Suamiku Genderuwo Tampan

Suamiku Genderuwo Tampan
Bab 60 ( Godaan Kuntilanak Angel )


__ADS_3

Yusuf dan Sandi yang mendengar pertanyaan Pak Parjo kini saling memandang.


"Kami tidak bawa siapa-siapa Pak, mungkin Bapak hanya salah lihat saja," ujar Sandi.


"Masa sih Bapak salah lihat, jelas-jelas Bapak lihat perempuan yang sedang tertidur di jok belakang mobil Sandi," ujar Pak Parjo.


Bu Atun yang melihat gelagat Sandi dan Yusuf yang aneh, mencoba mengalihkan pertanyaan Pak Parjo dengan mengajak mereka untuk segera makan.


"Sebaiknya kita segera makan, mungpung masakannya masih hangat, kasihan tadi Yusuf juga katanya sudah lapar," ujar Bu Atun, dan semuanya kini memulai makan setelah membaca do'a terlebih dahulu.


Setelah selesai makan, Sandi dan Yusuf pamit untuk beristirahat supaya bisa menghindari pertanyaan Pak Parjo, karena kalau Sandi dan Yusuf mengatakan semuanya di depan Bu Atun dan Bu Inem, pasti mereka akan merasa ketakutan.


"Pak, Bu, Sandi dan Yusuf istirahat dulu ya, capek juga habis perjalanan jauh," ujar Sandi, kemudian Sandi dan Yusuf bergegas masuk ke dalam kamar mereka.


"Aku juga pamit pulang dulu ya Tun, Jo," ujar Bu Inem.


"Iya Nem, hati-hati ya, besok pagi langsung ke sini saja, jangan masak nasi di rumah," ujar Bu Atun.


"Iya, makasih banyak ya, aku gak enak selalu ngerepotin," ujar Bu Inem.


"Kayak sama siapa saja Nem, kita kan keluarga. Ya sudah kamu hati-hati di jalan," ujar Bu Atun, dan Bu Inem akhirnya melangkahkan kaki ke luar dari rumah Bu Atun menuju rumah Sukma yang berada di sebrang rumah Bu Atun dan Pak Parjo.


Ketika Bu Inem melewati mobil Sandi, Bu Inem yang merasa penasaran dengan sosok perempuan yang dikatakan oleh Pak Parjo pun mencoba untuk mengintipnya melalui jendela mobil, tapi Bu Inem tidak melihat apa pun di dalam mobil Sandi.


"Bener tuh kata Sandi, kalau Parjo salah lihat, buktinya gak ada siapa-siapa di dalam mobil Sandi," gumam Bu Inem, kemudian melanjutkan kembali langkah kaki nya menuju rumah Sukma.


......................


Pak Parjo yang merasa penasaran dengan sosok perempuan yang berada di dalam mobil Sandi, kini menyusul Sandi dan Yusuf ke dalam kamar mereka setelah Bu Atun tertidur.


Setelah mengetuk pintu, Pak Parjo masuk ke dalam kamar Sandi dan Yusuf, dan ternyata mereka belum tidur.


"Katanya ngantuk, kenapa kalian berdua belum tidur toh?" tanya Pak Parjo.


"Kami nunggu Bapak, sudah pasti Bapak bakalan ke sini buat menginterogasi kami," jawab Sandi.


"Om Sandi lebay amat sih, kayak Tahanan aja di interogasi," ujar Yusuf.


"Lha, terus Om harus jawab apa?" tanya Sandi.

__ADS_1


"Bilang saja kalau Om Sandi nunggu Kakek supaya bisa menceritakan semuanya tentang Tante Angel," ujar Yusuf.


"Siapa Angel?" tanya Pak Parjo.


"Itu lho Pak Miskun yang ada dalam mobil Sandi," jawab Sandi.


"Iya apa itu Miskun Sandi, Bapak Ora ngerti, yang Bapak tau juga Miskin," ujar Pak Parjo.


"Miss Kuntilanak Pak," ujar Sandi, sehingga Pak Parjo terlonjak kaget.


"Ada yang cari saya?" tanya Angel yang tiba-tiba muncul di kamar Sandi dan Yusuf.


"Tuh kan dia muncul, makanya tadi Sandi gak bilang sama Bapak, apalagi di depan kedua Ibu Sandi, nanti mereka auto pingsan."


"Tapi kalau Kuntilanak nya cantik gini mah Bapak juga demen Sandi," celetuk Pak Parjo dengan terkekeh


"Astagfirullah Pak, ingat Ibu," ujar Sandi.


"Bapak cuma bercanda Nak, gitu aja dimasukin hati, mending masukin jantung saja," canda Pak Parjo.


"Kalian kok ngobrol gak ajak-ajak aku sih," rengek Angel dengan suara manja.


"Kan biar kekinian Tampan," ujar Angel yang tiba-tiba bertingkah genit, padahal tadi Angel biasa-biasa saja bahkan terlihat ketus kepada Sandi, makanya saat ini Sandi merasa heran.


Kenapa dengan si Angel padahal tadi dia ketus banget sama aku, batin Sandi kini bertanya-tanya.


Ternyata Angel sudah dihipnotis oleh Raja iblis, dan dia Raja iblis suruh untuk menggoda Sandi, serta mengambil keperjakaannya, karena menurut ramalan penasehat kerajaan, Raja Iblis akan dikalahkan oleh pemuda yang masih perjaka.


"Neng Angel, tidak baik malam-malam begini keluyuran dengan memakai baju yang kurang bahan seperti itu, sebaiknya Neng Angel segera beristirahat dan memakai selimut supaya menutupi kulit mulus Neng Angel," ujar Pak Parjo yang merasa terhipnotis juga oleh kecantikan yang Angel miliki.


"Pak, sebaiknya sekarang Bapak tidur, jangan di sini terus, Sandi dan Yusuf juga mau tidur," ujar Sandi.


"Terus Neng Angel nya gimana? atau mau ikut tidur sama Bapak saja," celetuk Pak Parjo.


"Kakek"


"Bapak"


Ucap Yusuf dan Sandi secara bersamaan, dan akhirnya dengan terpaksa, Pak Parjo ke luar dari kamar Sandi dan Yusuf menuju kamarnya.

__ADS_1


"Kamu ngapain masih di sini?" tanya Sandi kepada Angel.


"Aku mau kita bobok bareng," ujar Angel.


"Enak saja, aku tidak akan membiarkan kamu mengambil sesuatu yang berharga dariku," ujar Sandi.


"Aunty sebaiknya tidur di dalam mobil saja ya, besok kami pasti bakalan antar Aunty ke tempat tujuan, karena tadi Aunty sudah ketiduran," ujar Yusuf.


"Ya sudah kalau begitu Aunty kembali tidur di mobil," ujar Angel pura-pura ke luar dari dalam kamar Yusuf dan Sandi.


Setelah sandi dan Yusuf tertidur, Angel sudah berencana akan kembali menghampiri Yusuf dan Sandi.


"Sebaiknya nanti aku langsung masuk ke dalam mimpi Sandi saja supaya tidak ada yang mengganggu," gumam Angel dengan tersenyum licik.


Setelah Sandi dan Yusuf tertidur, Angel langsung masuk ke dalam mimpi Sandi untuk melancarkan aksinya.


"Mas Sandi, kenapa sendirian saja?" tanya Angel.


"Aku sedang menunggu seseorang," jawab Sandi.


"Boleh Angel temenin gak?" tanya Angel dengan menggerayangi tubuh Sandi.


"Maaf Angel jangan seperti ini, kita bukan muhrim," ujar Sandi yang merasa risih dengan perlakuan Angel kepadanya.


Angel malah semakin menjadi-jadi, meski pun Sandi terus menolak, tapi Angel mengeluarkan pemikat lelaki, sehingga Sandi pasrah saja ketika Angel melucuti satu persatu bajunya.


"Angel jangan seperti ini," ujar Sandi yang saat ini sudah berbaring tidak berdaya. Rasanya Sandi ingin menolak, tapi Tubuhnya tidak bisa digerakkan sama sekali.


Sampai akhirnya terdengar suara seorang perempuan yang memanggil nama Sandi.


"Sandi, Sandi," teriak perempuan tersebut yang ternyata adalah Alexa.


"Alexa tolong, aku di sini," teriak Sandi sekuat tenaga.


Alexa datang menghampiri Sandi yang sudah tidak mengenakan pakaian, dan Angel yang merasa marah karena ritualnya diganggu oleh Alexa, tiba-tiba berubah wujud menjadi Kuntilanak yang menyeramkan.


"Sadarlah Angel, kamu sudah terpengaruh oleh Raja iblis, kamu itu Kuntilanak baik, jangan sampai Raja iblis mengendalikan tubuhmu," teriak Alexa.


Angel yang masih dalam pengaruh Raja iblis secara membabi buta menyerang Alexa. Meski pun Alexa tidak mau menyerang Angel, tapi terpaksa Alexa harus mengalahkan Angel supaya terbebas dari pengaruh Raja iblis.

__ADS_1


"Maafkan aku Angel, tapi aku harus melakukannya," teriak Alexa, kemudian mengeluarkan Cahaya kuning keemasan dari tangannya.


__ADS_2