Suamiku Genderuwo Tampan

Suamiku Genderuwo Tampan
Bab 44 ( Siapa kamu sebenarnya? )


__ADS_3

Sandi yang mendengar Sukma menyebut dirinya dengan Nama Jaka pun merasa kebingungan.


"Kenapa Nona memanggil saya dengan nama Jaka? memangnya siapa Jaka?" tanya Sandi.


Apa aku hanya berhalusinasi saja? tapi kenapa wajah Sandi mirip sekali dengan Mas Jaka? batin Sukma kini bertanya-tanya.


"Sandi, siapa kamu sebenarnya?" tanya Sukma.


"Maaf, maksud Nona apa ya?" Sandi balik bertanya karena tidak mengerti dengan pertanyaan Sukma.


"Maksud aku, asal usul kamu dari mana?" tanya Sukma yang masih merasa penasaran kepada Sandi.


"Kata mendiang Ibu saya, saya lahir di Jawa Timur, tapi sejak bayi saya di ajak pindah ke Jakarta."


"Apa kamu punya saudara kembar?" tanya Sukma lagi.


"Ibu tidak pernah bercerita kalau saya punya saudara kembar, tapi setiap saya ingin bermain ke Jawa Timur Ibu selalu melarang saya, katanya kami sudah tidak mempunyai keluarga di sana. Jadi, Ibu memutuskan untuk menjadi penjual jamu di Jakarta, juga buka jasa pijat dan urut, karena dulu saat di Jawa Timur, Ibu adalah seorang Dukun beranak," jawab Sandi yang memang sedikit polos.


"Ya sudah kalau begitu kamu boleh istirahat, sekali lagi terimakasih karena kamu sudah menolong saya," ucap Sukma, kemudian masuk ke dalam kamarnya.


"Non Mona kenapa ya, kok sampai kaget gitu lihat wajah aku, apa mungkin dia terpesona, karena kata orang-orang aku mirip artis Korea," gumam Sandi dengan terus menyunggingkan senyumnya.


Sukma yang sudah mengantuk pun membaringkan tubuhnya, tapi dia terbayang terus dengan wajah Sandi yang mirip sekali dengan Jaka.


"Kenapa Sandi mirip sekali dengan Jaka, siapa dia sebenarnya, apa mungkin dulu Ibu melahirkan Anak kembar, dan Anak kembarnya di culik oleh Dukun beranak yang membantunya melahirkan," gumam Sukma dengan mencoba memejamkan matanya.


......................


Di kerajaan Genderewo, Bara sudah merasa lebih sehat setelah Sukma memberikan sepuluh tumbal untuknya.


"Besok aku harus kembali menemui Sukma, aku tidak akan membiarkan Sukma mengorbankan dirinya lagi demi kesembuhan ku," gumam Bara.


Alex dan Alexa yang baru selesai latihan kini menghampiri Ayahnya yang masih berada di dalam kamar.


"Sepertinya sekarang Ayah sudah lebih sehat?" tanya Alex.


"Iya Nak, dan rencananya besok Ayah akan pergi untuk menemui Bunda kalian," jawab Bara.


"Apa kami boleh ikut?" tanya Alexa.

__ADS_1


"Kalian masih belum boleh pergi ke alam manusia, kalau kalian berdua ikut, siapa nanti yang akan menjaga Kerajaan," jawab Bara.


"Ayah kenapa sih berubah pikiran terus," ujar Alexa dengan cemberut.


"Bukan seperti itu sayang, sekarang kondisi Ayah tidak seperti dulu lagi, meski pun Ayah sekarang sudah sehat, tapi kekuatan yang Ayah miliki masih belum pulih sepenuhnya."


"Kami bisa menjaga diri sendiri Yah, jadi Ayah tidak perlu mengkhawatirkan kami, lagian Raja iblis juga sudah tidak mempunyai pengikut kan, karena pengikutnya yang bernama Yuli sudah dipenjara, bahkan kondisi Yuli di dalam penjara sangat mengenaskan karena selalu menjadi bahan bullyan teman satu sel nya," ujar Alexa yang bersikukuh untuk ikut ke alam manusia bersama Bara.


"Nak, kalau nanti situasinya sudah lebih aman, kalian boleh sesekali berkunjung ke sana, tapi tidak sekarang, karena entah kenapa Ayah mempunyai firasat yang buruk."


"Kalau begitu Ayah hati-hati di sana, kami pasti akan menjaga Kerajaan dengan baik," ujar Alex yang sudah bersikap lebih dewasa.


"Makasih ya Nak, Alex sudah mengerti Ayah."


"Iya, Ayah pokoknya tenang saja, Alex akan menjaga Alexa dengan baik. Ayo Alexa kita ke luar, kasihan Ayah harus banyak istirahat," ujar Alex dengan menarik tangan Alexa.


"Tapi Kak, Alexa ingin ikut Ayah," rengek Alexa.


"Ayah harus menjaga Ibu, kalau nanti kamu ikut, kamu hanya akan menambah beban Ayah saja," ujar Alex.


Bara tersenyum melihat kedua Anaknya yang sudah tumbuh menjadi Anak yang baik dan saling menyayangi.


......................


Keesokan paginya, Sukma berencana untuk meninjau Restoran yang baru saja di buka, tapi di tengah perjalanan, Sukma dan Sandi dicegat oleh beberapa motor dan mobil.


"Turun kalian," ujar salah seorang preman dengan menggedor kaca mobil Sukma.


"Nona tunggu saja di sini, saya akan menghadapi mereka dulu," ujar Sandi


"Hati-hati Sandi," ujar Sukma ketika Sandi ke luar dari dalam mobil.


Sandi saat ini terlibat baku hantam dengan beberapa orang, sehingga Sukma merasa cemas, karena Sandi sudah beberapa kali terkena pukulan, dan ternyata semua itu adalah perbuatan Bos Tono.


Prok prok prok


Bos Tono bertepuk tangan ketika melihat Sandi yang sudah babak belur.


"Semalam kamu sudah berani membuatku babak belur, sekarang aku sudah membalas semua perbuatanmu," ujar Bos Tono, dengan menginjak tubuh Sandi yang saat ini dalam posisi tengkurap serta dalam keadaan tubuh yang lemah.

__ADS_1


Sukma yang melihat semua itu pun tidak tinggal diam, sehingga Sukma ke luar dari dalam mobil.


Sukma kini menarik tubuh Bos Tono yang masih menginjak punggung Sandi.


"Apa kamu seorang perempuan sehingga hanya beraninya melakukan keroyokan?" sindir Sukma, dan sontak saja memancing amarah Bos Tono.


Bos Tono hendak menyentuh pipi Sukma, tapi tiba-tiba Sandi bangun dan mencengkram kuat tangan Bos Tono, dan semua orang yang berada di sana merasa terkejut melihat semua itu.


"Kenapa kalian diam saja, beri pelajaran lagi kepada orang ini !!" teriak Bos Tono.


semuanya secara bersamaan kembali menyerang Sandi yang saat ini melindungi tubuh Sukma, tapi Sandi tiba-tiba memiliki kekuatan luar biasa, sehingga semua orang yang menyerangnya terpental.


"Beraninya kalian mengganggu istriku !!" teriak Sandi yang saat ini sudah dirasuki oleh Bara.


Bos Tono yang ketakutan melihat mata nyalang Sandi, akhirnya memutuskan untuk mengajak semuanya mundur.


"Mundur semuanya, dia bukan tandingan kita," sepertinya tubuh Anak itu dirasuki oleh Suami ghaib Sukma, lanjut Bos Tono dalam hati.


Setelah kepergian semuanya, Sukma langsung memeluk tubuh Sandi yang saat ini masih dirasuki oleh Bara.


"Bara, aku sangat merindukanmu, bagaimana keadaanmu sekarang? kenapa kamu baru datang, apa kamu ingin melihatku mati karena menahan rindu?" ucap Sukma dengan menangis.


"Rindu sih rindu, tapi kenapa kamu memeluk ku saat aku masih berada dalam tubuh lelaki ini?" sindir Bara.


"Maaf Bara, aku terlalu senang," ujar Sukma dengan melepaskan pelukannya.


"Tidak apa-apa sayang, aku hanya bercanda, tapi jangan sampai kamu jatuh cinta kepada lelaki ini karena dia memiliki wajah yang mirip sekali dengan mendiang Jaka," ujar Bara yang merasa cemburu, kemudian kembali mendekap erat tubuh perempuan yang sangat dirindukannya.


"Mana mungkin aku mencintai lelaki lain selain kamu, hati dan cintaku sudah dimiliki oleh kamu, dan aku tidak mungkin berani mencintai lelaki lain hanya karena lelaki tersebut mirip dengan seseorang di masa laluku," ujar Sukma dengan cemberut.


"Udah, gak usah cemberut seperti itu, sekarang kita harus membawa lelaki ini ke Rumah Sakit karena lukanya cukup parah. Apa kamu bisa menyetir mobil?" tanya Bara.


"Tidak, makanya aku memakai jasa Sandi sebagai Supir," jawab Sukma.


"Ya sudah, kalau begitu aku yang akan menyetir dengan menggunakan tubuhnya."


"Memangnya kamu bisa menyetir?" tanya Sukma.


"Kamu lupa ya kalau Suami kamu ini siapa," jawab Bara dengan tersenyum, kemudian membukakan pintu mobil untuk Sukma.

__ADS_1


"Bara, apa kamu tau siapa Sandi sebenarnya?" tanya Sukma yang masih penasaran dengan sosok Sandi yang mirip sekali dengan Jaka.


__ADS_2