Suamiku Genderuwo Tampan

Suamiku Genderuwo Tampan
Bab 80 ( Malam bersejarah )


__ADS_3

Acara Resepsi Pernikahan Alexa dan Sandi selesai pada pukul empat sore. Alex dan Angel akhirnya memutuskan untuk pamit pulang ke Kerajaan Genderewo.


"Sandi, jaga Lexa baik-baik ya, kalau sampai kamu menyakitinya, kamu akan berhadapan denganku," ujar Alex dengan merangkul bahu Sandi.


"Insyaallah Kakak ipar, Sandi akan menjaga, melindungi, mencintai dan menyayangi Alexa dengan segenap jiwa dan raga Sandi."


"Kamu sudah tau belum bagaimana caranya melakukan malam pertama?" tanya Alex.


"Belum Kakak ipar, semua orang yang Sandi tanya tidak ada yang mau memberi tahu," jawab Sandi.


Alex terlihat berbisik pada telinga Sandi, entah apa yang Alex bisikan karena Sandi tersenyum serta mengangguk-anggukan kepalanya mendengar perkataan Alex.


"Sekarang kamu sudah mengerti kan?" tanya Alex.


"Iya Kakak ipar, terimakasih," ucap Sandi.


"Kami pulang dulu ya Lexa, siap-siap saja nanti malam," bisik Angel di telinga Alexa.


"Kok aku jadi takut ya," gumam Alexa yang masih ingat ketika mendengar suara Angel yang merintih kesakitan.


Setelah Alex dan Angel berpamitan kepada semuanya, mereka pun pulang dengan cara menghilang.


"Sayang, sebaiknya sekarang Lexa ke kamar dulu untuk ganti baju sekalian membersihkan diri," ujar Sukma.


"Tapi Lexa takut Bunda, kata orang malam pertama itu sakit."


"Lexa jangan dengerin kata orang, nanti Lexa juga bakalan ngerasain sendiri," ujar Sukma supaya Alexa tidak merasa ketakutan terus.


Alexa dan Sandi akhirnya masuk ke dalam kamar pengantin mereka, dan Sandi masih ingat perkataan Alexa jika Suami akan menggendong istrinya saat pertama kali masuk ke dalam kamar.


Sandi berjongkok setelah menutup pintu kamar dan Alexa terlihat bingung melihat tingkah Sandi.


"Mas Sandi ngapain pake jongkok segala?" tanya Alexa.


"Kata Lexa kalau malam pertama itu Suami akan menggendong istrinya, makanya saat kita bersembunyi di bawah ranjang kamar pengantin Kak Alex, hanya kaki Kak Alex saja yang terlihat," jawab Sandi, dan Alexa yang mendengar jawaban Sandi langsung menepuk dahinya.

__ADS_1


"Tapi cara gendongnya bukan begitu, Mas Sandi tau tidak ala bridal style," ujar Alexa sehingga Sandi terlihat kebingungan.


"Lagian ini masih sore, belum malam juga, masa sore-sore begini kita mau praktek," ujar Alexa.


"Praktek apa? Mas Sandi sudah lulus SMA, jadi udah gak ada ujian praktek."


"Au ah gak nyambung. Ya sudah, sebaiknya Mas Sandi bantuin buka resleting baju Lexa, soalnya kalau buka sendiri susah."


Secara perlahan Sandi mendekati Alexa dengan tubuh yang gemetar, karena baru kali ini Sandi dekat dengan seorang perempuan.


"Udah belum?" tanya Alexa.


"Belum, Mas Sandi masih menetralkan debaran dada, karena saat ini jantung Mas Sandi berpacu dengan cepat."


"Disuruh buka resleting aja udah berdebar-debar, gimana kalau nanti malam, apa mungkin Mas Sandi bakalan pingsan," celetuk Lexa.


"Makanya dari sekarang kita belajar dulu," ujar Sandi.


Sandi mencoba untuk menurunkan resleting baju Alexa, dan Sandi langsung membulatkan matanya ketika melihat punggung Alexa yang begitu mulus, sehingga secara perlahan Sandi memberanikan diri memeluk tubuh Alexa dari belakang, tapi Alexa langsung membalikan tubuhnya menghadap Sandi.


"Jadi seperti ini ya rasanya kalau berpelukan dengan seorang perempuan," gumam Sandi dengan menghirup aroma tubuh Alexa dalam-dalam.


"Pernah sama kedua Ibu Mas Sandi," jawab Sandi.


"Bukan, maksudnya sama pacar gitu?" tanya Alexa lagi.


"Mas Sandi belum pernah punya pacar, dan Lexa adalah yang pertama sekaligus yang terakhir untuk Mas Sandi."


Alexa tersenyum mendengar perkataan Sandi, dan secara tiba-tiba Alexa mencium bibir Sandi, sontak saja semua itu membuat Sandi terkejut dan kembali membulatkan matanya.


"Rasanya Mas Sandi ingin pingsan," gumam Sandi, kemudian membaringkan tubuhnya di atas kasur.


"Katanya mau latihan, masa baru di cium bibir saja udah mau pingsan. Kalau begitu sekarang kita membersihkan diri, dan Mas Sandi harus menjadi imam Shalat untuk Alexa."


Sandi dan Alexa Shalat berjamaah untuk yang pertama kalinya sebagai Suami istri, dan mereka berdua terlihat bahagia, karena niat rumah tangga adalah ibadah.

__ADS_1


Setelah selesai makan malam bersama keluarga besar, Pengantin baru tersebut kembali ke dalam kamarnya, dan sebelumnya Alexa sudah memberitahu Sandi cara menggendong pengantin.


Sandi langsung saja mengangkat tubuh Alexa, tapi mereka berdua terjatuh karena bobot tubuh Alexa terasa berat untuk Sandi.


"Kok malah jatuh sih? Mas Sandi gak romantis banget," ujar Alexa dengan cemberut, kemudian melangkahkan kaki menuju tempat tidur.


"Sayang, maaf, habisnya Lexa berat sekali, makanya Mas Sandi gak kuat buat gendong."


"Jadi Mas Sandi mau ngatain Lexa gendut?"


"Bukan begitu sayang, Lexa tidak gendut kok, hanya sedikit berisi saja. Udah dong jangan cemberut terus, ini kan malam pertama kita. Sekarang kita mau ngapain?" tanya Sandi.


"Sekarang buka baju Mas Sandi," jawab Alexa.


"Terus ngapain lagi?" tanya Sandi yang masih belum mengerti apa yang harus dilakukan.


"Bukannya tadi Kak Alex udah ngasih tau?"


"Tapi masa langsung ke inti sih, memangnya gak perlu pemanasan dulu?" tanya Sandi.


"Ya sudah, kalau begitu kita lihat film romantis saja dulu, supaya Mas Sandi tau cara pemanasan, Lexa cape kalau jelasin terus."


Sandi dan Alexa akhirnya menonton film romantis, tapi Alexa malah ketiduran.


"Aduh, kok Lexa malah ketiduran sih, padahal sekarang aku mau praktekin, apalagi aku udah gak kuat. Ya sudah gak apa-apa deh sambil Lexa tidur juga, nanti juga Lexa pasti bakalan terbangun."


Dengan tangan yang gemetar, Sandi akhirnya melucuti satu persatu pakaian Alexa, dan Sandi kembali membulatkan matanya ketika melihat pemandangan indah yang saat ini sudah ada di depan matanya.


Sandi mulai mencium dan meraba tubuh Alexa yang masih tertidur. Meskipun tertidur, tapi terdengar lenguhan yang keluar dari bibir Alexa ketika Sandi mencium area-area sensitifnya.


Setelah membaca Basmalah dan do'a sebelum berhubungan Suami istri, Sandi mulai mengarahkan senjatanya yang sudah terbangun, dan Alexa yang sedang tertidur langsung terbangun dengan menjerit kesakitan ketika merasakan ada sebuah benda yang menusuknya.


Untung saja Sandi sudah diberitahu oleh Alex cara-cara supaya mengalihkan rasa sakit, dan Sandi langsung saja membungkam Alexa dengan ciuman serta mencium area-area sensitif pada tubuh istrinya tersebut, sehingga rasa sakit yang Alexa alami menjadi teralihkan, sampai akhirnya mereka berdua menjerit-jerit nikmat merasakan Surga dunia yang baru kali ini mereka berdua rasakan.


"Sayang, maaf jika Mas Sandi sudah membuat Alexa sakit," ujar Sandi setelah mereka menyelesaikan permainan perdana mereka, dan Sandi masih merasa bersalah kepada Alexa.

__ADS_1


"Kenapa Mas Sandi gak bangunin Lexa dulu sih, Lexa kan terkejut ketika merasakan ada sesuatu yang menusuk."


"Tadinya Mas Sandi gak tega buat bangunin Lexa, tapi Mas Sandi udah gak kuat buat praktek. Makasih banyak ya karena Lexa sudah memberikan sesuatu yang berharga kepada Mas Sandi, dan ini adalah malam bersejarah yang tidak akan pernah Mas Sandi lupakan dalam seumur hidup Mas Sandi," ujar Sandi dengan membawa Alexa ke dalam pelukannya.


__ADS_2