu tidak menuruti kemauan kami, maka Anakmu tidak akan segan-segan untuk aku lenyapkan," ujar Yuli dengan tertawa bahagia.
"Kalian memang iblis, kalian Setan. Kenapa kalian melakukan semua ini kepadaku?" teriak Sukma.
"Karena kamu sudah merebut Mas Jaka dariku Sukma, jadi aku akan menyingkirkan kamu dari kehidupan Mas Jaka," ujar Yuli dengan tersenyum penuh kemenangan.
"Baiklah, kami tidak akan menyakiti Yusuf, tapi kamu harus mau menjadi tumbal pesugihan dengan cara menikah dengan makhluk ghaib yang selama ini selalu menjagamu," ujar Yuli.
Tanpa berpikir panjang, Sukma langsung menyetujui keinginan Yuli, karena Sukma takut terjadi sesuatu yang buruk terhadap Yusuf.
"Baik, aku akan melakukan semua itu, tapi kalian harus berjanji tidak akan menyakiti Yusuf, karena kalau kalian sampai berani menyentuh Yusuf, aku tidak akan segan-segan berbuat nekad kepada kalian," ujar Sukma.
Dasar perempuan bodoh, mau saja dibodoh-bodohi, padahal sebenarnya aku tidak tau keberadaan bayi setan itu, batin Yuli.
"Aku berjanji tidak akan menyakiti Yusuf, asalkan kamu tidak berbuat macam-macam," ujar Yuli dengan tersenyum licik.
Jaka sebenarnya tidak tega kepada Sukma, tapi dia juga tidak akan mungkin melawan Yuli, karena saat ini Yuli mempunyai rahasia besar Jaka, apalagi kalau Yuli membuka mulut jika Yusuf telah hilang, maka sudah dapat dipastikan kalau Sukma akan semakin membenci Jaka.
__ADS_1
Maafkan aku Sukma, aku sangat mencintai kamu dan juga sangat menyayangi Yusuf, tapi aku tidak berdaya karena aku tidak bisa menyelamatkan kalian, ucap Jaka dalam hati.
"Nanti malam kita akan melakukan ritual pemanggilan makhluk gaib yang akan menikahi Sukma, dan kamu harus berdandan yang cantik seperti pengantin Sukma, karena setelah kamu menikah dengan makhluk gaib tersebut, maka kamu akan ia bawa menuju alamnya."
"Kenapa seperti itu Mbah? kenapa Sukma harus ikut bersama makhluk ghaib tersebut? apa tidak bisa kalau Sukma tinggal di sini saja?" tanya Jaka yang sudah merasa takut berpisah dengan Sukma.
"Karena mereka akan terikat antara satu sama lain, jadi Sukma tidak akan bisa kembali ke alam manusia apabila Suami ghaib nya tidak mengijinkannya. Dan untuk kamu Jaka, nanti malam kamu harus mengucapkan ikrar untuk menceraikan Sukma, kamu juga harus berkata kalau kamu menyerahkan Sukma untuk makhluk gaib itu," ujar Mbah Jarwo.
Jaka bagaikan tersambar petir mendengar perkataan Mbah Jarwo, Jaka tidak pernah mengira jika dirinya harus berpisah dengan Sukma dengan cara seperti ini.
Sukma sebenarnya sudah ketakutan, tapi dia mencoba untuk terlihat kuat demi Yusuf.
"Kalian memang manusia berhati iblis, aku tidak pernah mengira jika kalian akan tega melakukan semua itu, terutama kamu Mas Jaka, padahal kita sudah hidup bersama dari semenjak kita dilahirkan ke Dunia ini, tapi dengan mudahnya kamu melupakan semua itu. Terimakasih Mas atas luka yang telah Mas Jak torehkan pada hati ini," ucap Sukma yang sudah tidak kuasa lagi untuk membendung airmatanya.
"Maafkan aku Sukma, maafkan aku," ucap Jaka dengan duduk bersimpuh di hadapan Sukma.
"Semuanya sudah terlambat Mas, tapi aku mempunyai permintaan kepada Mas Jaka, karena aku yakin kalau Mas Jaka tidak akan menyakiti darah daging Mas sendiri. Tolong Jaga Yusuf dengan baik Mas, tolong lindungi dan sayangi Yusuf, karena bagaimanapun juga Yusuf adalah Anak Mas Jaka, tapi kalau Mas Jaka tidak bisa menjaga Yusuf, tolong antarkan Yusuf ke Jawa Timur karena Ibu dan Bapak pasti akan merawat serta mendidik Yusuf dengan baik," ujar Sukma dengan menahan sesak dalam dadanya.
"Aku pasti akan menjaga Yusuf dengan baik Sukma." Meskipun aku tidak tau keberadaan Yusuf saat ini, tapi aku akan berusaha untuk mencarinya, lanjut Jaka dalam hati.
......................
Malam pun kini telah tiba, dan Mbah Jarwo sudah menyiapkan sesajen di bawah pohon beringin, begitu juga dengan Sukma yang telah berdandan dengan cantik seperti seorang pengantin, dan Jak terus saja menangisi semuanya.
Mbah Jarwo memulai ritualnya untuk memanggil sosok makhluk gaib yang selama ini selalu menjaga Sukma yang tidak lain adalah Bara, tapi tidak semudah itu Bara datang ke tempat tersebut, karena saat ini Bara harus menghadapi makhluk-makhluk ghaib lainnya yang sedang berlomba-lomba supaya bisa menikahi Sukma juga, karena aura Sukma yang seorang bahu laweyan sangatlah kuat, bahkan Raja iblis pun menginginkan Sukma untuk menjadi permaisurinya.
__ADS_1